Arbi, Yaumal
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN PENCEMARAN AIR TANAH OLEH LINDI DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH AIR DINGIN KOTA PADANG Arbi, Yaumal; Siregar, Ronald; Damanhuri, Tri Padmi
SAINS DAN TEKNOLOGI STTIND PADANG Vol 18, No 1 (2018): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI STTIND PADANG
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.141 KB)

Abstract

Tempat pembuangan akhir Air Dingin Kota Padang operasionalnya menggunakan sistem Open damping. Terdapat perumahan  penduduk pada radius 200 m dari TPA yang menjadikan air sumur dangkal sebagai sumber air utama dan perlu dilakukan permodelan menggunakan model Domenico and Scwartz untuk mengetahui sejauh mana penyebaran lindi pada air tanah. Parameter yang di simulasi meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Timbal (Pb) dan Besi (Fe). Dari hasil pengukuran lindi TPA melebihi baku mutu Kep. No. 51/MENLH/I0/1995 Fe 5,4 mg/L, Pb 0,85 mg/L dan COD 3400 mg/L . Pengukuran kontaminan pada sumur warga di lakukan pada 3 sumur dengan jarak 300, 600 dan 900 meter dari TPA searah aliran air tanah. Hasil pengukuran parameter pada sumur warga menunjukan nilai COD yang tinggi. Simulasi Fe dan Pb yang berasal dari lindi telah menyebar  ± 175 m dari TPA mengikuti aliran air tanah. Penyebaran kontaminan COD mencapai ± 40 m arah longitudinal dan ± 200 m arah transversal. Prediksi Pencemaran  Fe dan Pb pada air tanah terjadi 93 tahun yang akan datang dan mencapai jarak 312 meter dari TPA. Sedangkan konsentrasi COD mengalami fase steady state pada jarak 40 meter dari TPA.Tingginya nilai kontaminan COD yang terukur pada sumur warga di sekitar TPA Air Dingin Padang bukan disebabkan oleh pencemaran lindi TPA, namun disebabkan faktor lain seperti kandungan COD yang tinggi pada air tanah di sekitar lokasi TPA. 
PERANCANGAN REAKTOR BIOGAS DI UPTD PASAR TERNAK PALANGKI Zumaro, Ashadi Rizki; Arbi, Yaumal
SAINS DAN TEKNOLOGI STTIND PADANG Vol 17, No 1 (2017): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI STTIND PADANG
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.141 KB)

Abstract

Sektor peternakan menyumbang 37% metana dan 65% nitro oksida (lebih kuat dari CO2), gas metana adalah sebuah gas yang dihasilkan dari proses pencernaan hewan  dapat mencapai 86 juta ton/tahun dan metana yang terlepas dari kotoran hewan mencapai 18 juta ton/tahun. (Laporan LIVESTOCKS, FAO tahun 2007). Apabila disederhanakan,  tulisan diatas menerangkan bahwa limbah kotoran yang dihasilkan dari satu ekor sapi dewasa ikut memberikan andil terhadap pemanasan global (Global Warming) hal itu disebabkan  tidak adanya perlakuan yang tepat dan kotoran disimpan di area terbuka sehingga terkena sinar matahari langsung akibatnya gas metan yang dihasilkan dari kotoran hewan menguap. Salah satu sumber dari kotoran hewan yang ada di Indonesia adalah pasar ternak. UPTD Pasar Ternak Palangki merupakan pasar ternak terbesar se-Sumatera Barat, Pasar Ternak ini berada di Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung, rata-rata setiap tahun (2011 – 2016) hewan yang masuk ke UPTD ini mencapai 22215 ekor, salah satu solusi teknologi untuk mengatasi kotoran hewan adalah biogas. Kata Kunci : Masalah Lingkungan,UPTD,Biogas
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KELAPA SAWIT MENJADI BRIKET ARANG SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Arbi, Yaumal; Irsad, Muhammad
CIVED Vol 5, No 4 (2018): CIVED 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil FT UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Biomassa yang dapat diolah menjadi energi terbarukan salah satunya limbah cangkang kelapa sawit. Limbah kelapa sawit ini menimbulkan adanya masalah lingkungan seperti: estetika lingkungan, penyempitan lahan dan bisa menjadi sumber  penyakit. Pengolahan limbah cangkang kelapa sawit dapat dilakukan dengan menjadikan limbah cangkang menjadi briket. Briket dapat menggantikan minyak tanah, pembuatan briket menggunakan bahan perekat yang mengandung pati, selain tepung tapioka bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi perekat salah satunya adalah tepung kanji. Pembuatan briket arang ini di lakukan dengan beberapa variasi Metoda yang digunakan pada penelitian ini adalah gravimetri untuk pengujian kadar air dan abu, metoda Bomb Calorimeter untuk pengujian nilai kalori. Dari penelitian ini dengan 3 macam variasi komposisi campuran yaitu 95%:5%, 90%:10%, 85%:15% dengan urutan arang cangkang : tepung kanji. Maka didapatkan semua komposisi briket ini masih dibawah atau lebih bagus dari standar kualitas briket sesuai SNI 01-6325-2000. Masing-masing campuran briket memiliki pengaruh terhadap kualitas briket untuk kadar air, kadar abu dan nilai kalori pada briket kulit kakao tersebut. Briket yang paling bagus dilihat dari parameter diatas adalah dengan campuran 90% arang cangkang dan 10% perekat