p-Index From 2015 - 2020
1.066
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Diskursus Islam
Abubakar, Achmad
Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN QIRĀ’ᾹT SABʻAH DENGAN BACAAN IMAM NAFI’ RIWAYAT QĀLŪN DAN WARSY PADA SANTRI JAM’ĪYATUL QURRA DI PONDOK PESANTREN MODERN (PPM) AL-SYAIKH ABDUL WAHID KOTA BAUBAU Syaifuddin, La Ode Muhamad; Abubakar, Achmad; Muzakkir, Muzakkir
Jurnal Diskursus Islam Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran qirā’āt sab’ah pada santri Jamʻīyatul Qurra di Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Syaikh Abdul Wahid Kota Baubau, untuk mengetahui hasil belajar qirā’āt sab’ah dengan Bacaan Imam Nafi’ riwayat Qālun dan Warsy serta yang menjadi faktor penghambat dan pendukung dalam pembelajaran qirā’āt sab’ah di PPM Al-Syaikh Abdul Wahid Kota Baubau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, dalam mengimplementasikan pembelajaran qirā’āt sab’ah dengan bacaan Imam Nafi’ riwayat Qālūn dan Warsy di PPM Al-Syaikh Abdul Wahid dengan menggunakan metode Jibril yang lebih dominan daripada metode talaqqi> dan muza>karah, hasil belajar yang dicapai di antaranya santri sudah dapat membedakan panjang “ma>d”, baik itu ma>d qas}ar (Panjang 1 alif), ma>d tawassud (Panjang 2 alif), dan beberapa istilah-istilah lain. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat di antaranya keterbatasan tenaga pengajar yang tidak memiliki kompetensi yang cukup, dan faktor pendukung di antaranya keingin-tahuan serta kesungguhan santri yang tinggi dalam mempelajari bacaan qirā’āt sab’ah khususnya bacaan Imam Nafi’ riwayat Qālūn dan Warsy. Hadirnya peneliti yang telah memberikan pembelajaran qirā’āt sab’ah, diharapkan santri mengetahui dan paham akan qirā’āt sab’ah dan juga dapat meningkatkan kualitas belajarnya, serta kajian qirā’āt sab’ah dapat dijadikan sebuah wacana terhadap khazanah keilmuan dan dapat di aplikasikan secara langsung dalam lingkungan PPM Al-Syaikh Abdul Wahid Kota Bau bau maupun lingkungan lainnya.
KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BAHASA ARAB DENGAN PEMAHAMAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN TERHADAP SISWA KELAS XII MADRSAHALIYAH AL-AMANAH KOTA BAUBAU Karim, Ahmad; Abubakar, Achmad; Kasim, Amrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tingkat kemampuan bahasa Arab dan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an serta korelasi antara keduanya terhadap siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Amanah Baubau. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach) bersifat kuantitatif dalam bentuk ex-post facto atau kasual komparatif karena penelitian ini berusaha mencari informasi tentang hubungan sebab akibat dari suatu peristiwa. Data dikumpulkan melalui tes (soal) dari hasil jawaban Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN). Hasil penelitian dan pembahasan: (1) Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menjawab tes soal bahasa Arab dan al-Qur’an pada Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional. Tingkat pemahaman siswa kelas XII MA Al-Amanah Baubau dapat menerima/menyerap pelajaran al-Qur’an dengan sangat positif dan signifikan; (2) Korelasi antara tingkat kemampuan bahasa Arab dengan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an dipengaruhi oleh kemampuan bahasa Arab siswa kelas XII MA Al-Amanah Baubau. Penelitian ini dapat memberi sumbangsih pemikiran dan pengetahuan bagi siswa dan guru agar lebih giat menguasai dan memahami pembelajaran bahasa Arab dan al-Qur’an, menjadi referensi atau rujukan yang relevan bagi kaum akademisi, lembaga pendidikan atau institusi penelitian lainnya dalam melakukan kajian dan penelitian yang terkait dengan tingkat kemampuan bahasa Arab dan tingkat pemahaman ayat-ayat al-Qur’an di MA Al-Amanah Baubau.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB NIKAH SIRI DI SULAWESI BARAT Tahir, Juraeri; HT, A. Qadir Gassing; Abubakar, Achmad; Salenda, Kasjim
Jurnal Diskursus Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengungkapkan tentang faktor-faktor terjadinya nikah siri di Sulawesi Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi faktual dari kecenderungan masyarakat Sulawesi  Barat dalam melakukan nikah siri. Penelitian ini dilakukan di Sulawesi Barat yang meliputi tiga Kabupaten kota, yaitu Mamuju, Mejene dan Polman. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normative, fenomenologis, filosofis, dan sosiologis. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari sumber-sumber utama, yaitu para responden yang terdiri dari pelaku nikah siri, pejabat desa, pejabat KUA, dan pejabat Pengadilan yang berkompeten menjawab penelitian tentang nikah siri. Data sekunder diambil dari sumber-sumber lain, yaitu tulisan-tulisan yang terkait dengan formulasi hukum nikah siri dan buku-buku tentang sosiologi hukum dan filsafat hukum Islam sebagai alat pembedah terhadap penelitian ini. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi dengan instrumen pedoman wawancara. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan baha faktor-faktor terjadinya nikah siri di Sulawesi Barat di kalangan laki-laki adalah  karena menganggap buku nikah tidak penting, kurangnya sosialisasi pentingnya pernikahan yang tercatat, memang ingin menikah 2 kali/poligami, suami melakukan pernikahan tanpa izin istrinya, kurangnya perhatian dan pelayanan seks dan menghindari perzinahan. Sementara di kalangan perempuan, alasan mereka melakukan nikah siri antara lain adalah karena kebutuhan batin, tidak mendapatkan kepuasan dari suaminya, mencari laki-laki yang mapan dalam bidang ekonomi, sehingga dapat membiayai hidupnya, adanya jumlah perepuan yang terlalu banyak dibanding laki-laki. 
