Articles

Found 12 Documents
Search

Selection of Tempoyak Lactic Acid Bacteria As Candidate Strain for Yoghurt Starter Culture

Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 11, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selection of bacteria in yoghurt fermentation is important to produce yoghurt with good quality. Tempoyak lactic acid bacteria is potential to be yoghurt starter culture becouse tempoyak fermentation has similarities in producing lactic acid such as yoghurt. This study aimed to isolate and identify the lactic acid bacteria (LAB) from tempoyak which will be used as a yoghurt starter culture. The methods used in this study included isolation and selection of acid-producing bacteria, lactase and protease activity test, identification of morphology and biochemistry as well as testing the quality of the yoghurt. The results of the study obtained 32 isolates of the LAB with the same characteristic colony, include the round shape, cream-coloured with convex elevation and, smooth surface and entire edge. Selection of acid-producing bacteria obtained 12 isolates with the ability to produce clear zones on MRSA + CaCO3 media ≥ 0.7 cm. Selection of lactase-producing LAB obtained six strains and the protease test obtained two superior strains. Two superior strains namely Tp 12 and Tp 28 have characteristics of coccus, gram-positive, negative catalase, non-endospore and non-motile forms. The organoleptic and several quality tests showed yoghurt using Tp 12 as starter has higher acceptability, the highest levels of lactic acid and lactose levels with values respectively 4.25, 0.84% and 24.53%. This study obtained the LAB strain which can be used as yoghurt starter culture. Tp 12 strain can be used to improve the quality of yoghurt and become a commercial starter that can be applied to various fermented products.

UJI ORGANOLEPTIK YOGURT NANAS BERBAGAI STARTER KOMERSIAL (ORGANOLEPTIC TEST OF PINNEAPLE YOGHURT WITH VARIOUS COMMERCIAL STARTER)

BULETIN AL-RIBAATH Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Al-Ribaath
Publisher : LPPM UM PONTIANAK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.964 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesukaan masyarakat terhadap yogurt nanas denganpenambahan berbagai starter komersil. Sebanyak sepuluh starter yogurt komersil digunakan dalampembuatan yogurt nanas. Pengujian pH menggunakan indikator universal dan tingkat kesukaan masyarakatdiukur menggunakan angket uji organoleptik yang diberikan kepada 32 orang panelis. Berdasarkan hasilpenelitian diketahui bahwa terdapat variasi pH pada sepuluh sampel yogurt nanas yaitu pH 4 dan 5. Hasiluji organoleptik menunjukkan bahwa warna yogurt yang paling disenangi adalah yogurt nanas denganstarter Bio Kul dan Calpico. Sedangkan rasa, aroma dan kekentalan yogurt yang paling disukai yaitu yogurtnanas dengan menggunakan starter Yag Go. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa starter Yag Goberpotensi untuk digunakan dalam proses pembuatan yogurt nanas yang akan disenangi oleh masyarakat.  Kata kunci: Yogurt, Nanas, Uji Organoleptik

PENGEMBANGAN POTENSI DESA SIAGA AKTIF DAN PENGOLAHAN PERTANIAN DI WILAYAH TERPENCIL DESA NANGA ANSAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT

BULETIN AL-RIBAATH Vol 14, No 1 (2017): BULETIN AL-RIBAATH
Publisher : LPPM UM PONTIANAK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.749 KB)

Abstract

West Kalimantan Health Index occupies the 28th rank of 33 Provinces across Indonesia, while Sekadau District ranks 12th out of 14 districts in West Kalimantan. This indicates that the Sekadau Regency is one of the districts that need to be considered for the development of all sectors. Setuntung and Nanga Ansar Village are two farthest and isolated village in Sakadau. The purpose of KKN-PPM implementation in Setuntung and Nanga Ansar Village was empower the community through the development of active Desa Siaga and the economic sector, especially the processing of snakefruit, banana, and fishery as well as the increase of home reading activities. Implementation of activities in June-August 2016. The results showed succesful implementation of activities in health, economic, and education sectors. In helath sector, we succesfully managed an active Desa Siaga, formed posyandu cadres, exhibited assistant nutrition classes in infants and pregnant women in posyandu, initiated of family, schools, and households waste processing. In the economic field, we improved agricultural and fisheris productions, namely snakefruit and fishery, catfish nugget, and pekasam. In the field of education, we formed a mini library and its  cadres. Therefore, the coorperation among Belitang Government, Setuntung Village, Nanga Ansar Villages, and universities need to establish so that guidance and development of this activity is sustainable. Keywords: society empowerment, remote area, agricultures, fisheries ‘Desa Siaga’ Management

