Articles

Found 17 Documents
Search

POTENSI ANTIMIKROBA FRAKSI AKTIF EKSTRAK n-HEKSAN DAUN RAMI (B.virgata F.) Guill TERHADAP BEBERAPA MIKROBA UJI Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 4 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the potential antimicrobial activity of extracts soluble, insoluble n-hexane and fractions of n-hexane extract of leaves of B. virgata, some microbial testing with solid dilution method. Test material used was n-hexane-soluble extract (A) and hexane-insoluble (B), two extract was monitored by Thin Layer Chromatography method (TLC) chemical components, then tested its activity by solid dilution method. Test results of the antimicrobial activity of both types of extracts showed better activity than the methanol extract of soluble fraction of n-hexane and methanol extract of insoluble, because it can inhibit the growth of the bacterium E. coli, V. cholerae and S. thyposa, while the methanol extract of n-hexane soluble not only able to inhibit the bacteria V. cholerae, at a concentration of 1000 μg/ml medium. Fraction of methanol extract of n-hexane soluble (A) is then fractionated by the method of three funel system using eluent hexane: methanol: water (20: 6: 0.5), obtained three kinds of fractions ie fraction A, fraction B and fraction C. The antibacterial activity tes result of fraction A is active against bacteria V. chilerae, B fraction active against bacteria V.cholerae, S. thyposa and E. coli, and the active fractions of the yeast C.albicans C respectively each active at a concentration of 750 μg/ml medium. Key word:  leaf B. virgata, antimicrobial, fraction soluble extracts of n-hexane, solid dilution   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan menguji aktivitas antimikroba ekstrak larut dan tidak larut n-heksan dan fraksi-fraksi ekstrak n-heksan daun B. virgata, dengan metode dilusi padat terhadap beberapa mikroba uji. Bahan uji yang digunakan adalah ekstrak larut n-heksan (A) dan tidak larut heksan (B), kedua ekstrak ini dimonitoring komponen kimianya dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kemudian diuji aktivitasnya dengan metode dilusi padat. Hasil uji aktivitas antimikroba dari kedua jenis ekstrak yang diuji, menunjukkan bahwa fraksi ekstrak metanol larut n-heksan memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan fraksi ekstrak metanol tidak larut n-heksan, karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, V. cholerae dan S. thyposa, sedangkan ekstrak metanol tidak larut n-heksan hanya menghambat bakteri V. cholerae, pada konsentrasi 1000 μg/ml medium. Fraksi ekstrak metanol larut n-heksan (A) difraksinasi dengan metode three funel system menggunakan eluen Heksan : metanol : air (20 : 6 : 0,5), diperoleh 3 macam fraksi yaitu fraksi  A, fraksi B dan fraksi C.  Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan fraksi A aktif terhadap bakteri V. chilerae, fraksi B aktif terhadap bakteri V.cholerae, S. thyposa dan E. coli, dan fraksi C aktif terhadap khamir C.albicans masing-masing aktif pada konsentrasi 750 μg/ml medium. Kata Kunci: daun B. virgata,  antimikroba,  fraksi ekstrak larut n-heksan, dilusi padat
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DIETHYL ETHER DAUN MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA (SCHEFF.) BOERL) TERHADAP BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Ibrahim, Arsyik; Rusli, Rusli
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 1 (2010): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to test the antibacterial potential of diethyl ether extract of mahkota dewa leaves (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) with the test method Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Kill Concentration (MBC) against the microbe, Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus. The test materials were obtained by maceration of leaves with methanol, followed by partition using diethyl ether and n–butanol, each extract was tested its activity with solid dilution method. Solid dilution test results showed the active extract is extract of diethyl ether. Active extracts were further tested by using MIC and MBC. Value of MIC and MBC is determined by the most active and liquid dilution method followed by scratches on solid media. The results show that diethyl ether extract of mahkota dewa leaves (Phaleria macrocarpa [Scheff] Boerl.) Has the potential antibacterial against bacterium Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa with MIC value of 0.025%, and the value of MBC, respectively - each is 0.4% for the bacterium Staphylococcus aureus, and 0.1% for the bacterium Pseudomonas aeruginosa.   