0
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Articles
2
Documents
PENGARUH VARIASI PANJANG SERAT SERAT KAYU GELAM (MELALEUCE LEUCANDENDRA) TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT BERMATRIK POLYESTER

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.625 KB)

Abstract

Komposit merupakan bahan rekayasa yang dibuat dari dua atau lebih material pembentuknya yang menyatu  menjadi satu bahan. Variasi volume serat dan perlakuan NaOH dilakukukan untuk mendapatkan sifat mekanis komposit berpenguat serat kulit kayu gelam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume serat kulit kayu gelam terhadap kekuatan tarik komposit polyester. Material yang digunakan sebagai filer adalah kulit kayu gelam dengan perbandingan variasi volumenya yaitu 10%, 30%, 50%, 70%, alkalisasi menggunakan NaOH 5% dan lama perendaman 2 jam. Pengujian mekanik yang dilakukan adalah pengujian Tarik.Metode yang dilakukan yaitu melakukan alkalisasi serat kulit kayu gelam dngan larutan NaOH 5% selama 2 jam, Matrik yang digunakan untuk mengikat serat kulit kayu gelam menggunakan  resin polyester type 157 BTQN dan katalis MEKPO dengan konsentrasi 1% sifat mekanis yang didapatkan adalah dari pengujian tarik.Perlakuan alkalisasi serat menggunakan NaOH 5% selama 2 jam dan variasi volume 10% , 30%,  50%, 70%. Hasil pengujian tarik didapatkan nilai kekuatan tarik tertinggi ada pada serat yang persentasenya 70% sebesar 11.970 MPa. Pada persentase serat 10% sebesar 4.413 MPa, pada persentase  serat 30% sebesar 5.155 MPa, pada persentase serat 50% sebesar 9.926 MPa, pada persentase serat 70% sebesar 11.970 MPa.Kata Kunci           : Kooperatif OFDM, WARP, Decode and Forward

ANALISA PERUBAHAN FASE PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA RUANGAN TYPE SPLIT 1 PK

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.094 KB)

Abstract

Pendingin ruang yang menggunakan sistem kompresi uap  dengan menggunakan alat penukar kalor sehingga terjadi perubahan panas dan tekanan yang berada pada tekanan rendah dan tekanan tinggi yang stabil, dalam sistem ini menggunakan bahan pendingin (refrigerant) yang bersirkulasi menyerap panas dan melepas panas, serta terjadi perubahan dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Sirkulasi tersebut berulang secara terus-menerus dan jumlah refrigerant yang digunakan tetap dan hanya bentuk dari refrigerant saja yang berubah. Subjek penelitian ini adalah mesin pendingin jenis splite dengan kapasitas 1 PK  yang banyak di gunakan di gedung  kecil atau ruangan. Sedangkan untuk objek penelitian ini terdapat pada system pendingin air conditioner (AC)  yang mempunyai karakteristik yang unik,  panas dari engine serta kondisi-kondisi lainnya yang mempengaruhi design dan masalah pada sistem air conditioner (AC). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi putaran kompresor maka COP akan menurun, meningkatnya putaran kompresor menyebabkan temperature dan tekanan refrigerant yang keluar kompresor akan semakin meningkat, sehingga kerja kompresi yang dilakukan juga semakin besar. Hal ini berkebalikan dengan temperatur dan tekanan refrigerant yang masuk ke evaporator. Temperature dan tekanan refrigerant yang masuk evaporator akan semakin rendah dengan meningkat putaran kompresor, hal ini menyebabkan efek refrigrasi yang dihasilkan semakin rendah.Kata Kunci           : Pengkondisian udara, kompresor, evaporator