Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINASI EFISIENSI TEKNIS PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI LAHAN IRIGASI KABUPATEN LOMBOK BARAT HERNAWATI, HERNAWATI; SUDANTHA, I MADE ANGGAYUDA PRAMADYA
GANEC SWARA Vol 12, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Mahasaraswati Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.488 KB)

Abstract

This study aims to find out: 1). procedures for using production factors, 2). production factors that significantly influence the level of production in rice farming, 3). level of technical efficiency in the use of production factors, 4). determinants of the level of technical efficiency, 5). the amount of expenditure and income earned by farmers from rice farming on irrigated land in West Lombok Regency. The analysis used in this study is descriptive analysis, multiple linear regression analysis with Cobb Douglass function and frontier analysis.The results show that 1) irrigated rice cultivation is carried out in MH and ICM, with a monoculture planting system. There is a waste in the use of seeds because the use is more than a recommendation, the dominant variety is Invari 32. Then at the stage of land processing and planting the biggest use of labor was 40 HKO. The use of fertilizer was not balanced and not exactly dose 2). Production factors that significantly affect the level of production in rice farming in irrigated land are land area, seeds, fertilizer (Urea + SP36) and pesticides 3). The average level of technical efficiency achieved is 0.899 (89.9%), meaning that the average productivity achieved is around 90 percent 4). Factors that significantly influence the level of efficiency in the use of production factors are the number of parcels, farming experience, education of the household head and the frequency of planting in one year because the t-count value is greater than t-table 1.96. 5). The income that farmers receive from their rice farming is Rp. 9. 278,200, - / hectare with production costs that must be spent on average per hectare of Rp. 8,081,800, - Therefore rice farming in irrigated land is economically beneficial because of the value of its business efficiency (R / C) 1.15.Keywords: Determination, efficiency, production factors, farming, rice
KONTRIBUSI USAHATANI PADI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS KABUPATEN LOMBOK BARAT) Hernawati, Hernawati; Sudantha, I Made Anggayuda Pramadya
MEDIA BINA ILMIAH Vol 13, No 4: Nopember 2018
Publisher : BINA PATRIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.367 KB) | DOI: 10.33758/mbi.v13i4.183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kontribusi usahatani padi terhadap perekonomian rumah tangga petani,  untuk mengetahui  faktor pendorong dan penghambat usahatani padi terhadap perekonomian rumah tangga petani di Kabupaten Lombok Barat. Metode deskriptif  kepada 100 resonden dari 4 kecamatan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Usahatani padi terbukti memberikan kontribusi yang baik terhadap kesejahteraan  ekonomi masyarakat, hal ini dibuktikan dengan tercukupinya kebutuhan hidup mereka dan dapat memberikan biaya pendidikan  kepada anaknya. Hal ini di dukung adanya perhatian pemerintah khususnya dalam menangani hal ini, sehingga pemerintah membuat sebuah program agar masing-masing desa memiliki kelompok tani. Dengan adanya kelompok tani ini maka akan mempermudah  masuknya bantuan pertanian ke desa-desa  di Kabupaten Lombok Barat.  Faktor-faktor pendorong  pada usahatani padi di Kabupaten Lombok Barat adalah Banyaknya petani padi,  pekerja yang mencukupi,  lahan yang cukup luas untuk usahatani padi dan fasilitas pertanian dari pemerintah yang disalurkan melalui pengurus kelompok tani padi yang diberikan secara subsidi (Bibit dan pupuk ) sedangkan  faktor penghambat pada usahatani padi adalah modal usaha yang masih terbatas, pengendalian hama dan terbatasnya pasokan air. Dengan adanya program pemerintah usahatani padi mampu memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat.