Yusdiarti, Arti
Universitas Djuanda Bogor

Published : 26 Documents
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN GULA MERAH SKALA RUMAH TANGGA (STUDI KASUS : DESA PASIRIPIS KECAMATAN SURADE KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT). supardi, hendrik; Yusdiarti, Arti; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v2i1.762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan rumah tangga gula merah dan mengidentifikasikan efisiensi tataniaga gula merah. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2013 – September 2014 di Desa Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2014 – September 2014 di Desa Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini disusun menggunakan metode analisis pendapatan, analisis saluran tataniaga, analisis marjin tataniaga, analisis farmer’s share. Pengambilan sampel perajin menggunakan metode snowball sampling dengan total 40 responden. Hasil penelitian dengan rata-rata 36 pohon kelapa menunjukan bahwa perajin gula merah mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 973.620/bulan/36 pohon kelapa, dengan biaya sudah termasuk biaya tenaga kerja yang diperhitungkan. Pendapatan perajin gula merah memperoleh pendapatan perbulan Rp. 3.223.620. Hasil analisis efisiensi tataniaga menunjukan bahwa saluran 1 (perajin-pedagang pengumpul-perusahaan besar) merupakan saluran tataniaga yang efisien dengan nilai marjin sebesar Rp. 4.226/kg dan nilai farmer’s share 0,74%. Saluran tataniaga yang paling tidak efisien adalahsaluran tataniaga 3 (perajin-pedagang pengumpul-pasar-konsumen) dengan marjin tataniaga Rp 6.226/kg dan farmer’s share 0,68%.Kata kunci : Gula merah, pendapatan, marjin tataniaga, farmer’s share
ANALISIS PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT KUALITAS SAYURAN KOMERSIAL DI PASAR MODERN Arsyad, Eki Fadhal; Yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v4i2.1561

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi serta preferensi konsumen terhadap atribut kualitas sayuran komersial di pasar modern. Metode penelitian yaitu non probability sampling. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan uji Chi-Square. Persepsi konsumen: (1) Kentang : cukup bersih, warna daging kuning, kulit kelupas kecil, ukuran sedang, kulit coklat muda, mata <5, benjolan <3, lonjong. (2) Tomat : segar, kadar air 20-35%, agak asam, hijau kemerahan, agak lunak, ukuran sedang, agak bulat. (3) Bawang merah : cukup bersih, diameter 2,5 cm, agak menyengat, agak bulat, warna ungu muda dan ungu tua, cukup mulus, anakan 2-3. (4) Bayam:  segar, hijau, cukup mulus, jumlah daun sedang, ukuran sedang, cukup seragam, agak lonjong. Sedangkan Preferensi: (1) Kentang : sangat bersih, tanpa benjolan, warna daging kuning, kulit licin mulus, tidak memiliki mata, ukuran sedang, kulit coklat muda, lonjong. (2) Tomat: sangat segar, manis, keras, merah, ukuran sedang, kadar air 20-35%, lonjong.  (3) Bawang merah : ukuran 2,5 cm, menyengat, mulus, merah-ungu tua, tidak memiliki anakan. (4) Bayam : segar, hijau, mulus, daun banyak, ukuran sedang, seragam, agak lonjong, memiliki akar. Uji Chi-Squre menunjukkan atribut kualitas kebanyakan berbeda nyata.Kata Kunci : Persepsi, Preferensi, Chi-Square, Pasar modern
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI SAWAH Yusdiarti, Arti; Rivanda, Dean Riza; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v1i1.140

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan tingkat efisiensi teknis padi sawah. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Desember 2013 – Januari 2014 di Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang. Petani sampel berjumlah 50 orang dan dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Fungsi Produksi Stohactic Frontier Cobb-Douglas yang diolah dengan menggunakan aplikasi Frontier 4.1c menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel luas lahan, pupuk NPK, pupuk kandang, tenaga kerja, musim tanam, serta pestisida masing-masing berpengaruh positif terhadap produksi padi sawah sedangkan jumlah benih berpengaruh negatif. Secara statistik semua variabel berpengaruh nyata pada selang kepercayaan diatas 10 persen, kecuali pestisida. Tingkat efisiensi teknis petani di daerah penelitian telah efisien secara teknis, dengan efisiensi teknis (ET) rata-rata mencapai 75 persen dengan tingkat ET tertinggi 95 persen dan terendah 43 persen. Faktor penyuluhan dan pendidikan mampu menurunkan efek inefisiensi teknis atau dapat meningkatkan efisiensi usahatani padi. Walaupun variabel status kepemilikan lahan dan pengalaman meningkatkan inefisiensi, namun secara statistik tidak signifikan dan hanya variabel status kepemilikan lahan yang signifikan terhadap inefisiensi teknis.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN INVESTASI USAHA PEMBESARAN LELE DI WILAYAH PARUNG, KABUPATEN BOGOR, DAN IMPLEMENTASI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KELAYAKAN Yusdiarti, Arti
Jurnal Sosial Humaniora Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v3i2.433

