Zahroh, Roihatul
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH SLOW DEEP BREATHING TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA ( Effect Of Slow Deep Breathing To Decrease Rate Leather Patients Pre Operations Sectio Caesarea ) Zahroh, Roihatul; Maslahatul, Dewi
JURNAL NERS LENTERA Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL NERS LENTERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.486 KB)

Abstract

Introduction: Anxiety is an unpleasant and unjustified fear that is often accompanied by physiological symptoms. Slow deep breathing is a conscious action to regulate deep and slow breathing that can have a relaxing effect. Doing slow deep breathing is one type of nonfarmakologis therapy that serves to relax and decrease the level of anxiety. The purpose of this study was to analyze the effect of slow deep breathing on decreasing the anxiety level of patients with preoperative sectiocaesarea.Slow deep breathing techniques done with draw breath slowly, in maximum, next hold the breath for 3 seconds then exhaled slowly (over 10 x permenit). Methods: This research uses One Group Pre test-Post test design. Samples taken as many as 46 respondents by using Purposive Sampling. The independent variables are slow deep breathing and the dependent variable decreases the anxiety level of the patients with preoperative sectiocaesarea. Results: This research data is taken by using observation and interview.The result of Wilcoxon signed rank test statistic in getting the result of decrease of anxiety level (ρ = 0,000) means that there is influence of slow deep breathing to decrease of anxiety level of patient pre operation sectiocaesarea. Discussion: Provision of slow deep breathing is needed for decreased anxiety. Slow deep breathing in addition to decreasing anxiety can also cause immediate psychological effects that can help give a relaxed feeling, relieve tension and relax.
BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN STRES PADA PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL Zahroh, Roihatul; Suhartoyo, Suhartoyo
Journals of Ners Community Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.647 KB)

Abstract

ABSTRAK Layanan perawatan yang berkualitas ditentukan oleh rasio antara total pasien dan perawat yang sesuai. Sumber daya manusia sedikit pada setiap bagian, akan mempengaruhi beban kerja dan lingkungan kerja perawat. Stres yang dirasakan perawat dalam bekerja, menyebabkan perubahan baik secara fisik, psikologis dan perilaku perawat terhadap kinerja perawat dalam memberikan asuhan perawatan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan lingkungan kerja perawat dengan stres perawat yang bekerja di Instalasi Bedah Sentral RSUD Ibnu Sina Gresik.Desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 20 sampel yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data diolah dan dianalisis dengan menggunakan korelasi spearman rank  disajikan dalam bentuk tabulasi silang dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05.Hasil uji statistik beban kerja menunjukkan ρ= 0,001, dan lingkungan kerja menunjukkan ρ= 0,011. Hal ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara beban kerja dan lingkungan kerja dengan tingkat stres perawat di bedah operasi instalasi.Peningkatkan kualitas pelayanan dalam mengelola pasien diharapkan sesuai dengan standard praktek asuhan keperawatan yang telah ditetapkan. Penelitian yang lebih banyak tentang faktor penyebab stres perawat dalam bekerja akan meningkatkan kinerja perawat. Kata kunci: Beban Kerja, Lingkungan Kerja, dan Stres. ABSTRACT Service to qualified care over and above at determinative by outgrows it ratio among totals patient but gets becuase among work load and nurse work envoronment. Since it can trigger nurse stress step-up that working, with crescent in height stress causes to arise it good phenomenas physically, psychological and behavioral nurse which on eventually gets ascendant on nurse performance in give upbringing to care to patient. This research intent to know relationship among work load and nurse work environment with nurse stress that work at surgical operation installation Ibnu Sina Gresik General Hospital.Cross-sectional design was used in this study, involving 20 samples who were taken using purposive sampling. Data were collected using questionnaire. Data were processed and analyzed by means of cross-tabulation with Spearmant rho correlation. Coeffisien correlation with level of error of α ≤ 0,05.Results releaved that work load had ρ = 0,001, and work environment had ρ = 0,011. This indicated significant correlation between work load and work environment with stress nurse’s degree at surgical operation instalation.To increase quality of service in managing patient is expected according to standart of nursing care practice which has been specified. It is expected marks sense more research, since is still a lot of factor causativing to increase it working nurse stress at one particular installation at hospital so this research result gets better.Keywords : Work Load, Work Environment and Stress.
PEMBERIAN REBUSAN DAUN KERSEN MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 (Influence Of The Cherry Decoction Leaves Decrease In Blood Glucose Levels) Zahroh, Roihatul; Musriana, Musriana
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.187 KB)