IMPLEMENTASI METODE DIROSA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DEWAN PIMPINAN DAERAH WAHDAH ISLAMIYAH MAKASSAR Saddang, Muhammad; Abubakar, Achmad; Munir, Munir
Jurnal Diskursus Islam Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan metode Dirosa, untuk menggali kemampuan peserta didik yang telah mengikuti pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan Metode Dirosa yang dilaksanakan oleh DPD Wahdah Islamiyah Makassar, dan untuk menemukan kendala-kendala yang ada pada implementasi metode Dirosa dalam pembelajaran al-Qur’an DPD Wahdah Islamiyah Makassar berserta solusinya. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis sebagai pendekatan utama dan dibantu dengan pendekatan pedagogis dan psikologis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan metode Dirosa dilaksanakan sebanyak 20 kali pertemuan dengan jumlah peserta 10-25 orang per kelompok. Kendala-kendala yang  menghambat adalah jadwal pertemuan Dirosa yang sulit ditentukan, kurangnya kedisiplinan peserta, kurangnya waktu dalam mengulangi pelajaran, kendala tempat, dan kendala internal DPD Wahdah Islamiyah Makassar. Adapun solusi dalam mengatasi kendala-kendala tersebut adalah musyawarah antar peserta, memberi motivasi dan semangat kepada peserta didik, komunikasi dengan pengurus masjid, dan melakukan sosialisasi dan perekrutan pengajar Dirosa. Dengan demikian, pembelajaran al-Qur’an  dengan menggunakan metode Dirosa harus lebih ditingkatkan dan dikembangkan oleh DPD Wahdah Islamiyah Makassar agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.
URGENSI KEPEMIMPINAN DALAM KITAB FI ZILAL AL-QUR’AN Zabidi, Ahmad; Abubakar, Achmad; Firdaus, Firdaus; Nawas, Kamaluddin Abu
Jurnal Diskursus Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan merupakan sesuatu yang urgen dalam tatanan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, Alquran berbicara tentang kepemimpinan diantaranya merujuk kepada kata khalifah. Kata khalifah di antaranya terdapat dalam QS al-Baqarah/2: 30 dan Sad/38: 26, kedua ayat tersebut menunjukkan tentang tujuan diciptakannya manusia dimuka bumi sebagai khalifah (pemimpin). Dalam konteks ini menunjukan eksistensi manusia sebagai wakil Allah di muka bumi sebagai khalifah atau pemimpin. Kata pemimpin dalam Alquran menggunakan istlah kata khalifah, maknanya menggantikan, meninggalkan, pengganti, atau pewaris. Secara terminologis, kata ini mengandung setidaknya dua makna ganda. Disatu pihak, khalifah diartikan sebagai kepala negara dalam pemerintah dan kerajaan Islam masa lalu, yang dalam konteks kerajaan pengertiannya sama dengan sultan. Urgensi kepemimpinan penting untuk dipahami dan diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat, hal tersebut dikarenakan melihat berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari yang senantiasa berbenturan dengan aturan atau norma dan hukum yang berlaku. Sehingga diperlukan suatu sikap toleransi dalam menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk persoalan memahami urgensi kepemimpinan.
PENAFSIRAN-PENAFSIRAN AL-ZAMAKHSYARI TENTANG TEOLOGI DALAM TAFSIR AL-KASYSYAF Rusmin, Saifullah; Galib, M; Abubakar, Achmad; Pabbabari, Musafir
Jurnal Diskursus Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tentang penafsiran-penafsiran al-Zamakhsyari  tentang teologi dalam  tafsir al-kasysyaf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Data diolah dengan mempergunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mengolah data berdasarkan nilai yang terkandung dalam setiap data. Pendekatan yang relevan digunakan dalam penelitian ini tentu saja adalah pendekatan historis dan sosio-antropologi dengan melihat relevansi antara latar belakang budaya serta pemikiran yang lahir dari sejarah hidupnya dikaitkan dengan pandangan-pandangan tafsirnya. Teknik interpretasi tafsir tentu saja menjadi sarana yang digunakan untuk melihat lebih jauh ayat-ayat al-Qur’an yang ditafsirkan oleh al-Zamakhsyari pada dua kategori besar. Teknik interpretasi tersebut adalah; Pertama, Interpretasi tekstual; Kedua, Interpretasi Sistemis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan-pandangan al-Zamakhsyari lewat tafsir al-Kasysyaf sangat dipengaruhi oleh konteks yang melatarbelakangi lahirnya tafsir ini. Ketika ia berbicara mengenai masalah teologi dalam tafsirnya, maka akan terlihat dengan jelas ia membela prinsip aliran Mu’tazilah, kecuali pada masalah sihir, siksa kubur dan sebuah ayat tentang prinsip posisi pelaku dosa besar di akhirat. Adanya perbedaan pada beberapa prinsip Mu’tazilah, dapat mengindikasi satu di antara dua hal; pertama, sesungguhnya al-Zamakhsyari tidaklah menguasai detil prinsip Mu’tazilah. Kedua, al-Zamakhsyari adalah seorang yang sangat idealis sehingga kemampuannya dalam menilai sebuah lafadz yang mengarahkan kepada sebuah makna,  tidak dibatasi oleh pola ideologi mazhab.