Alfiani, Fina
Economic Education, University of Jember

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KUANTITAS PRODUK DAN HARGA JUAL TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI JAMUR MERANG (Studi kasus Pada Kelompok Tani Paguyuban Kaola Mandiri Di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember)

JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 12 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Economic Education, University of Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.953 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara kuantitas produk dan harga jual terhadap pendapatan usahatani jamur merang di  Paguyuban Kaola Mandiri, dan untuk mengetahui pengaruh yang paling dominan antara kuantitas produk dan harga jual terhadap pendapatan usahatani jamur merang di Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 33 responden. Uji instrumen dalam penelitian ini yaitu uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis data yang digunakan analisis inferensial yang terdiri dari analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis varian garis regresi, koefisien determinasi berganda, uji F, uji t, efektivitas garis regresi berganda, standart error of estimate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuantitas produk dan harga jual berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani jamur merang pada kelompok tani Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember sebesar 68,8%, sedangkan 31,2% dipengaruhi faktor lain diluar model penelitian. Sementara itu, pengaruh yang paling dominan antara kuantitas produk dan harga jual terhadap pendapatan usahatani jamur merang pada kelompok tani Paguyuban Kaola Mandiri di Desa Rambipuji Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember adalah kuantitas produk sebesar 58,5%.

UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI MINYAK ATSIRI DAUN BELUNTAS TERHADAP Candida albicans DAN PEMBUATAN SEDIAAN YANG SESUAI

JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leucorrhea is one disease commonly found in women live in tropical area such as Indonesia. Candida albicans is one of the main cause of this disease. Beside leucorrhea,  Candida albicans can also cause infection in mouth, skin, and lung. The leaves of  Pluchea indica Less is traditionally used to overcome leucorrhea. This experiment was conducted to examine the activity of volatile oil in Pluchea indica Less in inhibiting the growth of Candida albicans. The experiment was done using liquid diffusion method. Result showed that volatile oil of Pluchea indica Less can inhibit the growth of Candida albicans with minimum inhibition concentration 12.5%. To observe the efficacy in application, the volatile oil was combined with other ingredients to make a ready to use product. 2 parts of  volatile oil of Pluchea indica Less, was combined with 1 part parfum and 7 parts technical ethanol 95%. This product was then spray over outer part of vagina with leucorrhea. Examination showed that this product was more effective compare to  povidon iodium (positive control). Analytical examination using GC-MS revealed that the volatile oil of Pluchea indica Less contain caryophyllene,  isocaryophyllene, azulene derivate-compound, and naphthalene. ABSTRAK Keputihan merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita sebagian besar wanita didaerah tropis seperti Indonesia. Candida albicans merupakan salah satu penyebab keputihan yang sering dijumpai. Selain menyebabkan keputihan, Candida albicans juga dapat menyebabkan infeksi mulut, kuku, kulit dan paru-paru. Daun beluntas merupakan salah satu tanaman yang secara tradisional sering digunakan dalam pengobatan keputihan. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas anti Candida albicans dari minyak atsiri daun beluntas dengan metode dilusi cair. Hasil uji aktivitas antifungi terhadap Candida albicans, minyak atsiri daun beluntas memiliki KBM pada konsentrasi 12,5%. Minyak atsiri kemudian dibuat sediaan dengan komposisi 2 bagian minyak atsiri daun beluntas, 1 bagian pewangi dan 7 bagian etanol tehnis 95%. Sediaan ini digunakan dengan cara menyemprotkannya pada daerah kewanitaan. Hasil uji aktivitas anti Candida albicans terhadap sediaan yang dibuat dengan metode difusi padat menunjukkan potensi sedian yang dibuat lebih besar daripada povidon iodium (kontrol positif). Hasil analisis kromatografi gas-spektroskopi menunjukkan bahwa minyak atsiri daun beluntas mengandung caryophyllene dan isocaryophyllene serta senyawa derivat azulene, dan naphthalene.