Rahayuningrum, Lina Madyastuti
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Published : 15 Documents
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGGUNAAN OBAT TETES MATA DENGAN KEJADIAN GLAUKOMA Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Intan, Dwi Ayu
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya penjualan obat tetes mata yang dijual di pasar bebas membuatmasyarakat menjadi sangat mudah dalam mendapatkan obat tetes mata tanpa tahu efeksamping dan kandungannya apabila digunakan secara berlebihan. Obat ini hanya bolehdigunakan untuk penderita mata kering dengan masa pemakaian tidak lebih dari satu bulandan tidak boleh digunakan secara berlebihan serta terus-menerus dalam jangka waktu yanglama karena dengan penggunaan obat tetes mata yang berlebihan dapat menyebabkanglaukoma.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menderita penyakit mata diRSUD Ibnu Sina Gresik. Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling.Sampel yang diambil sebanyak 16 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.Data penelitian diambil menggunakan lembar kuesioner yang menekankan padapengukuran waktu pengamatan. Setelah dilakukan tabulasi, data dianalisis denganmenggunakan uji statistik korelasi spearman dengan tingkat kemaknaan < 0,05.Dari hasil uji korelasi spearman rank, didapatkan hasil perhitungan 0,000 <0,05,sedangkan hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,769 yang berarti ada hubunganyang sangat rendah antara penggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma. Darihasil uji korelasi spearman rank terjadinya glaukoma berdasarkan penggunaan obat tetesmata didapatkan hasil perhitungan dengan nilai 0,000 <0,05. Sehingga ada hubungan yangsignifikan antara variabel bebas variabel terikat, sementara hasil koefisien korelasi sebesar0,909 yang berarti ada hubungan yang sangat kuat antara frekuensi penggunaan obat tetesmata dengan terjadinya glaukoma. Dari hasil uji korelasi spearman rank tentang hubunganpenggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma didapatkan hasil 0,001 <0,05.Sedangkan hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,339 artinya ada hubungan antarapenggunaan obat tetes mata dengan terjadinya glaukoma.Petugas kesehatan diharapkan lebih intensif lagi dalam melakukan konseling tentangdampak pemakaian obat tetes mata secara berlebihan yang dijual di pasar bebas tanpamenggunakan resep dokter sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakanobat tetes mata.Kata Kunci : Obat Tetes Mata, Petunjuk Pemakaian, Glaukoma.ABSTRACTThe increasing of sale of drug drops sold by eye is free market make society becomevery easy in getting drug drops this eye without effect soybean cake and content of usage ofoat drops eye redundantly. Though medicines this will only be used for the men who sufferdry eye and useful life may not be used more than one months more than anything elsewhen used redundantly and continuously within old ones because with usage of drug dropsabundant eye can cause of glaucoma.Population in this research is patient which suffering glaucoma with history usage ofdrug drops incoming eye of eye path of RSUD Ibnu Sina Gresik. Method sampling the usedis Purposive Sampling. Taken sample counted 16 participation that is at patient whichsuffering glaucoma as wanted by researching in RSUD Ibnu Sina Gresik in April up toMay month at 2009. This research data is taken by using research type and questioner emphasizing at time measurement of observation. After is tabulation, of existing dataanalyzed by using pertained statistical test of Spearmans Correlation with meaning storey,level 0.05.From result was correlation spearman rank test and usage was drug drops eye, got byresulting calculation (hitting a) its value 0.000 < 0.05, while correlation coefficientresulted of calculation equal to 0.769 meaning there are very low relation between orderrelation usage was drug drops eye with occurrence of glaucoma. From resulted ofcorrelation spearman rank test was occurrence of glaucoma pursuant to frequency usagewas drug drops eye got by resulting calculation (a calculate) its value much more smallfrom number of significant maximum which determined by that is 0.000 < 0.05. So thatthere are relations which, is significant between dependent independent variable and whilecorrelation coefficient result of calculation equal to 0.909 meaning there are relations verystrong between frequency relation usage of drug drops eye with happened in glaucoma.From resulted was correlation spearman rank test old of usage was drug drops eye withoccurrence of glaucoma got by resulting calculation 0.001 < 0.05. While correlationcoefficient resulted of calculation equal to 0.339 meaning there relations were betweenusage of drug drops eye with occurrence of glaucoma.Is there for expected as officer of health more intensive again in conductingcounseling about impacting was usage of drug drops abundant eye which sold buying freemarket without using recipe was doctor so that society more attentive in using drug eyedrops.Keyword : Order Usage, Old Of Usage, Occurance Of Glaucoma.
