Sanusi, Ihsan
IAIN Batusangkar
Articles
2
Documents
Membangun Keberdayaan Perempuan Single Parent di Batu Hampa Kabupaten Pesisir Selatan

Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : State Institute for Islamic Studies Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.763 KB)

Abstract

This article is to describe and analyze the aspirations and needs of single parent women in the context of empowerment through religious education and entrepreneurship and to analyze patterns of empowering entrepreneurial religious education that are relevant for single parents. This research was conducted by using  Participatory Action Research (PAR). The techniques include: transects, interviews and Focus Group Discussion (FGD). Factors that cause the low management and utilization  in Batu Hampa Village are: economic factors - limited capital, and intermediary factors that facilitate and allow the rooted inability of single parent women and Low Human Resources of single parent women.

GLOBALISAI MELAYU: Peluang dan Tantangan Membangun Identitas Melayu dalam Konteks Modernitas

Tarbawiyah Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 02 (2017): Jurnal Tarbawiyah
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.917 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang globalisasi Melayu. Sebenarnya apa yang disebut orang Melayu bukanlah suatu komunitas etnik atau suku bangsa sebagaimana dimengerti banyak orang dewasa ini. Sudah saatnya orang Melayu secara kolektif membenahi pandangannya tentang Melayu dengan cara membangun paradigma yang berbeda dalam tataran horizontal melalui perspektif yang tidak sempit lokaisme, karena Melayu itu adalah sesuatu yang tidak tunggal (heterogen). Dalam identifikasi dan revitalisasi Melayu itu sesungguhnya dibutuhkan dukungan dari berbagai komponen, baik intelektual dan ahli, maupun para pemegang dan pengambil kebijakan di beberapa Negara rumpun Melayu. Dengan demikian diharapkan lahirnya semacam aliansi strategis antara Melayu dalam rangka mengembangkan Iptek, politik, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain. Sehingganya, dalam konteks modernitas peradaban Melayu yang telah menemukan jati dirinya akan menjadi lebih maju sekaligus akan mampu mempengaruhi peradaban besar dunia—kalau bisa membalikkan keadaan dari yang ter-hegemoni menjadi budaya yang meng-hegemoni.