0
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Syahrillah, Gusti Rusydi Furqon
AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN
Articles
7
Documents
POTENSI CAMPURAN LUMPUR BATUBARA KALORI RENDAH DAN BIODISEL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF UNTUK EKSTERNAL COMBUSTION ENGINE

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.843 KB)

Abstract

Penelitian ini adalah untuk menggali potensi batu bara kalori rendah yang hampir di pastikan tidak dapat di pergunakan lagi, karena harga murah dan kurang minati. Sementara itu biodiesel merupakan minyak nabati yang dapat di produksi secara renewable Jenis batu bara yang dapat dipergunakan adalah batu bara yang berkalori rendah (low rank coal), yang selama di biarkan karena kurang laku di pasaran. Melalui proses pengadukan, membentuk slurry antara minyak nabati batu bara ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai  pengganti bahan bakar cair untuk keperluan eksternal combustion engine dan bahan bakar minyak biasa. Komposisi ideal terdapat pada Untuk delay periode  yang terbaik  terjadi pada pada komposisi 60 %  batu bara dan 40 % bahan bakar biodiesel pada volume total campuran 100 gram.

RANCANG BANGUN PEMANFAATAN PANEL SURYA SEBAGAI CHARGER HANDPHONE DI TEMPAT UMUM

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.995 KB)

Abstract

Baterai (Battery) dan solar cell adalah 2 buah alat yang mampu menkonversi sinar matahari menjadi sebuah energi listrik searah. Kekuatan daya simpan energi dari baterai dapat rubah menjadi arus AC atau DC. Dengan hanya menggunakan piranti sederhana. Sebuah payung pantai yang diberi lapisan elemen fotovoltaik bisa di jadikan sebagai pusat charger Handphone sekaligus tempat untuk bersantai.Payung yang menjadi sumber energi Listrik DC di design mengikuti produk yang telah ada di pasaran. Kemudian bagian atas dan di modifikasi sesuai dengan kebutuhan rangkaian energi listrik.Dengan hasil rata rata sekitar 21,41 watt perjam, maka dalam 1 hari atau 10 jam solar cell mendapat paparan cahaya matahari, sistem akan menghasilkan daya sekitar 214 watt perharinya, dan dapat mengisi baterai yang ada pada sistem dalam waktu kurang lebih 6 jam 12 menit.

KAJIAN TEORITIS TENTANG SPESIFIKASI ENGINE 1NR-VE

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.581 KB)

Abstract

Engine yang tenaga nya di gunakan pada mobil harus memiliki kinerja yang kompak, ringan dan dimamis dalam setiap aspek operasional. Mesin harus dapat menghasilkan kecepatan yang tinggi dan tenaga yang besar, mudah dioperasikan dan senyap, oleh karena itu mesin bensin sekarang selalu mengalami penyempurnaan untuk dapat di gunakan oleh setiap keperluan medan, salah satu di antaranya adalah type engie 1 NR-VE Setelah melakukan  dan melewati  beberapa  pengujian, maka  dapat data dan di analisa. Untuk  dapat  memeriksa  keadaan  sebenarnya  dari  hasil  penelitian  ini di perlukan beberapa hal yang dapat membantu suatu analisa yaitu: Data spesifikasi engine, tabulasi, Perhitungan, Grafik, Analisa dan terakhir berupa kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil pembahasan dan analisa data pengujian serta saran yang dapat di berikan dari hasil pengujian.Dari data hasil pengujian dan analisa yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : Untuk putaran mesin 1000 rpm akan didapat gaya (F) = 1.15 Nm dengan daya (P) = 125,60 ps. Sedangkan  T3=635 K dan T4 = 252,8 K. Pada  mesin 2000 rpm akan didapat gaya (F) = 0,57 Nm dengan daya (P) = 62,45 ps. Sedangkan  T3 = 662,13 K dan T4 = 263,6 K. kemudian untuk mesin 3000 rpm akan didapat gaya (F) = 0,38 Nm dengan daya (P) = 41,63 ps, Sedangkan  T3 = 885,44 K dan T4 = 352,5 K. Sedangkan pada hasil uji dan perhitungan Untuk effisiensi mesin didapat ηth = 0,602 atau 60,2%

PERENCANAAN SISTEM MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN PLUMBING (MEP) PADA GEDUNG BERTINGKAT

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.128 KB)

Abstract

Pembangunan suatu gedung dengan penggunaannya dimaksudkan untuk tempat kegiatan manusia sangatlah penting diperhatikan dari segi atau aspek keselamatan dan kenyamanan. Denga kata lain , kenyamanan dan keselamatan bagi pekerja/pegawai/karyawan  yang bekerja di suatu gedung harus benar-benar diperhitungkan sejak bangunan itu dibangun. Kenyaman dan keselamatan di dalam gedung terkait erat dengan faktor fasilitas atau sistem Mekanikal Elektrikal Plumbing (MEP) yang ada di gedung tersebut. Masih banyak orang yang belum memahami secara utuh tentang perencanaan sistem MEP yang benar. Dan berdasarkan pemikiran tersebut maka paper ini akan membahas perencanaan sistem MEP pada gedung perkantoran bertingkat dua, dengan maksud memberikan sedikit gambaran bagaimana perencanaan sistem MEP yang benar

