p-Index From 2014 - 2019
1.323
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fish Protech
Isamu, Kobajashi Togo
Universitas Halu Oleo

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS SENSORI ABON IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DARI PROSES PENGAWETAN YANG BERBEDA

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.002 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawetan yang berbeda terhadap parameter yang diamati pada uji sensori dan untuk mengetahui uji mutu kimia abon ikan cakalang (Katsuwanus pelamis) pada proses pengawetan yang berbeda. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan pengulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu pemindangan, pengasapan, dan pengeringan. Parameter yang diamati yaitu uji sensori (rupa, bau, rasa, dan tekstur). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisis sidik ragam, perlakuan dengan proses pengawetan yang berbeda yaitu pemindangan, pengasapan, dan pengeringan tidak menunjukan pengaruh yang nyata terhadap kualitas sensori abon ikan cakalang (Katsuwanus pelamis), namun memiliki rerata yang beragam pada masing-masing perlakuan. Perlakuan yang menunjukan kualitas abon ikan terbaik yaitu perlakuan dengan pemindangan dengan nilai rupa 4, bau 5,33, rasa 5,33, tekstur 4,55.Kata Kunci : abon, ikan cakalang, pemindangan, pengasapan, pengeringan

UJI PERBANDINGAN DAGING POKEA (Batissa violacea celebensis Martens 1897) DAN TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK KERUPUK POKEA

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.768 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging pokea dan tepung tapioka terhadap organoleptik kerupuk pokea dan untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging pokea dan tepung tapioka terhadap kandungan gizi kerupuk pokea. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian kerupuk pokea diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan C dengan nilai kadar protein yang tergolong tinggi dengan penilaian panelis yang cukup baik. Kerupuk pokea dengan perlakuan peningkatan penambahan daging kerang pokea terhadap parameter uji organoleptik dan uji kimia berpengaruh sangat nyata. Rerata uji organoleptik rupa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan C (4,11). Rerata parameter uji organoleptik bau diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan C (4,21). Rerata parameter uji organoleptik rasa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan C (3,81). Rerata parameter uji organoleptik tekstur diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan C (3,59). Rerata uji kimia kadar air diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan A (11,8467). Rerata uji kimia kadar protein diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan C (36,713). Kata kunci : daging kerang pokea, kerupuk pokea, tepung tapioka.

ANALISIS ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN KIMIA PERMEN JELLY ANGGUR LAUT (Caulerpa racemosa)

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.618 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan dalam penambahan anggur laut (Caulerpa racemosa) terhadap analisis organoleptik dan kandungan kimia permen jelly. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) terdiri dari empat perlakuan PJ1 (5g anggur laut), PJ2 (10g anggur laut), PJ3 (15g anggur laut) dan PJ4 (20g anggur laut). Berdasarkan uji organoleptik, metode indeks efektivitas terbaik adalah dasar untuk menguji kandungan kimia permen jelly. Kandungan kimia diuji menggunakan metode AOAC. Hasil analisis organoleptik permen jelly pada penelitian organoleptik kenampakan menunjukkan nilai rerata tertinggi pada perlakuan PJ2 dengan nilai 4,1, uji organoleptik aroma menunjukkan nilai rerata tertinggi pada perlakuan PJ1 dengan nilai 4,05, uji organoleptik rasa menunjukkan nilai rata-rata tertinggi pada  perlakuan  PJ2 dengan nilai 4,01, organoleptik tekstur menunjukkan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan PJ1 dan PJ2 dengan nilai 3,8. Hasil kandungan kimia permen jelly pada perlakuan PJ4 memiliki nilai lebih tinggi dengan kadar air 50,21%, kadar lemak 1,50%, kadar abu 0,75%. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap perlakuan telah mempengaruhi kandungan kimia permen jelly Kata kunci : Caulerpa racemosa, kandungan kimia, organoleptik, permen jelly

UJI SENSORI, KIMIA DAN FISIK KERUPUK GURITA DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRASI DAGING GURITA (Octopus cyanea) YANG BERBED

