Purwadi, Agus Joko
Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

PANTUN PADA SENI PERTUNJUKAN DALAM ADAT PERNIKAHAN DI KECAMATAN KAUR SELATAN KABUPATEN KAUR

Jurnal Korpus Vol 2, No 3 (2018): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI DESEMBER 2018
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.325 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses, fungsi, dan makna pantun bersahut dalam seni pertunjukan adat pernikahan di Kecamatan Kaur Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode etnografi. Data  penelitian ini didapat dari pengamatan langsung , dokumentasi, dan wawancara secara mendalam kepada informan. Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap tradisi pantun bersahut, dalam penyelenggaraannya pantun bersahut diiringi dengan tarian mainang dan irama musik yang mengiringi tarian dan irama pantun yang diucapkan, adapun judul irama musik yang sering digunakan dalam pantun bersahut ini ialah yang pertama irama pembuka (1) Sumpaya, (2) Mainang Sayang, (3) Pulau Pinang, (4) Serawak, (5) Jali-jali, (6) Rembang Petangh,(7) Cerai kasih, (8) Bunga Mawar, dan penutup (9) Dayung Pariaman. Pada prinsipnya ini disajikan saat malam hari, warga dan perangkat desa setempat menyebutnya sebagai malam mainangan atau inai curi, dimana malam tersebut dilakukan khusus untuk tradisi pertunjukan pantun bersahut. Tradisi ini dilakukan setelah melalui proses lamaran, serah terima hantaran, dan akad nikah, belaak dan pengantin besanding. Makna teks dan konteks yang terkandung di dalam tradisi pantun bersahut mainangan ini adalah agar kita selalu beradab dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat serta terlebih lagi dalam berkomunikasi yang baik dan sopan dalam penggunaan bahasanya.Kata Kunci: Pantun, Tradisi Mainangan, Kaur

ANALISIS INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VII SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU

Jurnal Korpus Vol 2, No 3 (2018): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI DESEMBER 2018
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.601 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan interaksi antara guru dan siswa yang terjadi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 15 Kota Bengkulu, dengan menggunakan analisis interaksi BIAS (Brown Interaction Analysis System). Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru dan siswa di kelas VII SMP Negeri 15 Kota Bengkulu. Objek penelitian adalah interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kecenderungan kategori yang muncul pada kegiatan pembelajaran di kelas VII B dan VII C memiliki perbedaan. Berdasarkan tujuh kategori Brown kategori yang cenderung muncul di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII B adalah kategori respon siswa (Pupil Respons (PR) siswa lebih banyak berbicara baik berkomentar maupun bertanya, interaksi yang terjadi adalah interaksi dua arah, hal ini berkaitan dengan keterampilan berbicara dan karakteristik materi yang diajarkan. Di kelas VII C kategori yang cenderung muncul adalah kategori pertanyaan guru (Teacher Questions (TQ) yaitu guru yang lebih dominan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Interaksi yang terjadi adalah interaksi dua arah karena ketika guru mengajukan pertanyaan beberapa siswa menjawab pertanyaan guru tersebut. Namun, hanya sebatas antara guru dengan siswa atau siswa dengan guru. Interaksi yang terjadi berkaitan dengan karakteristik materi yang diajarkan dan keterampilan yang harus dicapai oleh siswa setelah pembelajaran selesai.Kata kunci: interaksi, guru dan siswa

KEMAMPUAN BERPIDATO SECARA EKSTEMPORAN SISWA KELAS IX SMP NEGERI 22 BENGKULU UTARA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2016/2017

Jurnal Korpus Vol 1, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI DESEMBER 2017
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.386 KB)

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan berpidato secara ekstemporan  siswa kelas IX SMP Negeri 22 SMPN Bengkulu Utara semester genap Tahun Ajaran 2016/2017. Kemampuan berpidato  secara ekstemporan siswa kelas IX ini akan dinilai dari lima aspek, yaitu: ketepatan ucapan dan pelafalan, kelancaran dan intonasi, diksi, sikap dan mimik/pandang muka, dan penguasaan bahasa. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam mencari sampel menggunakan teknik random sampling(sampel acak) yang diambil sebanyak 20% atau 20 orang siswa dari jumlah seluruh  siswa 112 orang siswa, yang dipilih dari setiap kelasnya, yaitu 5 kelas. Sehingga sampel ada 5 kelas, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian  yaitu statistik sederhana menghitung nilai rata-rata dari setiap aspek kebahasaan dan non kebahasaan serta mencari skor akhir.Hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa: 1). Rata-rata kemampuan berpidato siswa yang dilihat dari aspek ketepatan ucapan dan pelafalanadalah  16,5  berkategori (baik). 2). Rata-rata Kemampuan Berpidato siswa dari aspek kelancaran dan intonasi adalah 16 berkategori (baik). 3). Rata-rata kemampuan berpidato siswa dari aspek diksi adalah 15,82 berkategori (baik). 4). Rata-ratakemampuan berpidato siswa dari aspek sikap dan mimik/pandang muka adalah 15,47 berkategori (baik). 5). Rata-rata kemampuan berpidato siswa dari aspek penguasaan bahasa adalah 15,55 berkategori (baik). 6). Rata – rata nilai akhir kemampuan berpidato secara ekstemporan siswa kelas IX Smp Negeri 22 Bengkulu Utara Tahun Semester Genap Ajaran 2016/2017 adalah 79,37 tergolong berkategori(baik).Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa siswakelas IX di SMP Negeri 22 Bengkulu Utara Semester Genap Tahun Ajaran 2016/2017 telah dapat berpidato secara ekstemporan dengan baik. Meskipun masih ada beberapa siswa dalam berpidato secara ekstemporan dinyatakan cukup, namun secara keseluruhan para siswa sudah dapat berpidato secara ekstemporan dengan baik.Kata kunci: kemampuan, berpidato, metode ekstemporan

