Articles

Found 9 Documents
Search

STUDI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL PERBANDINGAN BENTUK VORTEX GENERATOR DENGAN POSISI STRAIGHT PADA WING AIRFOIL NACA 43018 Hariyadi S.P., Setyo; Widodo, Wawan Aries; Junipitoyo, Bambang; Suryono, Wiwid; Supriadi, Supriadi
APPROACH: Jurnal Teknologi Penerbangan Vol 2 No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.763 KB)

Abstract

Pesawat terbang merupakan aplikasi ilmu mekanika fluida yang sangat memperhatikan aspek aerodinamika karena berkaitan dengan performa pada penerbangan. Satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pendesainan suatu pesawat yaitu pemilihan airfoil dan modifikasinya. Modifikasi airfoil dilakukan untuk  menunda separasi aliran dan meningkatkan performa airfoil, salah satunya dengan  vortex generator. Hal ini dapat diindikasikan dengan tertundanya separasi aliran yang melintasi permukaan atas dari airfoil. Dengan tertundanya separasi ini maka gaya lift akan semakin besar dan gaya drag akan semakin kecil. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan vortex generator pada permukaan atas airfoil dapat menunda terjadinya separasi aliran. Hal ini disebabkan aliran lebih tahan melawan gaya gesek dan adverse pressure gradient. Topik yang dikaji dalam penelitian ini adalah aliran melintasi airfoil NACA 43018 dengan penambahan vortex generator. Profil vortex generator yang digunakan adalah flat plate vortex generator dengan konfigurasi straight dan ditempatkan pada x/c = 10% dan 20% arah chord line dari leading edge. Variasi yang digunakan adalah bilangan Reynolds (Re) dan sudut serang (α) pada airfoil. Kecepatan freestream yang digunakan yaitu kecepatan 12 m/s atau Re = 7,65 x 105 dan kecepatan 17 m/s atau Re = 9 x 105, dan pada sudut serang (α) 0o, 3o, 6o, 9o, 12o, 15o, 19o, dan 20o. Parameter yang dievaluasi meliputi koefisien tekanan (Cp), profil kecepatan, koefisien lift, koefisien drag, dan rasio CL/CD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan performansi dari airfoil NACA 43018 dengan penambahan vortex generator dibandingkan dengan tanpa vortex generator. Adanya vortex generator, dapat menunda terjadinya separasi. Dengan penambahan vortex generator terjadi peningkatan koefisien lift sekitar 5% dan menaikkan koefisien drag sekitar 1,5%. Rasio CL/CD meningkat sekitar 5 %.
Monitoring Fuel Genset untuk Mencegah Kegagalan Operasional Laboratorium Terintegrasi di Politeknik Penerbangan Surabaya Menggunakan SMS Gateway Junipitoyo, Bambang; Aditya, Aditya; Hariyanto, Didi
Jurnal Penelitian Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Maret 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politeknik Penerbangan Surabaya menggunakan genset 500 kVA. Dimana letak dari laboratorium terintegrasi terpisah gegungnya dengan Gedung genset tempat standby teknisi. Karena belum adanya sistem monitoring jarak jauh untuk genset tersebut sehingga teknisi tidak dapat memonitoring keadaan dari genset.Penulis mencoba untuk membuat suatu rancangan sistem short message service yang dapat melakukan control dan monitoring terhadap genset secara local maupun remote dengan sistem sms gateway.Sistem sms gateway pada generator set dan menekankan pada parameter seperti arus, tegangan dan daya listrik menggunakan handphone melalui sms gateway sebagai control dan monitoring dan komunikasi secara serial dengan device pengontrol microcontroller. Kontol jarak jauh dilakukan langsung dari ruang standby teknisi dengan vasilitas sms gateway.