DUKUNGAN IBU TENTANG KEBERSIHAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN (Mother Support of Dental Hygiene with the Incidence of Dental Caries in Children Age 4-6 years) Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Siswanto, Siswanto
Journals of Ners Community Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Orang tua khususnya ibu sangat berhubungan dalam memberikan dukungan dan semangat untuk anaknya terutama agar bersedia merawat dan membersihkan gigi.Ibu yang diyakini sebagai orang yang paling tepat dan paling baik dalam memberikan perawatan pada anak sehingga bila tugas ibu tidak terlaksana dengan baik maka akan berdampak pada karies gigi pada anaknya semakin berat. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan dukungan ibu tentang kebersihan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia 4-6 tahun.Penelitian ini menggunakan cross sectional design dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Variabel independennya adalah dukungan ibu tentang kebersihan gigidan variabel dependennya adalah kejadian karies gigi. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan observasi.Hasil uji statistik Spearman Rank Test didapatkan (α hitung) = 0,000 dan korelasi r=0,800 artinya ada hubungan sangat kuat dukungan ibu tentang kebersihan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia 4-6 tahun.Dukungan ibu tentang kebersihan gigi terhadap anaknya merupakan langkah awal agar anaknya tidak mengalami karies gigi.Pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dalam perawatan kebersihan gigi merupakan aspek yang perlu ditingkatkan agar ibu mampu memberi dukungan yang baik sehingga anak tidak mengalami karies gigi. Kata kunci: Dukungan ibu, kejadian karies gigi, anak usia4-6 tahun. ABSTRACT Parents especially mothers are related to providsupport and encouragement for children to take careand clean the teeth. Mother is believed to be the most appropriate and best in provided care to the child. The purpose of this study explained the relationship of mother support of dental hygiene with the incidence of dental caries in children age 4-6 years. Cross-sectional design was used in this study, withpurposivesampling. Samples were taken as many as20respondents. Independent variable was the support ofthe motheraboutdentalhygieneandthe dependent variablewas the incidence ofdental caries. The data of this research were taken using questionnaires and observation.The Spearman rank test showed α=0.000 and r =0.800 correlation it means there was a significant correlation of mother support of dental hygiene with the incidence of dental caries in children age 4-6 years. Mother support to their childrenaboutdentalhygienewas the first stepto prevent dental caries. Knowledge, attitude, and mother’s action in taking care of dental need to be increased so that mother be able to give a good support so the childern do not get dental caries. Keywords: Mother support on dental hygiene, incidence of dental caries children age4-6 years.
