Articles

Found 11 Documents
Search

Program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Strateginya Untuk Peningkatan Kepuasan Masyarakat Serta Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Arsyad, Apendi; Sudarijati, Sudarijati; Gemina, Dwi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v3i1.1025

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of the perception and satisfaction of the community to CSR and its impact on socioeconomic in Bogor regency. Questionnairewere distributed to 250 respondents . Likert scale was used prior to testing with multiple regression. The results showed that the implementation of CSR programs in Bogor has been done quite effectively. Perception and satisfaction of the community have an influence simultaneously and partially on CSR. The CSR activities in education, health , environment , increasing of desire and basic human needs and security simultaneously have influences towards the socio-economic communities. Partially, education has no effect on socioeconomic condition. The implementation strategy of using Importance Performance Analysis ( IPA ). The strategies which have been generated are 1 ) making ongoing improvements so that the performance attributes ( CSR programs expectancy ) will be increased ; 2 ) maintaining so that the performance will not be declined; 3 ) should be managed seriously because community usually can lead to a disappointment ; 4 ) evaluating all activitiesKeywords : CSR program, Community Satisfaction and Social Economic of the community
PENGARUH PEMBERIAN KREDIT DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHA SAPI PERAH Firmansah, Dadang; Arsyad, Apendi; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v2i2.774

Abstract

Permasalahan utama dalam usaha sapi perah yaitu permodalan yang salah satudisebabkan oleh rendahnya penyaluran kredit ke sektor peternakan. Hal ini menyebabkanusaha sapi perah masih berkala kecil atau usaha rakyat dengan skala usaha 1 – 3 ekor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kredit terhadap usaha ternaksapi perah dan menganalisis faktor – faktor yang mempengruhi pendapatan peternak sertamengevaluasi sistem kelembagaan dan pelaksanaan kredi. Penelitian ini menggunakananalisis deskriptif, fungsi produksi Cobb-Doulas dan analisis pendapatan. Hasil analisispengaruh pemberian kredit terhadap peningkatan pendapatan dengan beberapa faktorproduksi adalah jumlah konsentrat, jumlah pakan hijauan, dan masa laktasi berpengaruhnyata pada taraf α : 0,2 atau nyata pada selang kepercayaan 80 %. Berdasarkan hasil rata –rata penerimaan peternak dalam satu periode yaitu Rp. 49.852.322, 49 dan memiliki R/C 1,74sehingga usaha ternak sapi perah menguntungkan dan layak untuk diusahakan karena R/Clebih dari satu. Sistem kelembagaan dilapangan yang terjadi pada usaha sapi perah terdapatempat sitem akan tetapi sistem kelembagaan kredit yang paling mudah dan singkat adalahsistem kredit sapi bergulir mandiri program KPSBU dan yang paling sulit adalah sistemkredit program perbankan.Kata Kunci : Kredit Sapi Perah, Kelembagaan Kredit, Analisis Faktor Produksi
Analisis Nilai Tambah dan Marjin Pemasaran Pisang Menjadi Olahan Pisang (Studi Kasus Pada Industri Kecil “SRIKANDI”) di Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang Kabupaten Subang Jawa Barat Aziz, Abdul; Miftah, Himmatul; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v3i1.1030