Pengembangan Penuntun Praktikum Fotosintesis Berbasis Audio Visual Menggunakan Program Camtacia Studio di SMAN 1 Hulu Gurung

Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Program Pascasarjana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.754 KB)

Abstract

Pembuktian oksigen sebagai hasil reaksi terang fotosintesis dapat diamati melalui metode praktikum di laboraturium. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran biologi dan siswa kelas XII IPA SMAN 1 Hulu Gurung diketahui bahwa guru menggunakan penuntun praktikum yang terdapat di dalam buku paket. Penuntun praktikum ini hanya menampilkan sedikit gambar pada cara kerja sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami cara kerja dan menggunakan alat praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penuntun praktikum fotosintesis berbasis audio visual yang lanyak digunakan berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Pengembangan penuntun praktikum fotosintesis berbasis audiovisual ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model 4-D, yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran, tetapi tahap penyebaran tidak dilakukan. Hasil peneltian menunjukkan kevalidan pada aspek bahasa sebesar 83,33% (sangat valid), aspek materi sebesar 84,03% (sangat valid) dan aspek kegrafikan sebesar 84,72% (sangat valid). Berdasarkan uji coba skala kecil dan skala besar, kepraktisan penuntun praktikum fotosintesis berbasis audio visual bernilai posistif. Keefektifan media pembelajaran diperoleh berdasarkan nilai postest. Ketuntasan klasikal sebesar 77,77% yang menunjukkan bahwa penuntun praktikum fotosintesis berbasis audiovisual dinyatakan efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penuntun praktikum fotosintesis berbasis audio visual yang telah dikembangkan dapat dikatakan valid, praktis dan efektif. 

Upaya Pengembangan Pendidikan Anak Melalui Kegiatan Rumah Pintar di Desa Sungai Mawang Kabupaten Sanggau

Jurnal SOLMA Vol 8 No 1 (2019): Jurnal SOLMA
Publisher : Uhamka Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Desa Sungai Mawang merupakan salah satu desa yang ada di kabupaten sanggau, desa tersebut termasuk ke dalam kategori daerah tertinggal. Dalam bidang pendidikan, di Desa Sungai Mawang masih banyak masyarakat yang berpendidikan rendah atau hanya bersekolah kurang dari 9 tahun, bahkan sangat huruf. Selain itu, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) yang tersedia belum dapat dimaksimalkan untuk mengembangkan pendidikan anak usia dini atau bahkan belum tersedia di setiap dusun. Sementara pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting yang menjadi tolak ukur dan juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian perlu adanya pemberdayaan bagi masyarakat melalui kegiatan rumah pintar yang dilakukan utuk menuntaskan semua masalah tersebut. Tujuan memilih ini adalah ingin mendeskripsikan kegiatan rumah pintar Desa Sungai Mawang sebagai sarana belajar anak serta masyarakat Desa Sungai Mawang kabupaten Sanggau. Metode Pelaksanaan kegiatan rumah pintar dilakukan melalui Persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hadirnya rumah pintar sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di sektor pendidikan mendukung pentingnya. Paling tidak bisa memberikan kesempatan pada masyarakat yang tidak tersentuh oleh pendidikan formal untuk bisa mendapatkan pendidikan di rumah pintar ini. Sistem penyelenggaraan rumah pintar yang sesuai dengan kebutuhan, tantangan dan kemampuan masyarakat di Desa ini dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat agar anak-anak dapat belajar, menambah pengalaman dan keterampilan yang akan berguna bagi kehidupannya. Kata kunci: Rumah Pintar, Desa Sungai Mawang, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI KINGDOM ANIMALIA PADA SISWA KELAS X DI MAN FILIAL PONTIANAK

