Widiani, Esti
D3 Keperawatan Lawang Poltekkes Kemenkes Malang

Published : 30 Documents
Articles

Found 30 Documents
Search

PERBEDAAN PENGARUH SENAM LING TIEN KUNG DAN SENAM ERGONOMIK TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA

HOSPITAL MAJAPAHIT (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT) Vol 11, No 1 (2019): HOSPITAL MAJAPAHIT VOL 11 NO 1
Publisher : HOSPITAL MAJAPAHIT (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MAJAPAHIT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.219 KB)

Abstract

Elderly people experience an aging process that causes organ weakness, physical deterioration, the emergence of various diseases, for example an increase in uric acid levels which can cause kidney stones, gout, and rheumatism. There needs to be efforts that are care, treatment, healthy lifestyle, and physical activities to maintain the health of the elderly. Some activities that can be done by the elderly include ergonomic gymnastics and Ling Tien Kung gymnastics. The purpose of this study was to compare the effect of ergonomic gymnastics and Ling Tien Kung's gymnastic influence on decreasing uric acid levels in the elderly. The researcher used a quasi-experimental research design with pre-test and post-test two groups. Each group was observed for uric acid levels before intervention, after intervention 4 times, and after intervention 8 times. Interventions were given twice a week for 4 weeks, with interventions at each meeting of 30-45 minutes. This study involved 14 respondents divided into 2 groups. The sampling technique of respondent selection was nonprobability sampling with purposive sampling method. Processing data used repeated ANOVA statistical tests. The Ling Tien Kung group had different results between the pre-test and post-test, but there is no difference between the med-pre-test. Ergonomic group had different results between pre-test and med-test and post-test, but there was no difference in results between med-test and post-test. Independent T-Test statistical test showed that between the two groups there were no differences in results, so it could be concluded that the two groups had the same effective resultsKeywords: Ling Tien Kung, ergonomics, gout, elderly

HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN IBU DENGAN KEMAMPUAN IBU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL OTONOMI PADA TODDLER

MEDICA MAJAPAHIT Vol 10, No 2 (2018): MEDICA MAJAPAHIT
Publisher : SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MAJAPAHIT MOJOKERTO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.935 KB)

Abstract

Abstract Toddlers are the second stage of psychosocial development after babies in the age range of 18 months to 36 months. To avoid failure in passing through the stages of psychosocial development, autonomy versus doubt or shame need to provide good stimulation. The purpose of this study was to determine the relationship of mothers education with the ability of mothers to stimulate psychosocial development of autonomy in children. This study uses an observational design with a cross sectional approach. The study was conducted in the Kemantren Village, Jabung District, Malang Regency. The technique used for sampling in this study is accidental sampling with the number of samples obtained were 168 respondents. The instrument used to measure mothers ability is a modification from Infant-Toddler Child Care HOME Inventory. The data analysis used was spearman rank with a statistically significant correlation between maternal education and mothers ability to stimulate the development of psychosocial autonomy with p = 0,000 (p <0.005). The BKB (Toddler Family Development) group is recommended to be held in each Posyandu as a service center and learning center for mothers who conduct early detection and developmental stimulation.Keywords: mothers education, mothers ability to stimulate