Keywords: Mahkota dewa folium, Antibacterials, Potential, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Kill Concentration (MBC)   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi antibakteri ekstrak dietil eter daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl) dengan metode pengujian Kadar Hambat Minimal (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM) terhadap mikroba Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Bahan uji diperoleh dengan maserasi daun dengan metanol, dilanjutkan dengan partisi menggunakan dietil eter dan n–butanol, masing-masing ekstrak diuji aktivitasnya dengan metode dilusi padat. Hasil pengujian dilusi padat menunjukkan ekstrak aktif adalah ekstrak dietil eter. Ekstrak aktif selanjutnya diuji dengan metode KHM dan KBM. Nilai KHM dan  KBM teraktif ditentukan dengan metode dilusi cair dan dilanjutkan dengan goresan pada media padat.  Hasil pengujian menunujukkan bahwa ekstrak dietil eter daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff] Boerl.) memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dengan nilai KHM 0,025%, dan nilai KBM masing–masing adalah 0,1 % untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa dan 0,4 % untuk  bakteri Staphylococcus aureus.   Kata Kunci:   Daun mahkota dewa, Antibakteri, Potensi, Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM)
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI EKSTRAK DAUN RAMI (BOEHMERIA VIRGATA (FORST.) GUILL TERHADAP BEBERAPA MIKROBA ORGANISME Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 2 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   This study aims to the antimicrobial activity test of leaf extract of  B. virgata, and the Minimum Inhibitory Concentration values determine to​​ against some microbes with solid dilution method  The materials in maceration with methanol were obtained with 500 grams, than partitioned with solid liquid partition method to use n-hexane, methanol-soluble extract obtained by n-hexane and methanol extracts insoluble n-hexane, both extracts was chemical component monitoring with Thin Layer Chromatography (TLC), then tested with solid dilution method its activity. Antimicrobial activity test results from both types of extracts, methanol extract soluble fraction of n-hexane showed better than activity methanol extract of insoluble fraction of n-hexane, because it can inhibit the growth of the bacteria E. coli, V. cholerae and S. thyposa, while the methanol extract of n-hexane insoluble only able to inhibit the bacteria V. cholerae, methanol-soluble extract fraction of n-hexane as the active extracts 1000 ug / ml medium that can kill or inhibit of microbes the growth.   Keywords: Leaf B. virgata, Antimicrobial, Methanol extract soluble and insoluble n-hexane, Solid Dilution   ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antimikroba ekstrak daun B. virgata, dan menentukan nilai Kadar Hambat Minimum dengan metode dilusi padat terhadap beberapa mikroba uji. Bahan uji diperoleh dengan maserasi 500 gram daun dengan metanol yang dilanjutkan dipartisi dengan n-heksan dengan metode partisi padat cair, diperoleh ekstrak metanol larut n-heksan dan ekstrak metanol tidak larut n-heksan, kedua ekstrak ini dimonitoring komponen kimianya dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kemudian diuji aktivitasnya dengan metode dilusi padat. Hasil uji aktivitas antimikroba dari  kedua jenis ekstrak  yang diuji, fraksi ekstrak metanol larut n-heksan menunjukkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan dengan fraksi ekstrak metanol tidak larut n-heksan, karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli, V. cholerae dan S. thyposa, sedangkan  ekstrak metanol tidak larut n-heksan hanya mampu menghambat bakteri V. cholerae, Fraksi ekstrak metanol larut n-heksan sebagai ekstrak aktif yang dapat membunuh/menghambat pertumbuhan mikroba 1000 µg/mL medium.   Kata Kunci: Daun B. virgata,  Antimikroba,  Ekstrak metanol larut dan tidak larut n-heksan, Dilusi Padat
AKTIVITAS ANTIBAKTERI TUMBUHAN PRINJAK (Aleurites moluccana (L.)) TERHADAP BAKTERI SALMONELLA THYPOSA DAN VIBRIO CHOLERA Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 3 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT   A research which antibacterial activity test from Prinjak plant (Aleurites moluccana (L.) Willd  to several pathogens bacterial, which aims to determine the antibacterial activity of bark prinjak (A. moluccana L.) against bacteria Salmonella thyposa and Vibrio cholerae. Extracts used is crude methanol extract. Examination of antibacterial with Minimum Kill Concentration (KBM) method, and followed by agar diffusion method with using paper disks. ANOVA analisis test it is obtained very significant results, followed by BNJ advanced test, BNJ test obtained the best concentration is 1.75 % results of the bacteria Salmonella and Vibrio cholerae thiposa.   