H., Wahidyanti Rahayu
Fakultas Ilmu Kesehatan

Published : 18 Documents
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : Fakultas Ilmu Kesehatan

PENGARUH SENAM TERA TERHADAP TINGKAT STRES PADA LANSIA DI WILAYAH POSYANDU LANSIA DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Selwir, Elsen Wulandari; H., Wahidyanti Rahayu; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat stres merupakan suatu tingkat kondisi atau situasi dimana seseorang mengalami beban pikiran dan mental yang dapat bisa menurunkan kesehatan lansia. Penatalaksanaan stres yang mudah dilakukan lansia adalah senam tera. Senam tera dapat meningkatkan kemampuan fungsional fisik dan psikis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam tera terhadap tingkat stres pada lansia di Wilayah Posyandu Lansia Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan desain quasi experimental design mengunakan model nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 151 lansia dengan penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 30 lansia yang di bagi menjadi dua kelompok yaitu 15 orang kelompok perlakuan dan 15 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner perceived stres scale. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji paired t test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebelum dilakukan senam tera hampir seluruhnya (86,7%) responden dari kelompok perlakuan dan (93,3%) responden dari kelompok kontrol mengalami tingkat stres sedang, sedangkan sesudah dilakukan senam tera hampir seluruhnya (80,0%) responden dari kelompok perlakuan mengalami tingkat stres ringan dan hampir seluruhnya (93,3%) responden dari kelompok kontrol mengalami tingkat stres sedang. Hasil uji paired t-test didapatkan p-value= (0,000)
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI KOTA MALANG Wini, Dorkas Tange; Widiani, Esti; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak retardasi mental perlu mendapatkan dukungan keluarga sebagai sumber semangat dan motivasi sehingga anak bisa secara mandiri melakukan perawatan diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 orang dengan penentuan menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan kemandirian perawatan diri anak retardasi mental. Metode analisa data yaitu uji Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Berupa hasil penelitian membuktikan sebagian besar (67,5%) keluarga (orang tua) memberikan dukungan cukup pada anak retardasi mental dan hampir setengahnya (42,5%) anak retardasi mental memiliki kemandirian perawatan diri cukup. Hasil uji Spearman Rank didapatkan p-value = (0,003) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka cara meningkatkan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental dengan memberikan dukungan keluarga seperti tindakan latihan di rumah berupa cara makan mandiri, berpakaian mandiri dan melakukan kebersihan badan mandiri. ABSTRACT Child mental retardation needs to get family support as a source of spirit and motivation so that children can independently perform self-care. The purpose of research to determine the relationship of family support with self-reliance of self-care in children mental retardation in SDLB Negeri Malang. The research design used correlation design with cross sectional approach. The sample of this study were 40 people with determination using total sampling. Data collection techniques used the instrument in the form of family support questionnaires and self-reliance of child self-care mental retardation. Data analysis method that is used is Spearman Rank test by using SPSS. The results showed that most of (67.5%) families (parents) gave sufficient support to children with mental retardation and nearly half of (42.5%) children with mental retardation had sufficient self-care independence. Spearman Rank test results obtained p-value = (0.003)
HUBUNGAN POLA MAKAN BERUPA DIIT JENIS DAN FREKUENSI DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POSYANDU DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Hamzah, Padri; Yasin, Dudella Desnani Firman; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 secara genetik dan klinis merupakan gangguan metabolisme seperti hilangnya penurunan karbohidrat. Tindakan penyembuhan Diabetes Mellitus Tipe 2 yaitu menurunkan Kadar Gula Darah dengan cara mengontrol diit jenis dan frekuensi makan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan diit jenis dan frekuensi dengan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 di Posyandu Lansia Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang 2018. Desain penelitian mengunakan analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 pasien DM tipe 2 dengan penentuan menggunakan sampling purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar (63,6%) responden melakukan diit jenis tidak baik, sebagian besar (54,5%) responden melakukan frekuensi makan tidak baik dan sebagian besar (75,8%) responden memiliki kadar gula darah tinggi. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = (0,001) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan diit jenis dan ddi frekuensi dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di Posyandu Lansia Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pasien DM tipe 2 untuk mengurangi kadar gula darah dengan mengontrol diit jenis dan diit frekuensi. ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus is a metabolic disorder that is genetically and clinically in the form of loss of carbohydrate tolerance. The act of healing Type 2 Diabetes Mellitus is reducing blood sugar levels by controlling the type of diit and frequency of eating. The purpose of this research is to know the relationship between blood type and frequency with blood glucose level in DM Type 2 patient at Posyandu Lansia Landungsari Village, Dau District Malang Regency 2018. The research design use correlative analytic with cross sectional approach. The study sample consisted of 33 type 2 DM patients with determination using cluster sampling. Data collection techniques using instruments in the form of questionnaires. Data analysis method used is spearman rank test. The result of the research shows that most (63.6%) respondents do not good type diit, most (54.5%) respondent do not eat good frequency and most (75.8%) respondent have high blood sugar level. Spearman rank test results obtained p value = (0.001)
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN TIMBULNYA PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI Saputra, Rico; H., Wahidyanti Rahayu; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.227 KB)