Abstract

ABSTRAK Daun Kersen banyak memiliki manfaat untuk kesehatan, antara lain untuk mencegah pertumbuhan tumor, menjaga fungsi otot jantung, dan mengatasi Diabetes Mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar glukosa darah.Penelitian menggunakan metode pre eksperimental dengan rancangan One Group Pre test-Post test design. Pemilihan sampel menggunakan metode Purposive Sampling.Besar sampel adalah 12 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah  pemberian rebusan daun kersen, variabel dependen dalam penelitian ini adalah penurunan kadar gula darah. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan saat observasi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, analisa data menggunakan uji paired t-test dengan level signifikan  <0,05.Hasil penelitian menyatakan bahwa rata-rata kadar gula darah sesudah dilakukan intervensi menurun sebesar 305.58 menjadi 178.33. Adanya pengaruh pemberian rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah (p  = 0,000).Daun kersen mengandung saponin dan flavonoid yang dapat menghambat penyerapan gula darah dari usus, sehingga karbohidrat tidak banyak diserap oleh usus. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat dijadikan obat herbal  untuk penderita DM. Kata kunci : Daun kersen, Glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACT             Cherry (Muntingia Calabura) have  many benefit for health among others to tumor growth,  function of the heart muscle, and controls diabetes.  Research on benefits the cherry as a diabetes drugs still needed research more deeply. The aim of  this research was to analyzed the influence of  the cherry decoction leaves as a decrease in blood glucose levels.             Research used methods pre experimental to one group pre test-post test design. The selection of the sample used purposive sampling method. With the sample size  was 12 people. The independent variable in this research was the giving of cherry. The dependent variable in this study was the decrease in blood glucose levels. Data collection at the time the research was conducted observation before and after intervention. The data analysed using paired t-test with significance level of  < 0,05.            The results state that the average blood sugar levels after intervention decreased by 305.58 to 178.33 0,000 which means cherry  stew can decrease respondens blood glucose levels. precence influence of  the cherry which are potential as a decrease in blood glucose levels (p = 0,000).            Cherry leaves contain saponins and flavonoid can inhibit blood sugar absorption from the intestines, so that carbohidrate are not absorbed by the gut. Cherry leaf decoction is proven to reduce blood sugar levels and can be used as herbal medicine for people with DM. Keywords : Cherry, Blood Glucose and Diabetes Mellitus type 2DOI : 10.5281/zenodo.1405486
PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION MENINGKATKAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENGENDALIAN GLUKOSA DARAH (Diabetes Self Management Education (DSME) toward Knowledge-Attitude and Control Blood Glucose) Zahroh, Roihatul; Azkiyawati, Mumun
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1902.941 KB)

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang memerlukan pengelolaan tepat dan disiplin guna mencegah komplikasi yang terjadi baik di rumah sakit maupun di rumah. Salah satu aspek yang memegang peranan penting dan efektif dalam pengelolaan diabetes melitus adalah pemberian edukasi dalam bentuk Diabetes Self Management Education (DSME) yang merupakan strategi perawatan mandiri untuk mengoptimalkan kontrol metabolik, mencegah komplikasi, dan memperbaiki kwalitas hidup bagi penderita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) terhadap pengetahuan, sikap, pengendalian glukosa darah  pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre experimental Design One Group Pre Post Test Design. Populasi yang diteliti 34 responden di Ruang Dewasa Umum RS Muhammadiyah Gresik. Teknik sampling menggunakan purposive sampling didapatkan 31 sampel penelitian. Instrumen yang digunakan SAP Diabetes Self Management Education (DSME), lembar kuesioner DSME dan pemeriksaan GDA. Analisis menggunakan uji statistik Wilxocon Signed Rank Test dan Mc.Nemar Test dengan kemaknaan α < 0,05.Hasil penelitian didapatkan pengetahuan cukup 55% meningkat menjadi pengetahuan baik 81%. Peningkatan sikap dari sikap positif 26% meningkat menjadi 68%. Peningkatan pengendalian kadar glukosa darah dari buruk 58% menjadi pengendalian kadar glukosa sedang 64%. Hasil analisis statistik didapatkan nilai ρ=0,000 berarti ada pengaruh penerapan Diabetes Self Management Education terhadap pengetahuan, sikap, dan pengendalian glukosa darah  pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Perawat dapat menjadikan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai bentuk intervensi edukasi mandiri dan protap discharge planning pada pasien DM di Rumah Sakit. Kata Kunci: Diabetes Self Management Education, Pengetahuan, Sikap, Pengendalian glukosa darah. ABSTRACT One aspect that plays an important and effective in the management of diabetes mellitus is the provision of education in the form of Diabetes Self-Management Education (DSME) which is a self-care strategies to optimize metabolic control, prevent complications, and improve quality of life for the sufferer. The research design used in this study was Preexperimental Design One Group Pre Post Test Design. Purposive sampling obtained 31 samples of research. Instruments used form of SAP, sheet questionnaire based Diabetes Self Management Education (DSME) and Random Blood Glucose. Analysis using statistical tests Wilxocon Signed Rank Test and Mc Nemar test. The results showed there was an increase in sufficient knowledge 55% to the knowledge of good 81%. Improved attitude of positive attitude 26% increased to 68%. Increase in the control of blood glucose levels of bad 58% to moderate control glucose levels were 64%. Statistical analysis of the results obtained value of ρ=0.000 means that there is an influence of diabetes self management education (DSME) toward knowledge and attitude in the control of blood glucose levels. Existence of this study are expected in the nurse can make Diabetes Self Management Education (DSME) as a form of self-education intervention and discharge planning as a standard procedure in diabetes patients at the Hospital.  Keywords: Diabetes Self Management Education, Knowledge, Attitude, and Control blood glucose levels.
NYERI DENGAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR Zahroh, Roihatul; Lukitaningsih, Sri
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.626 KB)

