Putra, Donny Heansyah
Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Limbah Pulp Kopi dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu Bokasi Putra, Donny Heansyah; Muzaifa, Murna; irfan, Irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.653 KB)

Abstract

Abstrak : Bokasi adalah pupuk organik yang dapat dibuat menggunakan bahan atau limbah organik seperti kotoran hewan, abu sekam, serbuk gergaji dan dedak. Pada daerah penghasil kopi seperti Dataran Tinggi Gayo – Kabupaten Aceh Tengah, pulp kopi merupakan limbah yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan bokasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah persentase pulp kopi (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 =0%, A2 = 15%, A3 = 30%, dan A4 = 45%. Anak petak adalah lama fermentasi (F) yang terdiri dari 3 taraf yaitu F1 = 0 hari, F2 = 10 hari,  dan F3 = 16 hari. Bokasi dibuat dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) sebanyak 2.5% yang dibuat dari limbah buah pepaya, pisang dan air cucian beras. Analisis total mikroba, temperatur, unsur N, dan uji pertumbuhan tanaman dilakukan pada masing-masing satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah pulp kopi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi hingga proporsi 30% dari jumlah bahan baku bokasi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah mikroba (21,30 CFU/ml), unsur N (1.19%), unsur C, Rasio C/N, Temperatur, Ph, dan suhu akhir fermentasi bokasi (31.53oC). Selain itu, berdasarkan uji pertumbuhan tanaman, proporsi ini juga lebih baik dibandingkan dengan satuan percobaan lainnya, bokasi standard, maupun top soil.THE EFFECT OF ADDITION OF COFFEE PULP AND OLD FERMENTATION ON QUALITY OF BOKASI Abstract : Bokashi is an organic fertilizer that can be made using organic materials or wastes such as animal waste, husk ash, sawdust and bran. In coffee-producing areas like the Gayo Highlands - Central Aceh District, coffee pulp is a potential waste to be used as a raw material for bokashi making. This research used Split Plot Design. The main plot was the percentage of coffee pulp (A) consisting of 4 levels which were A1 = 0%, A2 = 15%, A3 = 30%, and A4 = 45%. The subplot was the fermentation length (F) consisting of 3 levels which were F1 = 0 days, F2 = 10 days, and F3 = 16 days. Bokashi was made with the addition of local microorganisms (MOL; 2.5%) which was made from papaya fruit waste, banana and rice washing water. Total microbial analysis, temperature, N elements, and plant growth test were performed on each experimental unit. The results showed that coffee pulp waste can be utilized in bokashi making up to 30% proportion of bokashi raw material amount. This can be seen from the high number of microbes (log 21,30 CFU/ml), N elements (1.19%), elements C, Ratio C/N, pH, temperatur and the final temperature of bokashi fermentation (31.53 °C). In addition, based on plant growth test, this proportion is also better than other unit of experiment, standard bundle, and top soil.