Hemon, A. Farid
Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF GALUR KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA BERBAGAI DOSIS KALSIUM ,, Halimah; Hemon, A. Farid
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan vegetatif galur kacang tanah pada berbagai dosis kalsium. Percobaan ini disusun mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor perlakuan yaitu: galur kacang tanah dan dosis kalsium. Faktor galur kacang tanah terdiri dari delapan aras yaitu: G1= Cv. Lokal. Bima, G2= Varietas Singa, G3= G100-II, G4= G150-II, G5= G200-III, G6= G250- III, G8= G300-IV dan faktor dosis kalsium terdiri dari empat aras yaitu: D0= Tanpa pemberian kalsium, D2= Dosis kalsium 4 g per polybag setara dengan (250 kg/ha), D2= Dosis kalsium 4,8 g per polybag setara dengan (300 kg/ha) dan D3= Dosis kalsium 5,6 g per polybag setara dengan (350 kg/ha). Masing- masing aras dari kedua faktor tersebut dikombinasikan sehingga diperoleh 32 kombinasi dn masing- masing kombinasi diulang tiga kali. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis uji ragam 5%. Apabila hasil anova berpengaruh nyata, maka akan dilakukan uji BNJ (Beda Nyata Jujur) taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa (1). Kombinasi faktor galur kacang tanah dan dosis kalsium tidak memberikan intraksi secara nyata terhadap seluruh parameter kecuali pada parameter jumlah cabang umur 60 hst. Kombinasi antara G8 (G 300-IV) dengan perlakuan dosis kalsium D1 (250 kg/ha) menghasilkan jumlah cabang terbanyak yaitu 9,67 cabang/tanaman. (2). Dosis kalsium yang menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tanah yang terbaik yaitu dosis 4 g per polybag (D1) atau setara dengan 250 kg/ha. (3). Galur kacang tanah yang memberikan pertumbuhan vegetatif yang terbaik yaitu galur G300-II, dan galur ini menghasilkan berat berangkasan kering yang terberat yaitu 27,57 g. ABSTRACT This study aimed to evaluate the response of the vegetative growth response of peanut line at various doses of calcium. The experiment was arranged using a completely randomized design with two treatment factors, namely: peanut line and doses of calcium. Factor peanut lines consisted of eight levels, namely: G1 = Cv. Local. Bima, G2 = Singa, G3 = G100-II, G4 = G150-II-III G5 = G200, G250-III = G6, G8 = G300-IV and factors calcium dose consisted of four levels, namely: D0 = Without giving calcium, D2 = dose of 4g per polybag calcium equivalent (250 kg / ha), D2 = dose of 4.8 g per polybag calcium equivalent (300 kg / ha) and D3 = dose of 5.6 g per polybag calcium equivalent (350 kg / ha). Each level of these two factors combined to obtain 32 combinations and each combination was repeated three times. The data collected were analyzed by analysis of variance with different significantly 5%, then the test would be continued with Honestly Significant Difference (HSD) test at 5% level. Based on the research results, it could be concluded that the (1). combination of factors peanut line and doses of calcium do not provide interaction on all parameters except the parameter number of branches age 60 days after planting. The combination of the G8 (G 300-IV) with a dosage of calcium D1 (250 kg / ha) produces the highest number of branches is 9.67 branches / plant. (2). Calcium doses that produce vegetative growth of peanut plants are best used in a dose of 4 g per polybag (D1), equivalent to 250 kg / ha. (3). Peanut line that provide the best vegetative growth that G300-II line, and this line produces dry plant to tal weight was 27.57 g.
INDUKSI MUTASI DENGAN IRADIASI SINAR GAMMA DAN SELEKSI IN VITRO UNTUK IDENTIFIKASI EMBRIO SOMATIK KACANG TANAH CV. LOKAL BIMA YANG TOLERAN PADA MEDIA POLIETILENA GLIKOL Hemon, A. Farid
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sinar Gamma untuk meningkatkan frekuensi diperolehnya embrio somatik (ES) kacang tanah cv. Lokal Bima yang toleran terhadap cekaman larutan polietilena glikol (PEG). Percobaan diawali dengan menginduksi ES kacang tanah. Induksi mutasi dengan sinar Gamma dilakukan pada kultur ES. Embrio somatik yang telah diiradiasi dengan sinar Gamma diseleksi dalam media yang mengandung PEG 15%. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) dosis sinar Gamma berpengaruh terhadap pertumbuhan ES kacang tanah. Penggunaan dosis sinar Gamma 15 Gy memberikan pertumbuhan ES yang lebih baik dibanding dosis yang lebih tinggi, 2) Kalus embriogenik yang diiradiasi dengan dosis sinar Gamma 15 Gy dan 20 Gy menghasilkan proliferasi ES, jumlah ES per eksplant, dan total ES yang lebih tinggi ketika diseleksi dalam media yang mengandung PEG 15%. Pertumbuhan ES pada kalus embriogenik yang tidak disinari dengan sinar Gamma dan dosis sinar Gamma 25 Gy lebih rendah ketika diseleksi dalam media yang mengandung PEG 15%. ABSTRACT  The objective of this experiment was to evaluate effectiveness of Gamma ray  to    increase the frequency of obtaining polyethylene glycol (PEG)  insensitive somatic embryos (SE) from peanut cv. Local Bima. The experiment was iniciated with induction of peanut SE followed by induction mutation  with Gamma ray on SE culture. Somatic embryos that had been irradiated with Gamma ray were selected in medium containing 15% of PEG 6000. The results of experiment show that: 1) Gamma ray irradiation influenced the growth of SE.  Irradiation with the dosage of 15Gy resulted in better SE growth than higher dosages,  2) Embriogenic calli irradiated with 15 and 20 Gy of Gamma ray demonstrated higher number of total SE when selected in  medium containing 15% of  PEG 6000, and 3) lower SE growth  occured on SE calli without irradiation or with  25 Gy Gamma irradiation.
