Ahlina, Hadra Fi
Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh penggunaan jenis wadah yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan betutu (Oxyeleotris marmorata Blkr.) Ahlina, Hadra Fi; Riono, Yoyon; Harahap, Syaiful Ramadhan
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, Vol. 6: No. 2 (October, 2019)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v6i2.1666

Abstract

AbstrakIkan betutu Oxyeleotris marmorata merupakan ikan lokal potensial menjadi komoditas budidaya. Performa pertumbuhan dan kelangsungan hidup dapat ditingkatkan dengan mengembangkan wadah budidaya. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis wadah budidaya yang optimal dalam mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Perlakuan yang di uji adalah kolam tanah, kolam hapa dan kolam terpal berukuran 3 m x 2 m x 1 m. Ukuran benih yang digunakan 15±1,39 cm dengan bobot 250,04±1,70 g dengan padat tebar 25 ekor/kolam. Selama 120 hari masa pemeliharaan, pakan yang diberikan adalah ikan rucah sebanyak 30% dari bobot tubuh dengan frekwensi 2x sehari. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan jenis wadah berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot dan laju pertumbuhan spesifik, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup. Pertambahan bobot terbaik terdapat pada perlakuan jenis wadah kolam tanah sebesar 53,86±1,10 g dengan laju pertumbuhan spesifik 0,45±0,010 %bobot tubuh/hari dan kelangsungan hidup 85,33±6,11%. Kualitas air pada seluruh wadah pemeliharaan masih mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi dasar dalam pemilihan wadah budidaya yang efektif dan efisien dalam pengembangan budidaya ikan betutu secara optimal.Kata kunci: ikan betutu; pertumbuhan; kelangsungan hidup; wadahAbstractSand goby (Oxyeleotris marmorata. Blkr) is a potential fish species for aquaculture in Indonesia. However, the growth and survival rate performance can be improved by developing cultivation containers. The research objective was to determine the optimal type of cultivation container to produce high growth and survival rate. The ponds treatments used in this experiment were soil pond, hapa pond and tarpaulin pond with measuring 3 m x 2 m x 1 m. The initial fish length average was 15±1.39 cm, with the initial body weight average of 250.04±1.70 g with the stocking density of 25 individual/pond. During 120 days of the rearing period, the fish were fed with trash fish with a proportion of 30% of body weight with the frequency of feeding 2x a day. The results showed differences in the type of container significantly affected weight gain and specific growth rates but did not significantly affect survival rate. The best weight gain was found in the treatment of soil pond containers at 53.86 ± 1.10 g with a specific growth rate of 0.45 ± 0.010% body weight/day and survival rate of 85.33 ± 6.11%. Water quality in all containers still supports growth and survival rate. The results of this study can be used as necessary information in the selection of effective and efficient aquaculture containers to produce optimal sand goby culture.Keywords: sand goby; growth; survival rate; container
Induksi pematangan gonad secara hormonal pada ikan sidat, Anguilla bicolor bicolor McClelland 1844 dengan penggunaan Pregnant Mare Serum Gonadotropin, anti dopamin, dan recombinant Growth Hormone [Hormonally induced gonadal maturation in eels, Anguilla bicolor bicolor McClelland 1984 with the use of Pregnant Mare Serum Gonadotropin, anti dopamin, and recombinant Growth Hormone] Ahlina, Hadra Fi; Sudrajat, Agus Oman; Budiardi, Tatag; Affandi, Ridwan
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 15, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.867 KB) | DOI: 10.32491/jii.v15i3.57

Abstract

The aim of this study was to evaluate the effect of Pregnant mare serum gonadotropin (PMSG), Anti-Dopamine (AD) and Recombinant growth hormone (RGH) through the injection technique on gonadal development of eel (Anguilla bicolor bicolor). The experimental was arranged in completely randomized design with five treatments of hormone combination, namely P10A combination hormone (10 IU PmsG + 0.1 mgL-1 AD), P10B (10 IU PMSG + 0.1 mgL-1 AD + 10 ug RGH), P20A (20 IU PMSG + 0.1 mgL-1 AD), P20B (20 IU PMSG + 0.1 mgL-1 AD + 10 ug RGH), and PK (negative control). In each treatment, a total of 20 fish individuals used as replicates and the hormonal induction was conducted every week for eight weeks of the rearing period. Specific growth rate (SGR), hepatosomatic index (HSI), go-nadosomatic index (GSI) and an index of the eye (IM) were observed. The results showed that the P20A treatment increased spermatogenesis and the value of GSI (2.291±0.278%) at 4-6 weeks after injection. This result was higher than P20B (2.134±0.265%), P10B (2.065±0.201%), P10A (2.037±0.105%), and PK (1.937±0.050%). The value of HSI on the P20a treatment (1.188±0.091 %) was higher than other treatments. The highest value of SGR (0.514±0.062%) was found in the P20B, whereas the lowest value (0.052±0.027%) was found in the PK. Thus, the combination of pMsG, AD and RGH hormones can stimulate the development of testicular of eel with body weight 140 to150 g, and stimulate the growth of 0.514 % during the six-weeks rearing period. AbstrakPenelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan hormon Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG), Anti Dopamin (AD) dan Recombinant Growth Hormone (rGH) melalui teknik penyuntikan terhadap pematangan gonad ikan sidat (Anguilla bicolor bicolor). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan kombinasi hormon yaitu 10 IU PMSG + 0,1 mgL-1 AD (P10A), 10 IU PMSG + 0,1 mgL-1 AD + 10 ^g rGH (P10B), 20 IU PMSG + 0,1 mgL-1 AD (P20A), 20 IU PMSG + 0,1 mgL-1 AD + 10 ^g rGH (P20B), dan PK (kontrol). Pada setiap perlakuan, sebanyak 20 ekor ikan digunakan sebagai ulangan individu dan sampling dilakukan setiap minggu selama delapan minggu masa pemeliharaan. Parameter yang diamati meliputi nilai laju pertumbuhan spesifik (LPS), indeks he-patosomatik (IHS), indeks gonadosomatik (IGS) dan indeks mata (IM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P20A menyebabkan perkembangan spermatogenesis dan meningkatkan nilai IGS tertinggi (2,291±0,278%) pada minggu ke empat hingga ke enam setelah penyuntikan dibandingkan perlakuan P20B (2,134±0,265%), P10B (2,065± 0,201%), P10A (2,037±0,105%) dan PK (1,937±0,050%). Nilai IHS pada perlakuan P20A (1,188±0,091%) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Nilai LPS tertinggi ditemukan pada perlakuan P20B (0,514±0,062 %) dan te-rendah pada perlakuan Kontrol (0,052±0,027%). Nilai IM juga meningkat pada perlakuan P20B (10,599±2,372) seiring dengan bertambahnya bobot tubuh dan terendah pada perlakuan PK (7,189±0,217). Kombinasi hormon PMSG, AD dan rGH dapat merangsang perkembangan testis ikan sidat ukuran 140-150 g serta memacu pertumbuhan 0,514 %.