Eka Sudiwati, Ni Luh Putu
Fakultas Ilmu Kesehatan

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KEPUASAAN PASIEN YANG DILAKUKAN PEMBEDAHAN ELEKTIF DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK IPHI BATU Feri, Feri; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Maemunah, Neni
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.31 KB)

Abstract

Pelayanan komunikasi terapeutik mempunyai posisi yang strategis dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan dirumah sakit, pelayanan yang tepat dan sesuai standar akan memberikan kepuasan bagi pasien untuk menilai kinerja rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasaan pasien yang dilakukan pembedahan elektif di Rumah Sakit Ibu dan Anak IPHI Batu. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien dengan proses penentuan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar (66,7%) responden mendapatkan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan baik dan sebagian besar (80,0%) responden puas terhadap pembedahan elektif, sedangkan hasil spearman rank didapatkan nilai p-value = 0,000 < α (0,05) atau H1 diterima, artinya “ada hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasaan pasien yang dilakukan pembedahan elektif di Rumah Sakit Ibu dan Anak IPHI Batu”. Dengan demikian dalam memberikan pelayanan komunikasi terapeutik maka perawat harus berpatokan pada standar keparawatan untuk menciptakan kepuasan pasien. ABSTRACT Therapeutic communication services have a strategic position in determining the quality of health services in hospitals, appropriate and standardized services will provide satisfaction for patients to assess hospital performance. The purpose of this study was to determine the relationship between the implementation of therapeutic communication and the level of satisfaction of patients who performed elective surgery at the IPHI Batu Mother and Child Hospital. The research design uses correlational design with a cross sectional approach. The sample in this study were 30 patients with the determination process using purposive sampling. The data collection technique used was a questionnaire. The data analysis method used is the Spearman rank test using SPSS. The results of the study prove that most of the (66.7%) respondents get good therapeutic communication and most (80.0%) respondents are satisfied with elective surgery, while the spearman rank results are p-value = 0.000
PENYULUHAN BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN ANAK MENCUCI TANGAN Wolu, Damianus; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Lasri, Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Keperawatan Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman PHBS sejak dini terhadap anak sekolah dasar kelompok umur 6-12 tahun dengan membudayakan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun merupakan tindakan proaktif, untuk memelihara dan mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi dirinya dari ancaman penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terhadap kemampuan mencuci tangan di SD Negeri 4 Jombok Ngantang. Rancangan penelitian yang digunakan peneliti yaitu One Group Pre Test-Post Test Design. One Group Pre Test-Post Test Design adalah mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Populasi adalah siswa-siswi SD Negeri 4 Jombok Ngantang, dengan sampel sebesar 42 anak menggunakan teknik pengambilan sampel non probability. Berdasarkan hasil pre Test sebelum penyuluhan sebanyak 42 anak (70%) memiliki kemampuan mencuci tangan kurang baik, sesudah penyuluhan diberikan post test sebanyak tiga kali. Hasilnya pada post test pertama sebanyak 39 anak (65%) , post Test kedua 55 anak (91,7%), dan pada post test ketiga 56 anak (93,3%) memiliki kemampuan yang baik dalam mencuci tangan. Uji Paired T-Test dengan indeks korelasi thitung (0,254) > ttabel (0,200) menunjukkan arti bahwa thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan hasil diketahui taraf signifikansi sebesar (0,026 < 0,05) maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap kemampuan anak mencuci tangan di SDN 4 Jombok Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperhatikan metode dan instrumen yang digunakan dalam penelitian tentang mencuci tangan sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih optimal. ABSTRACT Early PHBS planting of primary school children in the 6-12 years age group by cultivating the habit of hand washing using soap is a proactive measure to maintain and prevent the risk of disease and protect themselves from disease threats.This study aims to determine the Effect of Counseling on Children Handwashing Ability at SDN Jombok Ngantang District Malang Regency. The research design used by researchers is One Group Pre Test-Post Test Design. One Group Pre Test-Post Test Design is expressing causal relationships by involving a single subject group. This research uses non probability sampling technique with saturated sampling type or total sampling where the sample is SD Negeri 4 Jombok Ngantang student. Based on Pre Test result before counseling as many as 42 (70%), children has the ability to wash hands less well, After counseling is given a post test three times. The result in the first post test as much, 39 (65%) children, Post Test second 55 (91,7%) child, and in the third post test 56 (93.3%) children, have a good ability in hand washing. Test Paired T-Test with index correlation t count (0.254)> t table (0.200), shows the meaning that t count is greater than t table. With the level of significance (0.026
PENGARUH PENYULUHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN REMAJA PUTRI SEBAGAI SKRINING KANKER PAYUDARA DI SMK NEGERI 1 PUJON MALANG JAWA TIMUR Daka, Christy Natalia; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Masluhiya AF, Swaidatul
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia, sebanyak 50 kasus per 100.000 penduduk wanita. Data dari Dinkes Jawa Timur (2014) prevalensi kanker payudara di Malang 5,56% atau diperkirakan sekitar 48 orang per 100.000 penduduk wanita yang mengalami kanker payudara. Tingginya prevalensi kanker payudara di Malang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mencegah kanker payudara. Pencegahan kanker payudara dapat dimulai dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap pengetahuan dan kemampuan remaja putri sebagai skrining kanker payudara di SMKN 1 Pujon. Desain penelitian ini adalah desain pre-eksperimental. Teknik sampling pada penelitian ini total sampling dengan sampel berjumlah 68 Remaja Putri kelas X di SMKN 1 Pujon. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisoner dan lembar observasi. Data diuji menggunakan uji korelasi dua sampel Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum dilakukan penyuluhan SADARI pengetahuan remaja putri berada pada kategori baik sebanyak 51 orang (75%), dan kemampuan remaja putri melaksanakan SADARI berada pada kategori tidak baik, sebanyak 64 orang (94%), setelah dilakukan penyuluhan SADARI pengetahuan remaja putri berada pada kategori sangat baik sebanyak 61 orang (90%) dan kemampuan remaja putri melaksanakan SADARI seluruhnya berada pada kategori baik sebanyak 68 orang (100%). Hasil analisis data menunjukkan ada pengaruh penyuluhan SADARI terhadap pengetahuan dan kemampuan remaja putri dengan nilai signifikan 0,00
HUBUNGAN AMBULASI DINI DENGAN PEMULIHAN PERISTALTIK USUS PADA PASIEN PASKA OPERASI SECTIO CAESARIA DENGAN ANESTESI LOKAL DI RSIA IPHI BATU Umbu, Frederick Veriyanto; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Dewi, Novita
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi sectio caesarea (SC) merupakan kejadian yang banyak dijumpai oleh wanita. Operasi SC dengan anestesi lokal berdampak pada berhentinya fungsi pergerakan otot perut yang disebut dengan peristaltik usus. Ambulasi dini yang efektif dapat mempercepat fungsi pencernaan dengan indikator peningkatan gerak peristaltik usus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ambulasi dini dengan pemulihan peristaltik pada pasien paska operasi sectio caesaria dengan anestesi lokal di RSIA IPHI Batu. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi yang bertujuan mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian dari semua variabel independent dan dependent yang diambil secara bersamaan pada satu waktu. Populasi semua pasien operasi SC dengan anestesi lokal di RSIA IPHI Batu sebanyak 20 orang (berdasarkan data tiga bulan terakhir) dan teknik sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Analisis yang digunakan spearman rank. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ambulasi dini, sebagian besar responden dikategorikan baik yaitu sebanyak 15 orang (75%), pemulihan peristaltik usus hampir seluruh responden dikategorikan normal yaitu sebanyak 16 orang (80%), dan hasil analisis didapatkan nilai signifikan sebesar 0,002 (p-value ≤ 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan ambulasi dini dengan pemulihan peristaltik usus pada pasien paska operasi Sectio Caesaria dengan Anestesi Lokal di RSIA IPHI Batu. Petugas kesehatan khususnya perawat agar mempraktekkan pelaksanaan ambulasi dini kepada pasien operasi post SC dengan anestesi spinal sebagai upaya non farmakologis yang dapat mempercepat pengembalian fungsi sistem gastrointestinal. ABSTRACT Caesarean section surgery (SC) is commonly encountered by women. SC surgery under local anesthesia results in the cessation of abdominal motility, called intestinal peristalic. Early effective ambulance can speed up the function of digestion with an indicator of increased bowel peristaltic. The purpose of this study was to investigate the relationship of early ambulation with peristaltic recovery in post-surgical patients with local anesthesia in RSIA IPHI Batu. This research design used correlation design that aimed to reveal correlative relationship between variables with cross sectional approach that is the research of all independent and dependent variables taken simultaneously at one time. The population of all SC patients with local anesthesia at RSIA IPHI Batu was 20 (based on data from the last three months) and the sample technique used a saturated sampling, in which all members of the population were used as samples. The instrument in this research used observation sheet. The analysis used spearman rank. Based on the result of the research shows that early ambulation, most of the respondents were 15 people (75%) categorized as good, the intestine peristaltic recovery categorized as normal were 16 people (80%), and the analysis results obtained significant value of 0.002 (p value ≤ 0.05), so it can be concluded that there is an early ambulatory relationship with intestinal peristaltic recovery in postoperative Caesarean Section patients with Local Anesthesia at RSIA IPHI Batu. The health personnel, especially nurses, practiced the implementation of early ambulation to post surgical patients with spinal anesthesia as a non-pharmacological effort that can speed up the functional of the gastrointestinal system. Keywords : Early ambulansi; peristaltic intestine; sectio caesaria.
PENGARUH SKILL PLAY TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK AUTISME USIA 3-6 TAHUN DI LEMBAGA RESTU BUNDA A PLUS PUSAT TERAPI TERPADU (INTEGRATED THERAPY CENTRE) Sastiawan, Iswanto; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Maemunah, Neni
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak Autisme adalah anak yang mengalami suatu gangguan perkembangan yang komplek, biasanya muncul pada usia 1-3 tahun dengan gangguan komonikasi bahasa, kognitif, sosial dan fungsi adaptif, yang berdampak pada motorik halus. Salahsatu terapi untuk meningkatkan motorik halus anak autisme yaitu skill play dimana terapi ini mampu memberikan stimulasi fisik maupun mental pada anak autis selama dan sesudah diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Skill Play terhadap perkembangan motorik halus pada anak autisme usia 3-6 tahun di Lembaga Restu Bunda A Plus Pusat Terapi Terpadu (integrated therapy centre). Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen (One-Group Pra test-post test Design). Sampel penelitian ini sebanyak 10 orang anak dengan teknik Total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi komponen motorik. Metode analisa data menggunakan uji Mann Whitney. Dari hasil penelitian setengahnya (50%) mempunyai perkembangan motorik halus kurang sebelum diberikan skill play dan sebanyak sebagian besar (70%) mempunyai perkembangan motorik halus cukup setelah diberikan skill play. Hasil analisis didapatkan p value sebesar (0,004)
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN MERJOSARI 02 KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Sainyakit, Beci Yomima; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Sulasmini, Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.855 KB)

