Articles

Found 5 Documents
Search

APLIKASI PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM MIKROALGA POWDER UNTUK PAKAN JUVENIL IKAN BANDENG (Chanos – chanos fork) Soemarjati, Wiwie; Muqsith, Abdul
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 4 No 2 (2013): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.288 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v4i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan pakan alami powder dalam meningkatkan produksi juvenil ikan bandeng. Penelitian ini dilaksankan selama dua bulan yaitu pada bulan Januari sampai dengan Maret 2013 di Balai Budidaya Air Payau Situbondo, menggunakan empat perlakuan dengan dua kali ulangan yaitu : penggunaan pakan buatan/pakan larva (kontrol), Spirullina  sp powder, Skeletonema sp powder, Chaetoceros sp powder. Pemeliharaan dilakukan selama 60 hari, dengan frekwensi pemberian pakan dilakukan 4 kali yaitu jam 6.00, 10.00, 14.00 dan 18.00 WIB sebanyak 10 % dari total berat  tubuh. Pengukuran suhu dilakukan setiap hari  dan pengukuran kualitas air lainnya setiap minggu sekali. Parameter penelitian/sampling dilakukan pada D1, D20, D40 dan D60/akhir pemeliharaan. Data pertambahan panjang dan berat juvenil bandeng tertinggi pada perlakuan pakan larva kemudian disusul perlakuan Spirulina sp, Skeletonema sp dan Chaetoceros sp. Data laju pertumbuhan tertinggi pada perlakuan pemberian pakan larva sebesar 0,0093 gram/hari, Spirullina sp 0,0075 gram/hari, Chaetoceros sp 0,0074 gram/hari dan Skeletonema sp 0,0063 gram/hari. Survival Rate tertinggi pada perlakuan pakan larva sebesar 99,2 % kemudian disusul perlakuan Spirullina sp, Chaetoceros sp dan Skeletonema sp. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mikroalga Spirullina sp memberikan data terbaik dibandingkan penggunaan mikroalga lainnya, Penggunaan mikroalga powder dapat dijadikan alternatif pemberian pakan pada juvenil bandeng.
Pola Pertumbuhan Mikroalga Spirulina sp. Skala Laboratorium yang Dikultur Menggunakan Wadah yang Berbeda Wahyuni, Nurita; Masithah, Endang Dewi; Soemarjati, Wiwie; Suciyono, Suciyono; Ulkhaq, Mohammad Faizal
Majalah Ilmiah Bahari Jogja Vol 16 No 2 (2018): Juli
Publisher : Akademi Maritim Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.671 KB) | DOI: 10.33489/mibj.v16i2.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pola pertumbuhan Spirulina sp. yang dikultur pada wadah yang berbeda. Tahapan dalam penelitian ini yaitu persiapan dan sterilisasi wadah dan media, pembuatan media kultur Spirulina sp. dan vitamin, pemilihan inokulan Spirulina sp., dan kultur Spirulina sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase eksponensial pada wadah kaca terjadi pada hari ke-9 dengan total biomass sebesar 53,375 x 105 sel/ml, berbeda dengan wadah plastik yang terjadi pada hari ke-8 dengan total biomass sebesar 16,993 x 105 sel/ml.
PENGGUNAAN “AUTOMATIC FEEDER” PADA PENDEDERAN IKAN KERAPU TIKUS (Cromileptes altivelis) Soemarjati, Wiwie; Damayati, Veni; Lestari, Yani; Asdari, Mizab
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 4 No 1 (2013): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.09 KB)