Key words: A. moluccana  L. Willd, antibacterial activity, S. thiposa, V.cholera   ABSTRAK   Telah dilakukan penelitian Aktivitas Antibakteri Tumbuhan Prinjak (Aleurites moluccana (L.) terhadap Beberapa Bakteri Patogen, yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kulit batang prinjak (A. moluccana  (L.) Willd., terhadap bakteri Salmonella thyposa dan Vibrio cholera. Ekstrak yang digunakan adalah ekstrak kasar metanol. Metode uji yang digunakan adalah uji Daya Bunuh Minimum (KBM), dan dilanjutkan dengan metode difusi agar menggunakan paper disk. Hasil analsisis uji ANOVA aktivitas antibakteri diperoleh hasil yang sangat signifikan, dilanjutkan dengan uji lanjutan BNJ, hasil uji BNJ diperoleh konsentrasi terbaik adalah 1,75% terhadap bakteri Salmonella thiposa dan Vibrio cholera.       Kata kunci: A. moluccana  L. Willd, aktivitas  antibakteri, S. thiposa, V.cholera
IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens JACK.) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN Ibrahim, Arsyik; Kuncoro, Hadi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A research which identification of secondary metabolites and antibacterial activity test from methanol exstract of leaf Sungkai (Peronema canencens Jack) to several pathogens bacterial, which aims to identification of secondary methabolites and determine the antibacterial activity from crude methanol extract of leaf Sungkai (P. canencens Jack). against Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis and Staphylococcus aureus bacteria. Material test obtained by maceration with methanol, then tested for activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC) value extract was determined by liquid dilution and the followed by scratches on solid media method.  Minimum Kill Concentration (KBM) value extracts was determined by agar diffusion method with using paper disks.The results secondary metabolite identify form extracts of leaves P. canencens obtainable derived alkaloid, terpenoids - steroids, flavonoids, and tannin compounds. Methanol extract have the antibacterial activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC) value of extract is concentration of 20% for bacteria S. mutans, S.thiposa and S.aureus, while for the B. subtilis is konsentration of 15%. Minimum Kill Concentration (KBM) values exstract at a concentration of 5% effective at killing S. mutans and S. thyposa bacteria, while the concentration of 1% effective to bacteria B.subtilis and S.aureus. Key words: P. canencens Jack,  antibacteria activity, S. mutans, S. thiposa, B. subtillis, S. aureus   ABSTRAK   Telah dilakukan penelitian identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun Sungkai (P.canencens Jack) terhadap beberapa bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder dan mengetahui aktifitas antibakteri dan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak kasar metanol daun Sungkai (P.canencens Jack.) terhadap bakteri  Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis dan  Staphylococcus aureus. Bahan uji diperoleh dengan maserasi daun sungkai dengan metanol, selanjutnya diuji aktivitasnya. Nilai Kadar Hambat Minumum (KHM) ekstrak ditentukan dengan metode dilusi cair dan dilanjutkan dengan metode goresan pada media padat. Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak ditentukan dengan metode difusi agar padat menggunakan paper disk. Hasil penelitian identifikasi metabolit sekunder ekstrak P. canencens diperoleh golongan senyawa alkaloid, terpenoid - steroid, flavanoid, dan tanin. Ekstrak metanol daun P. canencens Jack. memiliki aktifitas sebagai antibakteri. Nilai KHM ekstrak P. canencens untuk bakteri S..mutans, S.thiposa dan S.aureus adalah konsentrasi 20%, sedangkan untuk bakteri B. subtilis adalah 15%. Nilai KBM ekstrak metanol P. canencens pada konsentrasi 5% efektif membunuh bakteri S.. mutans dan S. thyposa,  sedangkan konsentrasi 1 % efektif membunuh bakteri B.subtilis dan S.aureus. Kata kunci : P. canencens Jack,  Aktivitas  antibakteri, S. mutans, S. thyposa, B. subtillis, S. aureus
AKTIFITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK FRAKSI n-HEKSAN DAUN SUNGKAI (Peronema canescens. JACK) TERHADAP BEBERAPA BAKTERI DENGAN METODE KLT-BIOAUTOGRAFI Ningsih, Arna; Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 2 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infectious diseases are still a serious problem in Indonesia, as well as the more widespread microbial resistance to antibiotics available. Traditional medicinal plants known potential to be developed as a source of infectious disease treatment is Sungkai Plant (Peronema canescens. Jack). This study aims to determine the antimicrobial activity of leaf  extracts of n-hexane Sungkai with KLT-bioautografi method against some microbial testing. Microbial testing is used as much as 3 types of gram-positive bacteria that is Basillus subtillis, Streptococcus mutans and Staphylococcus  aureus.  