ANALISA PERUBAHAN SUHU DAN ZAT PADA SISTEM AIR CONDITIONER (AC) HD 785 BERDASARKAN ILMU TERMODINAMIKA

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.782 KB)

Abstract

Air conditioner (AC) HD 785 adalah mesin pendingin yang menggunakan sistem kompresi uap sehingga terjadi perubahan panas dan tekanan, dalam sistem ini menggunakan bahan pendingin (refrigerant) yang bersirkulasi menyerap panas dan melepas panas, serta terjadi perubahan dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Sirkulasi tersebut berulang secara terus-menerus dan jumlah refrigerant yang digunakan tetap dan hanya bentuk dari refrigerant saja yang berubah.Subjek penelitian ini adalah HD 785 yang merupakan alat berat pertambangan. Sedangkan untuk objek penelitian ini terdapat pada system pendingin air conditioner (AC) pada kabin operator yang mempunyai karakteristik yang unik, vibration, shock-loading, operator changes, panas dari engine serta kondisi-kondisi lainnya yang mempengaruhi desingn dan masalah pada sistem air conditioner (AC).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi putaran kompresor maka COP akan menurun, meningkatnya putaran kompresor menyebabkan temperature dan tekanan refrigerant yang keluar kompresor akan semakin meningkat, sehingga kerja kompresi yang dilakukan juga semakin besar. Hal ini berkebalikan dengan temperatur dan tekanan refrigerant yang masuk ke evaporator. Temperature dan tekanan refrigerant yang masuk evaporator akan semakain rendah dengan meningkat putaran kompresor, hal ini menyebabkan efek refrigrasi yang dihasilkan semakin rendah, sehingga akan menurunkan nilai COP.Kata Kunci           : Pengkondisian udara, refrigrant, evaporator

ANALISA PERUBAHAN FASE PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA RUANGAN TYPE SPLIT 1 PK

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendingin ruang yang menggunakan sistem kompresi uap  dengan menggunakan alat penukar kalor sehingga terjadi perubahan panas dan tekanan yang berada pada tekanan rendah dan tekanan tinggi yang stabil, dalam sistem ini menggunakan bahan pendingin (refrigerant) yang bersirkulasi menyerap panas dan melepas panas, serta terjadi perubahan dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Sirkulasi tersebut berulang secara terus-menerus dan jumlah refrigerant yang digunakan tetap dan hanya bentuk dari refrigerant saja yang berubah. Subjek penelitian ini adalah mesin pendingin jenis splite dengan kapasitas 1 PK  yang banyak di gunakan di gedung  kecil atau ruangan. Sedangkan untuk objek penelitian ini terdapat pada system pendingin air conditioner (AC)  yang mempunyai karakteristik yang unik,  panas dari engine serta kondisi-kondisi lainnya yang mempengaruhi design dan masalah pada sistem air conditioner (AC). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi putaran kompresor maka COP akan menurun, meningkatnya putaran kompresor menyebabkan temperature dan tekanan refrigerant yang keluar kompresor akan semakin meningkat, sehingga kerja kompresi yang dilakukan juga semakin besar. Hal ini berkebalikan dengan temperatur dan tekanan refrigerant yang masuk ke evaporator. Temperature dan tekanan refrigerant yang masuk evaporator akan semakin rendah dengan meningkat putaran kompresor, hal ini menyebabkan efek refrigrasi yang dihasilkan semakin rendah.

ANALISA PERUBAHAN FASE PADA SISTEM PENGKONDISIAN UDARA RUANGAN TYPE SPLIT 1 PK

AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : AL-JAZARI JURNAL ILMIAH TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.094 KB)

Abstract

Pendingin ruang yang menggunakan sistem kompresi uap  dengan menggunakan alat penukar kalor sehingga terjadi perubahan panas dan tekanan yang berada pada tekanan rendah dan tekanan tinggi yang stabil, dalam sistem ini menggunakan bahan pendingin (refrigerant) yang bersirkulasi menyerap panas dan melepas panas, serta terjadi perubahan dari tekanan rendah ke tekanan tinggi. Sirkulasi tersebut berulang secara terus-menerus dan jumlah refrigerant yang digunakan tetap dan hanya bentuk dari refrigerant saja yang berubah. Subjek penelitian ini adalah mesin pendingin jenis splite dengan kapasitas 1 PK  yang banyak di gunakan di gedung  kecil atau ruangan. Sedangkan untuk objek penelitian ini terdapat pada system pendingin air conditioner (AC)  yang mempunyai karakteristik yang unik,  panas dari engine serta kondisi-kondisi lainnya yang mempengaruhi design dan masalah pada sistem air conditioner (AC). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi putaran kompresor maka COP akan menurun, meningkatnya putaran kompresor menyebabkan temperature dan tekanan refrigerant yang keluar kompresor akan semakin meningkat, sehingga kerja kompresi yang dilakukan juga semakin besar. Hal ini berkebalikan dengan temperatur dan tekanan refrigerant yang masuk ke evaporator. Temperature dan tekanan refrigerant yang masuk evaporator akan semakin rendah dengan meningkat putaran kompresor, hal ini menyebabkan efek refrigrasi yang dihasilkan semakin rendah.Kata Kunci           : Pengkondisian udara, kompresor, evaporator