Abstract

Lele adalah salah satu komoditi air tawar yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia. Parung adalah daerah penghasil lele terbesar di Bogor. Usaha pembesaran lele memiliki banyak potensi, namun juga memiliki berbagai kelemahan dan hambatan, seperti ketergantungannya terhadap harga pakan, fluktuasi harga jual, dan tingkat kematian. Dengan mengidentifikasi kelayakan pembesaran lele dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, maka dapat diformulasikan strategi untuk meningkatkan kelayakan usaha ini. Penelitian dilakukan ditiga kecamatan, yaitu Ciseeng, Gunung Sindur, dan Parung. Objek yang dipelajari adalah kondisi budidaya di Parung, menganalisis pendapatan responden, mengidentifikasi skala minimum yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga responden, memformulasi strategi untuk meningkatkan kelayakan usaha, dan menganalisis kelayakan investasi pembesaran lele. Penelitian dibagi tiga skala: dibawah 2.500 m2, 2500 m2 – 5000 m2 dan diatas 5000 m2. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pembesaran lele layak di semua skala. Skala minimum bagi pemenuhan kebutuhan dasar pembudidaya adalah 1000m2. Strategi efisiensi yang disarankan adalah mengurangi hari panen dan padat tebar. Ekstensifikasi dapat dilakukan di semua skala, namun di skala lebih dari 1 Ha, disarankan untuk diversifikasi ke komoditas perikanan lainnya untuk mengurangi resiko perubahan harga jual. Investasi dinyatakan layak dilakukan pada skala 1.000 m2 sampai 1 Ha dan usaha pembesaran lele memiliki resiko tinggi namun tingkat pengembalian juga tinggi.
Analisis Risiko Produksi Sayuran Daun Indigenous di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Mubarokah, Syaima Lailatul; Nahraeni, Wini; Yusdiarti, Arti; Rahayu, Arifah
JURNAL AGRIBISAINS Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v3i1.1029

Abstract

This study aims to identify 1) the source of production risk in some indigenous leaf vegetables, especially basil 2) the level of risks encountered, and 3) formulate strategies tocontrol the risk of production of indigenous leaf vegetable. The research was conducted in Kecamatan Kadudampit Sukabumi, the method of sampling used simple random sampling.The number of farmers were 42 farmers. In specialization activities, the method to process risk data used are analysis of variance, standard deviation and coefficient of variation. Theresults showed that the source of production risk faced by farmers were weather / climate, pest and disease diseases and seed quality. The expected return value of basil commodityRp.1.801.204 with the risk level of losses was 0.382 or 38%. Strategies that could be done to reduced the risk was the diversification activity with . timing and appropriate commodities of diversification activities, plan intercropping cropping pattern between two combination basil with lettuce were 60% and 40% and basil with gourd were 60% and 40%, risk managementin production through preventive strategies with improvement of physical facilities and mitigation strategies with pest and disease controls encountered.Keywords: basil, variance analysis, standard deviation, coefficient of variation, risk management.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Sayuran Katuk Nahraeni, Wini; Yusdiarti, Arti; Rahayu, Elita Gusti
JURNAL AGRIBISAINS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v3i2.795