KETAHANAN BEBERAPA GALUR KACANG TANAH HASIL KULTUR IN VITRO TERHADAP PENYAKIT LAYU CENDAWAN Fusarium sp ., Sumarjan; Hemon, A. Farid
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan beberapa galur kacang tanah hasil kultur in vitro terhadap penyakit layu Fusarium sp.  Seleksi in vitro diawali dengan menginduksi embrio somatik (ES)  dan variasi somaklonal kacang tanah cv. Lokal Bima.  Seleksi in vitro untuk ketahanan terhadap penyakit layu fusarium dilakukan pada populasi ES dengan media selektif yang mengandung filtrat kultur Fusarium sp. Setelah dilakukan seleksi in vitro, diperoleh populasi ES yang insensitif terhadap media filtrat kultur. Embrio somatik insensitif ini dikecambahkan dan menghasilkan planlet. Planlet-palnlet ini ditanam untuk memproduksi tanaman generasi R1 dan R2.  Tanaman generasi R2 inilah yang akan dievaluasi  ketahanannya terhadap penyakit layu cendawan Fusarium sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kultur in vitro telah mampu meningkatkan ketahanan tanaman kacang tanah cv Lokal Bima dari rentan menjadi agak resisten terhadap penyakit layu cendawan Fusarium sp. Galur GFK 10 menunjukkan agak resisten terhadap infeksi cendawan Fusarium sp dan menghasilkan jumlah polong kering terbanyak 13.5 polong per tanaman dan  polong kering terberat 786.5 g/1.1 m2. ABSTRACT This research aimed to investigating resistance of peanut cultivars resulted in vitro culture  to fusarium infection. The experiment was inisiated with induction of somatic embryos (SE) and somaclonal variation from peanut cv. Local Bima in MS medium containing Picloram. Medium of MS that added culture filtrate 30% was used as selective agent for resistance to fusarium. After in vitro selection will be gotten insensitive SEs population on culture filtrate medium, and insensitive SEs will be germinated to produce plantlets.  Experiment had been done to produced R1 and R2 plant generationt. R2 plants generation had been evaluated  resistance level of fusarium infection in Glass House and in farmer field. Result of the experiment  showed that in vitro culture had increased peanut cv. Local Bima resistance from susceptible become moderate resistant to Fusarium infection. Peanut line GFK 10 showed moderate resisntant to Fusarium infection with more dry pod number 13.5 pod per plant and more dry pod weight 786.5 g/1.1 m2.
EFEKTIVITAS FILTRAT KULTUR DAN IDENTIFIKASI EMBRIO SOMATIK DAN KECAMBAH KACANG TANAH KULTIVAR LOKAL BIMA PADA FILTRAT KULTUR CENDAWAN Fusarium sp Astiko, Wahyu; Hemon, A. Farid
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui efektivitas filtrat kultur dan mengidentifikasi ketahanan embrio somatik (ES) dan kecambah kacang tanah Lokal Bima pada media yang mengandung filtrat kultur fusarium. Percobaan diawali dengan menginduksi ES variasi somaklonal pada medium MS yang mengandung Pikloram. Media MS ditambah dengan berbagai konsentrasi filtrat kultur (0, 10, 20, 30, dan 40%). Media MS juga dipersiapkan dengan menambah berbagai konsentrasi filtrat kultur pada media MS yang mengandung Pikloram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) filtrat kultur fusarium efektif menghambat pertumbuhan ES dan kecambah kacang tanah dan 2) ES varian somaklonal yang resisten terhadap filtrat kultur fusarium telah berhasil diregenerasikan menjadi planlet. Planlet-planlet ini selanjutnya diaklimatisasi pada kondisi rumah kaca untuk memproduksi biji generasi R1 dan R2. Biji-biji tersebut ditanam kembali untuk mengevaluasi ketahanannya terfadap infeksi fusarium ABSTRACT This research was to know the effectiveness of culture filtrate and identification somatic embryo (SE) of Local Bima peanut to medium containing culture filtrate of fusarium.     The experiment was inisiated with induction of SE and somaclonal variation in MS medium containing Picloram.   MS medium was added  with different consentration of culture filtrate (0, 10, 20, 30, 40%).  Other medium was also prepared with adding MS medium containing picloram with different consentration of culture filtrate.  Results of the experiment  showed that  1) culture filtrate of  fusarium could be effective to inhibit SE growth and peanut seedling  growth and 2)  somatic embryos somaclonal variant  that resistance to culture filtrate of fusarium have been obtained and regenerated become plantlets. These plantlets will be acclimated under green house condition to produce R1 and R2 seeds for peanut resistance  evaluation to fusarium infection.
