Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN INKUIRI TERSTRUKTUR TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP REAKSI OKSIDASI-REDUKSI (REDOKS) PADA SISWA SMA NEGERI 1 KALEDUPA Tewa, Yuniati; Nurlansi, Nurlansi
Gema Pendidikan Vol 25, No 2 (2018): JURNAL GEMA PENDIDIKAN FKIP UHO VOLUME 25 NO.2 JULI 2018
Publisher : UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.417 KB) | DOI: 10.1234/gapend.v25i2.5004

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan pemahaman konsep redoks antara siswa yang mendapatkan pembelajaran inkuiri terbimbing dengan inkuiri terstruktur. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Kaledupa sebanyak  77 orang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pretest posttest two group design. Pengumpulan data pemahaman konsep siswa menggunakan soal pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest posttest dan  N-gain kelas yang menggunakan model inkuiri terbimbing secara berturut-turut adalah 32,5; 77,1 dan 0,67. Sedangkan nilai rata-rata pretest posttest  dan   N-gain kelas yang menggunakan model inkuiri terstruktur secara berturut-turut adalah 29,6; 73 dan 0,62. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada peningkatan pemahaman konsep redoks antara siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan inkuiri terstruktur. Dimana pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dibanding siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terstruktur. Kata Kunci: Inkuiri Terbimbing, Inkuiri Terstruktur, Pemahaman Konsep, Reaksi Oksidasi-Reduksi   (Redoks)
Waktu Optimum Hidrolisis Pati Limbah Hasil Olahan Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz var. Lahumbu) Menjadi Gula Cair Menggunakan Enzim α-Amilase Dan Glukoamilase Ardiansyah, Ardiansyah; Nurlansi, Nurlansi; Musta, Rustam
Indo. J. Chem. Res. Vol 5 No 2 (2018): Edisi Bulan Januri (Edition For January)
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.677 KB) | DOI: 10.30598//ijcr.2018.5-ard

Abstract

This study aims to determine optimum time of action of the enzyme α-amylase and glucoamylase needed in hydrolyze of starch from waste processed cassava (Manihot esculenta Crantz var. Lahumbu). This research was conducted through three main stages, namely the gelatinization, liquefaction and saccharification. The method was used method are liquefaction and  saccharification. The variation time of the stage liquefaction: 12; 24; 36; 48; 60; and 72 minutes and the saccharification stage are: 9; 18; 27; 36; 45; 54; and 63 hours. The results showed that the optimum time required for stage liquefaction using α-amylase enzyme is 48 minutes on the condition of a temperature of 80 oC with a value of 0.09% amylose levels were measured using UV-Vis spectrophotometer. The optimum time required for saccharification step using a glucoamylase which is 54 hours on the conditions of a temperature of 50oC with the amount of reducing sugar concentration of 9.186 g/L as measured using a UV-Vis spectrophotometer.