Rodiah, Iis
UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

DESIGN OPTIMIZATION AND EXPERIMENTAL DATA OF LOW ENTHALPY GEOTHERMAL POWER PLANT DESIGN BY USING ORGANIC RANKINE CYCLE Gaos, Yogi Sirodz; Wicaksono, Muhammad Faisal; Rodiah, Iis
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.672 KB)

Abstract

A lot of heat energy can be tap to produce electricity by converting the heat and enthalpy to move a steam turbine cycle, or usually known as Rankine Cycle. But steam cycle has to have a high temperature and high enthalpy, so lower temperature and lower enthalpy source such as geothermal brine water, solar thermal, and waste heat gas cannot be tap to produce electricity. These potential belongs to ORC or Organic Rankine Cycle. ORC has no need to utilized high temperature and enthalpy, it can use temperature as low as 80ºC instead of 170ºC or more. By utilizing ORC system, these sources is open to produce electricity. These days a lot of research for ORC is done either by simulation or by experiment and the source is also varied. For this case, the source is geothermal brine water. The design of ORC begins with calculating the overall ORC heat balance using Cycle Tempo. Thus the duty of preheater, evaporator, turbine, condenser, pump, and cooling tower can be obtained. Then using working fluid n-pentane, we calculate and optimized the thermal efficiency. After that, every individual equipment is designed and calculated by using HTRI. Design optimization which had been obtained then used as reference to do the experiment. Unfortunately, the data from the latest experiment showed that the temperature from the geothermal brine water has not met requirement yet. Therefore, further experiment has to be done with some improvement to the system.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA TERHADAP ANAK DALAM PENDIDIKAN SEKSUAL (Studi Analisis Pemikiran Abdullah Nashih Ulwan) Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 3 No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Abdullah  Nasih Ulwan tentang tanggung jawab orang tua dalam pendidikan seksual. Metode penelitian yang digunakan adalah library research (studi kepustakaan), dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik analisis data menggunakan teknis analisis isi (content analysis). Setelah melakukan analisis bahwa pendidik dalam keluarga khususnya orang tua, sebelum anak memasuki masa pubertas maka perlu mengenalkan hukum-hukum pada masa pubertas, dan mengingatkan kepada anak tentang melihat lawan jenis agar nanti tidak salah mengartikan. Maksudnya adalah bahwa Abdullah Nashih Ulwan mengingatkan bahwa sebelum orang tua mengajarkan kepada anak-anak, supaya dapat memberikan teladan yang baik kepada mereka. Setelah itu, berupayalah untuk mengajarkannya kepada anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh diatas akidah yang benar.
PERAN PROGRAM PARENTING DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK (Penelitian di Kelompok Bermain At-Taqwa Cidewa Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing Supenti, Penti; Rodiah, Iis
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengetahuan orangtua  tentang pemahaman pendidikan anak usia dini, sehingga  pengasuhan dan bimbingan yang diberikan orangtua terhadap anak-anak belum tepat, dan akhirnya tumbuh kembang anak terhambat, sehingga menyebabkan ketidakmampuan anak untuk bersosialisasi dan mandiri.
KONSEP GURU DAN PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT IMAM AL-GHAZALI (Studi Analisi Terjemah Kitab Ihya Ulumuddin) Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komponen-komponen dalam pendidikan mempunyai pengaruh untuk peningkatan mutu pendidikan. Salah satu komponen yang mempunyai peran signifikan adalah guru. Guru dalam konteks kependidikan mempunyai peranan yang besar dan strategis. Hal ini di sebabkan gurulah yang berada di barisan depan dalam pelaksanaan pendidikan . Gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendidik dengan nilai nilai positif melalui bimbingan dan keteladanan. Imam Al-Ghazali memiliki pendapat yang tajam, kedalaman dan kebijaksanaan berfikir serta pandangan yang jauh masalah-masalah pengajaran serta problem-problem lain yang berkaitan tentang pendidikan. Dari sini tampak oleh kita pentingnya konsep-konsep yang diberikan Al-Ghazali dalam membahas pendidikan Akhlak dalam konteks ini berkaitan dengan konsep Guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode content analysis (analisis isi) sedangkan teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah study kepustakaan atau dokumentasi. Data-data yang terkumpul lalu dianalisis dengan teknik dedukasi, induksi, komparasi dan penarikan