Rukihati, Rukihati
BATAN

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS CUPLIKAN LINGKUNGAN DAN BAHAN GEOLOGI DENGAN INDUCTIVELY COUPLED PLASMA-MASS SPECTROMETRY. Rukihati, Rukihati; Saryati, Saryati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.861 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4829

Abstract

ANALISIS CUPLIKAN LINGKUNGAN DAN BAHAN GEOLOGI DENGAN INDUCTIVELY COUPLED PLASMA-MASS SPECTROMETRY. Inductively coupled plasma-mass spectrometry (ICP-MS) adalah teknik analisis multi unsur untuk menentukan unsur dan isotop yang terkandung di dalam berbagai jenis sampel. Lebih dari 90% unsur-unsur yang tercantum dalam tabel periodik dapat ditentukan dengan menggunakan ICP-MS, termasuk logam alkali, logam transisi, dan unsur tanah jarang. Informasi tentang kelimpahan isotop dan perbandingan isotop dapat diperoleh dengan teknik ini. Sejak 1990, di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tenaga Nuklir, BATAN Serpong telah diinstal seperangkat sistem ICP-MS SCIEX ELAN Model 250. Alat ini telah digunakan untuk: Penentuan unsur kelumit dari cuplikan lingkungan, penentuan unsur-unsur yang terkandung dalam partikulat udara, penentuan unsur-unsur tanah jarang dalam cuplikan geologi, serta penentuan nisbah isotop (isotope ratio) Pb dan Sr dalam bahan acuan standar (SRM = standard reference materials) dan yang terkandung dalam bahan geologi. Semua cuplikan dilarutkan dengan campuran asam (HNO3, HClO4 dan HF) menggunakan microwave dan larutan akhir dalam media HNO3 1%. Larutan cuplikan dimasukkan ke dalam plasma, pengumpulan data dari masing-masing cuplikan dalam kurun waktu hampir seperempat jam. Simpangan baku relatif (RSD = relative standard deviation) pengukuran ICP-MS terhadap cuplikan lingkungan adalah dalam kisaran 0,7 % sampai dengan 4,1 %. Hasil penentuan konsentrasi unsur tanah jarang dalam bahan standar geologi (Canadian Certified Reference Standard Rock) adalah dalam kisaran konsentrasi harga sertifikat. Simpangan baku relatif penentuan nisbah isotop Pb dan Sr dalam dalam bahan geologi berkisar antara 0,3 % sampai dengan 4,4 %. Pada umumnya, simpangan baku relatif penentuan nisbah isotop adalah kurang dari 5 %.
PERBANDINGAN NAA DENGAN ICP-MS UNTUK ANALISIS UNSUR KELUMIT DALAM BERBAGAI JENIS BAHAN Rukihati, Rukihati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.594 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4873

Abstract

PERBANDINGAN NAA DENGAN ICP-MS UNTUK ANALISIS UNSUR KELUMIT DALAM BERBAGAI JENIS BAHAN. NAA (Neutron Activation Analysis) dan ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) adalah dua metode analisis multi-unsur untuk menentukan unsur-unsur kelumit (trace elements) dalam suatu bahan pada tingkat konsentrasi ppb (part perbillion = 10-7 %) atau kurang. Kedua metode ini mempunyai kelebihan spesifik, dan dapat dipilih untuk keperluan analisis bahan tertentu. Tidak seperti ICP-MS, NAA tidak bergantung pada matriks, dan tidak bergantung pada pengkalibrasi. ICP-MS masih terus dikembangkan dan banyak diminati untuk analisis rutin. Sedangkan NAA masih tergolong penting sebagai metode acuan yang mempunyai ketepatan dan ketelitian tinggi.
PENGEMBANGAN KIMIA AIR PENDINGIN REAKTOR Saryati, Saryati; Rukihati, Rukihati; Sutisna, Sutisna; Supardi, Supardi; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 3: JUNI 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.689 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.3.4835

Abstract

PENGEMBANGAN KIMIA AIR PENDINGIN REAKTOR. Pengelolaan kimia air pendingin yang meliputi pengamatan kandungan ion-ion dalam air, perilaku korosi logam-paduan logam dalam air serta proses pemurnian air pendingin sangat mendukung dalam pemeliharaan keselamatan reaktor nuklir. Dalam penelitian ini telah dipelajari beberapa metode voltametri untuk penentuan ion-ion Cu ,Cd ,Pb ,Zn, Fe dan Mn dalam air, serta unjuk kerja zeolit alam dalam mengadsorpsi ion-ion tersebut sebagai langkah awal dalam pengembangan kimia air pendingin reaktor nuklir. Unjuk kerja metode voltametri untuk penentuan ion-ion tersebut adalah prosen perolehan kembali berkisar (94,39 - 102,66)% dengan simpangan baku relatif (RSD) berkisar (1,62 - 9,23) %. Zeolit alam tanpa aktivasi secara kimia dapat menyerap ion-ion yang dipelajari dengan baik, dengan prosen penyerapan di atas 85%, kecuali untuk Zn hanya 44% dan Mn hanya 21%. Aktivasi dengan NaOH atau KOH dapat meningkatkan daya serap zeolit terhadap Zn dan Mn sampai di atas 80%, sedangkan aktivasi dengan HCl umumnya menurunkan daya serap kecuali untuk Pb dan Fe. Aktivasi dengan NH4Cl dapat menaikkan daya serap terhadap Zn di atas 80% dan Mn di atas 60%.
STUDI ABSORPSI Fe DALAM TUBUH ANAK MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN ISOTOP. Rukihati, Rukihati; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 3: JUNI 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.957 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.3.4836

Abstract

STUDI ABSORPSI Fe DALAM TUBUH ANAK MENGGUNAKAN METODE PERBANDINGAN ISOTOP. Isotop stabil adalah bahan yang sangat berguna dalam penelitian absorpsi dan metabolisme nutrien anorganik dalam tubuh manusia. Prinsip dasar studi dengan isotop ini adalah menambahkan isotop stabil yang kelimpahannya rendah setelah diperkaya kedalam makanan. Dalam studi ini isotop stabil besi : 57Fe dan 58Fe digunakan sebagai perunut untuk mempelajari absorpsi Fe dalam tubuh anak. Perunut diberikan bersama susu sapi dan bersama jus apel. Perbandingan isotop Fe ditentukan menggunakan. ICP-MS (inductively coupled plasma-mass spectrometer) yang dilengkapi dengan ETV (elctrothermal vaporization) untuk pemasukan sampel. Pemasukan sampel menggunakan ETV mereduksi gangguan ion-ion poliatom, terutama gangguan terhadap 57Fe dari ion poliatom (40Ar16O1H). Diperoleh hasil bahwa absorpsi Fe oleh anak secara nyata lebih besar (13,8 ± 3,8 %) bila diberikan bersama-sama jus apel dari pada bila diberikan bersama-sama susu sapi (5,8 ± 1,3 %).
PENGARUH COUPLING AGENT PADA KARAKTERISTIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT (SrM/BaM) DENGAN PEREKAT POLIESTER DAN EPOKSI Sudirman, Sudirman; Ridwan, Ridwan; Mujamilah, Mujamilah; Karo, AIoma Karo; Handayani, Ari; Rukihati, Rukihati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1796.203 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5091

Abstract

PENGARUH COUPLING AGENT PADA KARAKTERISTIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS HEKSAFERIT (SrM/BaM) DENGAN PEREKAT POLIESTER DAN EPOKSI. Magnet komposit merupakan gabungan antara serbuk magnet heksaferit dan bahan pengikat bukan magnetik seperti polimer. Magnet komposit dikembangkan untuk memperoleh bahan magnet yang ringan, elastis dan murah. Pada penelitian ini, digunakan perekat berupa polimer termoset yaitu epoksi dan poliester dengan serbuk magnet heksaferit SrM dan BaM. Disamping itu juga dipelajari pengaruh penambahan coupling agent terhadap sifat mekanik, kekerasan dan strukturmikro magnet kompositnya. Pembuatan magnet komposit dilakukan dengan mencampurkan polimer epoksi atau poliester dengan variasi fraksi volume serbuk heksaferit SrM (SrF12O19) atau BaM (BaFe12O19) sebesar 40, 50 dan 60% v/v yang sebelumnya ditambahkan coupling agent Tetra Isopropil Titanate sebanyak mL atau 10 mL. Selanjutnya dilakukan karakterisasi sifat mekanik (kekuatan tarik), kekerasan dan strukturmikronya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sifat mekanik (kekuatan tarik) dan kekerasan magnet komposit berbasis heksaferit dengan perekat poliester atau epoksi mengalami kenaikan dengan bertambahnya komposisi (%v/v) serbuk magnet baik SrM maupun BaM, dikarenakan strukturmikro ukuran partikel serbuk SrM sebesar 1.6 um dengan bentuk serpihan sedangkan BaM berbentuk nodular dengan ukuran partikel sebesar 1,2 um. Perekat polimer epoksi mempunyai harga kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih besar dibandingkan dengan magnet komposit berbasis poliester, baik dengan serbuk SrM maupun dengan serbuk BaM. Penambahan coupling agent sangat berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan kekerasan magnet komposit dan semakin banyak coupling agent yang ditambahkan maka semakin besar harga kekuatan tarik dan kekerasan dari magnet kompositnya.
ANALISIS SIFAT KEKUATAN TARIK, DERAJAT KRISTALINITAS DAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA-PASIR Sudirman, Sudirman; Karo, Aloma Karo; H., Ari; Sugeng, Bambang; Rukihati, Rukihati; Mashuri, Mashuri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1666.012 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4916