EFEKTIFITAS TEKNIK JELLY OLES DAN SEMPROT TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN KATETERISASI URINE Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Rosyid, Harun Al
Journals of Ners Community Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRetensi urine merupakan kedaruratan sistem urinari yang sering ditemukan.Manajemen sistem urinari yang baik salah satunya adalah kateter. Tindakan memberikancairan pelumas atau jelly dalam prosedur kateter urin sangat penting untuk mencegah ataumengurangi resiko trauma uretra dan sensasi nyeri yang dialami oleh pasien. Ada duateknik pemberian jelly yang pertama ujung kateter diolesi oleh jelly dan cara keduapenyemprotan langsung ke uretra dengan spuit 10 ml tanpa jarum. Tujuan penelitian iniuntuk menjelaskan perbedaan teknik pemberian dengan jelly oles dan semprot terhadaptingkat nyeri pada pasien dengan kateter urine.Desain penelitian ini adalah quasy experimental, dengan jumlah sampel 10 orangmenggunakan jelly oles dan 10 orang menggunakan semprotan jelly. Kecepatan instalasidiukur dengan stopwatch saat nyeri, intensitas nyeri diukur secara visual menggunakanskala nyeri numerik. Data dianalisis dengan mencari rata-rata dari kecepatan instalasi dantingkat nyeri pada setiap kelompok dilanjutkan dengan uji Mann Whitney U-Test untukmengetahui perbedaan nilai mean dengan tingkat signifikan p= 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara teknikjelly oles dan semprot terhadap tingkat nyeri pada pasien, diperoleh hasil p= 0.010.Teknik kateter urine dengan semprotan jelly menjadi salah satu pilihan untukmengurangi rasa sakit yang lebih rendah.Kata kunci: Jelly oles, Semprotan jelly, Kateter urine, Tingkat nyeriABSTRACTRetention of urine represents emergency system of urinal that often found. It wasneeded good managerial one of them was catheter. Action give dilution of lubricant orjelly procedure of catheter of urine was vital importance to prevent or lessen risk the eventtrauma of urethra and sensation of pain in bone experienced by patient. There were twotechniques gift of jelly that was smeared tip of catheter by jelly and the second wayspraying direct into urethra by spuit 10 ml discharged needle. These research purposes toexplain differences of technique gift with topical jelly and spray to pain levels in patientwith catheter urine.Design of this research was quasi experimental, with amount of sample 10 peopleuse the topical jelly and 10 people use spray jelly. Speed of installation measured bystopwatch while intensity pain in bone measured visually was used analogous numericrating scale. Analyzed data with searching mean from speed of installation and pain levelin each group continued with test of Mann Whitney U-Test to the mean to know significantof difference, with p= 0.05.This result of research showed that there were significant difference betweentechnique topical jelly and spray to pain levels in patient obtained result p= 0.010.Technique catheter urine with spray jelly become one choice to reduce lower painin bone.Keywords: Topical Jelly, Spray Jelly, Catheter Urine, Pain Level
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PEMBERIAN STIMULASI ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK Twistiandayani, Retno; Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Rohmah, Ismiatul
Journals of Ners Community Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMainan edukatif benar-benar memberikan fungsi yang optimal permainan anakformatif. Banyak itu pemain di pemasaran akan menganggap pilihan orang tua di pemutarmemberi tanpa syarat dan hal utilitas bagi anak. Jadi akan berdampak anak akan burukperkembangan motorik, sehingga perlu untuk menandai upaya akal untuk meningkatkanperilaku orang tua mampu dalam menentukan jenis pemain. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengetahuan korelasi dan sikap ibu tentang diberikan stimulasi mainanedukatif dengan anak-anak perkembangan motorik (1-2 tahun) di Kabupaten SilvanMorowudi Cerme di Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional untuk mengetahui hubunganantara variabel independen dan dependen, populasi responden adalah ibu ibu yangmemiliki anak usia 1-2 tahun di wilayah Morowudi Cerme Kabupaten Gresik yang sesuaidengan kriteria inklusi sebanyak 50 responden yang diperoleh oleh sampel purposive,variabel yang dianalisis adalah sikap genostic dan ibu sebagai variabel sebagai anak yangmandiri dan mengembangkan motorik sebagai variabel dependen. Pengumpulan datamenggunakan kuesioner kepada responden, hasil data pengumpulan generasi-dianalyzeddengan akun Chi Square hasil kuis (α) = 0,05.Analisis menggunakan Chi Square diperoleh oleh ilmu pengetahuan hasil ibusignifikan dengan rekening hasil (α) 0.020, sikap ibu dengan akun hasil (α) 0,013. Dapatdisimpulkan bahwa tanda merasakan hubungan yang kuat antara pengetahuan sikap ibutentang diberikan stimulasi mainan edukatif dengan anak-anak motorik anak usiapengembangan (1-2 tahun).Berdasarkan penelitian bahwa ilmu pengetahuan dan sikap merupakan domainpenting dalam memberi pemain edukatif yang disangga dengan banyak pengalaman untukanak ibu.