Abstract

Fenomena santri yang tinggal di pesantren pernah mengalami scabies, hal itu terjadi karena kebiasaan kurang menjaga personal hygiene, menjaga lingkungan, dan menjaga asupan nutrisi mereka serta malas menjaga kebersihan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian ini dengan populasi sebanyak 243 santri dan didapatkan sampel 151 santri yang memenuhi kriteria inklusi seperti bersedia menjadi responden, bisa membaca dan menulis, minimal 1 tahun di pondok Pesantren Bahrul Maghfirah Malang dan remaja awal yang berumur 10 – 14 tahun di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar wawancara. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa 71 responden (56%) mempunyai tingkat PHBS cukup dan memiliki penyakit scabies sebanyak 70 responden (55%). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara PHBS dengan timbulnya penyakit Scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Saran yang direkomendasikan untuk peneliti selanjut nya untuk menggunakan sampel lebih banyak tidak hanya pada remaja awal tetapi mencakup seluruh santri yang berada di Pesantren dan lebih memfokuskan pada PHBS atau scabies agar hasil lebih aktual. ABSTRACT The phenomenon of santri who lived in pesantren had experienced scabies, it happened because of the habit of not maintaining personal hygiene, protecting the environment, and maintaining their nutritional intake and being lazy to maintain cleanliness. The purpose of this study was to determine the relationship between PHBS and the incidence of scabies in santri at Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School Poor. This study uses a cross sectional approach using simple random sampling technique. The subject of this study was a population of 243 students and a sample of 151 students who met the inclusion criteria such as being willing to be a respondent, able to read and write, at least 1 year at the Bahrul Maghfirah Islamic boarding school in Malang and early teenagers aged 10-14 at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang . The research instrument uses questionnaires and interview sheets. Data analysis uses Spearman rank test. The results showed that 71 respondents (56%) had sufficient PHBS levels and had scabies as many as 70 (55%) respondents. It was concluded that there was a significant relationship between PHBS and the onset of Scabies in students at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang. Suggestions recommended for further researchers to use more samples not only in early adolescents but include all students who are in Pesantren and focus more on PHBS or scabies for more actual results. Keywords : Pesantren; PHBS; Santri; Scabies.
HUBUNGAN ANTARA INTERAKSI SOSIAL DENGAN IDENTITAS DIRI PADA REMAJA KELAS X DI SMKN 11 MALANG Sumitra, Egi; Widiani, Esti; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri. Identitas diri adalah kemampuan untuk memandang diri berbeda dengan orang lain. Orang tua, lingkungan, kebudayaan dan interaksi sosial sangat mempengaruhi proses pembentukan identitas diri pada remaja. Remaja dengan identitas diri yang positif mampu memandang diri sendiri berbeda dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan identitas diri pada remaja Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 11 Malang. Metode penelitian ini berupa penelitian kuantitatif non eksperimental dengan rancangan deskriptif korelatif. Populasinya adalah siswa SMKN 11 Malang Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan berjumlah 61 orang. Teknik sampling menggunakan teknik “Non probability Sampling”. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil uji statistik penelitian sebagian besar remaja Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 11 Malang memiliki interaksi sosial yang sedang sebanyak 38 remaja (62,30%), dan sebagian besar memiliki identitas diri yang positif yaitu sebanyak 53 remaja (86,89%). Hasil analisis uji Chi Square didapatkan nilai p value sebesar 0,017 < 0,05, yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dengan identitas diri pada remaja Kelas X Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 11 Malang. Disarankan kepada remaja untuk dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosialnya yaitu dengan cara selalu menjaga kontak sosial dan komunikasi yang baik dengan lingkungan sosial agar identitas diri terbentuk ke arah yang positif. ABSTRACT Adolescence is a period of identity search. Self-identity is ability to consider themselves different from others. Parents, environmental, cultural and social interaction affect the process of identity formation. Adolescents with positive self-identity that is able to look at yourself differently than anyone else. To the effect this research is to know relationship social interaction with self identity in adolescents Class X Department of Computer Engineering and Networks at SMKN 11 Malang. This obsevasional method as observasional as quantitative non experimental with correlative’s descriptive design. Its population is students SMKN 11 Malang Class X Department of Computer Engineering and Networks. Sampling tech utilize tech “Nonprobability Sampling”. Examination observationaling to utilize Chi Square statistic quiz. Statistical test results mostly adolescents have social interactions that are as much as 38 adolescents (62.30%), and most have a positive self-identity that is as much as 53 adolescents (86.89%). The results of the analysis obtained Chi Square test p value of 0.017
HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 7 MALANG Silvanus, Silvanus; Mudayatiningsih, Sri; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.007 KB)