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA LANDUNGSARI, KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia mengalami kemunduran terutama di bidang perubahan fisik sehinggga mudah mengalami peningkatan tekanan darah. Pencegahan peningkatan tekanan darah pada lansia dengan melakukan gaya hidup sehat, menjaga pola makan dan menurunkan stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor gaya hidup, pola makan dan stres terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Teknik penelitian mengunakan desain korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 36 orang lansia dengan hipertensi dengan penentuan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Mann-whitney Test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan hampir setengahnya (44,4%) responden melakukan gaya hidup kurang, sebagian besar (52,8%) responden melakukan pola makan kurang sehat, sebagian besar (55,6%) responden memiliki tingkat stres ringan dan seluruhnya (100%) responden memiliki tekanan darah hipertensi stadium 1. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p yang diperoleh untuk gaya hidup adalah 0,592, pola makan adalah 0,202, tingkat stres adalah 0,167. Nilai p yang didapat semuanya lebih besar dari 0,05 yang berarti gaya hidup, pola makan dan tingkat stres tidak ada hubungannya dengan hipertensi yang dialami oleh lansia. Berdasarkan hasil penelitian maka lansia perlu melakukan gaya hidup sehat mulai dari melakukan pemeriksaan tekanan darah dan melakukan pola makan sehat seperti tidak mengkonsumsi makanan asin, instan dan berlemak secara berlebihan. ABSTRACT The Elderly undergo setback especially in the field of physical changes thus easily have elevated blood pressure. Prevention of an increase in blood pressure in the elderly by making a healthy lifestyle, keeping to the eating patterns and lowering stress. The purpose of the Research to find out the relationship of factor in lifestyle, the eating patterns and stress against the blood pressure in the elderly with hypertension in the village of Landungsari, subdistrict of Dau, Regency of Malang. The Research techniques using to design of correlation with the approach of cross sectional. The sample of this research as much as 36 the elderly with hypertension and the determination of the using random sampling. The Data collection techniques using instruments in the form of a questionnaire. The Data analysis methods used namely mann witney test by using SPSS. The research results prove almost half (44.4%) of respondents do less lifestyle, most (52.8%) of respondents do less healthy eating patterns, the large majority (55.6%) of respondents have a mild stress level and entirely (100%) the respondents have blood pressure hypertension stage 1. Mann Whitney test results showed that the P-value obtained for the lifestyle is 0.592, eating patterns is 0.202, stress levels is 0.167. The p-value obtained is all greater than 0.05 which means that lifestyle, eating patterns and stress levels have nothing to do with hypertension experienced by the elderly. Based on the research results then the elderly need to do a healthy lifestyle starts from checks the blood pressure, doing of the healthy eating patterns and do not consume foods like salty, fatty and instant in the overload. Keywords: Lifestyle; hypertension; the elderly; eating patterns; stress.

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI KOTA MALANG

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak retardasi mental perlu mendapatkan dukungan keluarga sebagai sumber semangat dan motivasi sehingga anak bisa secara mandiri melakukan perawatan diri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 40 orang dengan penentuan menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dukungan keluarga dan kemandirian perawatan diri anak retardasi mental. Metode analisa data yaitu uji Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Berupa hasil penelitian membuktikan sebagian besar (67,5%) keluarga (orang tua) memberikan dukungan cukup pada anak retardasi mental dan hampir setengahnya (42,5%) anak retardasi mental memiliki kemandirian perawatan diri cukup. Hasil uji Spearman Rank didapatkan p-value = (0,003) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental di SDLB Negeri Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka cara meningkatkan kemandirian perawatan diri pada anak retardasi mental dengan memberikan dukungan keluarga seperti tindakan latihan di rumah berupa cara makan mandiri, berpakaian mandiri dan melakukan kebersihan badan mandiri. ABSTRACT Child mental retardation needs to get family support as a source of spirit and motivation so that children can independently perform self-care. The purpose of research to determine the relationship of family support with self-reliance of self-care in children mental retardation in SDLB Negeri Malang. The research design used correlation design with cross sectional approach. The sample of this study were 40 people with determination using total sampling. Data collection techniques used the instrument in the form of family support questionnaires and self-reliance of child self-care mental retardation. Data analysis method that is used is Spearman Rank test by using SPSS. The results showed that most of (67.5%) families (parents) gave sufficient support to children with mental retardation and nearly half of (42.5%) children with mental retardation had sufficient self-care independence. Spearman Rank test results obtained p-value = (0.003)

PERBEDAAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) PADA TIPE NUCLEAR FAMILY DAN EXTENDED FAMILY

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.047 KB)