The extraction  method used to  get  the n-hexane fraction obtained from liquid-solid partition using n-hexane. Preliminary research conducted by the screening test n-hexane extract of the solid dilution method with DMSO as a negative control. Preliminary results obtained n-hexane extract gave growth inhibition against all the test bacteria at levels of 1 mg / ml. while the antibacterial activity of the test results-bioautografi TLC method showed some active spots with a diameter of clear zone and a different price Rf. Active spot detection using stain apparition UV 254 nm, 366 nm and 10% H2SO4 spray reagent. Active Spot-bioautografi KLT test results obtained by the four active spots on three types of bacteria that test B. subtillis, St. mutans and S. aureus with Rf value detection results reagent H2SO4 10%, respectively each is Rf 0.75 cm with brown spots, Rf 0, 68 cm purple, brown Rf 0.29 cm and Rf 0.21 cm brown. Key words : Sungkai leave, fractination, microbial, bioautography-TLC   ABSTRAK Penyakit infeksi saat ini masih menjadi masalah serius di Indonesia, serta semakin meluasnya resistensi mikroba terhadap obat  antibiotika yang tersedia. Tanaman obat tradisional diketahui potensial untuk dikembangkan  sebagai sumber pengobatan penyakit infeksi adalah Tumbuhan Sungkai (Peronema canescens. Jack). Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak n-heksan daun Sungkai  dengan metode KLT-bioautografi terhadap beberapa mikroba uji. Mikroba uji yang digunakan sebanyak 3 jenis bakteri gram positif yaitu Basillus subtillis, Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi  yang digunakan untuk mendapatkan fraksi n-heksan diperoleh dari partisi cair-padat menggunakan n-heksan. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan uji skrining ekstrak n-heksan dengan metode dilusi padat dengan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian pendahuluan diperoleh ekstrak n-heksan memberikan hambatan pertumbuhan terhadap seluruh bakteri uji  pada kadar 1 mg/ml. sedangkan hasil pengujian aktivitas antibakteri  metode KLT-bioautografi menunjukkan beberapa spot aktif dengan diameter zona bening  dan harga Rf yang berbeda. Deteksi spot aktif menggunakan penampak noda sinar UV 254 nm, 366 nm dan pereaksi semprot H2SO4 10%. Spot aktif hasil uji KLT-bioautografi diperoleh empat (4) spot aktif terhadap 3 jenis bakteri uji yaitu B. subtillis, St. mutans dan S. aureus dengan nilai Rf  masing – masing adalah Rf 0,75 cm dengan spot berwarna coklat dengan pereaksi H2SO4 10%, Rf 0, 68 cm  berwarna ungu, Rf 0,29 cm berwarna coklat, dan Rf 0,21 cm berwarna coklat. Kata kunci : Daun Sungkai,  fraksinasi, mikroba, KLT-bioautografi.
EFEK ANTIMIKROBA SEDIAAN SALEP KULIT BERBAHAN AKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SUNGKAI (Peronema Canencens Jack.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN PENGINFEKSI LUKA BAKAR Ibrahim, Arsyik; Ahmad, Islamudin; Narsa, Angga Cipta; Sastyarina, Yurika
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the effects of skin ointment dosage active ingredient ethyl acetate leaf extract Sungkai (Peronema canencens Jack.) has be done burns infection against pathogens bacteria. This study aims to determine the effective concentration of the ethyl acetate extract antimicrobial in skin ointment preparations against pathogens skin burns infection. Test material obtained by fractionation of the methanol extract of leaves Sungkai, further formulated into an ointment base, was tested to determine the effective concentration of activity. The results obtained by the concentration of effective skin ointment preparation with the active ingredient ethyl acetate leaf extract Sungkai is 4% for gram-positive bacteria: B. subtilis and S. aureus, dankonsentrasi 2% for gram-negative bacteria: P. aeruginosa and Str. mutans. Key words: P. canencens Jack, Formulation, Antimicrobials, B. subtilis, S. aureus, P. aeruginosa, Str. Mutans   ABSTRAK Telah dilakukan penelitian efek sediaan salep kulit berbahan aktif ekstrak etil asetat daun sungkai (Peronema canencens Jack.) terhadap bakteri patogen penginfeksi luka bakar. Penelitian ini bertujuan mengetahui  konsentrasi efektif antimikroba ekstrak etil asetat dalam sediaan salep kulit terhadap bakteri patogen penginfeksi luka bakar. Bahan uji diperoleh dengan fraksinasi ekstrak metanol daun sungkai, selanjutnya formulasikan ke dalam basis salep, diuji aktivitasnya untuk menentukan konsentrasi efektif. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi efektif sediaan salep kulit dengan bahan aktif ekstrak etil asetat daun Sungkai adalah 4 % untuk bakteri gram positif: B. subtilis dan S. aureus, dankonsentrasi 2% untuk bakteri gram negatif: P. aeruginosa dan Str. Mutans. Kata kunci : P. canencens Jack,  Formulasi, Antimikroba, B. subtilis, S. aureus, P. aeruginosa, Str. mutans.
