Hayati, Ida
STIKES Wiyata Husada Samarinda

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

DETEKSI DINI PENYIMPANGAN EMOSIONAL PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN ., Risnawati; Hayati, Ida; ., Mariani
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan saat ini di negara Indonesia.Derajat kesehatan anak mencerminkan derajat kesehataan bangsa.Sehingga masalah kesehatan anak menjadi prioritas agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal baik secara fisik maupun psikologis.Salah satu dari masalah anak secara psikologis adalah masalah mental emosional yang dapat mengakibatkan gangguan emosi dan mental yang tidak sehat dimana salah satu faktor penyebabnya adalah pola asuh orangtua.Untuk mengetahui gambaran metode koesioner masalah mentalemosional untuk mendeteksi dini penyimpangan mental emosional pada anak usia 4-6 tahundi TK Negeri 1 Samarinda.Desain penelitian ini adalah studi Deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan umtuk memberikan gambaran suatu fenomena yang terjadi.Penelitian ini menggunakan subyek penelitian yaitu orang tua murid usia4-6 tahun.Dengan menggunakan alat ukur Quisioner, KMME.Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat.Penelitian ini didapatkan mayoritas anak tidak mengalami masalah mental emosional (normal) sebanyak 67 anak (63.2%) dari 106 responden, anak dengan perkembangan yang meragukan sebanyak 20 anak (18.9%) dari 106 responden dan anak dengan perkembangan yang menyimpang sebanyak 19 anak (17.9%) dari 106 responden. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi masalah mental emosional pada anak usia 4-6 tahun di TK Negeri 1 Samarinda adalah pola asuh orang tua, lingkungan, status gizi, sosial budaya, keluarga dan faktor internal (dari dalam diri) serta faktor ekternal dapat mempengaruhi tumbuh kembang, psikologi mental emosional anak usia 4-6 tahun di TK Negeri 1 Samarinda. Penulis memberikan saran kepada Sekolah terkait KMME (Koesioner Masalah Mental Emosioanal) dapat dijadikan salah satu pilihan alat dalam melakukan deteksi dini masalah perkembangan anak, sehingga diharapkan agar sekolah melakukan deteksi dini secara rutin sehingga kegiatan stimulasi terhadap anak bisa lebih akurat.  
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA IBU PRIMIPARA Norhapifah, Hestri; Hayati, Ida; Ariningtyas, Yosi Arum
Jurnal Medika : Karya Ilmiah Kesehatan Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jmkik.v3i2.43

Abstract

Perineal laceration is an indirect cause of maternal deaths worldwide due to lead to the occurrence of postpartum haemorrhage. Controlling the release of the baby's head is gradually and carefully to reduce excessive strain (tear) in the vagina and perineum. The size of the average head depending on the size (weight) of the fetus (Purposari, 2010). The method in this study using analytic survey with cross sectional approach. The sampling technique consecutive sample with a sample of 62 women giving birth the first time. Data was analyzed using bivariate analysis stage using chi-square test. Results correlation with birth weight rupture perineum with bivariate analysis results obtained value p-value of 0.00 and RR 9.52 (95% CI: 1.37 to 66.0) which means that birth weight <3500 g had a 9.52 times greater risk for not rupture compared with birth weight ≥ 3500 g.