Pengaruh Pengaturan Air Fuel Ratio Terhadap Torsi dan Daya Mesin Bensin Berbahan Bakar Premium-Compressed Natural Gas Junipitoyo, Bambang
Jurnal Penelitian Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Juni 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sehubungan rendahnya nilai karakteristik dan ditunjukkan pada propertisnya dari compressed natural gas (CNG) dibandingkan dengan premium, maka berdampak penurunan performa engine yang berbahan bakar asal premium. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pada engine Bensin 2 silinder 650 cc pada variable speed 2000 - 5000 rpm dengan interval 500 rpm, metode yang digunakan untuk mengetahui nilai settingan yang optimum adalah dengan mengatur air fuel ratio (AFR). Durasi injeksi yang digunakan pada penelitian ini sebesar 6 ms melalui mapping pada software AC GAS SYNCHRO 9.1.0. Sedangkan pengaturan AFR dilakukan dengan menambahkan suplai udara melalui blower dan melakukan pengukuran dengan AFR meter berdasarkan kriteria settingan durasi injeksi pada setiap putaran engine. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pengaturan durasi injeksi dan nilai AFR yang tepat pada engine Bensin berbahan bakar CNG terjadi pada durasi injeksi 6.6 ms dengan penambahan suplai udara pada saluran  intake. Hasil yang didapatkan pada pengaturan ini adalah nilai torsi, daya, secara berturut turut sebesar 41,83 Nm, 16,4 kW atau mengalami kenaikan sebesar 1,22 %, 1,12 % terhadap premium. Nilai efisiensi thermal menurun masing-masing sebesar 21,48 %
Investigasi Perbandingan Posisi Rectangular Flat Plate Vortex Generator dengan Posisi Straight pada Wing Airfoil NACA 43018 S.P, Setyo Hariyadi; Widodo, Wawan Aries; Junipitoyo, Bambang; Suryono, Wiwid; Supriadi, Supriadi
Jurnal Penelitian Vol 3 No 3 (2018): Jurnal Penelitian September 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat terbang merupakan aplikasi ilmu mekanika fluida yang sangat memperhatikan aspek aerodinamika karena berkaitan dengan performa pada penerbangan. Satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pendesainan suatu pesawat yaitu pemilihan airfoil dan modifikasinya. Modifikasi airfoil dilakukan untuk  menunda separasi aliran dan meningkatkan performa airfoil, salah satunya dengan  vortex generator. Modifikasi pada airfoil dilakukan untuk meningkatkan performansi dari airfoil. Hal ini dapat diindikasikan dengan tertundanya separasi aliran yang melintasi permukaan atas dari airfoil. Dengan tertundanya separasi ini maka gaya lift akan semakin besar dan gaya drag akan semakin kecil. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan vortex generator pada permukaan atas airfoil dapat menunda terjadinya separasi aliran. Hal ini disebabkan aliran lebih tahan melawan gaya gesek dan adverse pressure gradient. Topik yang dikaji dalam penelitian ini adalah aliran melintasi airfoil NACA 43018 dengan penambahan vortex generator. Airfoil NACA 43018 digunakan pada sayap pesawat terbang ATR 72. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan karakteristik aliran fluida dengan dan tanpa penambahan vortex generator. Profil vortex generator yang digunakan adalah rectangular flat plate vortex generator dengan konfigurasi straight dan ditempatkan pada x/c = 10% dan 20% arah chord line dari leading edge. Variasi yang digunakan adalah bilangan Reynolds (Re) dan sudut serang (α) pada airfoil. Kecepatan freestream yang digunakan yaitu kecepatan 12 m/s atau Re = 7,65 x 105 dan kecepatan 17 m/s atau Re = 9 x 105, dan pada sudut serang (α) 0o, 3o, 6o, 9o, 12o, 15o, 19o, dan 20o. Parameter yang dievaluasi meliputi koefisien tekanan (Cp), profil kecepatan, lift, drag, dan rasio CL/CD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan performansi dari airfoil NACA 43018 dengan penambahan vortex generator dibandingkan dengan tanpa vortex generator. Adanya vortex generator, dapat menunda terjadinya separasi. Dengan penambahan vortex generator terjadi peningkatan lift sekitar 5% dan menaikkan drag sekitar 1,5%. Rasio CL/CD meningkat sekitar 5 %.