Abstract

ABSTRAKNyeri pada tulang sebagai akibat terputusnya kontinuitas jaringan tulang dapatdiperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan sehinggaberpengaruh terhadap kebutuhan istirahat tidur pasien.Desain penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan populasi 23 respondendab besar sampel 20 responden. Analisa data menggunakan uji statistik Spearman Rankdengan tingkat signifikan p 0,05 untuk mengetahui adanya hubungan nyeri dengankebutuhan istirahat tidur pada pasien fraktur femur.Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hasil terdapat hubungan yang sangat kuatantara nyeri dengan kebutuhan istirahat tidur p = 0.00 yang berarti H1 diterima sehinggaada hubungan nyeri dengan kebutuhan istirahat tidur pada pasien fraktur femur.Kesimpulan H1 diterima sehingga ada hubungan nyeri dengan kebutuhan istirahat tidurpada pasien fraktur femur.Kata kunci : Nyeri Tulang, Kebutuhan Istirahat Tidur, Fraktur Femur.ABSTRACTPain in bone as broken effect of continuities of bone network and earn the heavy alsowith the existence of excitement from abundant environment so that influence therequirements take a rest the patient sleep.Design researched use the cross sectional design with the population 23 people,sample 20 responders. Using statistical test spearman rank with the level ofsignificant p 0,05. To know there was correlation of among pain in bone with therequirement takes a rest sleep.After conducted by testing, statistic found a very strong relation, between pain in bonewith the requirement takes a rest sleep p=0.00 mean the H1 accepted so that there arerelations of pain in bone with the requirement takes a rest sleep. With the result of aboveexpected can become the yardstick of quality nurse especially in studying patient.Conclusion H1 accepted by there are relations of pain with requirement take a rest thesleep to fracture femur patients.Keywords : Pain in Bone, Requirement Take A Rest The Sleep, Fracture FemurPatients.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENINGKATKAN MOTIVASI IBU PRIMIPARA DALAM MEMBERIKAN ASI Zahroh, Roihatul; Lestari, Mita Indah
Journals of Ners Community Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.429 KB)