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, motorik Perkembangan Anak, mainan edukatifABSTRACTThe educative toys really give optimal game function of formative child. A lot of itplayer at marketing will regard option of parent in give player without regard requirementand utility for child. So will impacted bad will children motoric development, thus needs tomark sense effort to increase able parent behaviour in determine player type. Thisresearch objective was to know correlation knowledge and attitude mother about given tostimulation the educative toys with children motoric development (1-2 years old) at SilvanMorowudi Cerme’s district Gresiks Regency.This research utilizes design Cross sectional to know correlation among variableindependent and dependent, respondent population is mother mother that have age child 1-2 years at Silvan Morowudi Cermes district Gresiks Regency that corresponds toinclusion criteria as much 50 acquired respondent by purposive sample, variable that was analyzed is genostic and mother attitude as variable as motoriks independent anddeveloping child as variable as dependent. Data collecting utilizes kuesioner torespondent, result of that data collecting is succeeding dianalyzed with Chi Squares quizresult accounts (α) = 0.05.From analyzed Chi Squares quiz gotten by signifikans result mother science withresult accounts (α) 0.020, mother attitude with result accounts (α) 0.013. Can beconcluded that marks sense strong correlation among knowledge attitude mother aboutgiven to stimulation educative toys with children motoric development age child (1-2 yearsold).Based data upon that science and attitude constitutes domain momentous deep giveeducative player that is propped with many experience to mother child.Keywords: Knowledge, Attitude, Motorik Child Development, Educative toys
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENOPAUSE MENURUNKAN KECEMASAN WANITA MENJELANG MENOPAUSE Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Purwati, Dwi Henny
Journals of Ners Community Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wanita usia tua akan tiba pada periode menopause. Fakta perempuan yang mendekati periode ini akan mengalami kecemasan. Salah satu tindakan untuk mengurangi kecemasan pada wanita yang mengalami masa menopause adalah pendidikan kesehatan tentang menopause. Tindakan pendidikan kesehatan hampir tidak pernah dilakukan di Dusun Ngabetan, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh pendidikan kesehatan tentang menopause terhadap tingkat kecemasan perempuan yang mengalami masa menopause.Penelitian dilakukan pada satu kelompok pra test-post test. Variabel independen yang diamati adalah pendidikan kesehatan tentang menopause dan variabel dependen adalah tingkat kecemasan wanita yang mendapatkan menopause. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, populasi adalah 45 responden, sedangkan sampel adalah 40 responden dan dianalisis dengan program statistik Wilcoxon Sign Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perempuan yang mendapatkan menopause akan mengalami kecemasan karena belum siap menghadapi menopause dan kurang informasi mengenai menopause. Perempuan yang mendapatkan pendidikan kesehatan tentang menopause, sebagian besar kecemasan mereka hilang. Analisis statistik dengan Wilcoxon Sign Rank Test menunjukkan hasil α = 0,000.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek dari pendidikan kesehatan tentang menopause terhadap tingkat kecemasan wanita yang mendapatkan waktu menopause, karena itu pendidikan kesehatan tentang menopause harus dilakukan untuk mengurangi tingkat kecemasan, terutama di Dusun Ngabetan, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kata kunci: Pre Menopause, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Kecemasan. ABSTRACT Woman an old age will arrive at menopause period. As a mater of fact approaching this period generate woman anxiety. One of the actions to reduce the anxiety is providing to the woman who get menopause time health education concerning menopause. Unfortunately the actions are hardly ever conducted in the Ngabetan Orchard, Ngabetan Village, Cerme Distric, Gresik Regency. The purpose of research is to discover effect health education concerning menopause toward the anxiety level of the woman who get menopause time.The research conducted a one group pra test-post test design. Observed independent variable is health education concerning menopause and dependent variable is anxiety level of the woman who get menopause time. Using a purposive sampling, the population was 45 womans, while the sample was 40 respondens and was analyzed with Wilcoxon Sign Rank Test statistical program.The result of the research shows that most of the woments who get menopause time will undergo anxiety because not yet ready to face menopause and lack of information concerning menopause. Obtaining health education concerning menopause, most of the women lose their anxiety. A statistical analysis with Wilcoxon Sign Rank Test are α=0.000.It can be concluded that is an effect of health education concerning menopause toward anxiety level of the woman who get menopause time, therefore health education concerning menopause must be conducted ti reduce anxiety level, especially in the Ngabetan Orchard, Ngabetan Village, Cerme Distric, Gresik Regency and to be acknowledged as a regular procedure. Keywords: Pre Menopause, Health Education, Anxiety Level.
