Etriwati, .
Laboratorium Patologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Fiksasi fraktur kominutif os femur menggunakan intramedullary pin dan wire pada kucing domestik (Felis domestica) Erwin, .; Rusli, .; Etriwati, .; Imanda, Dirga Rizki; Fadli, Hanif
ARSHI Veterinary Letters Vol 2, No 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kucing lokal jantan, berusia 3,5 tahun, berat badan 3,3 kg dengan keluhan berjalan pincang akibat tertabrak kendaraan bermotor. Pemeriksaan fisik dilakukan termasuk pemeriksaan saraf dan ortopedik yang menunjukkan gangguan pada ekstremitas posterior. Hasil pemeriksaan x-ray dengan posisi dorsal ventral (DV) terlihat fraktur bagian diaphysis os femur dekstra berbentuk kominutif. Tindakan bedah dilakukan secara steril dan aseptis untuk pemasangan kombinasi intramedullary pin (Ø 4 mm) dan wire. Satu minggu setelah tindakan bedah, kucing sudah mampu menggerakkan ekstremitas dekstra posterior dan menunjukkan perkembangan yang baik. Metode penanganan pada kasus ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi intramedullary pin dengan wire dapat digunakan sebagai fiksasi internal fraktur kominutif os femur dengan tingkat stabilisasi kedua fragmen fraktur sangat baik.
Fiksasi Internal secara Terbuka Fraktur Bilateral Pelvis pada Anjing Erwin, Erwin; Amiruddin, .; Rusli, .; Etriwati, .; Sabri, Mustafa; Adam, Mulyadi; Ramadhana, Cut Erika; Kusuma, Afif Yuda
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol 7, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.07 KB)

Abstract

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh trauma. Anjing ras Yorkshire berumur 2,8 tahun dengan bobot badan 2,6 kg menunjukkan gejala klinis tidak bisa berdiri, kedua ekstremitas posterior mengalami diplegic lameness dan anjing hanya bertumpu dengan ekstremitas anterior. Anamnesis dengan pemilik hewan mengatakan anjingnya mengalami trauma akibat tertimpa tangga. Hasil pemeriksaan radiografi dengan posisi hewan right lateral dan ventro dorsal menunjukkan fraktur bilateral pelvis berbentuk oblique pada tulang ilium. Penanganan yang dilakukan adalah dengan metode open reduction internal fixation menggunakan bone plate 2.0 veterinary cuttable plate (VCP) dengan screw 2.0 mm cortical non-self-tapping pada kedua sisi tulang ilium. Hari ke-3 setelah tindakan bedah, pasien mulai dibantu untuk berjalan sebagai upaya melatih pergerakan ekstremitas posterior. Satu minggu setelah bedah, pasien sudah bisa berjalan dan menunjukkan perkembangan yang baik. Penanganan bilateral fraktur pelvis berbentuk oblique pada bagian ilium dapat ditangani dengan bone plate dan screw.