JURNAL BIOEDUCATION Vol 3, No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.699 KB)

Abstract

Materi kingdom animalia merupakan salah satu materi yang diajarkan di MAN Filial Pontianak yang dianggap sulit oleh siswa, sehingga hasil belajar siswa belum mencapai KKM (75). Oleh sebab itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat agar hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia dapat tercapai secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan pengaruh penggunakan model kooperatif tipe Jigsaw dan model konvensional ceramah terhadap hasil belajar siswa pada materi kingdom animalia kelas X di MAN Filial Pontianak tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan bentuk Quasy Exsperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan lembar observasi. Hasil uji U Mann-Whitney nilai hasil belajar siswa diperoleh  angka signifikan sebesar 0,024 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan model konvensional ceramah. Sedangkan perhitungan pengaruh menggunakan Effect Size diperoleh sebesar 0,6 atau sebesar38,2% berdasarkan tabel interpretasi cohen’s dengan kategori sedang. Kesimpulan dalam penelitian adalah terdapat perbedaan dan pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar.  Katakunci:Jigsaw, Konvensional, Flash, Materi Kingdom Animalia, Hasil belajar.

REMEDIASI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MEDIA BOOKLET PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN DI SMA KEMALA BHAYANGKARI 01 KUBU RAYA

JURNAL BIOEDUCATION Vol 4, No 1 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.494 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dan pengaruh pembelajaran remediasi dengan menggunakan model Contextual Teaching And Learning(CTL)berbantuan Media Bookletterhadap hasil belajar siswa. Hasil uji statistik T-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 ˂ 0,05. Sedangkan hasil perhitungan gain diperoleh nilai rata-rata gain sebesar 0,58 (kategori sedang). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dan pengaruh hasil belajar antara sebelum dan sesudah pembelajaran remediasi dengan menggunakan model contextual teaching and learning(CTL) berbantuan media booklet.Kata kunci:Remediasi, CTL, Booklet, hasil belajar siswa, sistem pernapasan manusia.ABSTRACT The aims of study was to determine difference and effect of remediation learning used contextual teaching and learning (CTL) model with bookleton student learning outcomes. T-testresult show significance value (0,000 ˂ 0.05), and average gainvalue at 0,58 (medium category). The conclution of this study had difference and influences learning outcomes in remediation lerning used contextual teaching and learning (CTL) model with booklet.Keywords: Remediation, CTL, booklets, student learning outcomes, the human respiratory system 

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL PADA MATERI ANIMALIA KELAS X SMAN 1 PONTIANAK

JURNAL BIOEDUCATION Vol 4, No 1 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.383 KB)

Abstract

ABSTRAKProses pembelajaran memerlukan tambahan referensi selain buku paket dan LKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran modul animalia, yang memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan, respon positif siswa dan keefektifan media tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengembangan (R&D) model 4-D, meliputi tahap Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran), tetapi tahap Disseminate (Penyebaran) tidak dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan kevalidan dan kepraktisan pada aspek bahasa sebesar 90% (sangat valid dan sangat praktis), aspek materi sebesar 86,33% (sangat valid dan sangat praktis) dan aspek kegrafikan sebesar 90% (sangat valid dan sangat praktis). Berdasarkan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar, respon siswa terhadap media pembelajaran modul positif, sehingga media dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Kefektifan media pembelajaran diperoleh berdasarkan nilai postest. Ketuntasan klasikal kelas eksperimen sebesar 83% dan ketuntasan klasikal kelas kontrol sebesar 61%, yang menunjukkan bahwa media pembelajaran modul animalia dinyatakan efektif. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa media pembelajaran modul layak digunakan untuk siswa dalam pembelajaran biologi materi animalia.Kata kunci: Pengembangan, media pembelajaran, modul, animalia ABSTRACT Learning process needs a learning reference such as modul. This study aimed to develop modul which concist of Animal content. Decent Modul if it meets the criteria of validity, practicality, student’s positive response and effectiveness. This study is Research and Development (R&D) method with 4D model (Define, Design, Develop without Disseminate). The result showed that the validity and the practically to language was 90% (very valid and very practical), to material was 86,33% (very valid and very practical), to graphical aspect was 90% (very valid and very practical). Based on the try out with small scale and large scale, student’s response to the media was positive, so modul can be used in the learning process. The effectiveness of the media was obtained from post test, with a percentage of 83% classical completeness in experiment class and a percentage of 61% classical completeness in control class. This result indicate that the modul fit for use as a learning reference in the material of animalia.Keyword: Development, learning reference, modul, animalia

