Badi'ah, Atik
MEDISAINS

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan bermain pada ibu meningkatkan kelekatan anak

MEDISAINS Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.31 KB)

Abstract

Latar Belakang: Masalah kelekatan antara ibu dan anak masih terjadi pada saat ini. Praktik pengasuhan memainkan peranan penting terjadinya masalah kelekatan ini. Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah, ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuknya. Permasalahan kelekatan ini perlu untuk diatasi. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan pelatihan bermain pada ibu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anakMetode: Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimantal dengan menggunakan desain one-grup pre-test & post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 18 responden. Uji statistik menggunakan wilcoxon test. Instrumen yang digunakan adalah Attachment Q-Set (AQS).Hasil: Terdapat peningkatan skor kelekatan sebelum dan sesudah pelatihan bermain pada ibu. Skor rata-rata sebelum pelatihan bermain sebesar 111.83, sesudah pelatihan bermain (post-test 1) sebesar 137.44 (mean difference = 25.61) dan pada post-test 2 sebesar 140.05 (mean difference = 28.22). Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p = 0.000 (nilai p < 0.050).Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan bermain pada ibu terhadap kelekatan anak.

Pelatihan Bermain Pada Pengasuh Meningkatkan Parenting Self-Efficacy

Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.817 KB)

Abstract

Masih banyak pengasuh yang masih belum optimal dalam melakukan pengasuhan anaknya. Parenting self-efficacy yang dimiliki pengasuh menentukan kualitas pengasuhan. Masih banyak pengasuh yang merasa tidak mampu untuk merawat anaknya dengan baik. Hal tersebut perlu untuk diatasi. Salah satunya dengan melakukan pelatihan bermain pada pengasuh. Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan bermain pada pengasuh terhadap parenting self-efficacy. Penelitian ini berjenis pre-eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yakni 19 pengasuh. Uji analisis menggunakan paired sample t-test. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner  parenting self-efficacy yang dimodifikasi dari Tools to Measure Parenting Sef-Efficacy (TOPSE). Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan skor parenting self-efficacy antara sebelum dan sesudah pelatihan. Nilai rata-rata parenting self-efficacy sebelum pelatihan adalah 239,26 dan setelah pelatihan (post-test 1) menjadi 288,53 (perbedaan rata-rata sebesar 49,27) dan pada post-test 2 menjadi 399,16 (perbedaan rata-rata 159,90). Hasil uji komparasi antara sebelum dan sesudah pelatihan bermain didapatkan nilai p=0,000 (nilai p< 0,05). Kesimpulanya adalah pelatihan bermain pada pengasuh meningkatkan parenting self-efficacy.