EFEK HEMOSTATIS EKSTRAK METANOL DAUN SISIK NAGA (Drymoglossum Piloselloides Presl.) PADA TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus L.) Rahayu, Ika; Kuncoro, Hadi; Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research is The Hemostatic Effect of Sisik Naga Leaves (Drymoglossum Piloselloides  Presl.) Metanol Extract of Rat (Rattus norvegicus L.) has been done. This reseach’s purposes to determine the hemostatic effect, optimum dose and optimum measured time of Sisik Naga Leaves extract with bleeding time as its parameter used tail bleeding. Dose of Sisik Naga extract are 12.5 mg/kgBW, 25 mg/kgBW, and 50 mg/kgBW and NaCMC has been used as negative control, they were given twice a day in one day treatment. Tail bleeding by cutting the rat’s tail has been done on 12th, 24th, and 36th hour after the treatment. The result data was analyzed with two way Analysis of Varian (Anava) and followed BNJD test. The test results showed that bleeding time of negative control NaCMC is 143.15 seconds and bleeding time of Sisik Naga leaves extract with dose 12.5 mg/kgBW on 12th hours 82.62 second, 24th hours 60.27 second, 36th hours 76.36 second, dose 25 mg/kgBW on 12th hours 65.76 second, 24th hours 39.33 second, 36th hours 90.02 second, and dose 50 mg/kgBW on 12th hours 53.97 second, 24th hours 23.82 second, 36th hours 72.85. The best dose which optimum effect of hemostatic is 50 mg/kgBW with measured time on 24 hours after orally extract. Keyword : hemostatic, Drymoglossum Piloselloides  Presl., bleeding time   Abstrak Telah dilakukan penelitian efek hemostatis ekstrak metanol daun Sisik Naga (Drymoglossum Piloselloides  Presl.) pada tikus jantan (Rattus norvegicus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hemostatis, dosis dan waktu pengukuran optimum ekstrak Sisik Naga dengan mengukur waktu perdarahan pada tikus menggunakan metode tail bleeding. Dosis uji ekstrak daun Sisik Naga yang digunakan adalah 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB dengan kontrol negatif NaCMC yang diberikan per oral dua kali sehari selama satu hari. Pengukuran waktu perdarahan adalah 12 jam, 24 jam dan 36 jam setelah pemberian ekstrak. Data dianalisis dengan Anava dua arah yang dilanjutkan dengan uji lanjutan BNJD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu perdarahan kontrol negatif NaCMC adalah 143,15 detik dan rata-rata waktu perdarahan ekstrak daun Sisik Naga pada dosis 12,5 mg/kgBB pada 12 jam 82,62 detik, 24 jam 60,27 detik, 36 jam 76,36 detik, dosis 25 mg/kgBB pada 12 jam 65,76 detik, 24 jam 39,33 detik, 36 jam 90,02 detik, dan dosis 50 mg/kgBB 12 jam 53,97 detik, 24 jam 23,82 detik, 36 jam 72,85 detik. Dosis yang paling efektif sebagai hemostatis adalah pada dosis 50 mg/kgBB dengan waktu pengukuran yang paling efektif yaitu 24 jam setelah pemberian ekstrak. Kata kunci : Hemostatis, Drymoglossum Piloselloides  Presl., waktu perdarahan
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PASIEN PENDERITA TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Fauziah, Nurul; Ahmad, Islamudin; Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study concerning the characteristics and Analysis of Drug Related Problems (DRPs) Patients with Tuberculosis Patients in Public Health Center (PHC) Temindung, Samarinda in East Kalimantan. The study was conducted using a prospective approach to the study of data sources in the form of primary data and secondary data. The primary data source is data from interviews with patients and through the provision of questionnaires and secondary data in this research is a Tuberculosis patient medical record data. Data collection was performed by analyzing the accuracy of the DRPs categories of accuracy of drugs, side effects and patient non-compliance. As well as the data recorded in the form of research support patient