Niah, Rakhmadhan
Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin
Articles
2
Documents
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca forma typica) TERHADAP Shigella dysenteriae DAN Salmonella typhi

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah global yang sedang dihadapi salah satunya adalah efek samping penggunaan antibiotik baik pada negara berkembang maupun negara maju sehingga perlu dilakukan beberapa tindakan untuk mengatasi permasalahan global yang sedang terjadi. Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah mencari alternatif pengobatan dengan senyawa aktif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang memiliki khasiat sebagai antibakteri adalah kulit pisang kepok dengan nama ilmiah Musa paradisiaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas zona hambat dan klasifikasi daya hambat dari ekstrak kulit pisang kepok terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Salmonella typhi.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan metode sumuran yang dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin. Sampel yang digunakan adalah pisang kepok mentah yang berasal dari Desa Jaro yang memenuhi kriteria. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok utama yaitu kelompok ekstrak dan kontrol negatif. Zona hambat yang terbentuk diukur dengan menggunakan jangka sorong.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah pisang kepok dengan konsentrasi 10% memiliki daya hambat terhadap bakteri Shigella dysenteriae dan Salmonella typhi dengan klasifikasi daya hambat kuat. 

ANALISIS KANDUNGAN FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Anona muricata L.) PADA MENCIT JANTAN SECARA IN VIVO

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneltian ini mengukur kandungan flavonoid dan menguji aktivitas antihiperursemia terhadap mencit jantan putih galur Balb-C dari ekstrak etanol daun sirsak asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengukuran flavonoid dalam ekstrak ditentukan dengan standar kuersetin metode spektrofotometri UV-Visible. Aktivitas antihiperursemia dilakukan dengan induksi hati sapi, kontrol positif menggunakan allupurinol dan ditentukan pengurangan kadar asam urat menggunakan reagen strip. Hubungan antara kandungan flavonoid diperoleh y = 0,02288x + 0,0209, R = 0,99493 dengan kandungan 2,31±0,144 gram kuersetin/100 gram sampel. Aktivitas antihiperurisemia menunjukan ekstrak etanol daun sirsak dosis 100, 200, dan 400 mg/kg BB memiliki efek penurunan kadar yang signifikan berurutan yaitu 2,03±0,635; 2,07±0,379; 2,23±0,404. Korelasi hasil dari pengukuran flavonoid dan hewan uji dari ekstrak etanol daun sirsak bahwa 100 mg ekstrak terkadung 23,1 mg gram ekivelen kuersetin dan mampu menurunkan kadar asam urat sebanyak 2,03 mg/dL pada hewan uji dosis 100mg/kgBB.