PERILAKU ANAK DALAM KEBERSIHAN GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH Kurnia, Desak Made; Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Twistiandayani, Retno
Journals of Ners Community Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Karies gigi dapat menyerang seluruh masyarakat dan penyakit gigi yang paling banyak diderita oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Penyebab karies gigi adalah interaksi berbagai faktor. Termasuk faktor perilaku dalam menjaga kebersihan mulut, faktor makanan, atau kebiasaan makan dan faktor ketahanan dan kekuatan gigi. Hal ini didasarkan pada kurangnya pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan perilaku anak dalam menjaga kebersihan gigi dengan kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah di MI Asmaiyah Gresik.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah siswa sekolah yang mengalami MI Asmaiyah Gresik sebanyak 112 anak. Sampel yang digunakan untuk sebanyak 87 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling.Uji statistik menggunakan oleh α chi square <0,05. Menunjukkan anak usia sekolah memiliki pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi α = 0,001. Sikap anak usia sekolah dalam menjaga kebersihan gigi α = 0,002. Dan tindakan anak usia sekolah dalam menjaga kesehatan gigi = 0.000.Hasil di atas terdapat hubungan dalam menjaga kebersihan perilaku anak mereka dengan kejadian karies gigi pada anak-anak usia sekolah. Diharapkan bahwa orang tua dan guru dapat memberikan motivasi dalam menjaga kebersihan gigi dan dukungan sarana dan prasarana. Kata kunci: Perilaku Anak Dalam Menjaga Kebersihan Gigi, Gigi Karies, Anak Usia Sekolah.  ABSTRACT Dental caries can attack the whole society and  the most dental disease is suffered by most of the Indonesian population. Cause of dental caries is the interaction of various factors. Include behavioral factors in maintaining oral hygiene, dietary factors, or eating habits and resilience factors and the strength of teeth. It was based on lack of knowledge of the importance of maintaining oral hygiene. Purpose of this study is to explain the correlation of the childs behavior in maintaining dental hygiene with the incidence of dental caries in children of school age in MI Asmaiyah Gresik.This study uses cross sectional design, the population in this study is school students who experienced MI Asmaiyah gresik were 112 dental caries. Samples used for as many as 87 respondents using purposive sampling. Statistical test using by chi square  α < 0.05. Shows the school-age children have some knowledge in maintaining dental hygiene α  = 0.001. Attitudes of school-age child in maintaining the cleanliness of teeth α = 0.002. And actions of school aged children in maintaining dental hygiene    = 0.000.Obtained from the above results there is a correlation in maintaining the cleanliness of their childs behavior with the incidence of dental caries in children of school age. Expected that parents and teachers can provide motivation in maintaining dental hygiene and support facilities and infrastructure. Keywords: Childrens Behavior In Maintaining Dental Hygiene, Dental Caries, Children Of School Age.
PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) (The Effect Of Puzzle Therapy Of Fine Motor and Cognitive Development Preschool Children (4-5 Years) Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Dewi, Fatiyah Rukmana
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Anak prasekolah adalah anak yang berusia antara tiga sampai enam tahun dalam masa anak-anak perkembangan kemampuan motorik sejalan dengan kemampuan kognitif anak. Anak usia 4-6 tahun yang melalui prasekolah mempunyai banyak keuntungan atau kelebihan dalam masalah fisik melalui motorik halus ketika mereka melakukan permainan atau modifikasi permainan. Salah satu permainan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak usia prasekolah adalah terapi bermain puzzle. Penelitian ini bertujuan menjelaskan pengaruh terapi puzzle pada perkembangan motorik halus dan kognitif pada anak prasekolah (4-5 tahun).            Desain penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Sampel yang diambil sebanyak 12 responden, menggunakan total sampling. Variabel independen adalah terapi bermain puzzle dan variabel dependen perkembangan motorik halus dan kognitif anak prasekolah (4-5 tahun). Data penelitian ini menggunakan observasi.            Hasil uji statistik wilcoxon sign rank ditunjukkan dari hasil uji statistik motorik halus dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah (4-5 tahun) dan hasil uji statistik kognitif dengan nilai signifikasi (p=0,002) artinya ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap perkembangan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun).            Pengaruh terapi bermain puzzle sangat dibutuhkan dalam perkembangan motorik halus dan kognitif anak usia prasekolah (4-5 tahun). Karena dengan bermain puzzle dapat merangsang dan menstimulasi perkembangan otak anak. Kata kunci: terapi bermain puzzle, perkembangan motorik halus, perkembangan kognitif, anak usia prasekolah ABSTRACT            Preschool children are those aged between three to six years. On childhood motor skils develop in line with the development of children’s cognitive abilities. Children aged 4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motor when it’s done with the games or game modifications. One game that can improve fine motor and cognitive development of preschool children is puzzle therapy. Explain the effect of puzzle therapy on fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years).            The research design that was used in this research was one group pretest-posttest design. The sample used total sampling that was consist of 12 children. The independent variable was puzzle therapy and dependent variable was fine motor and cognitive develpoment of preschool student (4-5 years) the data were collected using observation.            The statistict resulted of wilcoxon signed rank test fine motor with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to fine motor development of preschool children (4-5 years) and signed rank test cognitive with significance level (p=0,002). It means that puzzle therapy had effect to cognitive development of preschool children (4-5 years).            The effect of puzzle therapy was very needed in fine motor and cognitive development of preschool children (4-5 years) because by using puzzle therapy can improve and stimulate the student brain development. Keywords: puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool childrenDOI : 10.5281/zenodo.1405552
PERBANDINGAN ALAT CRANE DAN MANUAL TERHADAP DURASI TINDAKAN ANTISEPTIK INTRAOPERATIF Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Qomariah, Siti Nur; Rohman, Abdur
Journals of Ners Community Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRumah sakit sebagai pengelola menghadapi tantangan globalisasi saat ini. InstalasiBedah adalah salah satu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kombinasi antiseptik saattindakan operasi dengan crane yang bekerja menggunakan prinsip kerja tali sangatmembantu. Durasi antiseptik intraoperatif dapat dipengaruhi oleh banyak faktor: sumberdaya manusia, peralatan, biaya, kompleksitas operasi. Tujuan dari penelitian adalah untukmenjelaskan perbandingan crane dan manual terhadap durasi antiseptik intraoperatif.Desain penelitian ini adalah Quasy Experiment (Post-Test Design). Populasi dalampenelitian ini adalah pasien dengan operasi fraktur ekstremitas bawah, dengan sampel 20responden, 10 responden dengan crane dan 10 responden dengan manual. Sampel diambilsecara purposive sampling. Variabel bebas adalah alat crane dan variabel terikat adalahdurasi antiseptik intraoperatif. Data