DESKRIPSI GALUR MUTAN GENERASI M6 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA KACANG TANSAH (Arachis hypogaea L.) KULTIVAR LOKAL BIMA Murtiana, Delta; Hemon, A. Farid; Sumarjan, Sumarjan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan galur mutan generasi M6 hasil iradiasi sinar gama kacang tanah kultivar Lokal Bima yang meliputi fase vegetatif dan generatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pejeruk Bangket-Ampenan Gg. Manalagi IV/II, Mataram dan dimulai dari bulan Januari-Mei 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan program Microsoft Exel dengan analisis deskriptif statistik, selanjutnya untuk mengetahui pertumbuhan galur menggunakan rumus Rata-rata ± SE. Penelitian ini menggunakan 20 galur hasil mutasi dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menghasilkan 60 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada fase vegetatif kacang tanah galur mutan pada diameter batang, warna batang, warna daun, dan bentuk anak daun menunjukkan sifat yang seragam, sedangkan untuk tinggi hipokotil, tinggi tanaman, jumlah ruas batang, jumlah daun, jumlah anak daun, jumlah cabang, panjang stomata dan densitas stomata menunjukkan sifat keberagaman atau bervariasi. Pada fase generatif kacang tanah galur mutan pada warna bunga, warna ginofor, panjang polong, bentuk polong, jaring kulit polong, guratan kulit biji, warna biji, dan bentuk biji menunjukkan sifat yang seragam, sedangkan untuk jumlah polong pertanaman, dan kisaran jumlah biji perpolong menunjukkan sifat keberagaman atau bervariasi.   ABSTRACT The ains of this research was to description of peanut mutan line generation M6 produced from irradiation gamma peanut cultivar of Local Bima which cover vegetative and generative phases. This research was done in Pejeruk village Bangket Ampenan Gg. Manalagi IV/II, Mataram and started from January to May 2016. Method of descriptive was used in this research and Excel software was used to statistical analyse and Standard Error was used to know growth of line. This research uses 20 lines mutant result and every treatment was replicated three times, so produce 60 experiment units. Research result shows that vegetative phase of peanut such as diameter of stem, color of stem, color of leaf, and shape of leaf all homogenous, while for hypocotyls height, plant height, number of ruas stem, number of small leaf, number of branch, length of stomata, and stomata density showed different character or variability. Color of flower, color of gynophor, length of pod, shape of pod, epidermis net of pod, grip of pod epidermis, color of grain, and shape of grain were homogeneous, while number of pod per plant, and number of grain per pod showed character of variability or heteeogeneous.
