Wardianti, Yunita
LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS LIMBAH KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans. Poir) Wardianti, Yunita
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 9 No 1 (2015): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3042.005 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans. Poir). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan konsentrasi kompos limbah kulit kopi 0%, 25%, 50%, dan 75% dan masing-masing 6 ulangan. Penelitian ini dilakukan dengan tahap pembuatan kompos, penyiapan benih, persiapan media tanam, penanaman benih, pemeliharaan, dan pengamatan. Pengamatan yang dilakukan yaitu terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas, diameter batang, persentase tanaman yang hidup, dan berat basah tanaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANNOVA satu faktor. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa kompos limbah kulit kopi berpengaruh nyata meningkatkan pertumbuhan (tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tunas, dan berat basah tanaman) kangkung (Ipomoea reptans. Poir), tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun dan persentase tanaman yang hidup. Dapat disimpulkan bahwa yang paling baik pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans. Poir) yaitu pada perlakuan C (50%).
PEMASARAN DAN MANAJEMEN USAHA PUPUK ORGANIKCAIR (POC) DARI LIMBAH SAYUR Wardianti, Yunita; Jayati, Ria Dwi; Fitriyana, Nur
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.641 KB) | DOI: 10.31540/jpm.v1i1.176

Abstract

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat Beringin Tiga pada umumnya dan kelompok tani khususnya dalam dalam pemasaran dan manajemen usaha produk pupuk organik cair yang telah berhasil mereka produksi. Limbah sayuran di daerah ini cukup besar karena berasal dari pengumpul sayuran di desa-desa sekitarnya. Selain menyebabkan polusi dan kerusakan lingkungan, limbah sayuran juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan karena limbah sayuran dibuang di bahu jalan penghubung provinsi yang menyebabkan tanah longsor. Selain mampu mengatasi masalah pencemaran dan kerusakan lingkungan, kegiatan ini juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa setempat. Untuk mencapai tujuan ini metode yang digunakan adalah observasi, sosialisasi, pelatihan dan dilanjutkan dengan praktik langsung. Hasil dari program ini yang telah dilakukan adalah mitra memiliki pengetahuan untuk mengemas, mempromosikan, memasarkan dan mengelola bisnis pupuk organik cair. Selain itu mitra memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memproduksi dan memasarkan pupuk organik cair dari limbah sayuran. Mitra juga mampu memasarkan produk pupuk organik cair dengan keuntungan Rp. 1.274.000 dalam satu produksi. Hasil dari program ini juga berupa pembentukan koperasi sederhana.
Perbedaan Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa antara Model Problem Based Learning dengan Model Inquiry Learning Wardianti, Yunita; Fitriani, Linna; Astuti, Wayan Ema
BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains (Bioedusains)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.497 KB) | DOI: 10.31539/bioedusains.v2i1.674

Abstract

This study aims to determine the improvement of student biology learning outcomes using the Problem Based Learning (PBL) model and Inquiry Learning model in Class X of Lubuklinggau 2 Public High School. This research is a quantitative descriptive research using quasi-experimental methods. The population in this study were all students of Class X Lubuklinggau 2 State Senior High School, amounting to 391 students, while the research samples were class X.7 amounting to 39 students as experimental class I and class X.10 totaling 40 students as experimental class II obtained using techniques cluster sampling. The research data was obtained by the test technique in the form of essay questions. Data analysis techniques with t test. The results of the study, based on the results of the analysis with the t test on the final value, can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted because of the value of Sig. (2-tailed) of 0.513 greater than α = 0.05. Conclusion, the increase in biology learning outcomes of students with Problem Based Learning learning models is higher than the increase in student biology learning outcomes with the Inquiry Learning model Keywords: problem based learning, inquiry learning, improving learning outcomes
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA MENGIDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU (PTERDOPHYTA) Fitriani, Linna; Wardianti, Yunita
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.765 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan mahasiswa mengidentifikasi tumbuhan paku dan mengetahui jenis tumbuhan paku hasil identifikasi. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif, dengan subjek mahasiswa STKIP program Studi Biologi. Penelitian dilakukan pada bulan November 2014. Penelitian ini diawali persiapan instrumen, membawa mahasiswa melakukan pengamatan dan pengambilan spesimen ke lapangan, kegiatan di laboratorium untuk membuat herbarium, dan pengidentifikasian selanjutnya memberikan soal tes kemampuan mengidentifikasi. Observasi dilakukan selama kegiatan mahasiswa berlangsung. Pengolahan data hasil tes dan lembar observasi dengan menghitung jumlah skor dan dikonversikan ke dalam bentuk nilai kemudian menginterpretasi nilai tersebut berdasarkan predikat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa mengidentifikasi tumbuhan paku berdasarkan nilai tes dikategorikan cukup, dan berdasarkan hasil observasi kemampuan mahasiswa mengidentifikasi tumbuhan paku dalam kategori sedang. Hasil identifikasi ada 27 jenis tumbuhan paku  yang digolongkan ke dalam 16 famili.