Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis Numerical Discontinuity of Thin Walled Tube Subjected Low Velocity Impact Rabeta, Bismil; Sitompul, Sahril Afandi
SENATIK STT Adisutjipto Vol 4 (2018): Transformasi Teknologi untuk Mendukung Ketahanan Nasional [ ISBN 978-602-52742-0-6 ]
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.408 KB)

Abstract

Accident of some countries that have high gross domestic product (GDP) significantly increasing[1]. This event cause fatal for passengers especially if there an accident on the front vehicle[3]. Therefore, the main aspects of car design are very important, one of them is  crash box. Crash boxes are designed to absorb impact energy due to collisions through progressive buckling. In the crushing box design, the tube can be given continuity in the form of a circular hole that has been carried out by previous researchers which provides a deceleration at the safety level on passenger body. In this study a numerical analysis conducted using tube with ellipse discontinuity by varying the ratio of ellipse hole in the crushing box to D/b ratio 0.0, 0.2, 0.3, 0.5. The results of this study found that the tube with D/b 0.0 has the highest peak  force than the other ratio.
Initial Modelling of Bird Strike by Numerical Simulation in Varied L/D Ratio of Bird Geometry Yuniarti, Endah; H, Simon Shindu; Sitompul, Sahril Afandi
SENATIK STT Adisutjipto Vol 4 (2018): Transformasi Teknologi untuk Mendukung Ketahanan Nasional [ ISBN 978-602-52742-0-6 ]
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.363 KB)

Abstract

This research studies influence of bird geometry on impact pressures during bird strike, namely Hugoniot and Stagnation pressure through initial modelling by numerical simulations. Bird geometry is capsule or cylinder with hemisphere end. The geometry is simulated with different L/D ratio, 1.4, 1.6, 1.8 and 2.0. Elastic-plastic hydrodynamic material model is used in simulation. Bird model simulation are using lagrangian method and initial velocities are 200 m/s. The results show variation of L/D ratio provide Hugoniot pressure 10-19 times higher than stagnation pressure in L/D = 1.4, 8-18 times in L/D = 1.6, 9-17 times in L/D = 1.8 and 4-16 times in L/D = 2. Hugoniot pressures show higher in ratio L/D = 1.8 and lower in ratio L/D = 1.6. Stagnation pressure show higher in ratio L/D = 2.0 and lower in ratio L/D 1.4.
ANALISIS TABRAK BURUNG PADA LEADING EDGE DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Sitompul, Sahril Afandi; Hanafi, Abdul
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.706 KB)

Abstract

Insiden tabrak burung sering terjadi pada operasi penerbangan dan dapat menyebabkan kegagalan struktur serta mengancam keselamatan penerbangan. Oleh karena itu, fenomena tabrak burung perlu dipelajari lebih lanjut terutama efek yang terjadi pada komponen struktur pesawat. Penelitian ini membahas tabrak burung pada Leading Edge dengan metode numerik berbasis metode elemen hingga. Struktur Leading Edge diasumsikan hanya terdiri dari skin dengan mengalami tabrak burung variasi kecepatan 75 m/s, 100 m/s, 125 m/s dan 150 m/s serta variasi sudut sebesar 00 dan 450. Material burung dianggap memiliki sifat material elastis-plastis. Hasil simulasi menunjukkan deformasi Leading Edge meningkat dengan bertambahnya kecepatan, serta gaya impak lebih tinggi pada arah tumbukan 00 untuk tiap kecepatan yang sama.Gaya impak maksimum pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 00 dan 450 pada rentang 27 – 53 kN dan 16 – 40 kN. Sementara, hasil perpindahan maksimum pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 00 dan 450 pada rentang 110 – 242 mm dan 82 – 201 mm.
ANALISIS TABRAK BURUNG PADA VERTICAL STABILIZER DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Sitompul, Sahril Afandi; Herwanta, Prastyo Ardi
JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN Vol 2, No 2 (2017): JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN
Publisher : JTK: JURNAL TEKNOLOGI KEDIRGANTARAAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.834 KB)

Abstract

Kasus tabrak burung sering terjadi pada operasi penerbangan. Tabrak burung dapat menyebabkan kegagalan struktur serta mengancam keselamatan penerbangan. Pengetahuan mengenai fenomena tabrak burung perlu dikembangkan lebih lanjut terutama jenis kegagalan yang mungkin terjadi pada komponen struktur pesawat. Penelitian ini mempelajari tabrak burung pada vertical stabilizer dengan metode numerik berbasis metode elemen hingga. Struktur vertical stabilizer diasumsikan hanya terbuat dari skin dengan mengalami tabrak burung variasi kecepatan awal 75 m/s, 100 m/s, 125 m/s dan 150 m/s serta variasi sudut impak sebesar 00 dan 450. Sifat material burung diasumsikan elastis-plastis. Hasil simulasi menunjukkan deformasi vertical stabilizer berupa perpindahan meningkat dengan bertambahnya kecepatan, serta dapat disimpulkan tabrak burung pada sudut 450 menunjukkan gaya impak dan deformasi lebih tinggi dibanding 00 untuk tiap kecepatan yang sama. Gaya impak maksimum yang terjadi pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 00 dan 450 pada rentang 15 – 45 kN dan 40 – 78 kN. Sementara, hasil perpindahan maksimum pada tiap kecepatan untuk arah tumbukan 00 dan 450 pada rentang 73 – 161 mm dan 99 - 219 mm.