Abstract

ABSTRAKASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi. Petugas kesehatan berkomitmen memberikanpendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif karena dapat meningkatkan motivasi ibudalam menyusui bayi mereka hingga 6 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang manfaat menyusui pada ibu primiparamotivasi menyusui.Desain penelitian adalah pra pendekatan percobaan crosss secsional, denganpopulasi 30 ibu. Sampling dengan teknik simple random sampling dan sampel yangdiperoleh yaitu 28 ibu. Variabel independen yaitu pengaruh pendidikan kesehatan tentangmanfaat menyusui dan variabel terikat yaitu motivasi ibu primapara yang menyusui.Pengambilan data kemudian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diujimenggunakan wilcoxon dengan taraf signifikansi α = 0,05.Hasil yang diperoleh sebelum diberikan pendidikan kesehatan 71% motivasi tinggidan 29% motivasi sedang. Sementara itu setelah memberikan pendidikan kesehatan 96%motivasi tinggi dan 4% motivasi tengah. Berdasarkan hasil Wilcoxon Sign Rank Test ƿ =0,000 mana ƿ <0,05 maka H0 ditolak, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentangmanfaat menyusui pada ibu primipara motivasi menyusui.Pendidikan kesehatan tentang manfaat ASI eksklusif pada ibu primiparamempengaruhi motivasi ibu primipara memberikan ASI eksklusif. Petugas kesehatandiharapkan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu, terutama ibu-ibuprimipara tentang manfaat ASI eksklusif sehingga motivasi menyusui meningkat.Kata kunci: Pendidikan kesehatan, Motivasi, MenyusuiABSTRACTBreast milk is the best nutritions for babies. Health education comitted healthworkers about the importance of exclusive breastfeeding can be done because the mother’smotivasion could be improved in the succes of breastfeeding their infant up to 6 months.The goal of this research was to determine the effect of health education on the benefits ofbreastfeeding on primiparous maternal motivation breastfeeding.The study design was pra experiment approach secsional crosss, with a populationof 30 mothers. Sampling with simple random sampling technique and obtained samples of28 mother. Independent variables namely effect of health education on the benefits ofbreastfeeding and dependent variable that is the primaporous maternal motivasionbreastfeeding. Data retrieval is then performed using a questionnaire wilcoxon sign ranktest with significance level α= 0.05.The results obtained are less before provided health education 71 % highmotivation and 29 % midlle motivation. Meanwhile after providing health education 96 %high motivation and 4 % middle motivation. Based on results Wilcoxon Sign Rank Test ƿ =0.000 where ƿ <0.05 then H0 is rejected, meaning that there is a effect of health educationon the benefits of breastfeeding on primiparous maternal motivation breastfeeding. The health education on the benefits of breasfeeding in primiparous mothersinfluences motivation of exclusive breastfeeding. So the health workers expect to providehealth education to mothers, especially primiparous mothers about the benefits ofbreasfeeding so that the motivation will be increase.Keywords: Health education, Motivation, Breastfeeding
PENYULUHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (Effective Cough Technique Counseling Toward to Decrease Sign and Symptoms Pulmonary Tuberculosis Patients) Zahroh, Roihatul; Prayitno, Suhendrik Adi
Journals of Ners Community Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.583 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penyuluhan teknik batuk efektif adalah pemberian informasi dan pelatihan melakukan batuk efektif untuk mengeluarkan dahak di saluran pernafasan. Tanda dan gejala tuberkulosis paru adalah sesak nafas, produksi dahak, batuk darah, nyeri dada dan wheezing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan teknik batuk efektif terhadap tanda dan gejala pasien tuberkulosis paru.            Penelitian ini menggunakan Pra Eksperimen one group pre post test design. Responden penelitian ini berjumlah 28 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah penyuluhan teknik batuk efektif dan variabel dependen adalah tanda dan gejala tuberkulosis paru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon test dengan signifikansi α< 0,05.            Hasil penelitian didapatkan p=0,000 yang menunjukkan perbedaan pengetahuan, kemampuan batuk efektif, tanda dan gejala pasien sebelum dan sesudah penyuluhan. Hal ini berarti bahwa ada pengaruh penyuluhan batuk efektif terhadap penurunan tanda dan gejala pasien tuberkulosis paru.            Penyuluhan teknik batuk efektif dapat digunakan sebagai salah satu tindakan mandiri perawat dalam meningkatkan upaya kesembuhan pasien tuberkulosis paru. Kata Kunci: Penyuluhan batuk efektif, Tuberkulosis paru ABSTRACT The effective cough technique counseling was providing information, training techniques for effective cough out phlegm in the respiratory tract. Signs and symptoms of pulmonary tuberculosis are dispneu, sputum, blooding cough, chest pain, and wheezing.The purpose of this study was to evaluate the effect of techniques effective technique’s counseling toward cough signs and symptoms of pulmonary tuberculosis patients.This study used a pre experimental one group pre post test design. Sample were recruited using purposive sampling, taken according to inclusion criteria with sample size of 28 people who had pulmonary tuberculosis at Ibnu Sina Hospital. The independent variables in this study were cough effective counseling techniques and the dependent variables are the signs and symptoms of pulmonary tuberculosis patients. Data collection using questionnaires and observation, then analyzed using the Willcoxon test with significant ρ < 0.05.From the test results obtained statistical ρ value of the variable level of knowledge with 0.000 X1 = 1.46 and X2 = 2.29 which shows that there was the different between the patient’s knowledge in pre and post test. In the variable ability to effectively cough technique ρ 0.000 X1 = 1.43 and X2 = 2.93 which shows that there was the different of patient’s ability to effective cough in pre and post test. . And variable signs and symptoms of pulmonary tuberculosis ρ 0.000 patients with X1 = 1.82 and X2 = 2.64 which shows there is there is the despent the sign and symptom in patient with pulmonary tuberculosis. From the result can cleared that there is the effect of the effective cough techniques counseling toward to decrease the sign and symptoms of pulmonary tuberculosis, so that needed to increase the effective cough techniques counseling in health instantion or in non-health instantion to decrease the sign and symptom of pulmonary tuberculosis. Keywords: Effective cough technique counseling , Pulmonary tuberculosis
KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN JAMKESMAS Zahroh, Roihatul; Rahayu, Siti
Journals of Ners Community Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.172 KB)