Abstract

Perkembangan Kognitif adalah kemampuan anak dalam menggunakan pikiran tarkait dengan pengetahuan serta dalam bentuk aplikasi tehadap lingkungan. Perkembangan kognitif dipengaruhu oleh lingkungan keluarga, terdiri dari nuclear family (ayah, ibu, anak) dan extended family (keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak usia prasekolah (3-6 tahun) pada tipe nuclear family dan extended family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis teknik metode penelitian survei. Desain penelitian ini menggunakan non eksperimental komperatif dengan populasi sebanyak 45 anak dan ibu. Sampel penelitian sebanyak 32 anak dan ibu yang terbagi dari tipe nuclear family dan extended family. Tehnik samplingnya adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi. Analisa data menggunakan uji t yaitu Independen T-test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa bahwa hampir sebagian besar anak pada tipe nuclear family termasuk katagori sesuai yaitu sebanyak 12 orang (75%) dan sebagian besar perkembangan kognitif anak tipe extended family termasuk kedalam katagori tidak sesuai yaitu sebanyak 9 orang (56%). Hasil analisa data Independen t-test nilai thitung sebesar 3,250 dengan tingkat Sig.(2-tailed)= 0,003 sehingga nilai ttabel = 2,042 pada taraf signifikansi (α = 0,05) jadi thitung ≥ ttabel = 3.250 ≥2,042 maka terdapat perbedaan antara perkembangan kognitif pada tipe nuclear family dan extended family. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia prasekolah menggunakan wawancara dan observasi. ABSTRACT Cognitive development is the ability of children to use thoughts related to knowledge and in the form of applications to the environment. Cognitive development is influenced by the family environment, consisting of the nuclear family (father, mother, child) and extended family (nuclear family plus other family members who are still related to blood (grandparents, uncles-aunts). differences in cognitive development of preschool children (3-6 years) in the type of nuclear family and extended family This study uses a quantitative approach to the type of survey research method techniques. While the design of this study uses non experimental experimental with a population of 45 children and mothers. The research sample consisted of 32 children and mothers divided into nuclear family types and extended families. The sampling technique is purposive sampling. The research tool uses observation. Data analysis using t test is Independent T-test. The results of this study found that most of the children in the nuclear family type included the appropriate categories, namely as many as 12 (75%) and most of the cognitive development of the extended family type included in the inappropriate category as many as 9 people (56%). Independent data analysis results t-test tcount of 3.250 with a level of Sig. (2-tailed) = 0.003 so that the value of t table = 2.042 at the significance level (α = 0.05) so tcount ≥ ttable = 3.250 ≥ 2.042 then there are differences between developments cognitive in the type of nuclear family and extended family. For further researchers, researchers recommend to examine the factors that influence cognitive development of preschoolers using interviews and observation. Keywords : Cognitive development; preschool family; type.

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI MTS MUHAMMADIYAH I MALANG

Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur. Insomnia sering dijumpai pada remaja yang mengakses jejaring sosial sehingga menyebabkan remaja mengalami kurang tidur. Remaja yang mengalami stres kadang menggunakan media sosial untuk menghibur diri sehingga melewatkan waktu untuk tidur malam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian insomnia pada remaja pengguna media sosial (facebook). Metode penelitian mengunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 remaja berusia 13-15 tahun yang menggunakan media sosial (facebook) dengan penentuan sampel penelitian menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data dengan uji spearman rank. Distribusi frekuensi berdasarkan umur didapatkan 66,7 % berusia 13 tahun, sedangkan distribusi frekuensi berdasarkanjenis kelamin diperoleh 35 (58,3 %) responden laki-laki dan berdasarkan durasi penggunaan facebook yaitu 19 (31,7 %) responden menggunakan facebook 1jam/hari. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 51 (85,0%) remaja pengguna media sosial (facebook) memiliki tingkat stress ringan dan 32 (53,3%) remaja pengguna media sosial (Facebook) mengalami insomnia ringan. Sedangkan hasil uji spearman rank didapatkan pvalue= (0,002) < (0,050), yang berarti ada hubungan tingkat stres dengan kejadian insomnia pada remaja pengguna media sosial (facebook). Remaja diharapkan bisa mengontrol kebiasaan menggunakan media sosial (facebook) yang berlebihan sehingga terhindar dari stres yang bisa menyebabkan insomnia.