Abstract

Pola asuh keluarga sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar anak. Setiap keluarga biasanya memiliki pola asuh terhadap anak yang berbeda-beda dan usia sekolah 6 sampai 11 tahun dunia sosial anak meluas keluar dari dunia keluarga, anak bergaul dengan teman sebaya, guru, dan orang dewasa lainnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua dengan prestasi belajar anak sekolah dasar. Desain penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional dengan satu kali pengamatan pada rentang waktu tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa berjumlah 43 anak dan sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling yang berarti seluruh siswa kelas 5 di SDN Merjosari 02 Malang. Instrumen yang di gunakan adalah kuisioner dan data laporan hasil studi siswa. Metode analisa data yang digunakan adalah uji Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (55,8%) pola asuh orangtua yang demokratis menyebabkan prestasi belajar anak dengan kategori baik. Berdasarkan uji spearman rank p-value < α, yaitu 0,000 < 0,05 artinya ada hubungan pola asuh orangtua dan prestasi belajar pada anak di SDN Merjosari 02 Malang. Disarankan kepada sekolah untuk lebih meningkatkan pembinaan dan konseling kepada orangtua tentang pola asuh yang baik. ABSTRACT Family parenting is very influential on children's learning achievement. Every family usually has a different pattern of care for children and the school age of 6 to 11 years the social world of children extends out from the family world, children associate with peers, teachers, and other adults. The purpose of the study was to determine the relationship of parenting parents with learning achievement of elementary school children. The design of this study uses a correlational research design with one observation at a certain time span. The population in this study were all students totaling 43 children and the sample in this study used Total Sampling, which means all students in grade 5 at SDN Merjosari 02 Malang. The instruments used were questionnaires and student study report data. The data analysis method used is the Spearman Rank test using SPSS. The results showed that most (55.8%) parenting parents who democratically led to children's learning with good categories. Based on the Spearman rank test p-value
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN PADA KADER KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN DALAM DETEKSI PERKEMBANGAN BALITA DI POSYANDU DERMO KELURAHAN MULYO AGUNG KECAMATAN DAU MALANG Kaat, Merince Endang Halena; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Maemunah, Neni
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Sehingga seorang kader posyandu harus mau bekerja secara sukarela dan ikhlas, mau dan sanggup melaksanakan kegiatan posyandu, serta mau dan sanggup menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan dan mengikuti kegiatan posyandu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Penyuluhan Pada Kader Kesehatan Terhadap Kemampuan Dalam Deteksi Perkembangan Balita Di Posyandu Dermo Kelurahan Mulyo Agung Kecamatan Dau Malang. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel berjumlah 24 responden yaitu kader yang aktif yang diambil dari 14 Posyandu secara acak di Posyandu Dermo kelurahan mulyo Agung Kecamatan Dau Malang. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi tentang kemampuan kader mendeteksi perkembangan balita yang dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Hasil penelitian menunjukan kemampuan kader dalam deteksi perkembangan balita sebelum penyuluhan sebagian besar kategori kurang (40%) sedangkan kemampuan kader dalam mendeteksi perkembangan balita sesudah dilakukan penyuluhan dengan kategori baik (90%). Berdasarkan pengujian statistik t-test diperoleh hasil (p 0,000) < (0,05) sehingga H1 diterima yang artinya ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terhadap kemampuan kader dalam deteksi perkembangan balita. Disarankan agar hasil penelitian ini perlu ditindak lanjuti oleh peneliti-peneliti berikutnya dengan menggunakan literatur yang lebih lengkap, diperbaiki SAPnya, waktu yang lebih lama dan serta kajian yang lebih mendalam hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan kader dalam deteksi perkembangan balita di posyandu. Agar dapat menghasilkan penelitian yang lebih baik. ABSTRACT The existence of cadre is often related with routine servicing in Posyandu (Integrated Post Service/IPS). So a Posyandu cadre must be willing to work voluntarily and sincerely, willing and able to carry out Posyandu activities, and also willing and able to mobilize the community to do and follow the Posyandu activities. The purpose of this study was to determine the effect/the influence of giving counseling to the health cadres to ability in detection of toddlers (children under five) development at Posyandu Dermo, Village of Mulyo Agung, District of Dau, Malang. This study used a pre-experimental method. The sampling method used is purposive sampling with 24 respondents sample that is active cadres taken from 14 Posyandu randomly at Posyandu Dermo, Village of Mulyoagung District of Dau Malang. Data were collected using observation sheet about the ability of cadre to detect the development of children under five that is done two times before and after given counseling. The result of study showed the ability of cadre in detecting the development of toddlers before counseling most of the less category (40%) while the cadre's ability in detecting the development of toddlers after doing the counseling with good category (90%). Based on the t-test statistical test was obtained results (p 0,000) < (0.05) so H1 was accepted which means there is effect/influence before and after given counseling to the ability of cadres in detecting development of toddlers. It is suggested that the results of this research need to be followed up by subsequent researchers using more complete literature, improved SAP, longer time and more in-depth study about the things that can improve cadre ability in detecting the development of children under five at Posyandu in order to produce better research. Keywords : Counseling; Posyandu cadre; The development of the toddler
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PELAKSANAAN TERAPI DIET PADA ANAK AUTIS Subaidi, Subaidi; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Maemunah, Neni
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.204 KB)