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaan pengolahan pisang menjadi Keripik dan Sale Pisang, nilai tambah serta marjin pemasaran. Pengambilan data dilaksanakan diKelurahan Dangdeur Kecamatan Subang dari bulan Agustus 2014 sampai September 2014. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk menjelaskan keragaan pengolahan pisang, analisis nilai tambah menggunakan Analisis Hayami, marjin pemasaran menggunakan analisis marjin pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan keragaanAgroindustri Sale Pisang Industri Kecil “Srikandi” terdiri dari pengadaan bahan baku pisang dan pengolahan pisang. Nilai tambah dari pengolahan pisang menjadi Keripik Pisang adalahRp2.607,53 per kg dengan rasio 27,04 persen yang tergolong bernilai tambah sedang yaitu 15–40%. Nilai Tambah yang diperoleh dari pengolahan pisang menjadi Sale Pisang adalahRp3.217,91 per kg dengan rasio 42,27 persen, ini menunjukkan nilai tambah usaha pengolahan pisang menjadi Sale Pisang berkategori tinggi, di atas 40%. Harga jual KeripikPisang di tingkat produsen (Industri Kecil “Srikandi”) Rp40.000,00. Pada saluran pemasaran tingkat I didapatkan margin Rp17.542,96. Pada saluran II pengecer tetap membeli Keripik Pisang ke produsen seharga Rp40.000,00, marjin yang didapat adalah Rp10.000,00. Harga jual Sale Pisang di tingkat produsen Rp40.000,00. Pada saluran pemasaran I, marjin yangdidapat Rp24.507,62. Pada saluran II pengecer tetap membeli Sale Pisang ke produsen seharga Rp40.000,00. Marjin yang didapat adalah Rp 10.000,00.Kata kunci: Keragaan, Nilai Tambah, Marjin Pemasaran, Keripik Pisang, Sale Pisang
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN GULA MERAH SKALA RUMAH TANGGA (STUDI KASUS : DESA PASIRIPIS KECAMATAN SURADE KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT). supardi, hendrik; Yusdiarti, Arti; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v2i1.762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan rumah tangga gula merah dan mengidentifikasikan efisiensi tataniaga gula merah. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2013 – September 2014 di Desa Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2014 – September 2014 di Desa Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis pendapatan, analisis saluran tataniaga, analisis marjin tataniaga, analisis farmer’s share. Pengambilan sampel perajin menggunakan metode snowball sampling dengan total 40 responden. Hasil penelitian dengan rata-rata 36 pohon kelapa menunjukan bahwa perajin gula merah mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 973.620/bulan/36 pohon kelapa, dengan biaya sudah termasuk biaya tenaga kerja yang diperhitungkan. Pendapatan perajin gula merah memperoleh pendapatan perbulan Rp. 3.223.620. Hasil analisis efisiensi tataniaga menunjukan bahwa saluran 1 (perajin-pedagang pengumpul-perusahaan besar) merupakan saluran tataniaga yang efisien dengan nilai marjin sebesar Rp. 4.226/kg dan nilai farmer’s share 0,74%. Saluran tataniaga yang paling tidak efisien adalahsaluran tataniaga 3 (perajin-pedagang pengumpul-pasar-konsumen) dengan marjin tataniaga Rp 6.226/kg dan farmer’s share 0,68%.Kata kunci : Gula merah, pendapatan, marjin tataniaga, farmer’s share
Analisis Nilai Tambah Pisang Nangka (Musa paradisiaca,L) (Studi Kasus di Perusahaan Kripik Pisang Krekes di Loji, Wilayah Bogor) Purnama, Eka Hari; Novita, Ita; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v3i2.419

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk  menganalisis nilai tambah pisang pada industri kecil (rumah tangga) padaperusahaan keripik pisang KREKES, dan menganalisis penerimaan dan keuntungan keripik pisang pada perusahaan KREKES. Penelitian ini dilakukan di UKM kripik pisang “KREKES” yang berlokasi di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Analisis nilai tambah pisang untuk memproduksi keripik pisang menggunakan metode Hayami (1987). Diperoleh kesimpulan bahwa besarnya nilai tambah industri keripik pisang pada perusahaan Krekes adalah sebesar Rp.2.630,tingkat keuntungan 85,74 persen dengan nilai keuntungan sebesar Rp.2.255. Kata kunci: Industri Kecil, Nilai tambah
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA PRODUK OLAHAN KERUPUK WORTEL DAN SIRUP WORTEL (Daucus carota L) (Kasus di KWT Citeko Asri Desa Citeko Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat) Wibowo, Sutrisno; Arsyad, Apendi; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v1i2.789