Abstract

ANALISIS SIFAT KEKUATAN TARIK, DERAJAT KRISTALINITAS DAN STRUKTURMIKRO KOMPOSIT POLIMER POLIPROPILENA-PASIR. Telah dilakukan modifikasi bahan berbasis polimer menjadi komposit polimer dengan menambahkanfiller. Sifat mekanik berupa kekuatan tarik, derajat kristalinitas dan strukturmikro dari komposit polimer berbasis polipropilena denganfiller pasir telah diteliti. Pembuatan komposit polimer dalam penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan matriks berupa polipropilena melt flow (MF) 2 atau polipropilen melt flow (MF) 10 dengan filler pasir di dalam alat labo plastomill. Komposisi pasir yang diberikan bervariasi yakni 10%v/v, 30%v/v, 40%v/v dan 50 %v/v. Kemudian dicetak berbentuk lembaran film dan dilakukan karakterisasi meliputi sifat kekuatan tarik, derajat kristalinitas dan strukturmikro. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan fraksi volume pasir didalam komposit polimer mengakibatkan nilai tensile strengthnya berkurang sesuai dengan pengamatan strukturmikro yang menunjukkan daerah matriks mengalami deformasi plastis (retakan terbanyak) danfillernya terdeformasi elastis sehingga mekanisme penguatan olehfiller tidak tercapai sesuai dengan harapan (teori Danusso dan Tieghi). Untuk komposisi lebih besar dari 30 firaksi volumefiller, harga tensile strength polipropilena MF 10 lebih besar daripada polipropilena MF2, hal ini dikarenakan adanya plastisitas didalam polipropilena MF 10. Untuk komposisi di bawah 30 % fraksi volumefiller, polipropilena MF 2 mempunyai nilai tensile strength yang lebih besar daripada polipropilena MF 10, hal tersebut dikarenakan polipropilena MF 2 mempunyai derajat kristalinitas yang lebih besar.
PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM Saryati, Saryati; Sutisna, Sutisna; Rukihati, Rukihati; Z, Wildan; Wahyudianingsih, Wahyudianingsih; Suprapti, Siti; Sumarjo, Sumarjo; Istanto, Istanto; Handayani, Ari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.432 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5084

Abstract

PEMBUATAN KOMPOSIT ARANG AKTIF-ZEOLIT- CMC SEBAGAI BAHAN PENYARING PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM. Telah dibuat bahan untuk pengolahan air minum dengan sitem catu, komposit arang aktif-zeolit dengan karboksi metil selulosa (CMC) sebagai pengikat. Komposisi komposit yang optimum, yang diukur dari kemampuannya menjerap Fe dan MB (biru metilena), adalah l gram arang aktif, 2 gram Mn-zeolit dan O,l gram CMC. Dibandingkan dengan komposit arang aktifzeolit - bentonit dan komposit arang aktif-zeolit - kaolin, penjerapan terhadap ion Fe oleh komposit arang aktif-zeolit -CMC adalah rendah. Komposit arang aktif-zeolit CMC telah diaplikasikan dalam pengolahan air sumur dan air kran. Untuk lOO mL air sumur digunakan l gram komposit dikoeok selama 15 inenit dan diamati kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air sebelum dan sesudah perlakuan. Terlihat bahwa komposit tersebut menurunkan kandungan Fe, Cd, Pb dan bakteri coli dalam air. Kandungan Cd dan Fe turun lOO %, kandungan Pb turun (47,5- 100)%, dan kandungan bakteri coli turun dalam skala l03 sampai 105.
ANALISIS DIMENSI DAN SIMILARITAS PADA SINTESIS MICROSPHERE POLIMER BERBASIS POLILAKTAT Gunawan, Indra; K., Aloma K.; Rukihati, Rukihati; Sudaryanto, Sudaryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Edisi Khusus, Oktober 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.331 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5067