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.017 KB)

Abstract

Abstrak            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi daging gurita (Octopus cyanea) terhadap parameter pada uji sensori (rupa, bau, rasa, tekstur, dan kerenyahan), uji kimia (kadar protein dan kadar karbohidrat) dan uji fisik (volume pengembangan) pada kerupuk gurita. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  tiga perlakuan yaitu perlakuan A (DG 45 g : TT 150 g), B (DG 60 g : TT 150 g) dan C (DG 75 g : TT 150 g) dan ulangan sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) pada taraf  95%, apabila terdapat beda nyata (P>0,05) maka dilakukan uji lanjut dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf nyata 95%. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan daging gurita dan tepung tapioka terhadap kerupuk gurita memberikan pengaruh nyata terhadap nilai sensori yang meliputi rasa, tekstur dan kerenyahan. Hasil terbaik untuk penilaian sensori rasa terdapat pada perlakuan C dengan nilai 8,0, sedangkan perlakuan terbaik A untuk  tekstur, kerenyahan, rupa dan bau  7,1, 4,0, 7,2 dan 7,9 secara berurutan. Perlakuan terbaik pada uji kimia terdapat pada perlakuan C dengan nilai kadar protein 19,34% dan kadar karbohidrat 29,36%. Hasil uji fisik volume pengembangan menunjukkan nilai terbaik yaitu perlakuan A dengan nilai 187%.Kata kunci: gurita (Octopus cyanea), kerupuk, uji fisik, uji kimia, uji sensori.

KARAKTERISTIK IKAN GABUS (Channa striata) ASAP DARI PRODUSEN YANG BERBEDA DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.115 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi proksimat pada ikan gabus asap, untuk mengetahui kandungan asam lemak dan untuk mengetahui kandungan Polycyclic Aromatic Hidrocarbon (PAH) yang diambil dari produsen berbeda di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Konawe dan  Laboratorium lingkup Universitas Halu Oleo serta Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gajah Mada. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis  deskriptif untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh dengan ulangan  sebanyak 3 kali (n=3). Hasil yang disajikan merupakan nilai rata-rata ± standar deviasi (SD). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai protein paling tinggi adalah produsen A yaitu 61,532%. Nilai kadar air tertinggi adalah podusen A. Produsen yang memiliki nilai kadar lemak paling tinggi adalah produsen B. Produsen yang memiliki nilai serat kasar paling tinggi adalah produsen B. Produsen yang memiliki nilai kadar abu paling tinggi adalah produsen C. Nilai persen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan lima ikatan rangkap; methyl cis-5-8-11-14-17-Eicosapentaenoate (EPA) berturut-turut 5,96%;  3,63%; 2,93%. Nilai persen relatif asam lemak tak jenuh banyak dengan enam ikatan rangkap; cis-4-7-19-13-16-19-docosahexaenoate (DHA) berturut-turut 3,51%;6,35%; 3,02%. Hasil penelitian juga menunujukan bahwa jumlah senyawa benzo (a) phyrene setiap produsen telah melewati ambang batas yang ditetapkan SNI yaitu 0,005 ppm. Produsen B memilikii nilai benzo (a) phrene  194,8 ppm sedangkan untuk Produsen A dan C berturut-turut 176,4 ppm dan  97,2 ppm.

PENGARUH PERBANDINGAN DAGING KERANG POKEA (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) DAN BUAH NANAS (Ananas comosus) TERHADAP KUALITAS KECAP

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.986 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daging  kerang pokea dan buah nanas terhadap uji organoleptik, uji kimia dan total bakteri kecap pokea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kecap pokea diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan B2 dengan nilai uji kimia dan organoleptik yang tergolong tinggi dengan penilaian panelis yang cukup baik serta semua parameter uji berpengaruh sangat nyata. Rerata uji organoleptik rupa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (3,58). Rerata parameter uji organoleptik bau diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (4,17). Rerata parameter uji organoleptik tekstur diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (4,13). Rerata parameter uji organoleptik rasa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B sebesar (3,69). Rerata uji kimia kadar protein diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan A sebesar (61,81) dan rerata uji total mikroba diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan D sebesar (0,17). Kata kunci : buah nanas, daging pokea, kecap pokea