Abstract

Penelitian dilakukan di KWT Citeko Asri Desa Citeko Kecamatan Cisarua. Penelitian bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan menganalisis pendapatan usaha pengolahan wortel. Hasil analisis nilai tambah menunjukan besarnya nilai tambah kerupuk wortel sebesar Rp. 14.000/kg dengan persentase sebesar 70% dan sirup wortel diperoleh sebesar Rp. 3.500/liter dengan persentase sebesar 46,67%. Keuntungan dari olahan kerupuk wortel sebesar Rp 8.444/kgdengan persentase sebesar 60,32% sedangkan keuntungan sirup wortel sebesar Rp 2.389/liter dengan persentase sebesar 68,25%, nilai tambah dari olahan diatas menunjukan bahwa nilai rasio bernilai tinggi karena memiliki persentase >40%. pendapatan sebesar Rp 2.446.725,- per bulan.Berdasarkan dari nilai BEP usaha produk kerupuk wortel yaitu sebanyak 136,6 kg atau sama dengan Rp 30.357,- per kg sedangkan pada BEP sirup wortel sebanyak 133,0 liter atau sama dengan Rp 11.085,- per liter. R/C dari produk olahan kerupuk wortel dan sirup wortel yaitu sebesar 1,33. Diharapkan produk olahan dari KWT Citeko Asri dapat dikemas dengan baik dan lebih menarik sehingga masyarakat lebih mudah mengenal produk olahan kerupuk wortel dan sirup wortel.Kata kunci : Nilai tambah, Pendapatan, BEP dan R/C Rasio
ANALISIS KINERJA KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA (KOPTI) DI KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT DENGAN METODE BALANCED SCORECARD Antoni, Erwin; Arsyad, Apendi; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v2i1.760

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, persaingan lingkungan bisnis dalam bidang pertanian khususnya koperasi, perencanaan strategis yang tepat merupakan suatu faktor yang harus diperhatikan untuk mencapai target yang diinginkan. Pengukuran kinerja tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pengukuran kinerja secara menyeluruh, dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Balanced Scorecard merupakan alat ukur kinerja yang menyeimbangkan empat perspektif, yaitu perspektif pelanggan, perspektif keuangan, perspektif proses bisnis intenal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Studi analisis kinerja KOPTI Kabupaten Bogor ini menggunakan metode Balanced Scorecard, yang dinilai secara keseluruhan mencapai hasil yang cukup baik, dengan total capaian keseluruhan dari keempat perspektif Balanced Scorecard tersebut adalah sebesar 72,90%. Hal ini berarti bahwa kinerja KOPTI Kabupaten Bogor pada tahun 2012 tergolong dalam kategori Sangat Sehat (A) karena total skor berada pada selang 65<Total Skor<80. Total skor pada perspektif pelanggan sebesar 8,58%, total perspektif keuangan sebesar  17,88%, total perspektif proses bisnis internal sebesar 17,60%, dan total perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sebesar 28,84%. Kata kunci: Pengukuran kinerja, Balanced Scorecard, KOPTI Kabupaten Bogor
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI USAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN LELE DUMBO DI KECAMATAN CISEENG BOGOR Yusdiarti, Arti; Robby, Assyifa Ni’matu; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v1i1.175