Abstract

Terapi diet pada anak autis akan optimal bila pelaksanaannya sesuaidengan aturan yang tepat, yaitu orang tua harus konsisten dalam menggunakan cara yang baik, hal ini di pengaruhi oleh pola asuh orang tua yang mempunyai waktu sedikit pada anak, orang tua yang mudah menyerah, dan kurang ketegasan pasangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan pola asuh orang tua dengan pelaksanaan terapi diet pada anak autis. Desain penelitian menggunakan jenis korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 orang dan sampel diambil dengan teknik total sampling yaitu 15 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner untuk pola asuh orang tua dan terapi diet anak autis. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Spearman Rank (Rho). Analisa data dengan menggunakan Teknik ini dengan tingkat signifikasi (α) 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar (86,7%) orang tua menggunakan pola asuh dengan kategori demokratis pada anak autis dan sebanyak 53,3% pelaksanaan terapi diet pada anak autis dalam kategori cukup. Hasil uji Spearman Rank (Rho), didapatkan nilai correlation coefficient -0,198 dan hasil nilai signifikan sebesar 0,478 di mana nilai ini lebih besar daripada α 0,05 sehingga H1 ditolak. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan pelaksanaan terapi diet pada anak autis. Saran pada penelitian ini adalah perlu dikembangkannya penelitian mengenai faktor-faktor orang tua dengan penerapan terapi diet anak autis sebagai salahsatu intervensi yang diberikanoleh tenaga kesehatan. ABSTRACT Diet therapy in autistic children will be optimal if the implementation is in accordance with the right rules, namely parents must be consistent in using good methods, this is influenced by parenting parents who have little time in children, parents who give up easily, and less partner's firmness. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between parenting parents and the implementation of diet therapy in autistic children. The study design used a correlational type with a cross sectional approach. The population in this study was 15 people and the sample was taken with a total sampling technique of 15 people. Collecting data using questionnaire sheets for parenting and diet therapy for autistic children. The statistical test used in this study is the Spearman Rank (Rho). Data analysis using this technique with a significance level (α) of 0.05. The results showed that most (86.7%) parents used parenting with a democratic category in autistic children and as many as 53.3% carried out diet therapy in autistic children in sufficient categories. The results of the Spearman Rank (Rho) test, obtained the correlation coefficient-0.198 and the results of a significant value of 0.478 where this value is greater than α 0.05 so H1 is rejected. So it can be concluded that there is no significant relationship between parenting parents and the implementation of diet therapy in autistic children. Suggestions in this study are the need to develop research on the factors of parents with the application of diet therapy for autistic children as one of the interventions provided by health workers. Keywords : Parents’ parenting; diet therapy autistic children.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP ASI) DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6 BULAN – 12 BULAN Noviardi, Herisa; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Maemunah, Neni
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.117 KB)