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan  produsen utama  sayuran di Indonesia, termasuk  sayuran indijenes. Potensi sayuran indijenes tersebut belum dieksploitasi dengan baik, karena kurangnya sosialisasi komponen zat gizi dan zat berkhasiat yang bermanfaat bagi kesehatan, teknik budidaya dan preferensi konsumennya. Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap tanaman katuk, tingkat kepentingan dan kinerja atribut sayuran indijenes  katuk. Data  diambil melalui survey terhadap 50 konsumen di Jakarta dan Bogor.  Responden adalah  para ibu rumah tangga termasuk didalamnya ibu-ibu PKK (Pembinaan Kesejahteran Keluarga).  Pengambilan data dilakukan pada  bulan Oktober-November 2016.. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif, Multiatribut Fishbein dan Importance and Permormance Analysis (IPA) dengan menggunakan program microsoft office excel 2013 dan SPSS 23.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen menginginkan kualitas katuk dengan warna daun hijau muda, ukuran daun sedang, serta jumlah daun/tangkai yang sedikit, tidak memiliki bunga, beraroma sedang dan memiliki jumlah cabang/tangkai yang sedang. Atribut daya simpan dipersepsi konsumen sebagai atribut paling penting, diikuti oleh rasa dan kemudahan dikunyah. Sementara atribut warna, ketersediaan, dan banyaknya jenis olahan katuk dipersepsi konsumen kurang penting. Atribut yang menjadi prioritas utama dalam mengembangkan katuk adalah daya simpan dan kemudahan mengolah.  Perlu dilakukan uji organoleptic pada berbagai olahan katuk  dalam rangka penelitian lanjutan.Kata Kunci : Sayuran Indijenes, Multiatribut Fishbein, Matrik IPA,
ANALISIS PENDAPATAN DAN TATANIAGA BERAS VARIETAS PANDAN WANGI DAN VARIETAS UNGGUL BARU (Kasus Kelompok Tani Nanggeleng Jaya Desa Songgom Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat)ANALISIS PENDAPATAN DAN TATANIAGA BERAS VARIETAS PANDAN WANGI DAN VARIETAS UNGGUL BARU (Kasus Kelompok Tani Nanggeleng Jaya Desa Songgom Kecamatan Gekbrong Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat) Yunita, Ima; Yusdiarti, Arti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v1i2.790

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to determine the pandan wangi rice and new prime varieties rice farmer’s income, the marketing channel, the marketing margin, the farmers share, as well as the ratio of benefits and costs. The results showed that pandan wangi rice farmer’s income per season is more than the farmers of the new prime varieties rice, while the pandan wangi varieties farmer’s income per year less than the new prime varieties rice farmers. There are 5 channels ofpandan wangi rice marketing, while there are 7 channels of new prime varieties rice marketing. Marketing functions of pandan wangi and the new prime varieties rice differ in the level of collector. The marketing margin, farmer’s share, cost and benefit ratio of pandan wangi rice varieties which have the largest are in the marketing channel 1, 5, and 1. The marketing margin, farmer’s share, cost and benefit ratio of new prime varieties rice which have the smallest valuesare in the marketing channel 5, 1, and 5. The marketing margin, farmer’s share, cost and benefit ratio of the new prime varieties rice that have the largest are in the marketing channels 1, 4, and 7. The marketing margin, farmer’s share, cost and benefit ratio of new prime varieties rice whichhave the smallest values are in the marketing channels 4, 1, and 6Key words: Income, marketing, pandan wangi varieties, new rice varieties
ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI YANG MEMPENGARUHI USAHA BUDIDAYA PEMBENIHAN IKAN LELE DUMBO DI KECAMATAN CISEENG BOGOR Yusdiarti, Arti; Robby, Assyifa Ni’matu; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v1i1.175

Abstract

ABSTRAKJumlah produksi benih ikan lele dumbo di Jawa Barat mengalami penurunan hal ini dibuktikan pada tahun 2010 sebanyak 1.061.783.000 ekor dan tahun 2012 sebanyak 788.821.000 ekor. Usaha budidaya pembenihan ikan lele dumbo membutuhkan beberapa input produksi sehingga diperlukan penelitian analisis pendapatan dan faktor-faktor produksiyang mempengaruhi produksi ikan lele sehingga dapat memaksimalkan keuntungan. Hasil analisis pendapatan tertinggi pada usaha budidaya pembenihan ikan lele dumbo di Kecamatan Ciseeng dengan luas kolam 3.000 – 3.500 m2 Rp 33.025.625 dan terendah 400 – 900 m2 sebesar Rp 4.063.024. Nilai R/C tertinggi sebesar 2,33 pada luas kolam 2.000 – 2.400 m2 dan terendah sebesar 1,27 pada luas kolam 3.000 – 3.500 m2. Hasil analisis fungsi produksi variabel-variabel benih, luas kolam, pakan, pupuk kandang, obat-obatan, kapur, tenaga kerja, pengalaman dan pendidikan dengan nilai Rsquare = 0,73 dan nilai Fhitung = 26,07. secara bersama-sama variabel-variabel tersebut berpengaruh terhadap produksi benih ikan lele dumbo di Kecamatan Ciseeng. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa benih, pakan, tenaga kerja, pengalaman dan pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi.Kata Kunci: Analisis Pendapatan, analisis fungsi produksi, pembenihan ikan lele dumbo
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN USAHA PRODUK OLAHAN KERUPUK WORTEL DAN SIRUP WORTEL (Daucus carota L) (Kasus di KWT Citeko Asri Desa Citeko Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat) Wibowo, Sutrisno; Arsyad, Apendi; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v1i2.789

