Dyah Kusuma, Farida Halis
Fakultas Ilmu Kesehatan

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI MEROKOK DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA AKHIR Ablelo, Febriani Orpa; Dyah Kusuma, Farida Halis; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.216 KB)

Abstract

Stres adalah respon tubuh terhadap tuntutan beban kerja yang sifatnya non spesifik. Setiap individu memiliki cara tersendiri untuk mengurangi dampak dari stres, hal ini disebut juga dengan strategi koping. Perilaku merokok dilakukan oleh seseorang untuk mengurangi stres tanpa harus memecahkan suatu masalah sehingga berdampak stress sedangkan koping yang berpusat pada masalah bertujuan untuk memecahkan serta mencari sumber penyebabstres pada remaja. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara frekuensi merokok dengan tingkat stres pada remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang. Desain penelitian menggunakan desain korelasi dengan teknik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Insidental sampling yaitu sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.. Analisa hasil penelitian menggunakan analisisa korelasi spearman rank Hasil penelitian didapatkan bahwa frekuensi merokok hampir seluruhnya dikategorikan perokok ringan yaitu sebanyak 82 orang (82%), tingkat stres sebagian besar responden dikategorikan stres sedang yaitu sebanyak 64 orang (64%), dan hasil analisis didapatkan nilai Signifikan (Sig.)= 0,019 (p-value = 0,05) dengan nilai koefisien korelasi -0,498 yang berarti sangat signifikan dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara frekuensi merokok dengan tingkat stress pada remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Mengingat merokok tidak baik untuk kesehatan, maka diharapkan untuk mengurangi frekuensi merokok dengan cara mengganti rokok dengan konsumsi permen rasa min yang mirip seperti rokok serta perbanyak konsumsi air putih. ABSTRACT Stress is a body response that is non-specific to the demands of the load on it. Everyone has a way to apply the impact of stress, this is also called coping strategies. Smoking behavior is done individually to reduce stress without aiming to solve the problems that cause stress, While problem-centered coping aims to solve and find out what sources cause stress to a person. The purpose of this study to determine the relationship between the frequency of smoking with stress levels in late adolescents at University of Tribhuwana Tungga Dewi Malang.The design of this research using correlation design is cross sectional. The population in this study were all late adolescents at Tribhuwana Tungga Dewi Malang University. The sampling technique in this research is incidental sampling that is 100 people. Data collection using questionnaires. Analysis of research results using spearman rank correlation analysis.The result of the research indicated that smoking frequency was almost entirely categorized as light smoker as many as 82 people (82%), Stress levels of most respondents are categorized as moderate stress are as many as 64 people (64%), And result of analysis got Significant value (Sig.) = 0.019 (p-value ≤ 0.05) Which means data is declared very significant and H1 accepted. Meaning there is a relationship between the frequency of smoking with stress levels in late adolescents at Tribhuwana Tunggadewi University Malang.Considering smoking is not good for health, Expected to reduce the frequency of smoking by replacing cigarettes with the consumption of min taste candy similar to cigarettes and increase water consumption. Keywords: Adolescent; frequency of smoking; stress level.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK UMUR 4-6 TAHUN DI TK SUNAN GIRI MERJOSARI MALANG Lopes, Paulo; Dyah Kusuma, Farida Halis; Putri, Ronasari Mahaji
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.654 KB)

Abstract

Pola makan yang teratur merupakan salah satu komponen yang penting dalam proses pertumbuhan. kebutuhan gizi yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, air, apabila kebutuhan tersebut tidak atau kurang terpenuhi maka dapat menghambat perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari. Desain penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di TK Sunan Giri Merjosari Malang yang berjumlah 105 orang anak. Sampel penelitian ini adalah 20 anak di TK Sunan Giri Merjosari. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah korelasi Rank Spearman yaitu untuk menentukan hubungan dua gejala yang kedua-duanya merupakan skala variabel ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 15 responden (75%) memiliki pola makan teratur, sebanyak 4 responden (20%) memiliki pola makan tidak teratur, dan sebanyak 1 responden (5%) memiliki pola makan tidak teratur, 2). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 16 responden (80%) mengalami perkembangan normal, 2 responden (10%) mengalami perkembangan suspect, dan 2 responden (10%) mengalami perkembangan untestable, dan 3) nilai rho y = 0,633 dan rtabel = 0,359 atau rho y > rtabel (0,633 > 0,359) sehingga ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di Tk Sunan Giri Merjosari Malang. Hasil penelitian hampir seluruh responden memiliki pola makan teratur, hampir seluruh responden mengalami perkembangan normal, ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari Malang. ABSTRACT Eat system that arranged is one of the important component in course of growth. Nutrient need that need to like protein, carbohydrate, fat, mineral, vitamin, water, when does need not or less be fulfilled so can retard the development. This research aim is todetect the connection of eat system with children development of age 4-6 year at TK Sunan Giri Merjosari. This research design is descriptive correlational. Population in this research is entire children at TK Sunan Giri Merjosari Malang that numbers of 105 children. This research sample is 20 children at tk sunan giri merjosari. Data analysis technique that worn in this research is correlation rank spearman that is to determines about the connection of two phenomenons that are ordinal variable scale. Research result shows that: 1). Almost entire respondents that is as much as 15 respondents (75%) who has regular eat system, as much as 4 respondents (20%) who has not arrange of eat system, and as much as 1 respondent (5%) who has not arrange of eats system, 2). Almost entire respondents that is as much as 16 respondents (80%) experiences normal development, 2 respondents (10%) experiences of suspect development, and 2 respondents (10%) experiences of untestable development, and 3) value rho y = 0.633 and rtable = 0.359 or rho y > rtable (0.633 > 0.359) so that there is the connection of eat system with children development of age 4-6 years old at TK Sunan Giri Merjosari Malang. Conclusion in this research is almost entire has regular of eat system, almost entire respondents has experiences of normal development, and there is connection of eat system with children development of age 4-6 years old at tk sunan giri Merjosari Malang. Keywords : Children aged 4-6 years; child development; dietary habit.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Arduwino, Rendi; Dyah Kusuma, Farida Halis; Dewi, Novita
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.415 KB)

Abstract

Dukungan sosial suami akan mempengaruhi tingkat kecemasan istri dalam menghadapi premenopause. Dukungan yang kurang akan berdampak negatif pada wanita yang akan mengahadapi masa menopause, tingkat kecemasan wanita akan menjadi berat jika dukungan sosial suami dalam kategori kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan tingkat kecemasan pada wanita dalam menghadapi menopause di RT/RW 02/06 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 52 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel dengan cross sectional. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman Rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil pengumpulan data penelitian sebagian besar dari dukungan sosial suami responden masuk kategori baik sebanyak 22 orang (73,3%), sebagian besar dari responden memiliki tingkat kecemasan ringan sebanyak 17 orang (56,7%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,00 artinya p-value< 0,05. Ada hubungan antara intensitas dukungan sosial suami dengan tingkat kecemasan pada wanita dalam menghadapi menopause di RT/RW 02/06 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Oleh karena itu diperlukan intervensi untuk mengatasi tingkat kecemasan pada wanita dalam menghadapi menopause di RT/RW 02/06 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. ABSTRACT Husband's social support will affect the wife's anxiety level in the face of premenopause. Less support will have a negative impact on women who will face menopause, women's anxiety levels will be severe if the husband's social support is in the less category. The purpose of this study was to determine the relationship between Husband's Social Support and the Level of Anxiety in Women Facing Menopause in RT / RW 02/06 Tlogomas Village, Malang City. In this study using a correlation design research with cross sectional approach method. The population is 52 people. The sample in this study were 30 people. Sampling with cross sectional. The data obtained were analyzed using the Spearman Rank statistical test with significance (0.05). The results of the research data collection mostly from the social support of the respondents' husbands in the good category as many as 22 people (73.3%), most of the respondents had mild anxiety levels of 17 people (56.7%). The results of bivariate analysis show that p-value = 0.00 means that the value
PERBEDAAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) PADA TIPE NUCLEAR FAMILY DAN EXTENDED FAMILY Halilah, Nur; Dyah Kusuma, Farida Halis; Widiani, Esti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.047 KB)

Abstract

Perkembangan Kognitif adalah kemampuan anak dalam menggunakan pikiran tarkait dengan pengetahuan serta dalam bentuk aplikasi tehadap lingkungan. Perkembangan kognitif dipengaruhu oleh lingkungan keluarga, terdiri dari nuclear family (ayah, ibu, anak) dan extended family (keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak usia prasekolah (3-6 tahun) pada tipe nuclear family dan extended family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis teknik metode penelitian survei. Desain penelitian ini menggunakan non eksperimental komperatif dengan populasi sebanyak 45 anak dan ibu. Sampel penelitian sebanyak 32 anak dan ibu yang terbagi dari tipe nuclear family dan extended family. Tehnik samplingnya adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi. Analisa data menggunakan uji t yaitu Independen T-test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa bahwa hampir sebagian besar anak pada tipe nuclear family termasuk katagori sesuai yaitu sebanyak 12 orang (75%) dan sebagian besar perkembangan kognitif anak tipe extended family termasuk kedalam katagori tidak sesuai yaitu sebanyak 9 orang (56%). Hasil analisa data Independen t-test nilai thitung sebesar 3,250 dengan tingkat Sig.(2-tailed)= 0,003 sehingga nilai ttabel = 2,042 pada taraf signifikansi (α = 0,05) jadi thitung ≥ ttabel = 3.250 ≥2,042 maka terdapat perbedaan antara perkembangan kognitif pada tipe nuclear family dan extended family. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia prasekolah menggunakan wawancara dan observasi. ABSTRACT Cognitive development is the ability of children to use thoughts related to knowledge and in the form of applications to the environment. Cognitive development is influenced by the family environment, consisting of the nuclear family (father, mother, child) and extended family (nuclear family plus other family members who are still related to blood (grandparents, uncles-aunts). differences in cognitive development of preschool children (3-6 years) in the type of nuclear family and extended family This study uses a quantitative approach to the type of survey research method techniques. While the design of this study uses non experimental experimental with a population of 45 children and mothers. The research sample consisted of 32 children and mothers divided into nuclear family types and extended families. The sampling technique is purposive sampling. The research tool uses observation. Data analysis using t test is Independent T-test. The results of this study found that most of the children in the nuclear family type included the appropriate categories, namely as many as 12 (75%) and most of the cognitive development of the extended family type included in the inappropriate category as many as 9 people (56%). Independent data analysis results t-test tcount of 3.250 with a level of Sig. (2-tailed) = 0.003 so that the value of t table = 2.042 at the significance level (α = 0.05) so tcount ≥ ttable = 3.250 ≥ 2.042 then there are differences between developments cognitive in the type of nuclear family and extended family. For further researchers, researchers recommend to examine the factors that influence cognitive development of preschoolers using interviews and observation. Keywords : Cognitive development; preschool family; type.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) DI TK DARMA WANITA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Derang, Faridah; Dyah Kusuma, Farida Halis; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses tumbuh kembang anak berlangsung secara alamiah, proses ini sangat bergantung kepada orang tua dalam pemberian pola asuh sehingga mampu meningkatkan status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) di TK Darma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 35 orang dengan penentuan menggunakan sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearmen rank. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar (71,4%) orangtua memberikan pola asuh demokratis pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) dan sebagian besar (54,3%) anak usia prasekolah (4-6 tahun) memiliki status gizi normal. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value= (0,004)
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN RESILIENSI REMAJA DI PANTI ASUHAN BAKTI LUHUR MALANG Lete, Gregorius Reda; Dyah Kusuma, Farida Halis; Rosdiana, Yanti
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.618 KB)

Abstract

Remaja yang memiliki harga diri rendah maka mengganggu kepercayaan dirinya dan perkembangannya yang mengakibatkan resiliensinya rendah sehingga tidak bisa melakukan aktivitas secara mandiri dan ketidakmampuan dalam memecahkan persoalan dengan bijaksana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan harga diri dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan Bhakti Luhur Malang. Desain penelitian menggunakan desain korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 36 sampel, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment dengan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden sebanyak 24 (77%) respoden memiliki harga diri kategori sedang dan lebih dari separuh responden sebanyak 20 (55%) memiliki resiliensi kategori tinggi. Uji Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dengan resiliensi diri pada remaja di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang dengan signifikansi dengan p-value = 0,020 < 0,05. Semakin tinggi harga diri remaja maka semakin tinggi pula resiliensinya , sebaliknya semakin rendah harga diri maka semakin rendah pula resiliensinya. Peneliti selanjutnya diharapkan diharapkan meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga diri dan resiliensi pada remaja ABSTRACT Teens who have low self-esteem interfere with their self-confidence and its development has resulted in low resilience so that it cannot carry out activities independently and inability to solve problems wisely. The purpose of this study was to determine the relationship between self-esteem and resilience in adolescents at the Bhakti Luhur Malang orphanage. The research design uses correlative design with a Cross Sectional approach. The sample used was 36 samples, sampling using total sampling. Data analysis using Pearson Product Moment with p-value=
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN EATING DISORDER PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI ASRAMA PUTRI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI (UNITRI) Noe, Fransiska; Dyah Kusuma, Farida Halis; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.346 KB)

