MUBARAK, MAKBUL
Faculty of Law Tadulako University

Published : 5 Documents
Articles

Found 5 Documents
Search

KEWENANGAN JAKSA SEBAGAI PENGACARA NEGARA DALAM PENGAMBILAN ASET NEGARA HASIL KORUPSI MUBARAK, MAKBUL
Legal Opinion Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Law Tadulako University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.758 KB)

Abstract

Karya ilmiah ini membahas tentang Kewenangan Jaksa Sebagai Pengacara Negara berkaitan dengan pengembalian aset Negara dari hasil korupsi. Kejaksaan diberikan kewenangan untuk dan atas nama negara atau pemerintah sebagai penggugat atau tergugat yang dalam pelaksanaannya memberikan pertimbangan atau membela kepentingan negara atau pemerintah sebagai pengacara negara untuk mengembalikan aset korupsi. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini 1. Bagaimanakah wewenang jaksa selaku eksekutor dalam pengambilan aset hasil korupsi dan pembayaran uang pengganti dalam perkara korupsi. 2. Kendala-kendala apakah yang dihadapi dalam pengambilan aset korupsi. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif.Dari penelitian ini diketahui bahwa, Jaksa sebagai Pengacara dapat melakukan perampasan terhadap barang yang berwujud dan tidak berwujud yang diperoleh dari hasil korupsi dan memburu asset dan pelakunya. Jaksa sebagai pengacara Negara dapat menghimpun data dan keterangan dimanapun pelaku berada untuk melakukan koordinasi dalam penyidikan untuk menyelematkan asset Negara. Kendala dalam pengambilan aset korupsi masih terkendala perjanjian antar Negara dan perbedaan sistem hukum di tiap Negara, terbatasnya tim investigasi karena kendala pendanaan, penguasaan asset pihak ketiga yang tidak berkaitan dengan pelaku korupsi, tidak jelasnya political will pemerintah, dan pelakunya berada diluar negeri yaitu masalah Ekstradisi.
An Epochal Analysis on Colonial Trauma in Independent Documentaries: Jeju Prayer as Study Case Mubarak, Makbul
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 10 No 2 (2017): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.818 KB)

Abstract

This paper departs from Raymond Williams’ notion of ‘epochal analysis,’ an analysis that functions to see a cultural process as a cultural system in the dialectic of the dominant, the residual, and the emergent. It is true that what Williams meant by ‘the dominant’ in his proposition is either the feudal culture and the bourgeois culture and their transition, but he also says that the epochal analysis functions to sense a movement in its connection to the future and the past. Williams wrote (1978, p. 121): “…Its methodology is preserved for the very different function of historical analysis, in which a sense of movement within what is ordinarily abstracted as a system is crucially necessary, especially if it is to connect with the future as well as with the past. Keywords : documentary, trauma, dominant fiction, psychoanalysis
Muslim Sosial Dalam Dua Film Nurman Hakim Mubarak, Makbul
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 6 No 1 (2013): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dirilisnya film Al-Kautsar (1975), film bercorak Islam mulai tumbuh subur di Indonesia dengan dipuncaki oleh kejayaan film-film Rhoma Irama yang menggabungkan dakwah Islam dan musik dangdut . Setelah Reformasi 1998 dan pasca bangun kembalinya Industri film Indonesia, film Islam kembali tumbuh dengan dipelopori oleh suksesnya Ayat-Ayat Cinta (2005) di pasaran. Beberapa penelitian terdahulu seperti Terdapat perbedaan corak antara film-film Islam sebelum 1998 dan setelah 1998. Sebelum 1998, film-film dakwah senantiasa menggunakan Islam sebagai alat mencapai kemaslahatan sosial, sementara setelahnya, film-film Islam cenderung individualis. Makalah ini memeriksa kembali dikotomi yang sudah diba- ngun ini dengan mendeteksi jejak-jejak konseptualisasi muslim sosial dalam film-film Islam masa kini Key words : film Islam, film dakwah, pemberdayaan sosial, individualisme, Orde Baru, pasca-Orde Baru/pasca-reformasi.
KEPEREMPUANAN DAN KONSEP KEPAHLAWANAN DALAM FILM 3 NAFAS LIKAS Mubarak, Makbul
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 8 No 2 (2015): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.852 KB)

Abstract

Dengan menggunakan film Tiga Nafas Likas sebagai studi kasus, penelitian ini menelusuri kecenderungan produksi makna mengenai ‘kepahlawanan’ dalam kaitannya dengan ‘keperempuanan’ dalam film-film biopik yang dibuat pasca 1998 di Indonesia. Pada prosesnya, penelitian ini menarik kesimpulan bahwa meskipun rezim Orde Baru secara de jure telah runtuh, namun imajinasi mengenai pahlawan dan keperempuanan masih sangat dipengaruhi oleh Orde Baru. Keywords: konsep kepahlawanan, keperempuanan, film biopik, Orde Baru, Tiga Nafas Likas
Censorship and Adult Film Stars in Contemporary Indonesian Horror Cinema Mubarak, Makbul
Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual Vol 9 No 1 (2016): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.4 KB)

Abstract

There were uproars when film producer Ody Mulya Hidayat initiated to cast adult film stars in his film. It was Sora Aoi, a Japanese porn screen star. These uproars indicated multiple things. Some people are afraid that Aoi will nakedly act in front of Indonesian audiences. However, some others couldn’t wait the release date t0 be announced and buy tickets. All sights are suddenly upon the Indonesian Film Censorship Board, who is responsible to institutionally neutralize all the uproars. The formerly questionable institution is now at a big stake. Keywords : film, porn star, censorship