characteristics are age, sex, and education. Data were analyzed descriptively. Data obtained from patients with male gender 63.6% and women 36.4. Patient with age <15 years 4.5%, aged between 15-50 years and 68.2% aged> 50 years 27.3% . Based on the patient's level of education, no school 9.1%, graduated from elementary school22.7%, graduated from high school18.2%, graduated from high school40.1%, scholar 9.1%. Incidence of DRPs on drugs interactions 507%. Tuberculosis patient compliance rate of 81.8% in PHC Temindung adherent patients and 18.2% of patients do not comply Keywords: Tuberculosis, Drug Related Problems (DRPs) drugs interactions and patient compliance   ABSTRAK Telah  dilakukan penelitian tentang Karakteristik dan Analisis Drug Related Problems(DRPs) Pasien Penderita Tuberkulosis di Puskesmas Temindung, Samarinda Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan prospektif dengan sumber data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Sumber data primer  adalah data hasil wawancara dengan pasien dan melalui pemberian kuisioner sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah data rekam medik pasien Tuberkulosis. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis DRPs kategori interaksi obat dan ketidakpatuhan pasien. Serta dicatat data pendukung penelitian berupa karakteristik pasien yaitu usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan.Data dianalisis secara deskriptif.Dari data yang diperoleh pasien dengan jenis kelamin laki-laki 63,6% danperempuan 36,4%.Pasien yang berusia < 15 tahun 4,5%, usia antara 15-50 tahun 68,2% dan usia > 50 tahun 27,3%. Berdasarkan tingkat pendidikan pasien, tidak sekolah 9,1%,lulus SD 22,7%,lulus SMP 18,2%,lulus SMA 40,1%, sarjana 9,1%. Kejadian DRPs mengenai interaksi obat 50%.Tingkat kepatuhan pasien Tuberkulosis di Puskesmas Temindung 81,8% pasien patuh dan 18,2% pasien tidak patuh. Kata kunci:    Tuberkulosis, Drug Related Problems (DRPs), Interaksi Obat, Kepatuhan pasien.
AKTIVITAS IMUNOGLOBULIN M (IgM) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Siregar, Vita Olivia; Rusli, Rolan; Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research of Immunoglobulin M (IgM) activity of Theobroma cacao peel extract has been done to 20 rats. The parameter is agglutination between serum of rats and antigen. Rats were grouped to 4 group, which are group of negative control and 3 groups as experiment groups those given by extract in 250, 500 and 700 mg doses of rats. On the first day was given SDMK 2% by Intraperitonial and after 5 day the serum taken and tested. The data of agglutination then analyzed by Anova. The experiment showed that Theobroma cacao peel extract has activity as immunostimulant in 500 mg doses of rats effective dose. Keywords: Theobroma cacao peel extract, agglutination, immunostimulant, Immunoglobulin M (IgM) ABSTRAK Penelitian Aktivitas Imunoglobulin M (IgM) Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) telah dilakukan terhadap 20 ekor tikus uji. Parameter yang diamati adalah terjadinya aglutinasi antara serum tikus yang telah diberi perlakuan dengan antigen. Tikus putih dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberi Na CMC 0,5%, serta 3 kelompok uji yang diberikan ekstrak dengan konsentrasi 250, 500 dan 700 mg/200 g BB Tikus. Perlakuan secara per oral diberikan selama 5 hari. Pada hari ke-1 diinjeksikan Sel Darah Merah Kambing (SDMK) 2% secara intraperitonial dan setelah perlakuan, yaitu hari ke-7 serum diambil dan dilakukan pengujian dengan metode titer antibodi. Data hasil pengamatan aglutinasi di analisis menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah Kakao memiliki aktivitas sebagai imunostimulan dengan dosis terbaik 500 mg/200 g BB tikus. Kata kunci:    Ekstrak Kulit Buah Kakao, Theobroma cacao L., IgM tikus putih, Hemaglutinasi, Imunostimulan