Abstract

Stres diartikan sebagai kondisi tekanan atau gangguan ataupun juga kekacauan mental dan emosional. Tingkat keparahan stres ini akan berpengaruh pada pola makan yang tidak normal yang dapat menyebabkan gangguan makan (Eating disorder). Eating disorder adalah suatu gangguan yang terjadi pada kebiasaan makan yang tidak normal yang disebabkan oleh beberapa hal.Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui tingkat stres dengan eating disorder pada mahasiswi yang tinggal di asrama unitri. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasisawa UNITRI khususnya PSIK yang tinggal di Asrama Putri angkatan 2016 Malang yang berjumlah 42 orang dengan menggunakan teknik total sampling yaitu didapat sebanyak 35 orang yang mengalami gangguan makan. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres terjadi pada seluruh responden dengan kategori stres sedang yaitu sebanyak 37 orang (88,1%),eating disorder terjadi pada seluruh responden dengan kategori tidak eating disorder sebanyak 36 orang (85,7%), dan hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan tingkat stres dengan eating disorder pada mahasiswa yang tinggal di asrama putri UNITRI. Mahasiswa dapat melakukan konsultasi atau berbagi beban dengan teman sebaya, teman sekamar di asrama atau orang lain yang memiliki pengalaman tentang mengatasi masalah yang menjadi pemicu stres, selain itu mahasiswa dapat menyediakan waktu untuk rekreasi ke tempat-tempat wisata/hiburan, hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa tidak terlalu tertekan dengan padatnya jadwal perkuliahan, banyaknya tugas perkuliahan, dan masalah pribadi. ABSTRACT Stress is defined as a pressure or disturbance or mental and emotional disorders. The severity of this stress will affect the abnormal eating patterns that can cause eating disorders. Eating disorder is a symptom of an abnormal eating habit. The purpose of the study is to know the level of stress with eating disorder in female students living in dormitory of Unitri. The research design used was correlation using cross sectional approach. The population of this research was students of UNITRI especially Nursing Science Program who live in Female Dormitory, class of 2016 which amounted to 42 people. The sampling technique used in this research was total sampling technique as many as 35 people. Instrument in this research used questioner. The analysis used is spearman rank correlation. The result of this research showed that the stress level occurred in all respondents was categorized as moderate, 37 people (88,1%). Meanwhile the eating disorder occurs in all respondents were categorized as not eating disorder as many as 36 people (85,7%). The result of data analysis got significant value equal to 0.000 (p ≤ 0,05), meaning there was a relationship of stress level with eating disorder in students who lived in female dormitory of UNITRI. Students may consult or share burdens with peers, roommates in dormitories or others who have experienced about coping with stress-inducing problems. In addition, students can take time for recreation to tourist attractions / entertainment, it is intended that students are not too stressed by the load of lecture schedules, the number of assignments, and personal issues. Keywords : Eating disorder, stress level.
PELIBATAN ORANG TUA DALAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTORIK ANAK USIA TODLLER Apriyanto, Daniel Hermantyo; Dyah Kusuma, Farida Halis; Adi, Hari Sukanto
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.347 KB)