UJI DAYA HASIL BEBERAPA GALUR MUTAN KACANG TANAH HASIL IRADIASI SINAR GAMMA Hemon, A. Farid; ., Sumarjan
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 4 No 2 (2011): Jurnal Crop Agro Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui daya hasil beberapa galur mutan kacang tanah hasil iradiasi sinar Gamma yang ditanam di lahan sawah.  Pada penelitian sebelumnya telah menghasilkan generasi M2 berupa galur kacang tanah yang masih sangat heterogen terutama pada sifat kualitatif dan kuantitatif. Galur-galur generasi M2 ini perlu diseleksi lanjut pada generasi M3yang ditanam dilahan sawah.  Tahapan kegiatan penelitian yaitu : a) Biji mutan generasi M2 ditanam dalam baris famili di lahan sawah (kondisi optimum).  b)Tanaman galur mutan generasi M3 diseleksi untuk mendapatkan galur mutan terbaik.  Famili terbaik selanjutnya dipanen dan dibulk.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  1) Terdapat genotipe kacang tanah generasi M3 yang berdaya hasil tinggi pada lahan sawah.  Genotipe kacang tanah hasil iradiasi sinar Gamma menghasilkan berat kering polong berkisar antara 10,6 sampai 15,0 g per tanaman sampel dan jumlah polong berkisar 10,0 sampai 15,0 polong per tanaman sampel; dan 2) Dosis sinar Gamma 150 Gy, 200 Gy dan 250 Gy menghasilkan berat kering polong terberat pada penanaman di lahan sawah yaitu berturut-turut 13,8 g, 13,7 g, dan 13,7 g per tanaman sampel. Dosis sinar Gamma 100 Gy, 150 Gy, 200 Gy dan 250 Gy menghasilkan jumlah  polong terbanyak yaitu berturut-turut 12,6, 12,5, 12,6 dan 12,6 polong per tanaman sampel. ABSTRACT This research was to know yield potential of peanut  mutan cultivars generated from Gamma rays.   Ealier experiment has produced peanut genotype mutans of M2 generation. They had heterogenous qualitative and quantitative traits. These genotypes of M2 generation need to be over selected (M3 generation) in sawah (irrigated system) for M3 generation. Experiment procedures were 1) Mutan seeds of M2 generation were planted in family rows in sawah, 2) Individual mutan plant M3 generation was selected to get the best individual mutan from sawah plantation. The best families were harvested and bulked. Result of experiment showed that 1) There were genotypes of  M3 generation having high yielding in sawah plantation.    Peanut genotype generated Gamma rays produced  dried pod weight between 10.6 – 15.0 g per plant sample and pod number between 10.0 – 15 pods per plant sample; and 2) Dose of Gamma rays 150 Gy, 200 Gy and 250 Gy produced weightest dried pod in sawah plantation, respectively  13,8 g, 13,7 g, and  13,7 g per sample plant. Dose of Gamma rays 100 Gy, 150 Gy, 200 Gy and 250 Gy produced highest pod number, respectively 12,6, 12,5, 12,6 and 12,6 pods per plant sample. 
PERTUMBUHAN DAN HASIL GALUR KACANG TANAH VARIAN SOMAKLONAL YANG DIBERI PUPUK NITROGEN PADA KONDISI STRES KEKERINGAN Hemon, A. Farid; Ujianto, Lestari; 2, Sukyawati
CROP AGRO, Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK               Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa galur kacang tanah varian somaklonal hasil seleksi in vitro yang diberi pupuk nitrogen pada kondisi stres kekeringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di rumah kaca, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor galur terdiri dari 7 galur varian somaklonal dan 1 kultivar Lokal Bima. Pemberian pupuk nitrogen berupa pupuk Urea yang  terdiri dari 0 kg/ha, 50 kg/ha, dan 100 kg/ha. Perlakuan cekaman kekeringan diberikan pada tanaman berumur 16 sampai 85 hari. Semua tanaman disiram sampai  kapasitas lapang dari awal tanam sampai umur 15 hari.  Pada saat tanaman berumur 16 hari, tanaman dipelihara dalam kondisi cekaman akibat pengurangan pemberian air. Setelah berumur 85 hari, tanaman diberikan kondisi optimum sampai tanaman panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pertumbuhan dan hasil galur kacang tanah varian somaklonal tidak berbeda pada pemupukan nitrogen (Urea) pada kondisi stres kekeringan. Penggunaan dosis optimum pupuk nitrogen (Urea)  67,94 kg/ha (0,26 g/tanaman) pada kacang tanah varian somaklonal yang ditanam pada kondisi cekaman kekeringan menghasilkan polong kering terberat yaitu 18,6 g/tanaman. Galur kacang hasil variasi somaklonal yang ditanam pada kondisi stres kekeringan masih memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibanding cv. Lokal Bima. ABSTRACT             The objective of this research was to evaluate growth and yield of peanut somaclones generated from in vitro selection that was given nitrogen under drought stress.This experiment used experimental design under glass house, with Complete Randomize Design – factorial. Factor of somaclones consisted of seven somaclones and one cultivar Local Bima. Application of nitrogen used urea, that consisted of 0 kg/ha, 50 kg/ha, and 100 kg/ha.  Water deficit was given to peanut plants at 16 to 85 days after planting. The peanut plants were irigated with water (optimum condition) until 15 days old. At 16 days after planting, they were cultivated under drought stress. After the peanut plants were 85 days old, the plants were treated under optimum conditions until harvest plant. Results of the experiment showed that growth and yield of peanut somaclones generated from in vitro selection were not significantly different when fertilized with Urea under water stress. Use of nitrogen fertilizer (Urea) 67.94 kg/ha (0.26 g/plant) at the peanut somaclones cultivated under water stress produced the highest dry pod 18.6 g/plant. Peanut somaclones generated from in vitro selection cultivated under water deficit gave still  better growth and yield than cv Local Bima.