Silitonga, Sutan Parasian
Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN SURVAI STATED PREFERENCE UNTUK MODEL PILIHAN MODA DI KOTA PALANGKA RAYA Raudah, Raudah; Silitonga, Sutan Parasian; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.173 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan pribadi yang sangat tinggi di Kota Palangka Raya akan semakin menekan penggunaan angkutan umum. Hal ini berdampak buruk bagi sistem transportasi berkelanjutan yang berakibat pada penambahan volume lalu lintas perkotaan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menghasilkan model pilihan moda, juga kebijakan sistem transportasi berkelanjutan yang mendukung keberadaan angkutan umum dalam memenuhi kebutuhan mobilitasnya untuk saat ini dan di masa mendatang. Prosedur dimulai dari tahap identifikasi masalah, penetapan target, kajian literature, variabel yang dipilih, pengumpulan data, analisis data dan pemodelan, verifikasi, dan model simulasi. Model utama yang digunakan adalah model multinomial logit dalam pemilihan moda. Jenis survai yang dilakukan adalah stated preference untuk membentuk model existing dan model simulasi kebijakan.   Berdasarkan hasil penelitian didapatkan model pilihan moda di Kota Palangka Raya antara mobil, sepeda motor, dan angkutan umum. Berdasarkan model tersebut peluang penggunaan angkutan umum dapat ditingkatkan dengan  pembangunan busway, pembatasan jumlah parkir, serta mengurangi waktu tunggu pada jam puncak untuk angkutan umum di Kota Palangka Raya. Kata kunci: Stated preference, pilihan moda, model, angkutan umum
PRILAKU PEMILIHAN MODA ANTARA SEPEDA MOTOR DAN ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALANGKA RAYA Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 2: Edisi Juli 2012
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.398 KB)

Abstract

Utilitas angkutan umum yang rendah, menurunkan daya saing angkutan umum sehingga jumlah penumpang angkutan umum terus menurun,  sedangkan dari sisi lain penggunaan kendaraan pribadi semakin meningkat. Pada penelitian  ini dianalisis model prilaku masyarakat dalam pemilihan moda  khususnya antara sepeda motor dan angkutan umum dengan tujuan utama untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum melalui simulasi peningkatan utilitas angkutan umum. Hasil penelitian menunjukan bahwa  untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum maka langkah yang dilakukan adalah dengan mengurangi biaya/ tarif angkutan umum, dan menjaga agar headway angkutan umum tetap pada batasan ideal (2 -5 menit) Kata Kunci :  Utilitas Moda, Prilaku, Angkutan Umum, Sepeda Motor.
EVALUASI KINERJA SIMPANG DI KAWASAN JALAN SETH ADJI-DAMANG BATU-NYAI UNDANG KOTA PALANGKA RAYA Suryandi, Muhammad; Laufried, Laufried; Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 2: Edisi Juli 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.429 KB)