Comparasion Unjuk Kerja Mesin Bensin dengan Bahan Bakar Premium dan Bioethanol [E-15] Junipitoyo, Bambang
Jurnal Penelitian Vol 3 No 3 (2018): Jurnal Penelitian September 2018
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bio-Ethanol merupakan bahan bakar yang menghasilkan polutan yang rendah, Bioethanol  merupakan bahan bakar yang  aman digunakan sebagai bahan bakar, titik nyala etanol tiga kali lebih tinggi dibandingkan bensin, Emisi hidokarbon lebih sedikit. Bioethanol E-15 merupakan campuran premium 85% - Bioethanol 15%. Kinerja mesin tertinggi diperoleh pada campuran premium 85%-bioethanol 15% [E-15] dengan peningkatan torsi, daya output 10,15%, dan konsumsi bahan bakar spesifik meningkat 2,22%. Penelitian ini dilakukan pada mesin Bensin dengan sistem pemasukan bahan bakar port injection dengan variable speed antara 1000-5000 rpm dengan interval 500 rpm, dimana Campuran Bioethanol-Premium [E15] dimasukkan ke dalam ruang bakar melalui injector. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja mesin bensin dengan bahan bakar bensin dan E-15. Hasil yang diharapkan mendapatkan nilai pengaturan rasio kompresi dan waktu pengapian yang maksimal serta nilai unjuk kerja yang dinyatakan dalam: daya, torsi, efisiensi thermal, sfc.
Performa Mesin Bensin Berbahan Bakar Ethanol 50 dengan Pengaturan Kompresi Rasio dan Durasi Injeksi Junipitoyo, Bambang; Rifai, Moch.
Jurnal Penelitian Vol 2 No 4 (2017): Jurnal Penelitian Desember 2017
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethanol merupakan bahan bakar yang menghasilkan  polutan yang rendah,  bahan bakar yang  aman, titik nyala etanol tiga kali lebih tinggi dibandingkan bensin dan emisi hidokarbon lebih sedikit. Ethanol 50 merupakan campuran premium 50% - Bioethanol 50% yang mempunyai nilai kalor lebih rendah dari premium. Pengaruh rasio kompresi  pada kinerja mesin Bensin dengan 50% bioethanol gasoline bahan bakar dicampur diselidiki pada dinamometer rem air. Sifat bioetanol diukur berdasarkan pada American Society for Testing Material (ASTM) standar.   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui unjuk kerja mesin bensin yang menggunakan bahan bakar Ethanol E50 dengan pengaturan kompresi rasio dan durasi injeksi. Penelitian dilakukan pada Mesin Bensin  2 silinder 650 cc pada variable speed 2000 - 5000 rpm, metode yang digunakan  adalah dengan mengatur kompresi rasio dan durasi injeksi. Kompresi rasio yang digunakan pada penelitian ini sebesar 9 , 10 dan 11.  Sedangkan durasi injeksi dilakukan pada digunakan pada penelitian ini sebesar 6 ms, 6,6 ms dan 7,2 ms. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pengaturan kompresi rasio dan durasi injeksi pada mesin bensin berbahan bakar Ethanol 50, pada kompresi rasio 11 diperoleh kenaikan torsi, daya mengalami kenaikan sebesar 9 %, 4,08% terhadap E50 standar. dibandingkan dengan menggunakan bensin murni pada kompresi rasio 9,6. Sedangkan pengaruh rasio kompresi dan durasi injeksi dengan pada E50 dapat menaikan konsumsi bsfc 2,1% dari E50 Standar dan meningkatkan thermal efisiensi dengan 9,2%.
Performa Mesin Bensin Berbahan Bakar Ethanol Dengan Pengaturan Kompresi Rasio Junipitoyo, Bambang
Jurnal Penelitian Vol 2 No 3 (2017): Jurnal Penelitian September 2017
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ethanol merupakan bahan bakar yang menghasilkan polutan yang rendah, bahan bakar yang aman, titik nyala etanol tiga kali lebih tinggi dibandingkan bensin dan emisi hidokarbon lebih sedikit. Ethanol 50 merupakan campuran premium 50% - Bioethanol 50% yang mempunyai nilai kalor lebih rendah dari premium. Pengaruh rasio kompresi pada kinerja mesin Bensin dengan 50% bioethanol gasoline bahan bakar dicampur diselidiki pada dinamometer rem air. Sifat bioetanol diukur berdasarkan pada American Society for Testing Material (ASTM) standar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui unjuk kerja mesin bensin yang menggunakan bahan bakar Ethanol E50 dengan pengaturan kompresi rasio. Penelitian dilakukan pada Mesin Bensin 2 silinder 650 cc pada variable speed 2000 - 5000 rpm, metode yang digunakan adalah dengan mengatur kompresi rasio. Kompresi rasio yang digunakan pada penelitian ini sebesar 9 , 10 dan 11. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pengaturan kompresi rasio pada mesin bensin berbahan bakar Ethanol 50, pada kompresi rasio 11 diperoleh kenaikan torsi, daya mengalami kenaikan sebesar 9 %, 4,25% terhadap E50 standar. dibandingkan dengan menggunakan bensin murni pada kompresi rasio 9,6. Sedangkan pengaruh rasio kompresi menambahkan pada E50 dapat mengurangi bsfc oleh 12,25% dan meningkatkan thermal efisiensi dengan 14,2%.