PELAKSANAAN PROGRAM UKS DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN KEDUNG KANDANG KOTA MALANG

Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.55 KB)

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan ujung tombak pemberdayaan masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat. Menurut Menkes, saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 250.000 sekolah negeri, swasta maupun sekolah agama dari berbagai tingkatan. Jumlah SD di Kota Malang adalah 197 SD Negeri dan 41 SD swasta. Di Kecamatan Kedung Kandang, terdapat 45 SD Negeri dan 8 SD Swasta. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan titik berat pada upaya promotif dan preventif didukung oleh upaya kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas, menjadi sangat penting dan strategis untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, terutama pengaruhnya pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) para siswa di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan program UKS dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa SD di Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Instrumen untuk pengambilan data adalah kuisioner, data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi distribusi dan dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Program UKS di SD Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang paling banyak sudah tergolong baik (80%). Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa kelas 5 di SD Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang paling banyak sudah tergolong baik (90%). Hasil uji Korelasi Spearman menunjukkan bahwa antara Pelaksanaan Program UKS dengan PHBS siswa SD di Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang mempunyai keeratan hubungan yang signifikan (dengan p=0.014). Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik Pelaksanaan Program UKS di sekolah, maka PHBS siswa akan menjadi lebih baik. Disarankan untuk melakukan penelitihan lebih lanjut dengan memperluas variabel lain yang dapat mempengaruhi PHBS siswa seperti faktor kesadaran siswa dan pengetahuan

KEMAMPUAN PEMBERIAN STIMULASI MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH

Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.397 KB)

Abstract

Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara komulatif selama perkembangan. Sehingga anak memerlukan pendampingan dari orang terdekat yaitu orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian pada anak usia prasekolah. Desain penelitian ini deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah dan semua anak usia prasekolah yang berjumlah masing-masing 46 orang, pengambilan sampel penelitian di RW 03 Kelurahan Tlogomas Malang secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan teknik analisis datanya uji korelasi pearson chi-square, dengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa 63 % orang tua mengalami kemampuan pemberian stimulasi baik, sedangkan untuk kemandirian anak sebanyak 58.7% mengalami kemandirian yang baik. Hasil analisa uji Chi-Square, p value 0,000 dan nilai r hitung 53,468. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemberian stimulasi mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan kemandirian anak. Disarankan pada orang tua untuk mempertahankan kemampuan pemberian stimulasi pada anak, atau lebih meningkatkan lagi dengan cara mengikuti pelatihan dan banyak membaca tentang stimulasi perkembangan anak.

PENGARUH SHOLAT TAHAJUD TERHADAP DEPRESI PADA SANTRI DI PESANTREN AN-NUR 2 BULULAWANG MALANG

Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.632 KB)

Abstract

Depression is a problem that is associated with the natural feeling. Depression should be handled appropriately and accurately so as to provide healing benefits. Tahajud prayers, prayers are held in the evening is very beneficial for the body. The purpose of this study was to analyze the influence of depression on praying tahajjud on students in pesantren An-Nur 2 Bululawang Malang. This research design using pre experimental design approach one group pre test post test design. Sampling was done by purposive sampling as many as 6 people. Analysis of the data used is the Wilcoxon test with α = 0.05. Levels of depression before treatment as much as 17% of respondents experiencing severe levels of depression and very heavy, and as much as 66% of respondents experienced moderate depression. Given the results obtained after treatment by 17% of respondents experiencing severe levels of depression, depression levels as much as 66% lighter and 33% of respondents did not have depression. From the analysis results obtained p-value of 0.027

KAITAN ANTARA KEMAMPUAN IBU DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL OTONOMIDENGAN SEPARATION ANXIETY PADA TODDLER

Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.111 KB)

Abstract

Toddler merupakan tahapan perkembangan psikososial kedua setelah infant dimana berada pada rentang usia 18 bulan sampai 36 bulan. Agar tidak terjadi kegagalan dalam melewati tahap perkembangan psikososial otonomi versus ragu-ragu atau malu maka diperlukan pemberian stimulasi yang baik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemampuan ibu menstimulasi perkembangan psikososial otonomi dengan separation anxiety pada anak toddler. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah sampel yang dididapatkan sebanyak 168 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan ibu merupakan modifikasi dari Infant-Toddler Child Care HOME Inventory. Instrumen yang digunakan untuk mengukur separation anxiety merupakan modifikasi dari Spence Children Anxiety Scale dan Preschool Anxiety Scale. Analisis data yang digunakan adalah spearman rank dengan hasil secara statistik ada hubungan yang bermakna antara kemampuan ibu menstimulasi perkembangan psikososial otonomi dengan separation anxiety pada toddler dengan nilai p= 0,000 (p