p-Index From 2015 - 2020
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gorga Jurnal Seni Rupa
Awerman, Awerman
Jurusan Seni Rupa Unimed

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

LIMPAPEH PADA BAJU KURUANG BASIBA Rahmawati, Rahmawati; Akmal, Ahmad; Awerman, Awerman
Gorga Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2018): Gorga Jurnal Seni Rupa
Publisher : Jurusan Seni Rupa Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v7i2.10946

Abstract

AbstrakLimpapeh atau attacus atlas merupakan kupu-kupu besar dengan  bentangan sayap yang luas, yang memiliki warna coklat kemerahan dan dihiasi sedikit warna putih. Kebiasaan limpapeh hinggap pada rumah, bangunan, pepohonan, dedaunan dan bunga yang sedang bermekaran. Bagi masyarakat Minangkabau limpapeh adalah sebutan untuk  perempuan Minangkabau yang sudah beranjak dewasa yang bertanggung jawab menjaga garis keturunan berikutnya, berdasarkan garis keturunan ibu yang akan menjadi penghuni dalam rumah gadang. Bentuk limpapeh dalam penciptaan karya ini adalah sebagai motif dari baju kuruang basiba, baju kuruang basiba merupakan pakaian perempuan Minangkabau yang mempunyai ciri khas yaitu pada bagian samping baju  terdapatnya siba dan kikik. Bentuk sayap limpapeh yang terdapat pada bagian dada, lengan dan bawahan baju serta bentuk limpapeh yang berbentuk utuh yang berterbangan sehingga membuat baju kuruang basiba, ini lebih menarik.           Kata Kunci: limpapeh, baju kuruang, basiba AbstractLimpapeh or attacus atlas is a large butterfly with a broad stretch of wings, which has a reddish brown color and is decorated with a little white color. The habit of leaking on the house, building, trees, leaves and flowers are blooming. For Minangkabau people limpapeh is a term for Minangkabau women who have grown up who are responsible for maintaining the next lineage, based on the maternal lineage that will become residents in the gadang house. The form of limpapeh in the creation of this work is as a motif of kuruang basiba clothes, kuruang basiba clothes are Minangkabau womens clothing which has the characteristic that on the side of the shirt there is siba and kikik. The limpapeh wing shape that is found on the chest, arms and subordinates of the clothes as well as the full shape of the limpapeh which flies to make kuruang basiba clothes, this is more interesting. Keywords: limpapeh, kuruang basibas clothes
BENTUK SENI PERTUNJUKAN RONGGENG PASAMAN DI KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT Fernando, Kurniawan; Martarosa, Martarosa; Awerman, Awerman
Gorga Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2018): Gorga Jurnal Seni Rupa
Publisher : Jurusan Seni Rupa Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v7i2.11066

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk seni pertunjukan Ronggeng Pasaman di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Ronggeng Pasaman merupakan seni pertunjukan  terdiri dari pantun, joget, dan musik, khususnya terdapat di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Bentuk pertunjukan Ronggeng Pasaman adalah menggabungkan keahlian berpantun sambil menari dengan iringan musik biola dan gendang. Pertunjukan dimulai pada malam hari, dan berakhir hingga menjelang pagi. Beberapa grup Ronggeng Pasaman yang berada di Kabupaten Pasaman saat ini juga menampilkan pertunjukan Ronggeng Pasaman yang dikemas lebih kekinian dan menggunakan alat musik modern, sehingga Ronggeng Pasaman bisa dinikmati dengan dua versi, yaitu tradisi dan modern. Adapun dalam pertunjukan Ronggeng Pasaman modern yaitu menggunakan instrumen musik keyboard dan tidak menampilkan penyanyi atau Anak Ronggeng yang berpenampilan seperti perempuan dalam pertunjukannya. Tentunya kemajuan teknologi dimanfaatkan para seniman dalam pertunjukan Ronggeng Pasaman agar kesenian tersebut tetap hidup, berkembang dan terus diminati masyarakatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, bersifat deskripsi analitik, partisipan observan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan Ronggeng Pasaman dalam bentuk tradisi ataupun dalam bentuk modern oleh masyarakatya diterima dengan baik dan juga didukung penuh oleh pemerintah setempat.           Kata Kunci: bentuk pertunjukan, ronggeng Pasaman Sumatera Barat.   AbstractThis study aims to find out the art form of Pasaman Ronggeng performances in Pasaman Regency, West Sumatra. Ronggeng Pasaman is a performance art consisting of pantun, joget, and music, especially in Pasaman Regency, West Sumatra. The form of the Ronggeng Pasaman show is combining bouncing skills while dancing to the accompaniment of violin and drum music. The show starts at night, and ends until early morning. Some Ronggeng Pasaman groups in Pasaman Regency also present Ronggeng Pasaman performances which are packed more recently and use modern musical instruments, so Ronggeng Pasaman can be enjoyed in two versions, namely traditional and modern. As for the modern Rongaman Ronggeng show, it uses keyboard music instruments and does not display Ronggeng singers or children who look like women in their performances. Of course, technological advances are utilized by the artists in the Ronggeng Pasaman show so that the art will continue to live, develop and continue to be in demand by the community. This study uses qualitative methods, is analytic description, observant participants. The results showed that the performance of Pasaman Ronggeng in the form of tradition or in modern form by the community was well received and was also fully supported by the local government.  Keywords: form of performance, ronggeng Pasaman West Sumatra.