durasi antiseptik intraoperatif menggunakan instrumenobservasi, kemudian analisis data dengan Independent T-Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata durasi antiseptik intraoperatif denganmenggunakan crane selama 13 menit dari 10 responden, sedangkan rata-rata durasitindakan manual selama 15 menit dari 10 responden. Hasil uji analisis p= 0.000, sehinggaada perbedaan yang signifikan dari crane dan manual terhadap durasi antiseptikintraoperatif.Penggunaan crane saat tindakan antiseptik intraoperatif pada operasi ekstremitasbawah sangat membantu, terutama pasien dengan berat badan ≥ 40kg.Kata kunci: Crane, Manual, Antiseptik intraoperatifABSTRACTFace of challenge in this globalization, Surgery Installation was one of the healthservices in hospital. Combination antiseptic with crane that work using rope principalbecome very helpful. The duration of antiseptic intraoperative may influenced by factors:human resources, equipment, cost, complexity and simplicity The purposes of research wasto explain the comparison of a crane and manual for the duration of the antisepticintraoperative.The design of this study was Quasy Experiment (Post-Test Design). The populationin this study were patients with fractures of the lower extremity surgery, with a sample of20 respondents, 10 respondents with a crane and 10 respondents with manual. Samplestaken by purposive sampling. Independent variable was a crane and dependent variablewas duration of antiseptic intraoperative. Data duration of antiseptic intraoperative wasused observation instrument, then the data analysis by independent statistical T-Test.The results showed that mean duration of antiseptic intraoperative by using a cranefor 13 minutes of 10 respondents, while mean duration of manual action for 15 minutes of10 respondents. The results of the analysis of test p= 0.000, so there was a significantdifference of a crane and manual for the duration of the antiseptic intraoperative.The use of a crane for antiseptic intraoperative on the lower extremities surgery isvery helpful, especially patients with a body weight ≥ 40kg.Keywords: Crane, Manual, Antiseptic intraoperative
VISUAL SUPPORT MENURUNKAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI HOSPITALISASI PADA PEMBERIAN INJEKSI RAHAYUNINGRUM, LINA MADYASTUTI; Kusuma Dewi, Pessy Sipora
Journals of Ners Community Vol 9, No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Sakit dan dirawat di rumah sakit merupakan krisis utama yang tampak pada anak. Anak akan mengalami stress akibat perubahan baik terhadap kesehatannya maupun lingkungannya dalam kebiasaan sehari – hari. Untuk mengurangi kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi dapat dilakukan visual support. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh visual support terhadap kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi.Metode penelitian ini menggunakan quasi experimental design. Populasi yang diteliti seluruh anak toddler dan prasekolah usia 2 – 5 tahun. Jumlah sampel sesuai kriteria inklusi 21 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner State-Trait Inventory for Children (STAIC) dari Spielberger (1973) dengan 20 item subskala karakter kecemasan (A-Trait) yang dimodifikasi. Analisis menggunakan uji statistik Paired T.TestHasil penelitian sebelum dilakukan visual support didapatkan rata-rata tingkat kecemasan anak pada skoring 42.09. Setelah dilakukan visual support rata – rata tingkat kecemasan 32.85. Hasil analisa data menggunakan uji statistik Paired T.Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0.05) didapatkan nilai p value = 0.000 < α = 0.05, artinya ada pengaruh visual support terhadap kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi pada pemberian injeksi.Visual support dapat menurunkan kecemasan pada anak yang dilakukan injeksi saat hospitalisasi, sehingga visual support dapat digunakan dalam meningkatkan komunikasi therapeutik pada anak dalam meningkatkan mutu pelayanan yang ramah anak.Kata kunci: Kecemasan, Hospitalisasi, Visual Support, Anak (Todler dan Pra Sekolah) Pain and hospitalization are major crises seen in children. The child will experience stress due to changes to both his health and his environment in daily habits. To reduce the anxiety of children who experience hospitalization on the injection can be done visual support. The purpose of this study to know the effect of visual support on anxiety of children who experience hospitalization on the injection.This research method has used quasi experimental design. The population has been studied all toddler and preschool children ages 2 - 5 years. The number of samples has match the inclusion criteria of 21 respondents. Data collection has used the State-Trait Inventory for Children (STAIC) questionnaire from Spielberger (1973) with 20 items of characterized A-Trait characteristic subscales. The analysis has used the Paired T.Test statistical test.The results of the research before the visual support has been found the average anxiety level of children on score 42.09. After doing visual support the average anxiety level of children on score 32.85. Keywords: Puzzle therapy, fine motor development, cognitive development, preschool children DOI: 10.5281/zenodo.1404581
