Endramawan, Tito
Universitas Muhammadiyah Metro

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

APLIKASI STANDAR AWS UNTUK MENENTUKAN ACCEPTANCE CRITERIA PADA PENGELASAN SMAW MENGGUNAKAN NONDESTRUCTIVE TEST-ULTRASONIC TEST

TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 6, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.268 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan spesimen uji tersebut bisa diterima berdasarkan aceptance criteria AWS. Penelitian ini menggunakan material mild steel dengan nilai kekerasan 135 HVN dengan ukuran 30 cm x 20 cm x 1,2 cm yang disambungkan dengan proses pengelasan SMAW posisi 3G butt joint dengan elektroda rooting LB 52U diameter 2,6 mm menggunakan arus 70 Amper dan tegangan 380 volt, sedangkan untuk filler menggunakan elektroda LB 5218 diameter 3,2 mm dengan arus 80 Amper dan tegangan 380 volt.Metode untuk menginspeksi hasil lasan menggunakan Non Destructive Test Ultrasonic Testing (NDT-UT) dengan blok standar V1 dan V2 sebagai reference block untuk proses kalibrasi. Probe yang digunakan berupa probe sudut 700 dengan frekuensi 4 MHz merk karl deutch sesuai dengan tabel 6.7 yang hasil pengelasannya merujuk tabel 6.2 tentang UT Acceptance-Rejection Criteria pada AWS D1.1/D1.1M:2010 menurut class indication. Hasil pengujian menunjukkan bahwa base material dari baja karbon rendah dengan kandungan 0,193%C dan 98,713%Fe dengan nilai kekerasan rata-rata 135,2 VHN. Hasil pengujian pada ketiga spesimen diatas menunjukkan bahwa class untuk dincontinuity di kategorikan pada class D berdasarkan nilai dari frekuensi gelombang (d) yang lebih dari +8 dB sehingga discontinuity yang ada harus di accepted tanpa melihat panjang atau lokasi-nya pada lasan. Apabila ada indikasi defect yang rejected maka tindak lanjutnya adalah dengan melakukan perbaikan dengan cara gouging atau digerinda pada bagian yang mengindikasikan adanya cacat tersebut dan kemudian dilas ulang.

Kekerasan Material Pasangan Elektroda (Cu) dan Lembaran plat (Fe) Pra Proses Spot Welding

Jurnal Teknologi Terapan Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Las titik (spot welding) termasuk las tahanan listrik. Jenis ini merupakan metode yang paling banyak digunakan dan paling sederhana. Hasil proses pengelasan spot welding perlu diketahui secara detail karena akan berdampak pada kekuatan geser dan kekerasan hasil pengelasan, secara mekanik pasangan elektroda dan lembaran plat perlu diperhatikan tekanan elektroda pada lembaran plat, hal ini perlu reference sifat fisik kekerasan permukaan elektroda terhadap lembaran plat dan sebagai acuan awal pada pemilihan material pasangan elektroda dan lembaran plat dengan ketebalan 0,8 mm, maka perlu diketahui komposisi elektroda dan lembaran plat. Hasil uji pasangan material elektroda (Cu) dan lembaran plat (Fe), setelah dilakukan eksperimen uji spectrometric diperoleh bahwa elektroda memiliki kandungan Cu yang balance dan Lembaran plat memiliki kandungan Fe yang mendominasi namun memiliki Carbon kurang dari 0,25%, maka hal tersebut lembaran plat memiliki kategori karbon rendah, dan dari hasil uji kekerasan menunjukkan Elektroda memiliki nilai kekasaran 130 HV, hal ini menunjukkan bahwa elektroda kategori class 2 [10] dan lembaran plat memiliki kekasaran 128 HV, kecenderungan nilai kekasaran material elektroda lebih besar dari lembaran plat.

Design Optimization of Crashworthiness in Square Tube as Thin Walled Structure With Variations of Crush Initiator: Stripe-Parallelogram-Trigon

Jurnal Teknologi Terapan Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.051 KB)

Abstract

Crashworthiness is an ability of a vehicle structure in order to reduce injury when occurred in collision. Crashworthiness criteria are peak force (Fmax), specific energy absorption (SEA), and crush force efficiency (CFE). The part of structure of vehicle in crashworthiness is front rail which is generally tube as thin walled structure. The aim was to know the best design in thin walled square tube as specimen by variance of crush initiator which arranged holes 3 mm of diameter in shaping stripe with 4 holes, then added graded holes in parallelogram to trigon. This research used compression experiment method under quasi static loading with 30 mm/minute of actuator velocity. Optimum design was done by using Multi Criteria Decision Making (MCDM) with Simple Additive Weighting (SAW) modelling. This research presents that specimen with trigon of crush initiator is the best design with 0.98 of decision score in which crashworthiness criteria for peak force, specific energy absorption and crush force efficiency are 19193.81 N; 5100.93 J/kg; and 46.44%.

APLIKASI NON DESTRUCTIVE TEST PENETRANT TESTING (NDT-PT) UNTUK ANALISIS HASIL PENGELASAN SMAW 3G BUTT JOINT

Jurnal Teknologi Terapan Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.742 KB)

Abstract

The purpose of the research are determine acceptance criteria the specimen based on ASME standard. The research used mild steel materials with hardness 220 HVN with sized 30 cm x 20 cm x 1.2 cm then  SMAW welding process position of 3G buttjoint with rooting electrode LB 52U diameter 2.6 mm used current 70 Amper and voltage 380 volt, for Filler used LB 5218 electrode 3.2 mm with current of 80 Amper and voltage of 380 volts. The welding process influenced by many factor which cause failure. The method for inspect result of weld used Non Destructive Test Penetrant Testing (NDT PT) and used ASME standard for acceptance criteria. The test results showed the discontinuity of porosity on the surface of the welded product in specimen 1 is the largest rounded 5 mm at 233 mm distance so that based on the acceptance criteria of AWS standard, the welding result is accepted and the specimen 2 there is discontinuity at 233 mm with the size of 8 mm so that Otherwise rejected. This rejected result can be improved by gouging the discontinuity and then welded.