Articles

Found 3 Documents
Search

Improving Quality of Service Interaction Pattern Related Government, Tourism, and Society Aprianti, Agus; Firli, Anisah
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.249 KB)

Abstract

Abstract. Indonesia is an archipelago country that has diverse cultures and plentiful natural resources. There is no denying that this gives a special attraction for local and international tourists to see and witness the event held on the unique culture that spread across regions in Indonesia. In addition to the typical Indonesian cultural event, frequently an important event was also held in Indonesia, both events at regional, national, to international. Event held in Indonesia is also very diverse, such as musical performances, sports, cultural tourism, education, and others. There is a fundamental problem that the pattern of interaction between the government, tourists, and society not yet optimal and this study attempts to explore patterns of interaction between the government, tourists and society; obstacles encountered related patterns of interaction between the government, tourists and society; as well as how to improve the quality of tourism services. The methodology used in conducting this study is to collect data from the literature with a qualitative approach (case study in Lombok Tourism). After discovered the pattern of interaction and how improve the quality of service, the next step will be adopted the concept of social media interaction engineering considerations in the digital age that utilize social media among government, tourists, and society. Keywords : Interaction Pattern; Management, Quality of Service;
Analisis Financial Distress dengan Menggunakan Metode Altman , Ohlson, Dan Fulmer Untuk Memprediksi Kebangkrutan Serta Kesesuaian Dengan Opini Auditor Ilmi, Ajie Bahrul; Norita, Norita; Firli, Anisah
SOSIOHUMANITAS Vol 18 No 2: Agustus 2016
Publisher : SOSIOHUMANITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial di stress  adalah situasi dimana suatu perusahaan menghadapi masalah  kesulitan keuangan yang dapat berdampak kebangkrutan.  Penelitian ini membahas  tentang kondisi keuangan perusahaan dan kesesuaiannya dengan opini auditor. Jenis  penelitian ini adalah  deskriptif komparatif. Populasi pada penelitian ini adalah  perusahaan sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia  tahun 2009 - 2014. Dalam menganalisis kondisi keuangan , penelitian ini memakai tiga  metode prediksi yaitu Metode Altman , Ohlson dan Fulmer. Hasil penelitian  menunjukan bahwa menurut metode Altman  terdapat enam perusahaan yang  mengalami  financial distress . Sedangkan menurut Ohlson semua perusahaan  pertambangan batu bara dalam kondisi  safe zone . Lain halnya dengan  metode  Ful mer  yang mengindikasikan ada sembilan perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Dari  ketiga metode tersebut, metode Ohlson memiliki tingkat kesesuaian terhadap opini  auditor tertinggi yaitu 98%, sedangkan Altman sebesar 50% dan Fulmer 42%.
ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN DENGAN MODEL ALTMAN, SPRINGATE, OHLSON, DAN GROVER PADA PERUSAHAAN DI SEKTOR PERTANIAN BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011 – 2015 Oktaviandri, Annisa; Firli, Anisah; iradianty, Aldilla
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol 15 No 1 (2017): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.814 KB) | DOI: 10.34010/miu.v15i1.278

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor utama yang terdaftar dalam Bursa EfekIndonesia (BEI). Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang lesu memberikandampak terhadap kinerja perusahaan di sektor pertanian, dibuktikan denganmenurunnya konstribusi sektor pertanian terhadap PDB Indonesia danmenurunnya indeks saham sektor pertanian. Kondisi tersebut dikhawatirkanakan mendorong perusahaan di sektor pertanian kepada kebangkrutan,sehingga diperlukan adanya early warning bagi perusahaan agar dapatmengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi dengan menggunakan modelprediksi kebangkrutan.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan empat model prediksikebangkrutan, yaitu model Altman, Springate, Ohlson, dan Grover sebagaiprediktor terbaik dalam menganalisis kebangkrutan pada perusahaan di sektorpertanian yang terdaftar di BEI periode 2011-2015.Jenis penelitian dilakukan dengan cara deskriptif verifikatif. Populasi yangdigunakan adalah perusahaan yang bergerak di sektor pertanian yang terdaftardi BEI periode 2011-2015. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakanmetode non-probality sampling dengan pendekatan purposive sampling dandidapatkan 14 perusahaan untuk dijadikan sampel penelitian. Uji hipotesisdilakukan dengan menggunakan paired t-test dan tingkat kesesuaian. Hasilanalisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara beberapa modelprediksi dan model prediksi terbaik adalah model Grover dengan tingkatkesesuaian sebesar 82,86%.