Abstract

Penelitian dilakukan di KWT Citeko Asri Desa Citeko Kecamatan Cisarua. Penelitian bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan menganalisis pendapatan usaha pengolahan wortel. Hasil analisis nilai tambah menunjukan besarnya nilai tambah kerupuk wortel sebesar Rp. 14.000/kg dengan persentase sebesar 70% dan sirup wortel diperoleh sebesar Rp. 3.500/liter dengan persentase sebesar 46,67%. Keuntungan dari olahan kerupuk wortel sebesar Rp 8.444/kgdengan persentase sebesar 60,32% sedangkan keuntungan sirup wortel sebesar Rp 2.389/liter dengan persentase sebesar 68,25%, nilai tambah dari olahan diatas menunjukan bahwa nilai rasio bernilai tinggi karena memiliki persentase >40%. pendapatan sebesar Rp 2.446.725,- per bulan.Berdasarkan dari nilai BEP usaha produk kerupuk wortel yaitu sebanyak 136,6 kg atau sama dengan Rp 30.357,- per kg sedangkan pada BEP sirup wortel sebanyak 133,0 liter atau sama dengan Rp 11.085,- per liter. R/C dari produk olahan kerupuk wortel dan sirup wortel yaitu sebesar 1,33. Diharapkan produk olahan dari KWT Citeko Asri dapat dikemas dengan baik dan lebih menarik sehingga masyarakat lebih mudah mengenal produk olahan kerupuk wortel dan sirup wortel.Kata kunci : Nilai tambah, Pendapatan, BEP dan R/C Rasio
Analisis Kinerja Rantai Pasok Sayuran Komersial di Pasar Tradisional Kota Bogor Soka, Tiara Dewi; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Agribisains
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v3i2.1047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis proses rantai pasok produk sayuran komersial dari produsen ke konsumen, menganalisis efisiensi rantai pasok komoditas sayuran komersial, serta menganalisa kinerja rantai pasok sayuran komersial. Penelitian ini dilakukan di Pasar Bogor dan Pasar Warung Jambu pemilihan pasar secara purposive. Metode penarikan sampel menggunakan snowball sampling. Jumlah pedagang pengecer sebanyak 14 orang, pedagang grosir sebanyak 9 orang, tengkulak 8 orang, petani bayam sebanyak 10 orang, petani tomat sebanyak 10 orang, petani ketang sebanyak 5 orang, dan petani bawang sebanyak 10 orang.Hasil penelitian ini bahwa aliran informasi, barang, dan uang sangat berpengaruh dalam ketersediaan barang yang akan dipasok ke pasar tradisional, saluran pasokan yang efisien pada tomat yaitu saluran II dengan nilai marjin sebesar Rp 518,8 dan farmer’s share sebesar 27,83%, saluran pasokan tomat yaitu saluran V deang nilai marjin sebsar Rp 4.916,6 dan nilai farmer’s share sebesar 35,86%, kentang saluran pasokan III dengan nilai farmer’s share sebesar 68%, dan bawang saluran pasokan I dengan nilai farmer’s share sebesar 38,96%. Pada kegiatan pasokan sayuran ke pasar tradisional setiap lembaga pasokan melakukan proses kinerja rantai pasok diantaranya perencanaan, pengadaan, pengiriman, dan pengembalian.Kata Kunci: Pasar Bogor, Pasar Warung Jambu, SCOR, Kondisi Rantai.