STUDI PERBEDAAN PERSIAPAN BAHAN BAKU SURIMI TERHADAP KUALITAS SENSORIK DAN KIMIA SOSIS IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal)

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.002 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh persiapan bahan baku surimi yang berbeda pada kualitas sensoris dan kimia sosis ikan bandeng (Chanos chanos Forsskal). Pada penelitian ini terdapat tiga metode persiapan bahan baku yang digunakan sebagai bahan baku sosis ikan yaitu 100% surimi sebagai perlakuan S1; 50% surimi : 50% daging ikan cincang sebagai perlakuan S2; dan 100% daging ikan cincang sebagai perlakuan S3. Kualitas bahan baku ditentukan dengan uji lipat dan uji gigit, sedangkan untuk sosis ikan dilakukan analisis sensorik dan analisis proksimat. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa perlakuan 100% surimi (S1) diperoleh hasil uji sensorik aroma 5,4, odor 6,7, warna 5,25, berongga 4,9, shiness 5,4, kekenyalan 5,5, hardness 2,4, Juiceness 5,6, umami 6. Hasil analisis kimia dari perlakuan (S3)  berdasarkan berat kering diperoleh hasil kadar air, abu, lemak, protein berturut-turut yakni 58,96, 6,22%, 19,12%, 48,6%.Kata Kunci  : Bahan baku, Surimi, Sensorik, Sosis

KARAKTERISTIK SENSORI DAN KIMIA KERIPIK POKEA (Batissa violacea celebensis Martens 1897) DENGAN PERBANDINGAN DAGING POKEA DAN TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Fish Protech, April 2018
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.08 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan daging pokea dan tepung tapioka yang berbeda terhadap sensori keripik pokea dan untuk mengetahui pengaruh perbandinga daging pokea dan tepung tapioca yang berbeda terhadap uji kimia keripik pokea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dengan tiga kali ulangan. Berdasarkan hasil penelitian keripik pokea diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan C dengan nilai kadar protein yang tergolong tinggi dengan penilaian panelis yang cukup baik. Keripik pokea dengan perlakuan peningkatan penambahan daging kerang pokea terhadap parameter uji sensori dan uji proksimat berpengaruh sangat nyata namun berbeda tidak nyata terhadap kadar air. Rerata parameter uji sensori rupa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,16 (suka). Rerata parameter uji sensori bau diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,08 (suka). Rerata parameter uji sensori tekstur diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,11 (suka). Rerata parameter uji sensori rasa diperoleh nilai tertinggi pada perlakuan B 4,08 (suka). Rerata uji kimia kadar protein diperoleh nilai tertinggi  pada perlakuan C (13,77%). Parameter uji kimia kadar lemak diperoleh nilai terendah pada perlakuan  C (30,82%).

STUDI PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TAPIOKA YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK AMPLANG IKAN BETE-BETE (Leiognathus equulus)

Jurnal Fish Protech Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Fish Protech
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.111 KB)

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari tepung tapioka yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan organoleptik ikan amplang bete-bete. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan ikan bete-bete dan tepung tapioka (50 g: 90 g), (50 g: 110 g) dan (50 g: 130 g). Perbedaan penambahan tepung tapioka menunjukkan hasil uji organoleptik tidak memiliki penambahan yang signifikan terhadap kenampakan, aroma, dan rasa     (p <0,05) dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekstur dan kerenyahan. Hasil uji karakteristik fisik amplang dengan peningkatan volume memiliki nilai paling tinggi pada perlakuan 90 gram adalah 10,86%. Nilai gizi dari amplang ikan ini sesuai dengan standar SNI, dan dapat diterima oleh panelis organoleptik.Kata kunci: ikan bete-bete, tepung tapioka, organoleptik, sifat fisik