Abstract

ABSTRAKKualitas rumah sakit sangat tergantung dari prestasi perawatan atau penilaiankeperawatan. Prestasi keperawatan memberlakukan Jamkesmas kepuasan pasien,khususnya di Rumah Sakit Ruang Cempaka Ibnu Sina Gresik.Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan Desain, termasuk16 perawat sampel dengan teknik total sampling dan 44 Jamkesmas pasien sampel denganpurposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Variabel bebasadalah prestasi keperawatan sedangkan variabel terikat adalah kepuasan pasienJamkesmas. Data diolah dan dianalisa menggunakan korelasi Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara prestasiperawat dan Jamkesmas kepuasan pasien. Berdasarkan uji Chi Square nilai korelasi p =0,000.Penilaian kepuasan adalah indikator bagi perawat untuk menilai kinerja pencapaianperawat. Hal ini baik dan harus ditingkatkan dan dievaluasi secara terus-menerus tanpakepentingan politik dalam karir.Kata kunci: Prestasi Keperawatan, Pasien Jamkesmas, KepuasanABSTRACTHospital quality is very depending of nursing care achievement or nursingassessment. Nursing achievement giving effect to Jamkesmas patients satisfaction,especially in Cempaka Ward Ibnu Sina Gresik Hospital.This research using by Cross Sectional Design Approach, including 16 nursesampel by total sampling technique and 44 Jamkesmas patients sample by purposivesampling. Data collected using questionnaire. Independent variable is nursingachievement while dependent variable is Jamkesmas patients satisfaction. Data processedand anayzed using Chi Square correlation.Result of research indicate that there is significant relation between nurseachievement and Jamkesmas patients satisfaction. Based on Chi Square correlation pvalue= 0.000.Assessment of satisfaction is the eyewear for nurses to assess the performance ofnurse achievement. It is good and should be improved and evaluated on an ongoing basiswithout any political interest in career.Keywords: Nursing achievement, Jamkesmas patients, Satisfaction
EFEKTIFITAS POSISI SEMI FOWLER DAN POSISI ORTHOPNEA TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PASIEN TB PARU Effectiveness of Semi Fowler Position And Orthopnea Position on Decreasing Shoartness of Breath Patient with Pulmonary Tuberculosis (TB) Zahroh, Roihatul; Susanto, Rivai Sigit
Journals of Ners Community Vol 8, No 1 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.483 KB)

