Articles

Found 3 Documents
Search

Monitoring Fuel Genset untuk Mencegah Kegagalan Operasional Laboratorium Terintegrasi di Politeknik Penerbangan Surabaya Menggunakan SMS Gateway Junipitoyo, Bambang; Aditya, Aditya; Hariyanto, Didi
Jurnal Penelitian Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Maret 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Penerbangan Surabaya menggunakan genset 500 kVA. Dimana letak dari laboratorium terintegrasi terpisah gegungnya dengan Gedung genset tempat standby teknisi. Karena belum adanya sistem monitoring jarak jauh untuk genset tersebut sehingga teknisi tidak dapat memonitoring keadaan dari genset.Penulis mencoba untuk membuat suatu rancangan sistem short message service yang dapat melakukan control dan monitoring terhadap genset secara local maupun remote dengan sistem sms gateway.Sistem sms gateway pada generator set dan menekankan pada parameter seperti arus, tegangan dan daya listrik menggunakan handphone melalui sms gateway sebagai control dan monitoring dan komunikasi secara serial dengan device pengontrol microcontroller. Kontol jarak jauh dilakukan langsung dari ruang standby teknisi dengan vasilitas sms gateway.
Pengaruh Intelegence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ) Terhadap Prestasi Belajar Mata Kuliah Pendidikan Pancasila pada Taruna Diploma III Manajemen Transportasi Udara Angkatan III-A di Politeknik Penerbangan Surabaya Sutar, Sutar; Hariyanto, Didi
Jurnal Penelitian Vol 2 No 4 (2017): Jurnal Penelitian Desember 2017
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Intelligence quotient (IQ), Emotional quotient (EQ) and Spiritual Quotient (SQ) are forms of intelligence that must be actualized, guided and developed through the learning process to arrive at the level of balance, so that a person (learners) adapting himself to his environment in certain circumstances. The person who is able to deal with and overcome any problems that arise in front of him is a person who has the intelligence of life, all of which is a duty for educators to learners in the learning process. Result of F Test calculation done with aid of SPSS program got F value counted 102,369. with a significance value of 0.000. this value is smaller than a = 0,05,so the mean simultaneously independent variables consisting of variables Quotient Quotient (IQ) (X1), Emotional Quotient (EQ) (X2) and Spiritual Quotient (SQ) (X3) affect the variable tied Learning Achievement (Y) pancasila education courses cadet of diploma III air transportation management at Aviation Polytechnic of Surabaya. From the calculation result, it is known that the variable of Integral Quotient (IQ) (X1) has the t-count value of 8.160 and the significance value is 0,000, the Emotional Quotient (EQ) (X2) has the t-count value of 10.772 and the significance value is 0.000 Spiritual variable Quotient (SQ) (X3) has a t-count value of 11.886 and its significance value is 0,000. This significance value is smaller than a = 0,05, so it means partially independent variables consisting of Intelegence Quotient (IQ) (X1), Emotional Quotient (EQ) (X2) and Spiritual Quotient (SQ) (X3) have an effect on dependent variable that is Learning Achievement (Y) pancasila education courses cadet of diploma III air transportation management at Aviation Polytechnic of Surabaya.
Perancangan Sistem Kontrol Pesawat Model Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle) Berbasis Arduino Setiawan, Ariyono; Sudrajat, Sudrajat; Rinaldi, Ridho; Hariyanto, Didi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol 1 (2017): SNITP 2017
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.349 KB)

Abstract

Pesawat UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah sebuah sistem pesawat udara yang tidak memiliki awak yang berada didalam pesawat, sedangkan awak pengendali pesawat tetap berada di darat dan mengendalikanya dari jarak jauh. Perkembangan teknologi UAV cukup pesat sejak 30 tahun yang lalu. Salah satu teknologi canggih yang pesat ini adalah teknologi autonomous. Teknologi ini mampu membuat wahana pesawat UAV mampu terbang secara mandiri. Penggunaan teknologi flight controller saat ini sudah sangat maju dan mudah diakses datanya sehingga memungkinkan teknologi cepat berkembang di semua kalangan militer mapun non militer. UAV di Indonesia secara komersial banyak sekali dijumpai pada pemetaan lahan pertanian, perkebunan atau peta untuk pemerintah karena memang di Indonesia potensi pemetaan sangatlah luas dan dapat mempermudah pekerjaan manusia. Pada sistem ini menggunakan APM sebagai autopilot UAV yang lengkap untuk mendukung misi penerbangan UAV. Pesawat UAV di rancang untuk dapat melakukan misi terbang dari titik koordinat awal sampai koordinat akhir melalui GPS.