Abstract

Emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya dari perubahan perilaku. Salah satu perubahan perilaku yang menimbulkan regulasi emosional yaitu nyeri. Nyeri merupakan pengalaman perasaan emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja Putri di SMAN 7 Malang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan remaja siswi kelas X dan Kelas XI SMAN 7 Malang berjumlah 345 orang dan Teknik sampling yang dipakai dalam penelitian ini teknik purposive sampling yaitu didapat sebanyak 35 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah korelasi spearman rank.Hasil penelitian menunjukkan regulasi emosi, hampir seluruh responden 34 orang (97,1%) dikategorikan cukup, intensitas nyeri dismenore primer hampir setengah responden 14 orang (40,0%) dkategorikan nyeri sedang, dan hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,015 ≤ 0,05, artinya ada hubungan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMAN 7 Malang. Diharapkan kepada remaja putri untuk memanajemen emosinya, dengan selalu berpikir positif, berbagi perasaan dengan orang lain yang dianggap dekat, berpikir sebelum mengambil keputusan, melakukan latihan emosi seperti dalam merespon dan menyikapi suatu hal yang tidak sejalan sebagaimana mestinya. Hal ini dapat memberikan efek pada turunnya intensitas nyeri dismenore primer.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PELAYANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PENGGUNA BPJS DI RSI G KABUPATEN MALANG Kristina, Pendrita Jennie; Wahyuni, Tavip Dwi; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.087 KB)