Abstract

Penyakit TB Paru ditandai dengan adanya sesak napas. Pemberian posisi semi fowler dan posisi orthopnea dapat membantu pengembangan rongga dada sehingga pasien mengalami penurunan sesak napas. Penelitian ini bertujuan memperjelas efektivitas posisi semi fowler dan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pasien TB Paru. Penelitian ini menggunakan metode Pra-Eksperiment dengan Two-group pre-post test design. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Sample pasien TB paru yang mengalami sesak napas pada bulan Januari-Februari 2016 di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Pengambilan data dengan lembar observasi dan data dianalisis menggunakan pairet t-test dan independent t-test dengan signifikasi p=0,000 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh posisi semi fowler terhadap penurunan sesak napas pasien TB Paru, ada pengaruh posisi orthopnea terhadap penurunan sesah napas pasien TB paru dan ada efektifitas posisi semi fowler dan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pasien TB paru. Pengaturan posisi yang tepat dan nyaman pada pasien adalah sangat penting terutama pasien yang mengalami sesak napas, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa posisi semi fowler lebih nyaman dan lebih mudah dipahami oleh responden akan tetapi posisi orthopnea lebih efektif untuk penurunan sesak pada pasien TB paru dengan ditunjukkan rata-rata penurunan sesak 5 dibandingkan posisi semi fowler dengan rata-rata penurunan sesak 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi orthopnea lebih efektif dibandingkan dengan posisi semi fowler, dan posisi orthopnea lebih dianjurkan untuk pengaturan posisi tidur untuk mengurangi sesak pada pasien TB paru. Kata kunci: Pasien TB Paru, posisi semi fowler, posisi orthopnea, sesak napas. Pulmonary TB disease is characterized by shortness of breath. Semi-fowler position and orthopnea position can help the development of the chest cavity so that patients experience decreased shortness of breath. This study aims to clarify the effectiveness of semi-fowler position and orthopnea position to decrease shortness of breath of pulmonary tuberculosis patients. This research used Pre-Experiment method with Two-group pre-post test design. Sampling technique in this study used consecutive sampling. Sample of pulmonary tuberculosis patients experiencing shortness of breath in November-December 2016 at Muhammadiyah Lamongan Hospital. Data collection with observation sheet and data were analyzed using pairet t-test and independent t-test with significance p = 0,000 (p
EKSTRAK BAWANG MERAH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH Zahroh, Roihatul; Rahmawati, Rita; Yahya, Mohammad
Journals of Ners Community Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum) mengandung quercetin dianggap memilikipotensi sebagai agen hipoglikemik melalui penghambatan enzim alfa amilase yangberperan dalam pencernaan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengevaluasi pengaruh ekstrak bawang merah dalam menurunkan kadar glukosa darahpada tikus hiperglikemik.Penelitian ini untuk menilai pengaruh ekstrak bawang pada tikus yang dijadikanhiperglikemia menggunakan induksi aloxxan. Penelitian ini merupakan penelitian TrueExperiment. Sampel terdiri dari 12 tikus Mus musculus berumur 3-4 bulan, jenis kelaminjantan yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 tikus dengan pemberian air suling(kontrol) dan kelompok 2 dengan ekstrak bawang merah yang diberikan 1,5 ml / kg.Kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat signifikansiα<0,05.Pada kelompok diabetes diberi ekstrak bawang merah, menunjukkan ada perbedaanyang signifikan sebelum dan setelah pemberian ekstrak bawang (p = 0.029) selama 7 hari.Kadar Gula Darah Berarti tikus sebelum dan sesudah perlakuan diberikan 233,83-101,6mg/dL.Ekstrak bawang merah (Allium ascalonicum) dapat menurunkan kadar glukosadarah pada tikus hiperglikemik dengan penurunan yang signifikan dalam bawang ekstrak1,5 ml / kg berat badan per hari selama seminggu. Oleh karena itu ekstrak bawang dapatmenjadi alternatif herbal dalam menurunkan kadar glukosa darah.Kata kunci: Ekstrak bawang merah, Kadar glukosa darahABSTRACTShallot (Allium ascalonicum) contains quercetin considered has a potential ashypoglycemic agent through its inhibition acting to alpha amylase enzyme which play arole in carbohydrate digestion. The aim of the present study is to evaluate the effect ofonion extract in blood glucose level reduction in hyperglycemic rats.This study to assess the effect of onion extract on mice Blood Sugar is used as theinduction of hyperglycemia with aloxxan. This study is an experimental research Pre andPost Test Control Group Design. Sample consisted of 12 mice Mus musculus tail 3-4month-old male who were divided into two groups. Group 1 mice by administering distilledwater (control) and group 2 with the shallot extract given 1.5 ml / kg. Then analyzed usingone way ANOVA test with significance level α <0.05.In the diabetic group given the extract of red onion, shows there are significantdifferences before and after administration of onion extract (p = 0029) for 7 days. BloodSugar Levels Mean of mice before and after treatment is given from 233.83 to 101.6Extracts of onion (Allium ascalonicum) can lower blood glucose levels inhyperglycemic rats with significant decrease in the onion extract 1.5 ml / kg body weightper day for a week. therefore onion extract may be an alternative in a decrease in bloodsugar levels.Keywords: Onion extract, Blood glucose level