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLIPCHART PADA MODEL LEARNING CYCLE TERHADAP HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X MATERI FUNGI SMA KEMALA BHAYANGKARI

JURNAL BIOEDUCATION Vol 5, No 1 (2018): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.777 KB)

Abstract

Penggunaan media dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru masih belum dapat mengaktifkan siswa, diharapkan dengan media flipchart pada model learning cycle dapat membantu siswa untuk aktif dan memperoleh hasil yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh penggunaan media flipchart pada model learning cycle terhadap hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas X materi Fungi SMA Kemala Bhayangkari. Bentuk penelitian yang digunakan adalah  quasi eksperimental design dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling. Sehingga ditetapkan kelas X IIS 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IIS 7 sebagai kelas kontrol. Alat pengumpul data berupa tes hasil belajar dan lembar observasi. Berdasarkan hasil uji U Mann-Whitney diperoleh nilai signifikasi 0,00 < 0,05 sehingga diketahui terdapat perbedaan hasil dan aktivitas belajar siswa menggunakan media flipchart pada model learning cycle. Sedangkan berdasarkan perhitungan Effect Size, media flipchart memberikan pengaruh hasil belajar siswa sebesar 55,4% (tergolong besar) dan mempengaruhi aktivitas belajar siswa sebesar 77,4% (tergolong besar). Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil dan aktivitas belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran learning cycle dengan media flipchart dan LKS, serta terdapat pengaruh penggunaan media flipchart pada model learning cycle terhadap hasil dan aktivitas belajar siswa.

PENGEMBANGAN FLIPBOOK PRODUK KHAS KALIMANTAN BARAT BERBASIS FERMENTASI SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN BIOTEKNOLOGI DI SMA KUBU RAYA

JURNAL BIOEDUCATION Vol 6, No 1 (2019): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.907 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru khususnya di SMAS Taman Mulia, SMAS Kemala Bayangkari Kubu Raya, SMAN 1 Sungai Raya, dan MA Al-Mustaqim diketahui guru selama ini dalam mengajarkan materi bioteknologi hanya menggunakan buku paket dan lembar kerja siswa (LKS) hanya memberikan contoh produk bioteknologi secara umum sehingga siswa tidak tahu produk bioteknologi yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu, diperlukan media atau bahan ajar yang inovatif yang dapat memasukan konteks kelokalan dan budaya setempat dalam bentuk flipbook dengan nuansa lokal sehingga media pembelajaran yang digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media flipbook produk khas Kalimantan Barat berbasis ferentasi sebagai penunjang pembelajaran bioteknologi di SMA dan MA Kubu Raya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan metode (R&D)  model 4-D yang telah dimodifikasi, yaitu tahap Define, Design, Develop dan Disseminate. Penelitian ini hanya sampai pada tahap develop yaitu sampai tahap validitas. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil penelitian dari 15 validator yang terdiri dari 5 validator materi, 5 validator bahasa, dan 5 validator media. Hasil penelitian menujukan kevalidan berdasarkan aspek materi sebesar 68,13%, aspek media sebesar 81,33%, dan aspek bahasa 88,50%. Kesimpulan penelitian ini adalah media flipbook produk khas Kalimantan Barat berbasis ferentasi layak