Abstract

Usia toddler merujuk konsep periode kritis dan plastisitas yang tinggi dalam proses tumbuh kembang, maka usia 1-3 tahun sering disebut sebagai kesempatan emas. Melalui program Bina Keluarga Balita (BKB) diharapkan orang tua dapat terlibat untuk memantau perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua dalam mengikuti bina keluarga balita terhadap kemampuan motorik anak usia todller. Desain penelitian ini adalah ”Case Control”. Sampling yang digunakan adalah ”Quota sampling” dengan sampel berjumlah 24 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan motorik anak dari orang tua yang mengikuti Bina Keluarga Balita, setengahnya baik, yaitu 50% (7 orang), kemampuan motorik anak dari orang tua yang tidak mengikuti Bina Keluarga Balita, sebagian besar kurang, yaitu 60% (6 orang). Hasil analisis statistik dengan uji t-test design, α (0,05), diperoleh nilai p-value 0,014 < (α) 0,05, sehingga ada pengaruh keterlibatan orang tua dalam mengikuti bina keluarga balita terhadap kemampuan motorik anak usia toddler. Saran bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian ini sebagai dasar acuan untuk penelitian lanjutan yang berkaitan dengan masalah penelitian ini. ABSTRACT Age todller refers to the concept of critical periods and high plasticity in the growth process, then aged 1-3 years are often referred to as a golden opportunity. Pass through the education family of children under five years program is expected so that parents are involved to monitor the child's development. This research aims to determine the effect of parental involvement in following education family of children under five years against childhood todller motor ability. Design of this research is "Case Control". The independent variable in this research is Parental Involvement in Following Education Family of Children Under Five Years, and the dependent variable is Childhood Todller Motor Ability. The sampling used is ”Quota sampling” with samples was numbered 24 people. Data collection was conducted on 23 to 28 September 2014, used a questionnaire Pre-Screening Developments. The results of the descriptive analysis showed that the childhood todller motor ability from parents who follow BKB a half good, i.e. 50.0% (7 people), the childhood todller motor ability from parents who do not follow BKB were mostly less, i.e. 60% (6 people). From the results of the statistical analysis with t-test design, α (0.05), acquired p-value of 0.014 α 0.05, so there is an significant effect of parental involvement in following education family of children under five years against childhood todller motor ability. Advice for further researchers, the result of this research as a basic reference for further research be related to the research problem. Keywords: Parental Involvement, Education Family of Children Under Five Years, Motor Skills/ Ability, Childhood Todller
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA USIA 60-70 TAHUN YANG MENGIKUTI KEGIATAN KARANG WREDA PERMADI DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Saju, Kanisius Siku; Dyah Kusuma, Farida Halis; Lasri, Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya dukungan keluarga kepada lanjut usia, akan mempengaruhi koping pada lanjut usia tidak adekuat. Koping yang tidak adekuat dalam menghadapi masalah akanmenyebabkan krisis yang bertumpuk dan berkepanjangan yang akhirnya akan menimbulkan gejala depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi lansia usia 60-70 tahun yang mengikuti kegiatan Karang Wreda Permadi di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengikuti kegiatan Karang Werda Permadi di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang berjumlah 112 orang lansiadanteknik sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 88 orang. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga kepada lansia sebagian besar dikategorikan baik yaitu sebanyak 80 orang (90,91%),tingkat depresi lansia, sebagian besar dikategorikan tidak depresi yaitu sebanyak 80 orang (90,91%). Berdasarkan uji Spearman rho didapatkan nilai p-value = 0,005
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENDERITA TUNADAKSA DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT KOTA MALANG Maria, Florentina Anggun; Dyah Kusuma, Farida Halis; H., Wahidyanti Rahayu
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja penderita tunadaksa membutuhkan dukungan sosial dari masyarakat dan lingkungannya, agar dapat mengelola segala permasalahan dengan baik dan mampu memberi semangat untuk bisa menerima dirinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada remaja penderita tunadaksa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 remaja penderita tunadaksa, sampel penelitian ditentukan dengan teknik total sampling sehingga pengembilan sampel sesuai kriteria penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji korelasi Product Moment dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh 12 (40,0%) responden mendapatkan dukungan sosial cukup dan lebih dari separuh 22 (73,3%) responden memiliki harga diri tinggi. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada remaja penderita tunadaksa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka remaja penderita tunadaksa diharapkan selalu percaya diri dengan menganggap bahwa diri berguna bagi teman dan keluarga, mampu bertindak dan melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain serta ber sikap positif dan terbuka kepada teman, petugas yayasan atau orang tua yang di anggap bisa dipercaya untuk menyelesaikan permasalahan pribadi.