PROTOTYPE KONTROL DAN MONITORING SQFL MENGGUNAKAN WIRELESS BERBASIS MIKROKONTROLER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI POLTEKBANG SURABAYA Chadrotil, Idalia; Rifdian, Rifdian; Junipitoyo, Bambang
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol 2 No 1 (2018): SNITP 2018 Vol. 2 No.1
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak sequence flashing lighting yang jaraknya jauh dari MPH menyebabkan sulitnya teknisi mengetahui kegagalan yang terjadi pada lampu. Penenlitian ini mempermudah teknisi dalam melakukan kontrol dan monitoring sequence flashing lighting. Dengan menggunakan microcontroller sebagai media kontrol dan wireless sebagai media komunikasi, untuk mendeteksi nilai kegagalan dari lampu tersebut menggunakan sensor arus, metode untuk tampilan hasil monitoring menggunakan Android Studio yang akan ditampilkan di android. Sehingga dengan metode ini kinerja teknisi menjadi lebih cepat dan efisien.
STUDI NUMERIK DAN EKSPERIMENTAL PERBANDINGAN BENTUK VORTEX GENERATOR DENGAN POSISI STRAIGHT PADA WING AIRFOIL NACA 43018 SP, Setyo Hariyadi; Widodo, Wawan Aries; Junipitoyo, Bambang; Suryono, Wiwid; Supriadi, Supriadi
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol 2 No 1 (2018): SNITP 2018 Vol. 2 No.1
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat terbang merupakan aplikasi ilmu mekanika fluida yang sangat memperhatikan aspek aerodinamika karena berkaitan dengan performa pada penerbangan. Satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pendesainan suatu pesawat yaitu pemilihan airfoil dan modifikasinya. Modifikasi airfoil dilakukan untuk menunda separasi aliran dan meningkatkan performa airfoil, salah satunya dengan vortex generator. Hal ini dapat diindikasikan dengan tertundanya separasi aliran yang melintasi permukaan atas dari airfoil. Dengan tertundanya separasi ini maka gaya lift akan semakin besar dan gaya drag akan semakin kecil. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan vortex generator pada permukaan atas airfoil dapat menunda terjadinya separasi aliran. Hal ini disebabkan aliran lebih tahan melawan gaya gesek dan adverse pressure gradient.   Topik yang dikaji dalam penelitian ini adalah aliran melintasi airfoil NACA 43018 dengan penambahan vortex generator. Profil vortex generator yang digunakan adalah flat plate vortex generator dengan konfigurasi straight dan ditempatkan pada x/c = 10% dan 20% arah chord line dari leading edge. Variasi yang digunakan adalah bilangan Reynolds (Re) dan sudut serang (α) pada airfoil. Kecepatan freestream yang digunakan yaitu kecepatan 12 m/s atau Re 7,65 x 105 dan kecepatan 17 m/s atau Re = 9 x 105, dan pada sudut serang (α) 0o, 3o, 6o, 9o,   12o, 15o, 19o, dan 20o. Parameter yang dievaluasi meliputi koefisien tekanan (Cp), profil kecepatan, koefisien lift, koefisien drag, dan rasio CL/CD.   Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan performansi dari airfoil NACA 43018 dengan penambahan vortex generator dibandingkan dengan tanpa vortex generator. Adanya vortex generator, dapat menunda terjadinya separasi. Dengan penambahan vortex generator terjadi peningkatan koefisien lift sekitar 5% dan menaikkan koefisien drag sekitar 1,5%. Rasio CL/CD meningkat sekitar 5 %.