Abstract

ABSTRAKJumlah produksi benih ikan lele dumbo di Jawa Barat mengalami penurunan hal ini dibuktikan pada tahun 2010 sebanyak 1.061.783.000 ekor dan tahun 2012 sebanyak 788.821.000 ekor. Usaha budidaya pembenihan ikan lele dumbo membutuhkan beberapa input produksi sehingga diperlukan penelitian analisis pendapatan dan faktor-faktor produksiyang mempengaruhi produksi ikan lele sehingga dapat memaksimalkan keuntungan. Hasil analisis pendapatan tertinggi pada usaha budidaya pembenihan ikan lele dumbo di Kecamatan Ciseeng dengan luas kolam 3.000 – 3.500 m2 Rp 33.025.625 dan terendah 400 – 900 m2 sebesar Rp 4.063.024. Nilai R/C tertinggi sebesar 2,33 pada luas kolam 2.000 – 2.400 m2 dan terendah sebesar 1,27 pada luas kolam 3.000 – 3.500 m2. Hasil analisis fungsi produksi variabel-variabel benih, luas kolam, pakan, pupuk kandang, obat-obatan, kapur, tenaga kerja, pengalaman dan pendidikan dengan nilai Rsquare = 0,73 dan nilai Fhitung = 26,07. secara bersama-sama variabel-variabel tersebut berpengaruh terhadap produksi benih ikan lele dumbo di Kecamatan Ciseeng. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa benih, pakan, tenaga kerja, pengalaman dan pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi.Kata Kunci: Analisis Pendapatan, analisis fungsi produksi, pembenihan ikan lele dumbo
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI DAN MARGIN TATANIAGA USAHATANI WORTEL ORGANIK DAN WORTEL NON ORGANIK Saefullah, Lutfi; Arsyad, Apendi; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pendapatan usahatani pertanian wortel organik dan non organik serta membadingkan marjin tataniaga dan saluran pemasaran serta Farmer’s Share dari pertanian wortel organik dan non organik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – September 2014 dan bertempat di Kecamatan Cisarua Kab. Bogor.. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran, Farmer’s Share dan Uji-t untuk perbandingannya. Hasil yang diperoleh dari analisis adalah pertanian organik memiliki nilai pendapatan lebih besar 5,51% dibanding non organik. Analisis perbandingan dengan Uji-t mendapatkan nilai t-hitung sebesar -0,247 dan t-tabel sebesar 2,048 yang artinya secara signifikan tidak terdapat perbedaan pendapatan dari pertanian wortel organik dengan non organik walupun ada perbedaan angka pada pendapatan.. Saluran pemasaran yang menguntungkan petani wortel non organik yaitu pada saluran 1 dengan nilai marjin tataniaga sebesar Rp 3.500/Kg dengan persentase 50% dan Farmer’s Share sebesar 50%, sedangkan pertanian non organik pada saluran 4 dengan marjin tataniaga sebesar Rp 15.500/Kg dengan persentase Farmer’s Share sebesar 22,50%.Kata kunci : Usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran,Farmer’ Share
ANALISIS KOMPARASI USAHATANI DAN MARGIN TATANIAGA USAHATANI WORTEL ORGANIK DAN WORTEL NON ORGANIK Saefullah, Lutfi; Arsyad, Apendi; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v4i1.1544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pendapatan usahatanipertanian wortel organik dan non organik serta membadingkan marjin tataniaga dan saluranpemasaran serta Farmer’s Share dari pertanian wortel organik dan non organik. Penelitian inidilakukan pada bulan Januari – September 2014 dan bertempat di Kecamatan Cisarua Kab.Bogor.. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis usahatani, marjin tataniaga,saluran pemasaran, Farmer’s Share dan Uji-t untuk perbandingannya. Hasil yang diperolehdari analisis adalah pertanian organik memiliki nilai pendapatan lebih besar 5,51% dibandingnon organik. Analisis perbandingan dengan Uji-t mendapatkan nilai t-hitung sebesar -0,247dan t-tabel sebesar 2,048 yang artinya secara signifikan tidak terdapat perbedaan pendapatandari pertanian wortel organik dengan non organik walupun ada perbedaan angka padapendapatan.. Saluran pemasaran yang menguntungkan petani wortel non organik yaitu padasaluran 1 dengan nilai marjin tataniaga sebesar Rp 3.500/Kg dengan persentase 50% danFarmer’s Share sebesar 50%, sedangkan pertanian non organik pada saluran 4 dengan marjintataniaga sebesar Rp 15.500/Kg dengan persentase Farmer’s Share sebesar 22,50%.Kata kunci : Usahatani, marjin tataniaga, saluran pemasaran,Farmer’ Share