Ali, Fahri
Politeknik Negeri Lampung

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Lada Perdu terhadap Pemberian Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Mikoriza Ali, Fahri; Subechan, Mochammad Arif; Prasetia, Bagus
Jurnal Agro Industri Perkebunan Volume 5 No. 2, Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.25181/jaip.v5i2.341

Abstract

Shrub pepper is a potential commodity to be cultivated under coconut trees of coastal sand. The problems are coastal sand generally not support plant to grow well, because of low of nutrition, organic matter, water holding capacity, soil fertility and high salinity. The aims of the research were to study the effect of mycorrhiza and cow manure doses on vegetatif growth of shrub pepper, and to study interaction between mycorrhiza and cow manure doses effect on vegetatif growth of shrub pepper. This experiment used Factorial Randomized Complete Blocks Design (RCBD) which consist 2 factors, first factor was doses of cow manure (P1= 5 kg.crop-1), (P2= 10 kg.crop-1) and (P3= 15 kg.crop-1). Second factor was doses of mycorrhiza (M0= without mycorrhiza/control), (M1= mycorrhiza 10 spore.crop-1) and (M2= mycorrhiza 20 spore.crop-1). Data obtained were analyzed with F test, and were continued with DMRT at 5 percent when significant. Results showed that mycorrhiza doses not affected the addition  number of leaves, internodes and laterals, this can be explained there was endogenous mycorrhiza in the soil used based on colonization of mycorrhiza test (M0 21,07%; M1 23,84% and M2 16, 73%). The effect of cow manure doses to addition number of leaves, internodes and laterals gave the same response, it’s caused all cow manure doses can supply nutrition for vegetative growth of shrub pepper based on the content of chlorophyl (P1 89,20; P2 77,76 and P3 80,94 mg.l-1). There was no interaction between mycorrhiza and cow manure doses on  all of observed variables.   Keywords: Coastal sand, coconut, colonization, pepper, vegetative
Serangan Virus Kuning Terong pada Induksi Ekstrak Daun Clerodendrum japonicum dan Mirabilis jalapa Ali, Fahri; Aprilia, Rennanti Lunnadiyah
Agrovigor Vol 11, No 2 (2018): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v11i2.5018

Abstract

Permasalahan utama budidaya terong saat ini adalah serangan patogen virus kuning. Akibat dari serangan tersebut produksi terong menurun secara drastis. Usaha pengendalian serangan virus kuning yang efetktif, murah dan mudah diterapkan oleh petani adalah penggunaan varietas tahan. Sampai saat ini diketahui belum ada varietas terong yang tahan terhadap virus kuning. Ketahanan tanaman terhadap patogen tidak selalu diperoleh melalui program pemuliaan tanaman. Ketahanan dapat diperoleh dengan menginduksi ketahanan dengan menggunakan suatu agens penginduksi. Tujuan penelitian ini yaitu : mengetahui pengaruh induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong dan mengetahui pengaruh interaksi antara varietas terong dengan induksi ekstrak daun terhadap tingkat serangan gejala virus pada terong. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial 2 x 3 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba yaitu varietas terong : terong hijau dan terong ungu dan induksi ekstrak daun : tanpa induksi, induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh induksi ekstrak daun pagoda dan bunga pukul empat terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning serta hasil tergantung dari varietas yang dicoba. Pada terong hijau, induksi ekstrak daun tidak berpengaruh terhadap persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning, sedangkan pada terong ungu induksi ekstrak daun dapat mengurangi persentase tingkat dan intensitas serangan gejala virus kuning. Hasil terong hijau tidak meningkat dengan induksi ekstrak daun, sedangkan hasil terong ungu meningkat dengan induksi ekstrak daun.Kata kunci: Ekstrak, Terong, Virus
Kerontokan Bunga dan Polong Tiga Varietas Kedelai pada Pemberian Urin Sapi dan Kambing Ali, Fahri; Sakhidin, Sakhidin; Darjanto, Darjanto
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5455

Abstract

Permasalahan yang sering dijumpai pada tanaman kedelai adalah tingginya tingkat kerontokan bunga dan polong. Kerontokan bunga dan polong dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah tingginya kandungan etilen dan rendahnya kandungan auksin dan GA. Urin sapi banyak mengandung hormon auksin, sedangkan urin kambing banyak mengandung GA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian urin terhadap kerontokan bunga dan polong beberapa varietas kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), terdiri dari 2 faktor, faktor pertama varietas kedelai : Panderman, Burangrang dan Anjasmoro. Faktor kedua pemberian urin : tanpa urin, urin sapi konsentrasi 30 ml/l; 60 ml/l, urin kambing konsentrasi 30 ml/l; 60 ml/l.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian urin berpengaruh terhadap jumlah bunga rontok dan persentase bunga rontok. Persentase bunga rontok pada varietas Panderman dapat dikurangi dengan pemberian urin sapi maupun kambing, sedangkan pada varietas Burangrang dapat dikurangi hanya dengan pemberian urin sapi. Pada varietas Anjasmoro pemberian urin baik sapi maupun kambing tidak dapat mengurangi persentase bunga rontok. Penurunan persentase bunga rontok tertinggi pada varietas Panderman dan Burangrang diperoleh dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l yaitu masing-masing sebesar 7,90% dan 6,24%. Bobot biji per hektar pada varietas Panderman dapat meningkat hanya dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l. Pada varietas Burangrang dapat meningkat dengan pemberian urin sapi baik konsentrasi 30 atau 60 ml/l. Pada varietas Anjasmoro dapat meningkat dengan pemberian urin kambing baik konsentrasi 30 atau 60  ml/l.