Abstract

ANALISIS DIMENSI DAN SIMILARITAS PADA SINTESIS MICROSPHERE POLIMER BERBASIS POLILAKTAT. Telah dipelajari analisis bilangan tak berdimensi dan konsep similaritas pada pembuatan microsphere berbasis polilaktat (PLA). Hubungan teoritis diameter microsphere yang dipengaruhi kecepatan pengadukan dapat diramalkan dari analisis matematis mengikuti konsep similaritas. Sedangkan korelasi empiris hubungan antara diameter microsphere dengan bilangan Weber diturunkan menggunakan analisis dimensi dari variabel yang berpengaruh pada sintesis, dengan melakukan serangkaian percobaan untuk memperoleh butir microsphere pada variasi kecepatan pengadukan, dan variabel lain dibuat tetap. Persamaan empiris yang diperoleh berbentuk ln (dm/dF) = 0,5151 ln (We) - 0,4788, bermanfaat untuk meramalkan diameter microsphere sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Karakterisasi butir microsphere dengan menggunakan peralatan Simultaneous Thermal Analysis menunjukkan PLA mengalami peleburan pada suhu 168,4 oC hingga 191,6 oC dan titik dekomposisi 350,7 oC. Pengujian X-Ray Diffractometer menunjukkan bahwa telah dapat dibuat pengungkungan Holmium didalam microsphere PLA dengan kandungan sebesar 86,23 %. Uji biodegradibilitas dengan melihat perubahan berat molekul dengan Gel Permeability Chromatography menunjukkan PLA mengalami degradasi sempurna diperkirakan setelah 89 minggu.
KARAKTERISASI TERMAL KOMPOSIT HEKSAFERIT (BaM) DENGAN MATRIKS POLIMER Sugiantoro, Sugik; Sudirman, Sudirman; K., Aloma K.; Rukihati, Rukihati
Jurnal Sains Materi Indonesia Edisi Khusus, Oktober 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.764 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5179

Abstract

KARAKTERISASI TERMAL KOMPOSIT HEKSAFERIT (BaM) DENGAN MATRIKS POLIMER. Penggunaan bahan magnet komposit heksaferit banyak dijumpai pada peralatan listrik dan elektronika seperti switching thermistors dan switch break, yang penggunaannya dengan arus tinggi dapat menimbulkan efek panas sehingga perlu dipelajari sifat termal dari matriks polimer komposit tersebut. Karakterisasi dilakukan dengan cara setiap sampel dicuplik dengan berat ± 25 mg dimasukkan ke dalam krusibel alumina kemudian dipanaskan hingga 500 oC dengan kecepatan pemanasan 20 oC per menit menggunakan alat Simultaneous Thermal Analysis (STA). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa matriks vinilester dan epoksi mempunyai sifat termal yang hampir sama, jika dilihat dari suhu awal dekomposisinya epoksi dan vinil ester memiliki ketahanan termal lebih baik dari polietilen yaitu sekitar 396,3 oC dan puncak dekomposisi epoksi 480,5 oC.
PENENTUAN Cu, Cd ,Pb DAN Zn DALAM BAHAN BIOLOGI DENGAN METODE VOLTAMETRI Saryati, Saryati; Rukihati, Rukihati; Sutisna, Sutisna; Wahyudianingsih, Wahyudianingsih; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Material - National Nuclear Energy Agency of

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.122 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2004.5.2.5225

Abstract

PENENTUAN Cu, Cd, Pb DAN Zn DALAM BAHAN BIOLOGI DENGAN METODE VOLTAMETRI. Telah dilakukan analisis Cu, Cd, Pb dan Zn dalam bahan biologi dengan metode voltametri. Dipelajari digesti (digestion) bahan biologi dengan campuran asam nitrat pekat dan perklorat, campuran asam nitrat pekat dan perklorat dan H2O2 serta digesti menggunakan gelombang mikro. Digunakan teknik Square Wave Anodic Striping Voltammetry dengan perangkat peralatan polarografi EG & G PAR M 384 B yang dilengkapi dengan SMDE EG & G PAR M 303 A. Untuk pengujian metode digunakan bahan biologi standar apple leave SRM-I 515, copepot SRM-MA-A-I TM dan bovin liver SRM l5 77b. Metode ini diaplikasikan pada analisis bahan sayuran. Terlihat bahwa digesti dengan campuran asam nitrat pekat dan perklorat pekat memberikan hasil lebih rendah dari harga sertifikat dengan recovery (38,00-87,52) %, digesti dengan penambahan H2O2 memberikan hasil lebih baik dengan recovery (84,42-104,48)% demikian pula digesti dengan gelombang mikro dengan recovery (98,4-107,2)%. Berdasarkan uji t dari data analisis dapat dinyatakan bahwa degesti dengan campuran asam nitrat dan perklorat serta H2O2 dan digesti dengan menggunakan gelombang mikro tidak berbeda nyata. Semua jenis sayuran yang diamati mengandung Cd (2,1-5,79) μg/g, Pb (1,57-4,99) μg/g, Cu (16,81-55,0) μg/g dan Zn (53,3-179,0) μg/g.