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PUISI MELALUI PEMODELAN PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 16 KOTA BENGKULU

Jurnal Korpus Vol 2, No 2 (2018): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI AGUSTUS 2018
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.89 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi siswa kelas VII A SMP Negeri 16 Kota Bengkulu dengan menerapkan metode pemodelan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tes kerja siswa. Data yang diperoleh pada siklus I yaitu 13 siswa yang tuntas dan 19 siswa belum tuntas, dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 40,6%. Pada siklus II, 24 siswa memperoleh nilai tuntas dan 8 siswa masih belum tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal 75% meningkat sebanyak 34,4% dari siklus I. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca puisi siwa yang dilihat dari aspek pemahaman, ekspresi dan mimik, intonasi, pelafalan, serta penampilan dan kinesik. Berdasarkan hasil tersebut, metode pemodelan sangat baik untuk diterapkan dalam pembelajaran membaca puisi.Kata Kunci: Membaca puisi, peningkatan, pemodelan

PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBACA DI KELAS VII B SMP NEGERI 9 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2016/2017

Jurnal Korpus Vol 1, No 2 (2017): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI DESEMBER 2017
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.801 KB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai sasaran untuk mengamati cara guru mengajarakan keterampilan membaca kepada siswa di kelas VII B. Metode penelitian yang dipakai oleh peneliti yaitu metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII B SMP Negeri 9 Kota Bengkulu, pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan materi pembelajaran tentang ‘membaca intensif’. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa dalam kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia di kelas VII B SMP Negeri 09 Kota Bengkulu, peneliti  mengamati bahwa kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia benar-benar berhubungan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adapun Data mengenai penelitian ini meliputi (1) Hubungan antara RPP dan Pembelajaran di kelas; (2) Alokasi waktu yang diterapkan; (3) Kesesuaian metode dengan materi; (4) Penguasaan materi yang disampaikan oleh guru. Meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa yang kurang sesuai, seperti alokasi waktu dalam kegiatan belajar mengajar yang singkat, siswa yang tidak fokus dalam mendengarkan dan memahami penjelasan oleh guru, serta guru yang kurang menguasai materi pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran, keterampilan membaca.

REKONTEKSTUALISASI PRAKTIK SOSIAL MEREJUNG DALAM NASKAH ULU PADA KELOMPOK ETNIK SERAWAI DI BENGKULU

LITERA Vol 16, No 2: LITERA OKTOBER 2017
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5268.218 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan budaya dan praktik sosial merejung dalam tari adat pada kelompok etnik Serawai di Bengkulu. Sumber data penelitian adalah naskah-naskah Ulu, yakni MNB 07.18, MNB 07.30, dan MNB 07.70 (koleksi Museum Negeri Bengkulu). Penelitian ini berbasis filologi dan analisisnya didukung analisis wacana, khususnya discourse and practice. Ketiga teks dalam naskah ditransliterasi dengan menggunakan edisi kritis. Adapun data pengetahuan budaya dan praktik merejung dalam tari adat dikumpulkan melalui pengamatan dan wawancara di desa Ujung Padang dan Nanjungan di Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma. Hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, dalam ketiga naskah Ulu tertulis teks rejung (sejenis pantun) sebagaimana yang ditemukan dalam tradisi lisan yang biasa dibawakan secara berbalasan antara bujang dan gadis dalam tari adat pada bimbang (pesta) pernikahan. Kedua, sebagai wacana, ketiga teks Ulu merepresentasikan pengetahuan budaya dan praktik sosial merejung. Ketiga, sebagai wacana, ketiga teks merupakan transformasi dan rekontekstualisasi praktik sosial merejung dari kelompok etnik yang bersangkutan.Kata kunci: teks Ulu, rekontekstualisasi, transformasi, praktik sosial RECONTEXTUALIZATION OF THE SOCIAL PRACTICE OF MEREJUNG IN THE ULU MANUSCRIPT IN THE SERAWAI ETHNIC GROUP IN BENGKULUAbstractThis study aims to describe the cultural knowledge and social practice of merejung in the traditional dance in the Serawai ethnic group in Bengkulu. The data sources were Ulu texts, namely MNB 07.18, MNB 07.30, and MNB 07.70 (a collection of the State Museum of Bengkulu). The study was based on philology and the analysis was supported by discourse analysis, especially discourse and practice. The three texts in the manuscripts were transliterated using a critical edition. The data of the cultural knowledge and practice of merejung in the traditional dance were collected through observations and interviews in Ujung Padang and Nanjungan villages, Semidang Alas District, Seluma Regency. The findings are as follows. First, in the three Ulu manuscripts, rejung (a kind of pantun) texts are written as they are found in the oral tradition which is usually performed in an exchange between a boy and a girl in a traditional dance in a wedding bimbang (party). Second, as a discourse, all the three Ulu texts represent the cultural knowledge and social practice of merejung. Third, as a discourse, the three texts are the transformation and recontextualization of the social practice of merejung in the ethnic group concerned.Keywords: Ulu texts, recontextualization, transformation, social practice