Abstract

Benih ikan kerapu tikus yang sering didederkan adalah ukuran 3 cm, untuk pakan selama pendederan menggunakan pakan buatan atau pellet. Pakan pellet ini sangat diminati oleh pengusaha pendederan, hal ini karena pakan buatan (pellet) nutrisinya lengkap, mudah didapat, tidak tergantung musim, mudah dalam pemberian, tidak membutuhkan banyak tenaga untuk mencincang ikan rucah dan tidak mencemari media pemeliharaan. Kendala yang sering dihadapi pada pendederan ikan kerapu tikus adalah sistem pemberian pakan buatan yang bertahap dengan pemberian pakan secara manual sedikit-sedikit sampai ikan tersebut kenyang. Sistem pemberian pakan ini membutuhkan banyak tenaga dan waktu yang cukup lama, sehingga kurang praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknik pemberian pakan automatic feeder pada pendederan ikan kerapu tikus. Sasaran penelitian ini adalah untuk mendapatkan  SR lebih dari 95 %, laju pertumbuhan  lebih baik  dan effisiensi penggunaan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Survival Rate (SR) pemeliharaan dengan menggunakan alat automatic feeder sebesar 98,25 %.Pertumbuhan harian ikan yang pemberian pakannya menggunakan alat automatic feeder sebesar 0,01965 gram/hari dan FCR sebesar 1,48.
APLIKASI WATER STIMULATING FEED (WSF) PADA MEDIA KULTUR Navicula sp Soemarjati, Wiwie; Muqsith, Abdul
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 5 No 1 (2014): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.94 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v5i1.210

Abstract

Navicula sp adalah mikroalgae yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan di bidang perikanan khususnya pada pembenihan Abalon yang sekarang ini sedang berkembang. Penggunaan Water Stimulating Feed (WSF) diharapkan dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas Navicula sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi teknik kultur Navicula sp dengan  Water Stimulating Feed. Penelitian ini menggunakan enam perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu: perlakuan A = Pupuk standard, B = Pupuk standard  80 % dan WSF 20 %, C = Pupuk standard 60 %  dan WSF 40 %, D = Pupuk standard 40 % dan WSF 60 %, E = Pupuk standard 20 %  dan WSF 80 % dan F = WSF 100 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan optimum terbesar terjadi pada perlakuan C sebesar 99,33 x 104 sel/ml, diikuti perlakuan D sebesar 88 x 104 sel/ml, perlakuan E sebesar 80,33 x 104 sel/ml, perlakuan F sebesar 78 x 104 sel/ml, perlakuan B sebesar 59,33 x 104 sel/ml dan perlakuan A sebesar 48,66 x 104 sel/ml. Dengan demikian penggunaan WSF dapat mempengaruhi pertumbuhan Navicula sp. Hasil pengamatan kualitas air pada semua perlakuan berada dalam kondisi normal dan diperoleh data temperatur = 30-31 oC, salinitas = 35 ppt, DO = 4,7-5 ppm, pH = 8,28-8,41 serta NO2 = 0,001-0,024 ppm.
PENERAPAN PENGGUNAAN PROBIOTIK PADA PRODUKSI MASSAL LARVA KERAPU PASIR (Epinephelus corallicola) PADA UNIT PEMBENIHAN BPBAP SITUBONDO Soemarjati, Wiwie; Purnomo, Sugeng Joko; Asdari, Mizab; Romadlon, Akhmad
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 7 No 1 (2016): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.01 KB) | DOI: 10.5281/jsapi.v7i1.299

Abstract

Pembenihan  ikan kerapu sudah berkembang pesat diantaranya adalah ikan kerapu tikus dan kerapu macan. Di sisi lain masih banyak lagi jenis ikan kerapu yang memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi, salah satunya adalah kerapu pasir ( Epinephelus corallicola). E. corallicola termasuk salah satu jenis ikan kerapu yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Teknik peningkatan produksi budidaya ikan kerapu adalah dengan penerapan probiotik pada system budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran probiotik pada budidaya ikan kerapu pasir. Larva D1-10 diberi minyak ikan sebanyak 0,1 ml/m2, Probiotik sebelum digunakan dikultur dengan menggunakan air tawar steril selama 8 jam kemudian disaring (endapan didasar tidak boleh ikut), pemberian probiotik dilakukan saat larva D1 – panen dengan dosis 0,25-1 ppm dan pemeriksaan kesehatan ikan secara visual dilakukan setiap hari. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan dari pemanfaatan probiotik yaitu mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi larva E.corallicola, hasilnya dapat dilihat dari Survival rate meningkat sebesar 6,55%.