Articles

Found 3 Documents
Search

Studi eksperimen pengaruh penggunaan blade sistem buka tutup arah horizontal terhadap kinerja kincir angin poros vertikal Hatuwe, Azmain Noor
JURNAL SIMETRIK Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.028 KB)

Abstract

Penelitian ini menerapkan sistem buka tutup blade arah horizontal pada kincir angin sumbu vertikal.  Ketika kincir angin berputar,  permukaan blade yang cembung bergerak berlawanan arah datang angin.  Hembusan angin yang menerpa permukaan cembung dari blade,  menghasilkan torsi yang bersifat memutar kincir pada arah berlawanan. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan gi adalah true eksperiment. Penelitian diperoleh melalui pengujian langsung pada kincir yang menjadi objek penelitian.  Kincir angin ini menggunakan blade yang berbentuk empat persegi panjang dengan permukaan rata.  Jumlah bladr yang digunakan pada saat pengujian bervariasi 2, 3 dan 4, setiap pengujian jumlah blade yang terpasang,  diberikan hembusan angin 250 cm/detik, 180 cm/detik, 112 cm/detik, 86 cm/detik dan 55 cm/detik.Hasil pembahasan data penelitian diperoleh informasi bahwa. Sistem buka tutup blade dapat memutar kincir angin poros vertical, penggunaab blade 3 buah menghasilkan daya yang lebih besar, dari daya yang dapat dihasilkan oleh 2 atau 4 buah blade, semakin besar hembusan angin meningkatkan daya yang dihasilkan dan daya maksimal untuk masing-masing penggunaan blade diproleh pada kecepatan 250 cm/detik, yaitu 2 buah blade menghasilkan daya 0,134 Watt,  3 buah blade menghasilkan 0,16 Watt,  dan 4 buah blade menghasilkan daya 0,15 Watt.
Studi Eksperimen Kinerja Oven Surya Berpermukaan Bentuk Oval Hatuwe, Azmain Noor; Wusurwut, Abdul Hadi; KELIAN, MOHAMMAD ACHMAD SOFYAN
JURNAL SIMETRIK Vol 7, No 1 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.76 KB)

Abstract

Oven surya yang menjadi objek penelitian ini, memiliki desain berupa kombinasi parabola dengan setengahselinder, sehingga permukaan sinar masuk ke dalam oven surya berbentuk oval. Oven surya ini memiliki luaspermukaan sinar matahari masuk sebesar 1.3 m2, reflektor dilapisi dengan potongan cermin, dan fokus sinarterletak pada kedalaman 36 cm dari permukaan atas. Sedangkan di bagian atas parabola diberi penutup yangterbuat dari bahan plastik transparant. Penutup ini berfungsi melindungi absorber dari udara lingkungan. Padaposisi fokus sinar pantul diletakkan kotak alumanium berwarna hitam yang berfungsi sebagai absorber danwadah pemanggangan roti. Oven surya ini didesain untuk mampu memusatkan sinar matahari pada areal yangkecil, sehingga dapat menghasilkan panas yang tinggi. Pengujian yang dilakukan untuk mengukur kinerja ovensurya menggunakan metode true eksperimen. Dimana data hasil penelitian diperoleh melalui perlakuanpengujian di laboratorium. Perolehan data tersebut selanjutnya digunakan untuk menentukan efisiensi dancooking power. Data hasil eksperimen, memberikan informasi tentang kinerja oven surya, bahwa semakinbertambahnya volume air, maka membutuhkan energi panas yang lebih banyak. Sedangkan nilai cooking powertertinggi 646 watt diperoleh dari hasil pengujian valume air sebanyak 2 liter, dan nilai efisiensi oven suryatertinggi 0,72 diperoleh dari hasil pengujian volume air sebanyak 2 liter. Oven surya ini dapat memanggang rotidengan berat adonan sebesar 1 kg, selama 55 menit.
IBM TEKNOLOGI KOMPOR BIOMASSA BERDINDING ISOLATOR BAGI MASYARAKAT DESA LAHA, KECAMATAN TELUK AMBON, KOTA AMBON Patty, Alexander Andaria; Hatuwe, Azmain Noor
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IRON Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.677 KB)

Abstract

Sebagian masyarakat Maluku yang tinggal di pedesaan masih menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu untuk memasak. Desa Laha yang menjadi khalayak sasaran, sebagian masyarakatnya untuk memenuhi kebutuhan dapur menggunakan energi alternatif dari kayu bakar, yang diperoleh dari pohon (hutan) di sekitar lingkungan. Tidak hematnya penggunaan kayu, dikarenakan mereka menggunakan tungku sistem terbuka. Untuk itu teknologi yang ditawarkan adalah menggunakan kompor biomassa berdinding isolasi dengan sistem tertutup, dimana proses pembakaran kayu dilangsungkan di dalam ruang yang bebas dari pengaruh hembusan udara lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan dan pelatihan bagi masyarakat mitra. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat bisa menggunakan kompor biomassa berdinding isolasi untuk menghemat pemakaian bahan bakar kayu sehingga dapat menjaga kelestarian hutan.