Abstract

Kualitas merupakan suatu hal yang penting bagi penyedia layanan jasa, termasuk rumah sakit. Salah satu indikator untuk menilai kualitas rumah sakit yaitu dengan mengukur tingkat kepuasan pasien.Program BPJS Kesehatan merupakan salah satu upaya pemerataan derajat kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS di RSI G Kabupaten Malang. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan metode survei analitik cross sectional dengan sampel 55 responden, diambil dengan teknik consecutive Sampling. Analisa data menggunakan spearman rank. Hasil peneltian menunjukkan bahwa sebanyak 47 responden (85%) dalam kategori kualitas pelayanan kesehatan baik, dan sebanyak 45 responden (81%) dalam kategori puas. Hasil uji spearman rank didapatkan signifikansi output ρ = 0.03 ≤ α 0.05 dan koefisien korelasi sebesar 1.00 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan (bermakna) antara kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien di RSI G Kabupaten Malang. Disarankan bagi pihak rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang ada untuk mencapai kepuasan pasien yang lebih maksimal.
PERBEDAAN STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Hafifah, Nur; Widiani, Esti; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.886 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan stres akademik pada mahasiswa keperawatan berdasarkan jenis kelamin di Universitas Tribhuwana Tunggadewi.Desain penelitian yang digunakan adalah komparatif. Jumlah populasi sebanyak ± 525 mahasiswa dan sampel diambil secara acak stratifikasi (stratified random sampling) sebanyak 308 mahasiswa dengan laki-laki 131 dan perempuan 177 mahasiswa. Instrument yang digunakan adalah kuisioner student-life stress inventory (SSI) dengan skala Likert, dan menggunakan analisa data uji T-test independent. Teknik pengumpulan data dimulai dengan mengurus surat izin di Bakesbangpol, setelah selesai perizinan peneliti kemudian menyebarkan kuisioner kepada semua responden. Kuisioner yang sudah terkumpul kemudian ditabulasi dan di analisis data.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden mengalami stres akademik sedang yaitu sebesar 41,9% atau 129 responden dengan jumlah 60 responden laki-laki dan 69 responden perempuan. Uji T-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,093 pada responden laki-laki dan 0,092 pada responden perempuan. H0 diterima yang artinya tidak terdapat perbedaan stres akademik antara mahasiswa keperawatan laki-laki dan perempuan yang ada di Fikes Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.Hasil ini disebabkan karena kesamaan stressor ataupun tekanan akademik yang diberikan dan yang diterima diterima antara mahasiswa keperawatan perempuan dan laki-laki selama kuliah.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENDERITA TUNADAKSA DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT KOTA MALANG Maria, Florentina Anggun; Dyah Kusuma, Farida Halis; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.406 KB)

Abstract

Remaja penderita tunadaksa membutuhkan dukungan sosial dari masyarakat dan lingkungannya, agar dapat mengelola segala permasalahan dengan baik dan mampu memberi semangat untuk bisa menerima dirinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada remaja penderita tunadaksa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 remaja penderita tunadaksa, sampel penelitian ditentukan dengan teknik total sampling sehingga pengembilan sampel sesuai kriteria penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji korelasi Product Moment dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh 12 (40,0%) responden mendapatkan dukungan sosial cukup dan lebih dari separuh 22 (73,3%) responden memiliki harga diri tinggi. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada remaja penderita tunadaksa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka remaja penderita tunadaksa diharapkan selalu percaya diri dengan menganggap bahwa diri berguna bagi teman dan keluarga, mampu bertindak dan melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain serta ber sikap positif dan terbuka kepada teman, petugas yayasan atau orang tua yang di anggap bisa dipercaya untuk menyelesaikan permasalahan pribadi.
HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN SOSIALISASI PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI YAYASAN AS-SYIFA REHABILITASI JIWA DI KABUPATEN JOMBANG Waloyo, Agus; Widodo, Dyah; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.287 KB)

Abstract

Data Riskesdas menyatakan bahwa peningkatan tertinggi ganguan jiwa di Indonesia pada tahun 2013 dengan jumlah penderita gangguan jiwa berat mencapai 2,5 juta orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh keluarga dengan kemampuan sosialisasi pada klien skizofrenia di yayasan As-syifa panti rehabilitasi jiwa Kabupaten Jombang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 klien skizofrenia dan sampel penelitian menggunakan total sampling yang berarti jumlah populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu kolerasi spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan pola asuh yang diterapkan sebanyak 19 (54,3%)keluarga menerapkan pola asuh otoriter dan kemampuan sosialisasi sebanyak 27 (77,1%) klien skizofrenia memiliki perkembangan sosial yang kurang, sedangkan hasil kolerasi spearman rank didapatkan p-value = 0,003 atau 0,003< 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwaada hubungan pola asuh keluarga dengan kemampuan sosialisasi pada klien skizofrenia di yayasan As-syifa panti rehabilitasi jiwa Kabupaten Jombang. Perlu menerapkan pola asuh yang sesuai dengan kondisi klien.Untuk meningkatkan kemampuan sosialisasipada klien skizofrenia.