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN HOSPITALISASI PADA ANAK PRASEKOLAH Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Mafulah, Mafulah
Journals of Ners Community Vol 6, No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Perasaan cemas merupakan dampak hospitalisasi yang dialami anak karena menghadapi stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Peran orang tua diperlukan guna meminimalkan penyebab cemas dengan mengurangi dampak perpisahan, mencegah perasaan kehilangan kontrol dan meminimalkan rasa takut terhadap rasa nyeri (Waley&Wong 2005). Bedasarkan survey awal menunjukkan masih anak prasekolah yang dirawat di rumah sakit mengalami kecemasan (73%).      Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan adanya hubungan peran orang tua dengan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Desain penelitian analitik korelasional dengan populasi seluruh pasien anak prasekoah di Ruang Paviliun Anak Rumah Sakit Semen Gresik yang mengalami kecemasan pada bulan September 2014. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Variabel independen adalah peran orang tua dan variabel dependennya adalah kecemasan hospitalisasi anak prasekolah. Data penelitian ini adalah hasil jawaban kuisioner dan hasil check list. Data ditabulasi dan dianalisis menggunakan Uji Mean-Withney menggunakan program SPSS PC for Windows versi 16.0.      Dari hasil penelitian peran orang tua yang dominan adalah sebagai sahabat dan koordinator masing-masing 24.4% dan hasil kecemasan hospitalisasi anak prasekolah sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 15 (53%).      Hasil uji korelasi Spearman diperoeh nilai 0.704 dengan taraf signifikasi 0.000 (p<0.05). Ini menunjukkan peran orang tua dan kecemasan hospitalisasi pada anak mempunyai hubungan kuat dengan arah korelasi positif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mempertahankan derajat kesehatan anaknya. Kata Kunci: Peran orang tua, kecemasan hospitalisasi anak prasekolah ABSTRACT        Anxiety is the effect of hospitalization which occurs in children because of stressor which presents in the hospital environment. Parent roles are needed to minimalizethe anxiety factor by decreasing the impact of separation, avoiding the control of feeling lost and minimalizing scary and pain (Waley&Wong, 2005). Based on the initial survey of hospitalization anxiety, the data show that there were still many school-aged children (73%) which was treated in the hospital which considered anxiety. The purpose of this research was to explain the existence of correlation between parent role and hospitalization anxiety pre-school age children. The design of this research was analytical correlation 2014 which the population is all patients pre-school aged children which have anxiety feeling in Pediatric Paviliun Room Semen Gresik Hospital September. Sampling method which was used is consecutive sampling. The independent variable was the kind of parent role, while the dependent variable was the anxiety level of hospitalization. This research data was the answer of questioners and the result of observation in Child Paviliun Room Semen Gresik Hospital for September 2014. Data were collected and analyzed by using Mean-Whitney which used SPSS program PC for Windows 16.0 Version.From the result of the research, the dominant parent roles were as best-friend and coordinator with each number 76 (24.4%) and the dominant result of hospitalization anxiety was small-anxiety with number 15 (53%).The result showed the existence of correlation between parent roles and hospitalization anxiety to pre-school aged children. The research of parent roles with SPSS PC for Windows 16.0 Version was gained 0.705 value with significance level 0.000(p<0.05). This result of research is wished to be able to increase parent roles in maintaining the healthy degree of their children. Keywords: parent roles, hospitalization anxiety, pre-school aged children.