Abstract

Tundaan dan kemacetan adalah salah satu permasalahan transportasi yang sering terjadi saat ini di kota besar hingga ke kota kecil. Salah satu contoh seperti yang terjadi pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth. Adji–Jalan Nyai Undang. Geometrik persimpangan yang berdekatan tersebut berpotensi menimbulkan tundaan, karena kawasan tersebut merupakan jalur utama akses dari perumahan ke tempat kerja atau sarana pendidikan. Oleh karena itu pada persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Damang Batu dan persimpangan Jalan Seth Adji–Jalan Nyai Undang perlu dilakukan analisis kapasitas dan tingkat kinerja jalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penanganan simpang saat ini serta memberikan rekomendasi untuk penanganan simpang 5 tahun mendatang. Metode penelitian ini adalah survai lapangan untuk mengetahui volume arus lalu lintas yang melewati persimpangan tersebut selama seminggu untuk periode pagi, siang dan sore. Data yang diperlukan dalam menganalisis yaitu data primer adalah hasil survai lapangan, geometrik jalan, dan data sekunder adalah jumlah penduduk dan peta lokasi penelitian. Hasil survai lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan MKJI tahun 1997. Perhitungan analisis persimpangan tidak bersinyal yang dihitung berupa tingkat kinerja persimpangan yang didasarkan pada kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D) dan peluang antrian (QP) dengan memakai formulir USIG-I dan formulir USIG-II.Kinerja simpang untuk saat ini pada Simpang Seth Adji-Damang Batu dan Seth Adji-Nyai Undang dalam keadaan baik. Nilai derajat kejenuhan (DS) masing-masing adalah 0,589 dan 0,693 (DS<0,75). Sedangkan Indeks Tingkat Pelayanan (ITP) simpang pada nilai A untuk kedua simpang. Kinerja simpang untuk 5 (lima) tahun kedepan pada Simpang Seth Adji-Nyai Undang dan Seth Adji-Damang Batu mengalami kondisi yang buruk dengan nilai DS masing-masing adalah 0,981 dan 0,833 (DS>0,75). Tundaan simpang masing-masing sebesar 18,189 det/smp dan 13,673 det/smp. Rekomendasi penanganan simpang untuk 5 tahun mendatang adalah pemasangan rambu, pelebaran jalan dan pemasangan APILL dengan pengaturan waktu secara terkoordinasi.Kata Kunci: Kinerja, Simpang Tidak Bersinyal, Indeks Tingkat Pelayanan
ANALISIS PEMILIHAN MODA PERJALANAN ANTARA KENDARAAN PRIBADI DAN ANGKUTAN UMUM (STUDI KASUS: RUTE PERJALANAN PALANGKA RAYA–BANJARMASIN) Satu, Fontry Vonda P; Silitonga, Sutan Parasian; Aqli, Zainal
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 3, No 1: Edisi Januari 2017
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.541 KB)

Abstract

Dengan semakin banyaknya alternatif yang ditawarkan oleh masing-masing moda transportasi untuk melakukan pergerakan antar kota, khususnya untuk pergerakan dari Palangka Raya menuju Banjarmasin moda yang yang dipergunakan yaitu kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel). Dengan adanya alternatif moda yang digunakan tersebut penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mungkin nantinya mempengaruhi pelaku perjalanan dalam menentukan jenis moda dan mengetahui peluang pilihan moda antara kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel).Metode penelitan dimulai dari tahap kajian literatur, variabel yang dipilih, pengumpulan data, identifikasi variabel, analisis data dengan Software SPSS menggunakan Model Logit Biner. Model Logit Biner merupakan model pilihan, pilihan yang dihadapi oleh konsumen dalam model ini yaitu hanya 2 pilihan moda kendaraan. Survai yang dilakukan menggunakan cara survai setengah acak (purposive sampling) yaitu tempat survai dikondisikan mencakup tempat perhentian, terminal travel, dan perumahan.Berdasarkan hasil penelitian dari 270 responden, didapatkan bahwa 185 responden cenderung lebih berminat memilih kendaraan pribadi dan 85 responden memilih angkutan umum (travel) untuk melakukan perjalanan dari Palangka Raya–Banjarmasin. Variabel yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih moda transportasi antara kendaraan pribadi (mobil) dan angkutan umum (travel) yaitu umur, jenis pekerjaan, karakteristik perjalanan, jenis perjalanan, waktu dan biaya.Kata Kunci: Pilihan Moda, Mobil, Travel
EVALUASI TARIF DAN MUTU PELAYANAN ANGKUTAN KOTA ANTAR PROVINSI BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (STUDI KASUS TRAVEL DAN BIS RUTE PALANGKA RAYA–BANJARMASIN) Andri, Andri; Laufried, Laufried; Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 1, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.892 KB)

