Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI KEPEMIMPINAN DALAM KITAB FI ZILAL AL-QUR’AN Zabidi, Ahmad; Abubakar, Achmad; Firdaus, Firdaus; Nawas, Kamaluddin Abu
Jurnal Diskursus Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan merupakan sesuatu yang urgen dalam tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Alquran berbicara tentang kepemimpinan diantaranya merujuk kepada kata khalifah. Kata khalifah di antaranya terdapat dalam QS al-Baqarah/2: 30 dan Sad/38: 26, kedua ayat tersebut menunjukkan tentang tujuan diciptakannya manusia dimuka bumi sebagai khalifah (pemimpin). Dalam konteks ini menunjukan eksistensi manusia sebagai wakil Allah di muka bumi sebagai khalifah atau pemimpin. Kata pemimpin dalam Alquran menggunakan istlah kata khalifah, maknanya menggantikan, meninggalkan, pengganti, atau pewaris. Secara terminologis, kata ini mengandung setidaknya dua makna ganda. Disatu pihak, khalifah diartikan sebagai kepala negara dalam pemerintah dan kerajaan Islam masa lalu, yang dalam konteks kerajaan pengertiannya sama dengan sultan. Urgensi kepemimpinan penting untuk dipahami dan diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, hal tersebut dikarenakan melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang senantiasa berbenturan dengan aturan atau norma dan hukum yang berlaku. Sehingga diperlukan suatu sikap toleransi dalam menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk persoalan memahami urgensi kepemimpinan.
Pelaksanaan Pengajian Halaqah Dalam Pemahaman Keagamaan Pada Ma’had Aly Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo Kamal, Ahmad; Nawas, Kamaluddin Abu; Marjuni, A
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 17 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.781 KB)

Abstract

Abstrak Gambaran tentang pelaksanaan pengajian halaqah antara lain waktu pelaksanaan pengajian halaqah yang dilaksanakan pada waktu antara shalat magrib-isya, dan setelah shalat subuh, peserta yang mengikuti pengajian halaqah adalah para mahasantri Ma’had Aly Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang Kabupaten Wajo dan Syekh yang sering disebut anre gurutta sebagai narasumber pengajian, dan kitab kuning atau kitab klasik sebagai materi pengajian, metode pengajian halaqah yang digunakan adalah metode pengajian tuntas, dimana kitab yang menjadi materi pengajian dibahas secara menyeluruh tanpa melangkahi dan memilih-milih bagian kitab yang ingin dibaca. Usaha Kiyai dalam pengembangan pemahaman keagamaan antara lain, membentuk lingkungan pendidikan yang menunjang usaha peningkatan pemahaman keagamaan dengan membangun beberapa fasilitas seperti masjid, asrama atau pondok, perpustakaan. Usaha selanjutnya adalah megadakan kitab-kitab rujukan unntuk memenuhi kebutuhan mahasantri terhadap bacaan yang memadai. Usaha selanjutnya adalah mengajarkan kaedah-kaedah dasar keagamaan yang diajarkan baik dipengajian halaqah dan juga pembelajaran dalam kelas. Hasil pelaksanaan pengajian halaqah dalam pengembangan pemahaman keagamaan yaitu penguasaan Bahasa Arab terutama dalam hal membaca kitab kuning yang menjadi materi pengajian halaqah. Selanjunya adalah meningkatkan wawasan keislaman baik itu dalam bidang tafsir, hadis, tasawwuf dan akhlak, selanjutnya menjadi bahan materi ceramah yang menadi bekal bagi mahasantri untuk terjun kemasyarakat.  Kata kunci: Halaqah, Ma’had Aly, Anregurutta.