Dupri, Dupri
UIR Press

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Explosive Power Otot Lengan dan Koordinasi Mata-Tangan Terhadap Kemampuan Servis Atas Atlet Bolavoli Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi

Journal Sport Area Vol 1 No 2 (2016): Desember
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.522 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan explosive power otot lengan dan koordinasi mata-tangan terhadap kemampuan servis atas atlet bolavoli Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi. Jenis penelitian ini adalah korelasional. Populasi penelitian ini adalah atlet bolavoli Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi yang aktif latihan yang berjumlah 25 orang, teknik pengambilan sampel diambil secara total sampling sehingga diperoleh sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Tempat pelaksanaan penelitian adalah di klub bolavoli Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi. data explosive power otot lengan dengan menggunakan lempar bola medicine, koordinasi mata-tangam dengan mengunakan tes ball werfen and fengen test, dan kemampuan servis atas dengan melakukan tes servis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara explosive power otot lengan dengan kemampuan servis atas,  ini ditandai dengan hasil penelitian yang diperoleh yaitu thitung = 4.63 >  ttabel = 1.71. (2) terdapat hubungan yang signifikan antara koordinasi mata-tangan dengan kemampuan servis atas, ini ditandai dengan hasil yang diperoleh yaitu thitung= 2.94 >  ttabel = 1.71.  (3) terdapat hubungan yang signifikan antara explosive power otot lengan dan koordinasi mata-tangan secara bersama-sama dengan kemampuan servis atas diperoleh Fhitung = 12.549 > Ftabel = 3.44.

Perbedaan Model Teaching Personal Social Responsibility (TPSR) dan Cooperative Learning Untuk Mengembangkan Toleransi dan Tanggun Jawab Siswa

JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 1 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Departemen of Physical Education-Indonesian University of Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi atas dasar sudah menurunnya sikap Tanggung jawab dan toleransi siswa disekolah, kondisi ini ditandai oleh tingginya angka kenakalan remaja, tawuran antar siswa dan lebih lagi pengaruh teknologi yang begitu kuat membuat siswa jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar dan sesama siswa disekolah. Penelitian ini mengungkapkan perbedaan Model TPSR dengan model cooperative learning dalam meningkatkan sikap tanggung jawab dan toleransi siswa dalam pembelajaran penjas serta juga dibedakan antara siswa di daerah dengan siswa  yang  sekolah  dikota.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  Quasi Eksperimen dengan desain the pretest post-test two treatmenr design. Populasi penelitian ini siswa MAN 1 Teluk Kuantan sedangkan sampel penelitian ini dipilih dengan mengunakan teknik Claster Random Sampling sehingga diperolah sampel penelitian ini adalah MAN 1 Teluk Kuantan Kelas X3 dan X4. Perlakuannya pada dua model yang berbeda yaitu model TPSR dan model cooperative learning. Instrument yang digunakan adalah angket Tanggung jawab dan toleransi, analisis dengan multivarian (Manova). Model cooperative learning lebih baik dibandingkan dengan model Teaching Personal Social Responsibility (TPSR) dalam hal mengembangkan Sikap Tanggung jawab siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani. Model Teaching Personal Social Responsibility (TPSR) lebih baik dibandingkan dengan model cooperative learning dalam mengembangkan sikap toleransi siswa pada pembelajaran pendidikan jasmani 

Model Latihan Passing Bawah Bola Voli Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama

Journal Sport Area Vol 3 No 2 (2018): Desember
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.024 KB)

Abstract

This research and development design used two instruments to gather qualitative and quantitative data such as questionnaire and underhand pass of Volleyball test. There were 10 stages of this research; (1) need analysis (2)prototype product model (3) developing product and implementation stages (4) expert validation (5) revision (6)expended field testing(7) product revision (8) operational field testing (9) final product (10) spreading product widely. The effectiveness test through pre-test got mean score about 51.00 and post-test got mean score about 72.05, so it can be concluded that developingexercise model of underhand pass of volleyball had improvement which was proved by comparing the result of students’ pre-test and post-test significantly. As conclusion, this model is acceptable to use for Volleyball exercise in junior high school level.