Zaini, Wawan Sofwan
The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

The Antioxidant and Cytotoxic Effects of Cosmos caudatus Ethanolic Extract on Cervical Cancer Nurhayati, Betty; Rahayu, Ira Gustira; Rinaldi, Sonny Feisal; Zaini, Wawan Sofwan; Afifah, Ervi; Arumwardana, Seila; Kusuma, Hanna Sari Widya; Rizal, Rizal; Widowati, Wahyu
The Indonesian Biomedical Journal Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.094 KB) | DOI: 10.18585/inabj.v10i3.441

Abstract

BACKGROUND: Oxidative stress is closely related to all aspects of cancer. Cosmos caudatus ethanolic extract (CCEE) has been proved to have antioxidant effect that inhibited cancer cell growth due to its bioactive compounds such as catechin, quercetin and chlorogenic acid. This study aimed to evaluate antioxidant and anticancer activity of CCEE and its compounds.METHODS: Total phenol was measured according to the Folin-Ciocalteu method. Catechin, quercetin and chlorogenic acid contained in CCEE were identified by high-performance liquid chromatography (HPLC). Antioxidant activity was evaluated by 2,2′-azino-bis-(3-ethylbenzthiazoline-6-sulfonic acid) (ABTS)-reducing activity, 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) scavenging activity, and ferric reducing antioxidant power (FRAP) activity test. The cytotoxic activity of CCEE was determined by MTS [3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-5-(3-carboxymethoxyphenyl)-2-(4-sulfophenyl)-2H-tetrazolium] assay on HeLa cells.RESULTS: The result showed that total phenol of CCEE was 181.64±0.93 µg Cathecin/mg extract. ABTSreducing activity test showed that catechin had the highest activity (2.90±0.04 µg/mL), while CCEE had moderate activity compared to other compounds. FRAP activity test demonstrated that catechin had the highest activity (315.83 µM Fe(II)/µg) compared to other compounds. DPPH scavenging activity of CCEE was 22.82±0.05 µg/mL. Cytotoxicity test on HeLa cell showed that CCEE had lower activity (inhibitory concentration (IC)50= 89.90±1.30 µg/mL) compared to quercetin (IC50 = 13.30±0.64 µg/ mL).CONCLUSION: CCEE has the lowest antioxidant activity compared to quercetin, catechin, and chlorogenic acid and has the lowest anticancer activity compared to quercetin. However, CCEE and its compounds has potential as antioxidant and anticancer properties.KEYWORDS: antioxidant, anticancer, catechin, Cosmos caudatus, quercetin
UJI KONSENTRASI BUNUH MINIMAL (KBM) INFUSUM DAN AIR PERASAAN DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA TYPHI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN-VITRO Zaini, Wawan Sofwan; Kurniati, Nining; Fadillah, Arief
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.873 KB)

Abstract

Daun binahong (A.cordifolia) merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai obat batuk, diabetes, sesak nafas, luka bakar, luka pasca operasi, disentri, radang ginjal, radang usus, jerawat, gusi berdarah, melancarkan haid, penambah nafsu makan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Daun binahong mengandung berbagai macam zat aktif, yaitu alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol yang memiliki daya antibakteri. Di Indonesia penyakit infeksi oleh bakteri masih menjadi masalah kesehatan, maka perlu dikembangkan suatu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai alterbatif pengobatan, salah satunya adalah daun binahong. Penggunaan daun binahong di masyarakat untuk pengobatan sudah lama digunakan, namun perlu dilakukan penelitian secara ilmiah untuk menunjukkan khasiat dan dosis yang tepat. Dicoba dilakukan penelitian efektivitas antibakteri dari infusum dan air perasan daun binahong terhadap bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus secara in-vitro dengan menentukan konsentrasi bunuh minimal dengan variasi waktu kontak menggunakan metode serial dilution. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) di mana dilakukan perlakuan  pada bakteri uji dengan variasi  konsentrasi dan waktu kontak infusum dan air perasan daun binahong. Untuk kontrol negatif menggunakan aquades steril (0%) dan sebagai pembanding digunakan tetrasiklin dan khloramfenikol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusum daun binahong dengan konsentrasi 60% dengan waktu kontak 60 menit memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan S.typhi dan pada konsentrasi 80% dengan waktu kontak 180 menit terhadap S.aureus. Sedangkan Air perasan daun binahong dengan konsentrasi 100% dengan waktu kontak 90 menit memiliki daya hambat terhadap S.typhi, dan  konsentrasi 100% dengan waktu kontak 60 menit terhadap S.aureus