Abstract

Biaya Operasional Kendaraan (BOK) adalah biaya yang secara ekonomis terjadi dengan dioperasikannya suatu kendaraan pada kondisi normal tertentu. Bagi perusahaan jasa angkutan, biaya merupakan suatu yang harus dikeluarkan untuk memproduksi jasa pelayanan, untuk itu perlu diperhitungkan pembebanan biaya secara objektif dan cermat agar dapat dipergunakan sebagai dasar acuan biaya yang harus dikeluarkan. Penelitian ini membahas tarif dan mutu pelayanan angkutan kota antar Provinsi berdasakan biaya operasional kendaraan (BOK) yang melayani rute Palangka Raya–Banjarmasin yang   merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survai dan wawancara kepada supir dan penumpang, pengambilan sampel dilakukan berdasarkan asumsi peneliti dan data yang digunakan adalah data primer (langsung dari lapangan) dan data sekunder (langsung dari perusahaan travel dan bis). Dari hasil pengolahan data penelitian, besarnya tarif dari Travel dan Bis berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) rute Palangka Raya- Banjarmasin adalah rata-rata sebesar Rp. 78.218,16,- untuk Travel dan rata-rata sebesar Rp. 49.126,46,- untuk Bis. Kata Kunci:Tarif dan mutu pelayanan, Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Travel dan Bis
ANALISIS SIMPANG BERSINYAL TERKOORDINASI DI KOTA PALANGKA RAYA Kurnia, Indra; Silitonga, Sutan Parasian; Desriantomy, Desriantomy
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 2: Edisi Juli 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.987 KB)

Abstract

Keberadaan persimpangan yang tidak dapat dihindari menjadi salah satu yang harus diperhatikan dalam rangka melancarkan arus transportasi perkotaan, hal ini pulalah yang terjadi pada Kota Palangka Raya di ruas Jalan Letjen S. Parman dan Jalan A.Yani. Terdapat dua simpang bersinyal dan satu simpang tidak bersinyal yang berdekatan pada ruas tersebut, agar terciptanya suatu pengaturan simpang yang sangat baik, perlu koodinasi simpang yang berhubungan dan memberikan pengaturan siklus lampu terbaik agar terjadi kinerja simpang yang terkoordinasi untuk dapat mengurangi waktu tundaan dan antrian. Jenis data yang digunakan untuk keperluan analisis adalah data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data geometrik jalan, data kondisi lingkungan, data arus lalu lintas, dan data waktu sinyal. Pencatatan arus lalu lintas dibagi dalam kendaraan ringan, kendaraan berat, sepeda motor dan kendaraan tak bermotor. Sedangkan untuk data sekunder yang berupa data jumlah penduduk. Data tersebut dianalisis menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Untuk koordinasi simpang dengan cara menghitung interval waktu antar hijau pada simpang yang akan di koordinasikan. Dikoordinasikan waktu siklus 41 detik dengan tundaan rata-rata sebesar 14,506 det/smp. Setelah dilakukan perencanaan waktu siklus 60 detik didapat tundaan rata-rata sebesar 16,031 det/smp, sehingga mengalami peningkatan waktu tundaan dengan indeks tingkat pelayanan C (sedang), karena tundaan kendaraan rata-rata 15,0-25,0 detik. Sedangkan untuk simpang Jalan Jend Sudirman bahwa DS simpang saat ini masih dalam kondisi baik dengan waktu tundaan total sebesar 8,9 detik/smp. Kata Kunci: Simpang bersinyal, terkoordinasi, waktu siklus, jarak
SKENARIO INTEGRASI MODA PENGOPERASIAN FEEDER GUNA MENDUKUNG PENGEMBANGAN BUS RAPID TRANSIT (BRT) DI KOTA PALANGKA RAYA Febriani, Eva; Silitonga, Sutan Parasian; Riani, Desi
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 2, No 1: Edisi Januari 2016
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.988 KB)