Abstract

Makanan memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Hal yang paling utama dalam pemberian makanan pendamping pada anak adalah makanan apa yang seharusnya diberikan, kapan waktu pemberian dan dalam bentuk yang bagaimana makanan tersebut diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang makanan bergizi dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi usia 6-12 bulan. Desain penelitian menggunakan korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang ikut posyandu di desa Tlogomas. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner untuk pengetahuan dan status gizi. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Spearman Rank (Rho). Hasil penelitian didapatkan hampir sebagian besar pengetahuan ibu cukup yang mempunyai status gizi masuk dalam kategori baik (53,8%) dan pengetahuan ibu yang baik dan berstatus gizi baik sebanyak 22 orang (42,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) dengan status gizi bayi dengan nilai correlation coefficient positif artinya semakin baik pengetahuan ibu tentang makanan pendamping asi ibu (MP ASI) semakin baik pula status gizi bayi. Saran bagi peneliti selanjutnya perlu ditingkatkan lagi mengenai faktor-faktor lain yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang faktor dan efek samping yang kurang pengetahuan dalam pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan sehingga akan membuahkan dengan hasil yang lebih optimal. ABSTRACT Food plays an important role in the growth and development of children, because children are growing so their needs are different from adults. The most important thing in providing complementary foods to children is what foods should be given, when the time is given and in what form the food is given. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge of mothers about nutritious food by providing complementary food for breast milk in infants aged 6-12 months. The research design uses correlation with the cross sectional approach. The population in this study were all babies who participated in the posyandu in Tlogomas village. The sampling technique used in this study is the saturated sampling technique. Data collection using a questionnaire for knowledge and nutritional status. The statistical test used in this study is the Spearman Rank (Rho). The results showed that most of the mother's knowledge was adequate, which had a nutritional status in the good category (53.8%) and knowledge of good and good nutrition status of 22 people (42.3%). The results of the Spearman Rank test showed that there was a significant relationship between maternal knowledge of complementary feeding (MP ASI) and nutritional status of infants with a positive correlation coefficient, meaning the better knowledge of mothers about complementary foods (MP ASI) the better nutritional status baby. Suggestions for further researchers need to be improved on other factors related to maternal knowledge about factors and side effects that lack knowledge in providing complementary breastfeeding food with nutritional status of infants aged 6-12 months so that it will produce more optimal results. Keywords : Mother's knowledge; complementary food; mother's milk and baby's nutritional status.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN PELAKSANAAN IMUNISASI CAMPAK PADA BAYI DI PUSKESMAS CIPTOMULYO KECAMATAN SUKUN KOTA MALANG Parino, Parino; Eka Sudiwati, Ni Luh Putu; Milwati, Susi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.332 KB)

Abstract

Imunisasi campak adalah imunisasi yang diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit campak secara aktif. Namun diperlukan pengetahuan yang baik dari orangtua agar pemberian imunisasi campak dapat dilakukan dengan tepat waktu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan imunisasi campak pada bayi di puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner dan catatan dari Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciptomulyo. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan orang tua yang memiliki bayi usia 9-12 bulan yang berada di wilayah Puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang tentang imunisasi campak sebagian besar sudah tergolong cukup baik (51,3%), ibu yang mengetahui dengan baik tentang imunisasi campak (43,6%). Mengenai pelaksanaan Imunisasi campak pada bayi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ciptotnulyo sebagian besar cukup baik (67,9%). Hasil menunjukkan bahwa antara pengetahuan orang tua dengan pelaksanaan imunisasi campak pada bayi di puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang mempunyai keeratan hubungan yang signifikan, dengan arah korelasi yang positif. Artinya, semakin baik tingkat pengetahuan ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan tentang imunisasi campak, maka pelaksanaan imunisasi campak pada bayi di puskesmas Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang akan cenderung semakin meningkat. ABSTRACT Measles immunization is an immunization given to actively get immunity to measles. However, good knowledge is needed from parents so that measles immunization can be given in a timely manner. The aim of the study was to determine the relationship between the knowledge of parents and the implementation of measles immunization in infants in Ciptomulyo health center in Malang City Breadfruit District. The instruments in this study were questionnaires and records from the Posyandu in the UPTD working area of the Ciptomulyo Health Center. Data analysis using Chi-Square. The results showed that the level of knowledge of parents who have babies aged 9-12 months in the Ciptomulyo Health Center area of Malang City Breadfruit District about measles immunization were already quite good (513%), mothers who knew well about measles immunization, 43.6%. Regarding the implementation of measles immunization in infants in the UPTD working area of the Ciptotnulyo Health Center, most of them were quite good (67.9%). The results showed that between the knowledge of parents) and the implementation of measles immunization in infants in the Ciptomulyo health center in Sukun Subdistrict, Malang City had a significant correlation with the direction of a positive correlation. That is, the better the level of knowledge of mothers who have babies aged 9-12 months about measles immunization, then the implementation of measles immunization in infants in Ciptomulyo health center in Sukun Subdistrict, Malang City will tend to increase. Keywords: Knowledge level; measles immunization; parents.