Mahdaliana, nFN
Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Induksi ovulasi dan pemijahan semi alami pada ikan patin siam, Pangasianodon hypopthalmus (Sauvage, 1878) menggunakan penghambat aromatase dan oksitosin [Hormonal induction on artificial ovulation and spawning of striped catfish, Pangasianodon hypopthalmus (Sauvage, 1878) using aromatase inhibitor and oxytocin]

Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 16, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII )

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.341 KB)

Abstract

Artificial spawning on stripe catfish has generally carried out by stripping because of the absence in reflex of spawning. Mechanical stripping usually caused stress, decreased quality of gametes and seeds and damage on gonad. Induced spawning without stripping could be used for the process of gonad maturation to stimulate the ovulation of the fish which has the difficulties to spawn in its non natural habitat. Induced spawning without stripping by using hormones combi-nation was conducted in the present study. This research proposed to evaluate the injection of hormones combination between aromatase inhibitor (AI) and oxytocin association with ovaprim and PGF2a for stimulating ovulation and spawning without stripping. The completely randomized design of combined hormones consisted of five treatments such as P1(AI,oxytocin), P2 (AI, oxytocin,ovaprim), P3 (AI, oxytocin, ovaprim, PGF2a), P4 (ovaprim) as positive control, and P5 (NaCl) as negative control. Each treatment was performed using five paires of males and females as individual replicate of about 2-6 kg weight. The results showed that the combination of P3 was the most effectively and successfully induced ovulation with naturally spawning without stripping, treatment P4 ovulation with stripping, while the treatment P5 there was not ovulation. The hormones combination caused decreasing of estradiol-17p concentration and testosterone (p<0.05) as the sign of the final maturation. The average time of ovulation was 12.35±4.05 to 15.20±2.25 minutes. The highest number of eggs about 145.865 from the treatment P3 (AI, oxytocin, ovaprim, PGF2a). AbstrakPemijahan buatan pada ikan patin dilakukan dengan cara pengurutan karena tidak memiliki kemampuan untuk menge-luarkan telur secara alami. Teknik pengurutan berdampak stres pada induk, kualitas gamet menurun, dan gonad menjadi rusak. Proses pematangan gonad dan pemijahan tanpa pengurutan dapat diinduksi secara hormonal untuk membantu ovulasi ikan yang sulit memijah di luar habitatnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan hormon penghambat aromatase (aromatase inhibitor - AI) dan oksitosin serta kombinasi hormon untuk merangsang ovulasi dan pemijahan pada ikan patin tanpa pengurutan(semi alami). Perlakuan kombinasi hormon terdiri atas P1(AI+Oksitosin), P2 (AI+Oksitosin+Ovaprim), P3 (AI + Oksitosin + Ovaprim + Pgf2a), P4 (ovaprim) sebagai kontrol positif, dan P5 (NaCl) sebagai kontrol negatif. Pada setiap perlakuan digunakan lima induk ikan patin jantan dan lima induk ikan patin betina sebagai ulangan individu dengan bobot berkisar 2-5 kg. Perlakuan diberikan satu kali dengan cara penyuntikan hormon ke dalam jaringan pada bagian otot dibawah sirip punggung (intramuscular). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P3 berhasil menginduksi ikan untuk ovulasi dan memijah tanpa pengurutan, sedangkan pada perlakuan P4 ikan memijah dengan cara pengurutan, dan pada P5 ikan tidak ovulasi dan tidak memijah. Perlakuan kombinasi hormon menyebabkan konsentrasi estradiol-17p dan testosteron plasma menurun yang menunjukkan tahap pematangan akhir. Lama waktu ovulasi tidak berbeda nyata yaitu berkisar antara 12,35±4,05 sampai 15,20±2,25 jam, sedangkan jumlah telur yang diovulasikan tertinggi adalah 145.865butir pada perlakuan kombinasi hormon P3 (AI + Oksitosin + Ovaprim + Pgf2a).