p-Index From 2014 - 2019
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal METANA
Nugraheni, Fransisca Sri
Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Pemakaian Solvent Sebagai Pelarut Formula Insektisida Dalam Membasmi Nyamuk Aedes Aegypti Guna Mencegah Penyakit Demam Berdarah Dengue

METANA Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.11 KB)

Abstract

Formula yang ada dipasar bebas hanya dapat membunuh nyamuk saja, maka dalam penelitian ini akan dilakukan  Produksi formulasi insektisida sebagai insektisida alternative pembunuh nyamuk dan jentik, dimana agrisol dan dodecyl benzen sulfonat merupakan emulsifier nonionic dan anionic sert bersifat hydrophilic. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi emusifier yang tepat dalam proses formulasi insektisida, sehingga kestabilan emulsi antara minyak dengan air dalam waktu yang cukup lama Pada percobaan pembuatan emulsifier konsentrat kemudian dilakukan uji kestabilan emulsi antara minyak dan air serta uji effikasi Maka dapat diproduksi formula yang digunakan sebagai bahan dasar insektisida dalam membasmi nyamuk dan jentik nyamuk Aedes aigepty. Disamping itu juga dapat menjadi formula obat nyamuk (insektisida) alternatif yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa emulsifier concentrat yang terbaik adalah pada percobaan dengan formula komposisi: 17,38% propoxure; Malathion 17,39% agrisol; 13,01%  DBS, 47,83 % Xyline dan 4,35% additive dalam % berat. Dengan total emulsifier yang digunakan 30,5 % w/w  equivalent dengan 30 EC  Dari uji kestabilan antara minyak dan air didapat pelarut yang terbaik adalah thiner, dengan membentuk micro emulsi pada lapisan air sampai 12 minggu lebih, kestabilan emulsi tercapai pada CMC 0,42 % v/v pada lapisan minyak. Dari uji effikasi dengan pengencer thiner sebanyak 10x setelah dianalisa profitabilitas sesuai LD 50, didapat dosis . 0,025 -0,25 % (v/v), baik untuk telur nyamuk maupun jentik Aedes aegypti dengan prosentasi kemation 45-90%  Effectiveness of Solvent Usage as a Solvent for Insecticide Formula in Eradicating Aedes Aegypti Mosquitoes to Prevent Dengue Hemorrhagic Fever Pesticide formulation which are available in market are only killed the mosquitos but not the larvae. Therefore Production formulation of insecticide as inscticide alternative to eridicate mosquitos and its larvae with agrisol and dodecyl benzen sulfonat as emulsifier nonionic and anionic hydrophilic. The reseach work was aimed to determine the best emulcifier concentrate in pesticide formulation  so that the emulsion of oil and water will be stable for a long time.  In reseach work the emulsifier concentrate was made, than emulsion stability test between oil and water as well as its effectivity were condected. This formulation could be used as active engridient for insecticide to kill Aedes aigepty mosquitos and its larvae and could be applied in the community.  The research showed that formulation consist of komposisi: 17,38% propoxure; Malathion 17,39% agrisol; 13,01%  DBS, 47,83 % Xyline dan 4,35% additive dalam % berat. Dengan total emulsifier yang digunakan 30,5 % w/w  equivalent 30% w/w.  Stability test of oil and water showed that the best solvent is thiner,  and formed micro emulsi on water film for more than 12 week.  Emulsion was stable by CMC 0,42 % v/v on oil film. From effication test and than analysis profitability revealed that LD 50, was . 0,025 -0,25 % (v/v), both for larvae and mosquitos presented dead 45-90%. 

Analisa Kadar Lemak Dalam Susu Perah Sapi Menggunakan Gaya Sentrifugasi

METANA Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.971 KB)

Abstract

Selama berabad-abad susu telah dikenal sebagai bahan pangan yang dibutuhkan oleh manusia, karena susu banyak mengandung semua komponen bahan yang diperlukan oleh manusia. Kandungan terbesar susu adalah air dan lemak. Penelitian ini melakukan pengujian kandungan lemak pada susu sapi murni menggunakan gaya sentrifugasi, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel berubah, berupa suhu yang digunakan dalam penimpanan susu yaitu 50C, 250C dan 300C, putaran yang digunakan selama percobaan yaitu 1772 rpm, 2080 rpm, 2455 rpm, 3266 rpm, dan 4080 rpm serta waktu yang digunakan yaitu 15 menit, 20 menit dan 25 menit terhadap pemisahan lemak dalam susu sapi murni. Uji analisa pada penelitian ini meliputi uji kandungan lemak, pH, densitas dan viskositas. Pada penelitian tersebut variabel paling optimal yaitu susu pada suhu 300C dengan kecepatan putaran 2455 rpm dan dalam waktu 25 menit mendapatkan hasil kandungan lemak sebesar 2,5ml. Sedangkan hasil pengukuran pH dari ketiga variabel mendapatkan hasil 6,5. Untuk densitas hasil yang didapat yaitu 1,014;1,052; 1,036 masing-masing pada suhu 50C,250C,300C dan untuk viskositas sebesar 1,46. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak perbedaan signifikan pengaruh kecepatan putaran sentrifugasi terhadap densitas, pH maupun viskositas. Namun terdapat pengaruh putaran kecepatan sentrifugasi terhadap kadar lemak yang terpisahkan. Semakin tinggi suhu penyimpanan disertai peningkatan kecepatan putaran sentrifugasi, maka semakin tinggi kadar lemak yang terpisahkan.    Fat Content Separation Analysis from Dairy Milk by using Centrifuge For centuries dairy has been well known as the food needed by humans, due to its benefits for growth. The major content of milk is water and fat. This study examined the fat content of pure cow's milk using centrifugation force, with the aim to know the effect of independent variables, such as the temperature used in milk storage (5, 25 and 30 0C), the rotation speed of centrifugation (1772, 2080, 2455, 3266, and 4080 rpm) and the centrifugation time (15, 20 and 25 minutes) against the separation of fat in pure cow's milk. The analysis was including fat content test, pH, density and viscosity. In this study, the most optimum variables of fat content separation from milk (2.5 ml) were found at temperature of 300C with the centrifugation speed of 2455 rpm rotation and within 25 minutes. While, there were no different of the pH (6.5) and viscosity (1.46) regarding to the dependent variables. For the density, the results obtained are 1.014, 1.052; 1,036 for each at 50C, 250C, 300C. The result showed that there were no significant difference in the effect of centrifugation rotation speed to density, pH and viscosity. However, increasing the centrifugation rotation speed increased the fat content. The higher the storage temperature along with the increased speed of the centrifugation cycle, were resulted the higher the separated fat content.