p-Index From 2014 - 2019
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penelitian
S., Rifdian I.
Politeknik Penerbangan Surabaya

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Rancang Bangun Pulse Width Modulation (PWM) Sebagai Pengatur Kecepatan Motor DC Berbasis Mikrokontroler Arduino S., Rifdian I.; Hartono, Hartono
Jurnal Penelitian Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Maret 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.528 KB)

Abstract

Pulse Width Modulation (PWM) sebagai pengatur kecepatan motor DC telah digunakan secara luas di dunia industri. Kecepatan putar motor dikontrol dengan mengatur duty cycle PWM yang dibangkitkan oleh mikrokontroler arduino. Pada penelitian ini pengaturan nilai PWM dilakukan melalui program (sketch) ke arduino uno. Output dari PWM dihubungkan pada arduino melalui pin output analog. Dengan pengamatan menggunakan osiloskop dapat diketahui bahwa perubahan nilai ton dan toff menentukan nilai RPM dari motor DC yang dikontrol. Sehingga dengan menggunakan nilai PWM yang berbeda, variasi kecepatan motor DC juga berubah-ubah. Nilai PWM yang digunakan yaitu kelipatan 10 dari 25 hingga 255. Diperoleh hasil pengamatan berupa Ton dan Toff yang tertera pada osiloskop dan hasil pengamatan tersebut diolah untuk mengetahui duty cycle yang kemudian dibandingankan dengan PWM dan RPM nya. Sehingga dapat diketahui bahwa semakin besar nilai PWM maka RPM motor DC juga akan semakin besar, dan semakin besar nlai PWM yang diberikan, maka nilai duty cycle yang dihasilkan juga akan semakin besar
Rancang Bangun Sistem Pengukuran Keccepatan Putar Generator Pada Turbin Angin Menggunakan Optocoupler Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8535 S., Rifdian I.; Hartono, Hartono
Jurnal Penelitian Vol 3 No 3 (2018): Jurnal Penelitian September 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.265 KB)

Abstract

Kecepatan angin dan desain sudu mempengaruhi besarnya kecepatan putaran generator, sehingga data kecepatan putar sudu dan kecepatan putar generator menjadi salah satu acuan untuk berbagai keperluan seperti mendesain sudu turbin, data pembanding dengan output generator dalam menentukan kinerja generator dan sistem keamanan turbin. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang alat pengukur kecepatan putar (rpm) generator yang dihasillkan dari pergerakan turbin angin. Prinsip kerja dari alat ini yaitu menembakkan cahaya infra merah pada bidang reflektif yang akan memantulkan cahaya inframerah yang kemudian diterima oleh detektor. Alat pengukur kecepatan putar ini menggunakan sensor led inframerah yang dapat memancarkan cahaya inframerah yang tidak kasat mata. Cahaya inframerah merupakan gelombang cahaya yang berada pada spektrum cahaya tak kasat mata yang ditembakkan ke daerah reflektif kemudian ditangkap oleh phototransistor sebagai receiver. Output receiver akan dikonversi dalam bentuk kecepatan putar (rpm) oleh mikrokontroler. Nilai rpm akan ditampilkan melalui display lcd. Berdasarkan hasil pengujian alat diperoleh bahwa error pengukuran paling kecil pada kecepatan 6000 RPM dengan prosentase error sebesar 0.00 %, sedangkan prosentase error terbesar pada kecepatan 500 RPM sebesar 0.04 %. Dari data hasil pengujian yang telah dilakukan , hasil pengukuran masih dalam batas toleransi yaitu sebesar ±10%.
Analisa Unjuk Kerja Flap Sebagai Penambah Koefisien Gaya Angkat S., Rifdian I.
Jurnal Penelitian Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Penelitian Juni 2017
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.332 KB)

Abstract

The process of takeoff and landing is a crucial factor in the phase of flight, other than because it is on the critical height but also the critical speed. At the time of the landing process required a low speed (no stall), as well as providing a high braking effect is obtained for a smooth landing and sliding distance is relatively short. At that result, in the process of landing a maximum flap deflection is used to produce CLmax and drag the highest. At the time the plane accelerate speeds for takeoff, immediately attempted to get the low takeoff speed (no stall), as well as provide a small braking effect to immediately achieved a high rate of speed. Thus required a small flap deflection of flaps on takeoff position.
Rancang Bangun DC-DC Konverter 300 Volt Jenis Buck Konverter S., Rifdian I.
Jurnal Penelitian Vol 2 No 3 (2017): Jurnal Penelitian September 2017
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.04 KB)

Abstract

DC chopper jenis buck dengan beberapa aplikasi telah banyak dibuat. Namun dalam penelitian tersebut hanya menggunakan tegangan masukan yang dturunkan terlebih dahulu oleh trafo step down. Selain itu, dalam beberapa penelitian dengan DC chopper buck tidak pernah memperhitungkan seberapa besar pengaruh efek parasitik terhadap tegangan keluaran yang dibutuhkan. Komponen pensaklaran yang digunakan dalam beberapa penelitian juga tidak dibahas secara mendalam. Dari beberapa topologi konverter arus searah, konverter jenis buck dipilih karena konverter ini menghasilkan tegangan keluaran yang memiliki nilai maksimal sama dengan tegangan masukan Selain itu, buck converter memiliki efisiensi yang tinggi dan riak pada tegangan keluaran yang rendah. Dalam penelitian ini akan dibahas respon DC Chopper Buck dengan catu daya utama tegangan AC jala-jala satu fasa yang disearahkan yang meliputi tegangan masukan, arus masukan, tegangan keluaran, arus keluaran, dan efisiensi. Berdasarkan hasil pengujian, tegangan yang digunakan untuk mensuplai DC Chopper buck ini sebesar 300 Volt dengan variasi beban resistif dan beban dominan induktif. Variasi beban resistif yang digunakan yaitu 40Ω, 100Ω, dan 300Ω. Efisiensi yang dihasilkan ketika diberi beban resistif 40Ω dengan tegangan 30V-210V yaitu sebesar 62,60%-98,08%, beban 100Ω sebesar 42,05%-97,18%, sedangkan pada beban 300Ω efisiensi yang dihasilkan sebesar 37,32%-90,90%.