Rudini, Dini
LPPM Universitas Jambi

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIFITAS CUBBIN JACKSON DALAM MENGKAJI RISIKO DEKUBITUS PADA PASIEN INTENSIVE CARE UNIT Rudini, Dini
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|JIITUJ| Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dekubitus saat ini menjadi suatu komplikasi yang berbahaya bagi pasien Intensive Care Unit(ICU) karena dapat menyebabkan kematian. Angka kejadian dekubitus yang tinggi di suatu ruangan  menunjukan rendahnya kualitas  perawatan pada pasien dan hal ini akan berdampak pada tingginya biaya perawatan, sehingga diperlukan upaya pencegahan untuk menurunkan angka kejadian dekubitus. Salah satu pecegahan dekubitus adalah melakukan pengkajian risiko dekubitus dengan menggunakan skala   ukur yang sudah terukur dalam mengkaji risiko dekubitus diruangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kuantitatif randomized control trial. Peneliti akan menggunakan 30 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dengan tehnik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi skala Cubbin-Jackson. Analisis data dilakukan dengan menggunakan t- test untuk melihat pengaruh dari penilaian risiko dekubitus dengan menggunakan skala Cubbin-Jackson dalam upaya pencegahan dekubitus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata- rata nilai kejadian luka dekubitus pada responden yang dikaji menggunakan skala cubbin Jackson adalah 10,24 dengan standar deviasi 4,39. Sedangkan pada kelompok control yang  menggunakan skala braden selisih  skors sebesar 2,52 dengan standar deviasi 2,84. Hasil uji statistis didapatkan nilai p=0,000 (alpha ˂ 0,05), yang berarti dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan pada pasien yang dilakukan penilaian risiko dekubitus dengan menggunakan skala cubbin Jackson di ruang ICU.
Pendidikan Kesehatan dan Pelatihan Tentang Perawatan Payudara Sendiri (Sadari) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Guru SMAN 5 Kota Jambi Mulyani, Sri; Rudini, Dini; Sulistiawan, Andika
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol 2 No 2 (2018): Volume 2, No (Issue) 2, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.711 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v2i2.6091

Abstract

Penyakit kanker payudara merupakan kanker dengan kejadian tertinggi pada negara maju dan berkembang. Kanker payudara merupakan kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia, baik di negara maju dan berkembang. Di negara-negara penghasilan rendah dan menengah angka kejadian kanker payudara terus meningkat  ditahun-tahun terakhir. Deteksi dini penyakit merupakan cara yang digunakan untuk mengendalikan kejadian kanker payudara. Ketika kanker payudara dideteksi sejak awal, dan jika   diagnosa   dan   pengobatan   yang  baik   tersedia   maka   akan memberikan kesempatan yang baik untuk mengurangi kanker payudara. Pada umumnya kematian karena kanker payudara yang terjadi di negara dengan penghasilan rendah dan menengah adalah sebanyak 269.000, dimana banyak wanita dengan kanker payudara didiagnosa pada stadium akhir karena kurangnya kesadaran untuk deteksi dini dan hambatan dalam pelayanan kesehatan. Terdapat beberapa metode untuk deteksi dini kanker payudara, diantaranya adalah mammografi, USG, MRI payudara dan pemeriksaan fisik SADARI. Mammografi, USG, MRI payudara adalah metode yang dilakukan dengan teknologi khusus yang dilakukan di RS oleh ahli.     Penemuan dini kasus kanker payudara juga   dapat   dengan   kesadaran   dari   individu   untuk   melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Teknik ini berguna untuk mengetahui adanya  perubahan  bentuk  atau  adanya  kelainan  di  payudara  mereka  sendiri. Deteksi dini dapat menurunkan resiko kematian pada wanita.
Efektifitas Antara Alat Ukur Coma Recovery Scale – Revised (Crs-R), Full Outline Unresponsiveness (Four) Score, dan Glasgow Coma Scale (Gcs) Dalam Menilai Tingkat Kesadaran Pasien di Unit Perawatan Intensif RSUD Raden Mattaher Jambi Rudini, Dini
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|JIITUJ| Vol 2 No 1 (2018): Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v2i1.5653

Abstract

Penilaian kesadaran penting dilakukan pada pasien yang mengalami penurunan kesadaran pada pasien di ICU, hal ini bertujuan untuk memperkirakan prognosis pada seorang pasien. Penentuan prognosis pasien di unit perawatan intensive merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. Jika terjadi kesalahan dalam menentukan prognosis maka dapat mengakibatkan kesalahan dalam pemberian terapi, khususnya yang berkaitan dengan pengobatan penyakit, berdasarkan studi meta - analysis terdapat  tiga alat ukur yang paling baik diantara alat-alat ukur lainnya yang digunakan untuk menilai tingkat kesadaran yaitu Glasgow Coma Scale (GCS), The Full Outline UnResponsiveness (FOUR) Score, Coma Recovery Scale - Revised (CRS-R). Ketiga alat ukur ini telah tervalidasi dan telah digunakan di beberapa rumah sakit oleh tenaga kesehatan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di RSUD Raden Mattaher Jambi untuk melihat efektifitas antara alat ukur Coma Recovery Scale – Revised (CRS-R), Full Outline UnResponsiveness (FOUR) score, dan Glasgow Coma Scale (GCS)dalam menilai tingkat kesadaran pasien di unit perawatan intensif RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian studi perbandingan (comparative) dimana penelitian ini tidak memberikan perlakuan kepada subjek penelitian, penelitian ini hanya akan membandingkan 3 instrument pengkajian tingkat kesadaran. Rancangan penelitian yang digunakan adalah longitudinall, yaitu pengamatan tidak hanya dilakukan sekali. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan consecutive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan tiga instrument skala yaitu Coma Recovery Scale – Revised (CRS-R), Full Outline UnResponsiveness (FOUR) score, dan Glasgow Coma Scale (GCS). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda.Berdasarkan hasil penelitian dari 76 responden dengan penurunan kesadaran  Ada perbedaan validitas dan reliabilitas antara alat ukur Glasgow Coma Scale (GCS) dan Coma Recovery Scale – Revised (CRS-R) dalam menilai tingkat kesadaran pasien di Unit Perawatan Intensive RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2017 terdapat satu komponen pada alat ukur GCS yaitu respon verbal yang memiliki nilai kesepakatan antar penenliti yang moderate dan terdapat dua komponen dalam alat ukur CRS-R yaitu skala fungsi oromotor/verbal dan skala fungsi komunikasi yang memiliki nilai kesepakatan antar peneliti yang baik.