Abstract

Masyarakat Kota Palangka Raya cenderung memilih kendaraan pribadi sehingga penggunaan angkutan umum rendah. Oleh sebab itu dipertimbangkan moda baru yang lebih menarik minat masyarakat agar lebih efisien. Moda baru tersebut yang aman dan nyaman, serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat sehingga mampu mengurangi pilihan masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi. Adapun moda baru itu adalah Bus Rapid Transit (BRT), di mana dalam pelaksanaannya BRT harus didukung dengan pengoperasian angkutan pengumpan (feeder) sehingga tercipta intregrasi moda. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain skenario integrasi moda pengoperasian feeder guna mendukung pengembangan bus rapid transit (BRT) di Kota Palangka Raya, mengetahui analisis dampak penggunaan feeder dari segi efisiensi bahan bakar minyak (BBM) dan kapasitas jalan di Kota Palangka Raya. Yang menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan angkutan umum massal adalah analisis pola jaringan jalan, analisis jenis tata guna lahan dan analisis jenis pergerakan lalulintas.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah skenario 6 rute pengoperasian feeder di jalan Rajawali Kota Palangka Raya. Jumlah armada minimal untuk Kota Palangka Raya untuk 6 rute tersebut  adalah 10 unit. Jika Skenario perpindahan 25% memerlukan armada sebanyak 19 unit dan untuk skenario perpindahan 50 % memerlukan armada sebanyak 34 unit. Jika diskenariokan perpindahan 25% dari segi efisiensi bahan bakar biaya penggunaan feeder jauh lebih ekonomis daripada penggunaan kendaraan pribadi sebesar 1:355 sedangkan untuk skenario perpindahan 50% perbandingan biaya bahan bakar minyak penggunaan feeder dan kendaraan pribadi sebesar 1:397. Melihat hal tersebut maka dapat dioptimalkan penggunaan angkutan pengumpan feeder sehingga akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak. Selain itu adanya pengembangan feeder dapat meningkatkan Level Of Service (LOS) pada ruas jalan di Kota Palangka Raya.
EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) UNTUK MENUNJANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (STUDI KASUS RUAS JALAN NASIONAL KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH) Pradita, Wenda; Aqli, Zainal; Silitonga, Sutan Parasian
Jurnal PROTEKSI (Proyeksi Teknik Sipil) Vol 4, No 1: Edisi Januari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.731 KB)

Abstract

Kondisi jalan yang baik diperlukan untuk kelancaran kegiatan transportasi yaitu untuk mempercepat kelancaran mobilisasi barang atau jasa secara aman dan nyaman. Ruas jalan Kabupaten Pulang pisau merupakan jalan penghubung antara Kota Palangka Raya dan Kota Banjarmasin di mana kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut bermacam-macam mulai dari kendaraan tak bermotor sampai dengan kendaraan berat secara berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas jalan. Hal ini dapat dilihat dengan beberapa kerusakan seperti retak, gelombang, aus sehingga tingkat pelayanan jalan menjadi menurun. Penelitian ini dilakukan pada Ruas Jalan Nasional Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah yang bertujuan untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI) untuk dijadikan acuan pengambilan  keputusan   dalam  melakukan  perbaikan  kerusakan  pada  jalan tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan sampel yang akan diteliti yaitu dengan panjang ruas jalan 20 km, kemudian dibagi menjadi 1000 m per sampel unit/segmen sehingga diperoleh 20 sampel unit/segmen. Setelah itu dilakukan penelitian jenis dan tingkat kerusakan jalan per segmen unit dan di ukur luasan kerusakannya. Kemudian dilakukan analisis data untuk mendapatkan nilai Pavement Condition Index (PCI) dari data jenis, tingkatan dan luasan kerusakan yang diperoleh dari lokasi penelitian.Berdasarkan hasil penelitian ini, tingkat kerusakan perkerasan lentur yang terjadi pada Ruas Jalan Nasional Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 6 jenis kerusakan yaitu retak kulit buaya, retak memanjang/melintang, cacat tepi perkerasan, pelepasan butir, tambalan, dan lubang di mana nilai pavement condition index (PCI) rerata keseluruhan sebesar 91,25 dengan kondisi sempurna (excellent) sehingga alternatif perbaikan yang sesuai dengan kondisi kerusakan adalah melakukan pemeliharaan rutin jalan agar kerusakan yang telah terjadi pada tidak menjadi lebih parah dan apabila ingin mempertahankan masa layanan sesuai umur perencanaan maka jenis kendaraan yang boleh melintasi ruas jalan tersebut harus dibatasi sesuai dengan kelas jalan. Jika kendaraan dengan muatan sumbu lebih tetap melewati jalan tersebut maka perlu dilakukan peningkatan kelas jalan.Kata Kunci: Jenis dan Tingkat Kerusakan Jalan, Pavement Condition Index (PCI)