Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN NPI (5-8% Ni) MENGGUNAKAN HOT BLAST CUPOLA FURNACE KAPASITAS 3 TON/HARI Nurjaman, Fajar; Shofi, Achmad; Astuti, Widi; Suharno, Bambang
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Januari 2018
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.472 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol14.No1.2018.193

Abstract

Bijih besi nikel laterit merupakan batuan mineral dengan kandungan 10-40%Fe; 0,8-3,5%Ni; dan 1-2%Cr, yang merupakan bahan baku untuk pembuatan Nickel Pig Iron (NPI) yang selanjutnya dapat diolah menjadi besi-baja paduan mengandung Ni dan Cr. Dalam penelitian ini telah dilakukan pembuatan NPI menggunakan teknologi berinvestasi rendah, yaitu hot blast cupola furnace (tungku kupola udara panas) dengan kapasitas 3 ton NPI/hari. Proses aglomerasi bijih nikel laterit menjadi pellet komposit (Ø10-20 mm) terlebih dahulu dilakukan sebelum dilebur ke dalam hot blast cupola furnace. Komposisi (dalam %berat) pellet komposit adalah 85,5% bijih nikel laterit; 12,5% batubara; dan 2% bentonit. Dalam proses peleburan ditambahkan kokas (sebagai bahan bakar dan reduktor) dan batu kapur (sebagai flux) ke dalam tungku tersebut. Rasio penggunaan kokas terhadap pellet komposit adalah 0,4. Penambahan batu kapur (CaCO3) dilakukan untuk memperoleh kondisi basisitas slag 1,0. Aditif berupa MnO2 (39% Mn) juga ditambahkan ke dalam hot blast cupola furnace. Pada proses peleburan, kondisi temperatur udara panas (hot blast) adalah 250-300 ºC. Dari hasil penelitian diperoleh NPI dengan kandungan 5-8% Ni. Penambahan aditif MnO2 sebanyak 1% mampu menekan laju reduksi senyawa besi oksida sehingga mampu meningkatkan kandungan Ni dalam NPI.
RANCANG BANGUN TUNGKU BUSUR LISTRIK SATU FASE UNTUK PELEBURAN KONSENTRAT MANGAN DAN BESI MENJADI FEROMANGAN SUPRIYATNA, YAYAT I.; RISTIANA, RINA; NURJAMAN, FAJAR; SHOFI, ACHMAD
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 10, No 3 (2014): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi September 2014
Publisher : Puslitbang tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.225 KB) | DOI: 10.30556/jtmb.Vol10.No3.2014.732

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun tungku busur listrik satu fase untuk melebur konsentrat mangan, konsentrat besi, dan sedikit skrep besi menjadi logam paduan feromangan berkapasitas 10 kg. Tungku dirancang dengan mempertimbangkan sistem geometri, elektrik dan sistem aktuator hidroliknya. Rancangan tungku berbentuk cawan silindris dengan diameter bagian dalam 15 cm dan tinggi selubung bagian dalamnya 22 cm. Suplai daya yang diperlukan sebesar 35 KVA. Energi yang dibutuhkan dalam proses peleburan sebesar 32,016 KJ. Dengan dimensi diameter elektroda grafit sekitar 2,7 cm, maka panas akan terjadi saat busur listrik berdekatan dengan bahan baku/konsentrat. Panas yang ditimbulkan mampu melebur konsentrat mangan, konsentrat besi dan skrep besi menjadi lelehan logam paduan feromangan. Ujicoba tungku tersebut menghasilkan komposisi produk logam paduan feromangan berkadar Mn ≥ 70% dan Fe = 14 - 16%. Oleh karena itu, model rancangan tungku busur listrik ini layak diperbesar skalanya dengan mempertimbangkan konstruksi geometrik, daya dan aktuator hidrolik yang digunakan.
STUDI PENINGKATAN KADAR UNSUR PADA PROSES PEMBUATAN GARAM DI KABUPATEN REMBANG Sulistiyono, Eko; Shofi, Achmad
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air laut merupakan sumber utama penghasil  garam di Indonesia, hal ini karena kandungan garam yang cukup tinggi dan proses pengolhannya sangat mudah. Pada umumnya usaha pengambilan garam dari air laut yang diambil adalah garam natrium khlorida, sedangkan senyawa garam yang lain belum dimanfaatkan. Padahal air laut jika dipekatkan kaya akan unsur mineral yang berharga seperti kalium, magnesium dan lithium. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan peningkatan unsur yang ada dalam air laut pada tahap pengambilan air laut, proses penguapan sampai diperoleh garam natrium khlorida. Pada penelitian ini lokasi pengamatan adalah tambak garam di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang yang merupakan sentra gram terkemuka di Kabupaten Rembang. Hasil pengamatan menunjukkan terjadi peningkatan masing-masing unsur natrium, kalium, magnesium,kalsium dan lithium secara bersamaan seiring dengan semakin lama proses penjemuran. Hasil karakterisi terhadap limbah air dari sisa dari proses penguapan diperoleh kenaikan kadar Mg yang cukup tinggi yaitu rasio Mg/Na dari 0,145 menjadi 2,241 pada pertambakan modern dan pada pertambakan tradional rasio Mg/Na hanya 1,157. 
THE EFFECT OF ADDITIVES AND REDUCTORS IN SELECTIVE REDUCTION PROCESS OF LATERITE NICKEL ORE Nurjaman, Fajar; Sa'adah, Anis; Shofi, Achmad; Apriyana, Wuri; Suharno, Bambang
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 1: OCTOBER 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.505 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2018.20.1.5404

Abstract

THE EFFECT OF ADDITIVES AND REDUCTORS IN SELECTIVE REDUCTION PROCESS OF LATERITE NICKEL ORE. Selective reduction of laterite nickel ore followed by magnetic separation was carried out to produce ferronickel products. The effect of adding additives and reductor types in the selective reduction process was studied in this study. Reductors used were anthracite coal and palm shell charcoal with variations of 5 to 15% by weight, while the additive used was sodium sulfate (Na2SO4). The reduction process was carried out at temperatures of 950 ºC, 1050 ºC and 1150 ºC for 60 minutes. The addition of 10% sodium sulfate additives by weight in the reduction process of laterite nickel ore produced higher concentrations of nickel as 6.09%, compared to no additives, i.e. 2.45%. The addition of reductors in the selective reduction process of laterite nickel ore shows that the higher the amount of reductors causes a decrease in the concentrate level of nickel. Furhtermore, the type of reductors used shows that the concentrate from the reduction result using anthracite coal reductor produces higher level of nickel and lower level of iron compared to the use of palm shell charcoal reductor.