Articles

Found 4 Documents
Search

Development of the Sea Fishery Supply Chain Performance Measurement System: A Case Study

International Journal of Supply Chain Management Vol 1, No 3 (2012): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Good performance measurement system is required to assess the success of supply chain. However, choosing the most appropriate indicator is not easy as it depends on the system’s characteristics. Sea fishery industry characterized as perishable products, seasonal in production, and highly dependence on nature (uncontrollable). Motivated by the uniqueness of the sea fishery industry, this work proposed a performance measurement system for the sea fishery supply chain. The performance of the proposed model is evaluated using Indonesian sea fishery supply chain case, mostly consists of small and medium enterprises (SME). This instrument has six dimensions; efficiency, flexibility, responsiveness, product quality, process quality, facilities, and government involvement. Beside having specific indicators of sea fishery industry, the proposed instrument also considers the involvement of government. Further, this instrument can be used not only for monitoring but also suggesting directions for improvement.

Pengembangan Framework Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Perikanan Budidaya Tambak

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 18, No. 1, Juni 2019
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To succeed in global competition, the proper aquaculture fish farming supply chain must be built. To determine the accuracy of its supply chain, it is necessary to measure it with the right measuring instruments according to its characteristics. Modeling a conceptual framework for measuring the performance of aquaculture fish farming supply chain is carried out by involving stakeholders as respondents. Expert respondents are selected so that the framework is designed appropriately. A deep literature review, a deep discussion, and a questionnaire are used to identify its indicators and sub-indicators that are following the characteristics of a fishery aquaculture supply chain. These indicators and sub-indicators will be structured into a hierarchy, and then an analytical hierarchy process (AHP) will be investigated and rank the weight of indicators and sub-indicators. This paper concludes that this framework can be used to measure the performance of aquaculture fish farming supply chain. Its measurement result can help the stakeholders to prioritize supply chain improvements on important indicators with poor performance.

Pengukuran Kinerja Kartu Seluler Smart Berdasarkan Atribut-Atribut yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggannya di Kota Surakarta

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 9, No 1 (2010): PERFORMA Vol. 9, No. 1 Maret 2010
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.733 KB)

Abstract

Bagi perusahaan jasa, keberhasilan dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan merupakan salah satu kunci sukses. Komitmen akan kualitas pelayanan yang berorientasi pada pelanggan merupakan prasyarat utama dalam menunjang keberhasilan bisnis, terutama industri jasa. Perusahaan harus memberikan pelayanan sesuai dengan harapan dan kebutuhan konsumen agar konsumen merasa puas, sehingga perusahaan akan dinilai memiliki kinerja yang baik atau optimal menurut perspektif pelanggan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja kartu seluler Smart berdasarkan perspektif penggunanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah-langkah meliputi empat tahap, yaitu (1). identifikasi atribut-atribut kepuasan pengguna kartu seluler, (2). penghitungan gap persepsi-ekspektasi dan penghitungan Customer Satisfaction Index (CSI), (3). analisis faktor menggunakan SPSS, dan (4). pemetaan tingkat kepentingan kinerja (IPA) untuk mengetahui faktor-faktor yang perlu diprioitaskan untuk perbaikan. Dari hasil identifikasi atribut didapatkan 47 atribut kepuasan pengguna kartu seluler. Faktor yang terbentuk berjumlah sembilan faktor, yaitu keandalan pelayanan informasi, kualitas pelayanan Gallery Smart, kualitas fasilitas utama, tarif, masa aktif dan tenggang kartu, kelengkapan fasilitas pendukung, kewajaran harga dan kualitas layanan, akses internet dan bonus, promosi dan ketersediaan pulsa, dan keandalan layanan pendukung. Sedangkan nilai CSI diperoleh rata-rata -0,152 artinya secara keseluruhan kinerja kartu seluler Smart masih buruk atau belum memuaskan konsumen. Hal-hal yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki, yaitu jangkauan (coverage) area yang luas, kualitas sinyal sangat bagus, jarang terjadi error, dan Gallery Smart tersebar merata.

Pemilihan Perusahaan Truk Pengangkut Gas Untuk Mengoptimalkan Pengiriman Gas

JURITI (Jurnal Ilmiah Teknik Industri )Prima Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik dan ilmu Komputer Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.724 KB)

Abstract

Tingginya kasus ledakan tabung gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) berukuran 3 kg dari pemerintahberpengaruh terhadap tingginya permintaan terhadap gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) di PT. BGI. Haltersebut menyebabkan padatnya jadwal pengiriman gas LPG. PT. BGI akan memilih perusahaan penyewaantruk (PPT) setiap akan melakukan pengiriman sehinggahal tersebut tidak efisien dan dapat menyebabkanketerlambatan pengiriman. Selain itu, standar safety dari pengiriman juga harus diperhatikan karena produkyang dikirim mudah meledak. Dalam pemilihan PPT, PT. BGI harus lebih selektifdengan melibatkan banyakkriteria, sehingga dilakukan pemilihan PPT dengan metode AHP. Terdapat lima kriteria dalam memilih PPT,yakni Kondisi truk, Tahun truk, Harga, Standar safety truk, dan Ketepatan waktu pengiriman. PPT yang akandibandingkan kinerjanya adalah PPT NR, PPT S dan PPT AF. Dari hasil penelitian telah didapatkan bobotdari lima kriteria, yaitu Kondisi truk (0,537), Tahun truk (0,221), Harga (0,122), Standar safety truk (0,074),dan Ketepata waktu pengiriman (0,041). Untuk PPT dengan hasil penilaian terbaik adalah PPT NR dengannilai 0,5602. PPT kedua adalah S (0,2746), dan yang nilainya paling rendah adalah PPT 3 yaitu AF (0,1653).