kesimpulan. Setelah melakukan analisis data, di peroleh kesimpulan sebagai berikut: Pertama, dalam pandangan al-Ghazali, pendidik merupakan orang yang berusaha membimbing, meningkatkan, menyempurnakan dan mensucikan hati sehingga menjadi dekat dengan Khaliqnya. Ia juga memberikan perhatian yang sangat besar pada tugas dan kedudukan seorang pendidik. Hal ini tercermin dalam tulisannya:“Sebaik-baik ikhwalnya adalah apa yang dia katakan berupa ilmu pengetahuan”. Kedua, pendidikan akhlak menurut Imam Al Ghazali merupakan proses menghilangkan sifat-sifat tercela yang ada pada diri dan menanamkan sifat sifat terpuji, yang mana bertujuan untuk menghasilkan insan kamil dan mendekatkan diri kepada Allah sehingga manusia dapat memperoleh kebahagiaan didunia dan akhirat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pendidik yang dapat diserahi tugas mengajar adalah seorang pendidik yang selain memiliki kompetensi dalam bidang yang diajarkan yang tercermin dalam kesempurnaan akalnya, juga haruslah yang berakhlak baik dan memiliki fisik yang kuat.
PENGARUH POLA ASUH KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK DI RAUDHATUL ATHFAL AL-FADLILIYAH DARUSSALAM CIAMIS Kartika, Nita; Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 2 No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh keluarga terhadap perkembangan sosial anak di Raudhatul Athfal Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pola asuh anak dalam keluarga di Raudhatul Athfal Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis diperoleh rata-rata skor 36, angka tersebut berada pada kisaran skor 33,2-36,2 sehingga termasuk pada kategori sedang, berdasarkan nilai absolut skala lima. 2) Perkembangan sosial anak di Raudhatul Athfal Al-Fadliliyah Darussalam Ciamis tergolong tinggi, sebab diperoleh rata-rata skor 31,48. Angka tersebut jika di golongkan kepada skala penelitian tergolong tinggi, sebab berada pada kisaran 26,9-33,7 berdasarkan nilai absolut skala lima. 3) Pola asuh keluarga berpengaruh pada perkembangan sosial anak dengan skor thitung>  t tabel(1,969>1.714),hanya saja korelasinya sangat rendah karena memperoleh skor 0,114 atau sebesar 0,7 %, sedang 93,3 % dipengaruhi oleh faktor lain.
KONSEP AKHLAK TERPUJI MENURUT PANDANGAN IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Rodiah, Iis; Al Hamdani, M. Djaswidi
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata karakter diringkas sebagai perilaku, tetapi perilaku itu perlu dilakukan berkali-kali tidak cukup hanya sekali untuk melakukan perbuatan baik, atau hanya sesekali. Seseorang dapat disebutkan karakter tertentu ketika menampilkan dirinya didorong oleh motivasi yang kuat dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran pertimbangan pertama yang sering diulang, begitu berkesan sebagai keharusan untuk dilakukan. Jika tindakan itu dilakukan dengan sangat terpaksa bukanlah cerminan karakter. Secara historis, moralitas dapat memadukan perjalanan kehidupan manusia untuk dapat bertahan hidup di dunia ini dan akhirat. Mempelajari akhlak dapat membuka mata hati seseorang untuk mengetahui yang baik dan yang buruk. Namun, kenyataan menunjukkan penurunan nilai-nilai moral yang baru-baru ini terjadi pada sebagian besar orang baik di kalangan remaja, orang dewasa dan bahkan orang tua termasuk di antara siswa apakah mereka tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan. Kondisi ini sangat menarik bagi penulis untuk membahas konsep pendidikam yang lebih halus dan relevansinya dengan pendidikan di era globalisasi. Banyak orang mengabaikan moral pembinaan, sedangkan masalah moral tidak dapat diremehkan, karena karakter adalah kunci untuk mengubah kesejahteraan individu, sosial, atau kesejahteraan dan kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis), yang awalnya digunakan dalam disiplin ilmu komunikasi dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian normatif, seperti pendapat seseorang atau sekelompok orang tentang hukum suatu kasus. Secara khusus penelitian ini berkaitan dengan gaya pembelajar dalam kehidupan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah, pertama, Imam al-Ghazali menekankan pada teladan mengajar dan kognitifistik. Selain itu, ia juga memakai pendekatan behavioristik sebagai salah satu pendekatan pendidikan yang dijalankan. Kedua, Imam al-Ghazali dalam konsep pendidikan moral, ia menguraikan behavioristik dengan pendekatan humanistik yang mengatakan bahwa pendidik harus memandang siswa sebagai manusia secara holistik dan mengahrgai mereka sebagai manusia. Ketiga, imam al-Ghazali Berpikir tentang konsep pendidikan moral tetap relevan sampai hari ini sebagaimana dibuktikan oleh banyak pendidik yang masih menggunakan konsepnya.