PROSA DAN PUISI RAKYAT SUKU REJANG KECAMATAN MUARA KEMUMU KABUPATEN KEPAHIANG

Jurnal Korpus Vol 3, No 1 (2019): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI APRIL 2019
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengelompokkan prosa dan puisi rakyat yang ada di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode etnografi. Data dalam penelitian ini berupa prosa dan puisi rakyat suku Rejang Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Data dianalisis mengikuti prinsip alih ide dengan bukan menerjemahkan kata demi kata. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh prosa rakyat dan 13 puisi rakyat di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Prosa rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu yaitu: (1) Asal Mula Batu Kalung, (2) Hantu WakWir, (3) Benuang Sakti, (4) Bloloi, (5) Asal Usul Rejang Pat Petulai, (6) Asal Usul Buah Jagung, (7) Kancil Ingkar Janji. Puisi rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu adalah berupa: pantun, ungkapan tradisional (peribahasa), dan mantera yang telah penulis kelompokkan sesuai panduan Danadjaja.                             Kata kunci: Prosa, puisi rakyat, suku Rejang, Kepahiang.

KEMAMPUAN MENULIS TEKS NASKAH DRAMA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 KOTA BENGKULU

Jurnal Korpus Vol 3, No 1 (2019): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI APRIL 2019
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan menulis teks naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu. Kemampuan menulis teks naskah drama siswa kelas VIII ini akan dinilai dari enam aspek, yaitu: plot atau kerangka cerita, penokohan dan perwatakan, dialog dan teks samping, setting/latar, tema, dan amanat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling (sampel acak). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu statistik sederhana dengan menghitung nilai rata-rata dari setiap aspek, serta mencari skor akhir. Hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa: 1). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa yang dilihat dari aspek plot atau kerangka cerita adalah 19,46 berkategori (baik). 2). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek penokohan dan perwatakan adalah 11,77 berkategori (baik). 3). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek dialog dan teks samping adalah 18,6 berkategori (baik). 4). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek setting/latar adalah 8 berkategori (baik). 5). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek tema atau nada dasar adalah 7,97 berkategori (baik). 6). Rata-rata kemampuan menulis teks naskah drama siswa dilihat dari aspek amanat adalah 10,8 berkategori (baik). 7). Rata-rata nilai akhir kemampuan menulis teks naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu adalah 76,6 tergolong berkategori (baik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu telah dapat menulis teks naskah drama dengan baik. Meskipun masih ada beberapa siswa dalam menulis dinyatakan cukup, namun secara keseluruhan para siswa sudah dapat menulis teks naskah drama dengan baik.Kata kunci: kemampuan, menulis, naskah drama.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS TEKS DI SMA NEGERI 1 BENGKULU TENGAH KELAS XI

Jurnal Korpus Vol 3, No 1 (2019): JURNAL ILMIAH KORPUS EDISI APRIL 2019
Publisher : FKIP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbasis teks di kelas XI IPS dan IPA di SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Sumber data adalah dua guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI IPS 4, IPS 5, IPA 3, IPA 4, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan validasi data. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi perencanaan, dan pelaksanaan. Guru mambuat rancangan pembelajaran sebelum pelaksanaan pembelajaran berlangsung, yaitu RPP. Hasil penelitian tentang perencanaan pembelajaran berbasis teks dari dua RPP yang dibuat guru, keduanya sudah mengambarkan langkah pembelajaran berbasis teks dengan kegiatan pembelajaran. Hasil pelaksanaan pembelajaran berbasis teks menunjukkan bahwa dari keempat tahap pembelajaran berbasis teks, satu tahap tidak dilaksanakan yaitu langkah membangun teks secara mandiri. Alokasi waktu perencanaan pembelajaran kurang sesuai dengan alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran berbasis teks. Jam belajar yang singkat dan adanya kegiatan sekolah berdampak pada pelaksanaan pembelajaran berbasis teks dilaksanakan kurang efektif. Hasil penilaian guru terhadap siswa menunjukkan selama proses implementasi pembelajaran berbasis teks yang dilakukan tercapai. Kata kunci : implementasi, pembelajaran, berbasis teks.